Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Women’s Fashion Simulacra A Compulsive Narrative in Syahrini’s Shopee Advertisement Irwanto Irwanto; Laurensia Retno Hariatiningsih; Iin Soraya; Nur Iman El Hidayah; Dito Anjasmoro Ningtyas
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 15, No 2 (2022): (Accredited Sinta 2)
Publisher : Unisba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v15i2.9675

Abstract

Advertising is essential in persuading, strengthening, and reminding the product of the public. Advertising is a representation of a product. From the modern communication perspective, advertising is used to make up the product's image. Recently, advertisements have appeared not only in conventional media but also in new media. Advertising works are becoming more varied and creative considering that new media are relatively uptight regulation than conventional media. This creates a hyper-reality that goes beyond the function of the ad itself. This study seeks to reveal Syahrini's Shopee marketplace advertisement on Youtube. The advertisement's content is examined critically and analyzed using Pierce's triangle of meaning: object, interpretant, and representamen. The research found that hyper-reality simulacra were created as a compulsive shopping narrative. This occurs due to unpleasant events or negative feelings caused by addiction, depression, and boredom. However, the public does not know this.
Amplifikasi Budaya Pop Bonge-Jeje Melalui Media Sosial Tik Tok Irwanto Irwanto; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i1.15067

Abstract

Bonge-Jeje dan rekan-rekannya berhasil menarik perhatian publik melalui budaya pop yang mereka sebarkan. Pada awalnya penampilan mereka dikenal melalui media sosial TikTok. Keunikan dari pakaian yang mereka kenakan pada awal kemunculannya di TikTok adalah pakaian yang tidak bermerek, tidak mahal dan cenderung tidak lazimnya seperti pakaian pada umumnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena budaya pop ala Eka Satria Saputra alias Bonge dan Jeje dikomunikasikan dan dikenal serta diterima masyarakat melalui media sosial Tik Tok. Disini juga akan diurakan faktor-faktor yang dapat membuat masyarakat menerima budaya pop mereka. Untuk mengetahui elemen-elemen tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Ditemukan bahwa Bonge-Jeje dan rekan-rekannya melakukan konstruksi terhadap konten budaya pop yang mereka sebarkan. Konstruksi tersebut dimulai dari pemilihan media sosial, elemen visual, elemen audio dan gimmick. 
Konstruksi Pesan Penjaja Kuliner Ramadhan Pada Media Sosial Instagram Irwanto, Irwanto; Hariatiningsih, Laurensia Retno; El Hidayah, Nur Iman; Ningtyas, Dito Anjasmoro
Communication Vol 15, No 1 (2024): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v15i1.2556

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya penggunaan platform media sosial Instagram menjadi pilihan publik untuk berkomunikasi di alam maya. Termasuk juga dalam penyebaran pesan komunikasi yang dilakukan oleh penjaja kuliner Ramadhan. Bulan suci bermakna signifikan bagi umat muslim. Pada bulan ini terdapat waktu sakral yakni mulai dan berakhirnya saum. Kedua waktu tersebut menjadi unsur penting dalam ibadah Ramadhan. Umat muslim menaruh perhatian pada hal tersebut, termasuk menu makanannya. Pada sisi lain hal ini dimanfaatkan oleh penjaja kuliner Ramadhan untuk meningkatkan penjualannya dengan menyebarkan informasi kuliner Ramadhan melalui media sosial Instagram. Hal tersebut didukung oleh kekuatan media sosial Instagram yang efektif, efisien dan mampu menjangkau khalayak luas.  Teknologi serta fitur yang disematkan pada media sosial tersebut juga mampu merepresentasi serta mengakomodir keinginan berbagi variasi lambang komunikasi dalam mengkonstruksi pesan yang dimaksud. Tujuan penelitian ini untuk menelaah mengenai presentasi lambang komunikasi penjaja kuliner tersebut pada media sosial Instagram. Untuk menindaklanjuti telaah tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Peneliti memilih informasi yang sesuai dengan subjek serta objek penelitian yakni akun Instagram penjaja kuliner Ramadhan yang mengkonstruksi pesan untuk kepentingan peningkatan kuantitas penjualan. Di sini terungkap para penjaja kuliner Ramadhan memiliki motif komunikasi yang sama namun gunakan lambang komunikasi yang berbeda. Lambang komunikasi yang berupa teks dan foto tersebut tercipta oleh proses konstruksi.   
Membangun Atensi Pada Media Sosial (Studi Netnografi Remaja Pengguna Instagram) Hariatiningsih, Laurensia Retno; Irwanto, Irwanto
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i2.23080

Abstract

Abstrak - Penelitian ini mengungkap penggunaan lambang komunikasi oleh remaja dalam membangun atensi atau mencari perhatian warganet pada Instagram. Metode yang digunakan dalam menganalisa percakapan dan interaksi pada penelitian ini adalah netnografi. Dari penelitian ditemukan bahwa pengguna Instagram melakukan konstruksi pesan bisa melalui tulisan, foto bahkan tayangan yang berbentuk visual dan audio. Lambang komunikasi tersebut disampaikan dengan mengoptimalkan fitur visual dan audio yang terdapat pada media sosial tersebut. Konstruksi bertujuan untuk memperoleh perhatian yang bisa berwujud dari jumlah penonton atau view dan jumlah likes atau suka. Lebih dalam lagi terungkap bahwa perhatian yang dimaksud oleh pengguna Instagram tidak hanya ditujukan pada warganet secara umum namun juga ditujukan pada pasangan atau pujaan hati. Abstract - This study revealed the use communication symbols in seeking attention from netizens on Instagram by teenager. This research analyzing conversations and interactions text on Instagaram by netnography methode.  It was found that Instagram users do message construction through writing, photos and even visual and audio shows. The communication symbol is conveyed by optimizing the visual and audio features found on the social media. Construction aims to get attention that can be tangible from the number of viewers and likes. Furthermore, it was found that the attention referred by Instagaram users was not only directed at netizens in general but also aimed at couples or idolaters.  
Representasi Pesan Moral Pada Film Rumah Masa Depan Mariza, Khairunnisa; Irwanto; Hariatiningsih, laurensia Retno
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.7483

Abstract

Film merupakan audio visual dan juga media komunikasi yang cukup terkenal dijaman sekarang, serta film telah menjadi salah satu media komunikasi yang cukup berpengaruh dalam masyarakat. Film dapat mempengaruhi pandangan dan sikap penonton terhadap berbagai isu moral. Pesan moral yang terdapat dalam film tidak hanya mencerminkan pandangan pembuat film tetapi dapat mempengaruhi dan membentuk nilai masyarakat. Film yang kaya akan pesan moral dapat digunakan sebagai media pendidikan, pembentuk karakter, dan refleksi sosial. Karena film dapat membangkitkan emosi ataupun mempengaruhi tindakan penonton dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu film yang mengandung pesan moral yaitu Film Rumah Masa Depan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan cara pesan moral direpresentasikan pada film Rumah Masa Depan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske melalui level realitas, level representasi, dan level ideologi. Dari hasil penelitian menunjukkan representasi pesan moral dalam film Rumah Masa Depan yang dilihat dari tiga level yang dikemukakan John Fiske. Pada level realitas, pesan moral dapat dilihat dari aspek penampilan, perilaku, cara berbicara, ekspresi, dan riasan. Pada level representasi, yang menggambarkan pesan moral tercermin melalui aspek kamera, pencahayaan, dialog, dan backsound. Level ideologi dapat disimpulkan, penggambaran pesan moral yang ada pada film Rumah Masa Depan adalah ideologi individual yang positif.
ANALISIS ISI KONTEN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @DELICUTE_ID DALAM MENINGKATKAN ENGAGEMENT Aditiyo Nugroho; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 03 (2025): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe how the communication patterns of content on the Instagram account @delicute_id build engagement with followers. This research employs a qualitative method with a case study approach, using content analysis theories from Klaus Krippendorff and Denis McQuail. These methods and theories are applied to understand the visual message elements that attract follower interaction. The research data were obtained through observation, interviews, documentation, and relevant literature studies, providing a more comprehensive overview. The analysis focuses on Feed, Story, and Reels content, which serve different communication functions in delivering information, entertainment, and education. The findings indicate that Instagram is not only used as a promotional tool but also as a space for emotional interaction with the majority of Delicute’s followers, who are primarily young women and young mothers. This study shows that creative content communication patterns, appealing visuals, and structured presentation can establish strong relationships between the brand and its audience, thereby significantly enhancing engagement on this social media platform.
Representasi Kekerasan Dalam Film Rumah Untuk Alie: Analisis Semiotika Barthes Berliana, Julian Mega; Leliana, Intan; Hariatiningsih, Laurensia Retno
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the representation of violence in the film Home for Alie using Roland Barthes' semiotic theory. The method used is a qualitative approach with semiotic analysis which focuses on three levels of meaning, namely denotation, connotation and myth. The research results show that the film represents various forms of violence, both physical, verbal and psychological, through visual and verbal signs. Violence is not only presented as a visible event, but also contains ideological meaning that reflects power relations, patriarchal structures and social construction within the family. These findings confirm that film as mass media has an important role in shaping public perceptions, reproducing cultural values, and increasing critical awareness of the issue of domestic violence. Thus, Rumah untuk Alie not only functions as entertainment, but also as a reflective and educational medium in voicing social issues
REPRESENTASI TRADISI MUDIK DALAM IKLAN PT KAI 'SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1446 H' (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Aprian Tri Prayoga; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi tradisi mudik dalam iklan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berjudul “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H” dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Tradisi mudik sebagai fenomena sosial dan budaya yang kuat di Indonesia dipilih karena memuat nilai-nilai kekeluargaan, spiritualitas, dan identitas kolektif yang sering diangkat dalam media massa, termasuk iklan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Kualitatif dekripstif dengan teknik analisis visual terhadap potongan-potongan gambar dalam iklan. Analisis dilakukan dengan membedah tiga lapisan makna menurut Barthes: denotasi (makna harfiah), konotasi (makna kultural/emosional), dan mitos (makna ideologis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan PT KAI tidak hanya menampilkan pelayanan transportasi saat mudik, tetapi juga membangun narasi tentang kehangatan keluarga, kebersamaan, dan modernitas yang tetap berpijak pada nilai budaya. Mitos yang ditampilkan memperlihatkan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga ritual sosial dan spiritual yang merekatkan kembali hubungan antarmanusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa iklan dapat berfungsi sebagai media konstruksi makna kultural yang efektif, sekaligus memperlihatkan bagaimana institusi publik seperti PT KAI berupaya membangun citra humanis melalui pesan visual yang kaya simbol. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki keterbatasan dan membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut dalam studi komunikasi visual dan budaya populer
STRATEGI KOMUNIKASI KONTEN KREATOR DALAM MENINGKATKAN ENGAGEMENT PADA AKUN @forestbev.solutions Winda Amalia; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi konten kreator yang diterapkan di media sosial instagram pada akun @forestbev.solutions dalam meningkatkan keterlibatan audiens (engagement) pada industri bubuk minuman dengan konten terkait bisnis minuman. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Teori Model AIDA. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan konten kreator dan salah satu timnya, serta observasi terhadap konten yang diunggah di instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi konten kreator yang diterapkan meliputi penggunaan visual yang konsisten dan menarik, penyusunan pesan yang edukatif dan relevan, serta interaksi aktif dengan audiens melalui story, caption interaktif, komentar atau pesan langsung (DM). Strategi tersebut terbukti aktif dalam meningkatkan engagement, memperkuat identitas brand, dan memperluas jangkauan audiens. Selain itu penerapan prinsip dalam Teori Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) membantu konten kreator dalam merancang strategi yang sistematis dan terukur. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pelaku UMKM, brand lokal, dan konten kreator dalam mengelola media sosial secara strategis untuk membangun keterlibatan audiens di era digital
STRATEGI SOCIAL MEDIA SPECIALIST DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PADA AKUN INSTAGRAM @RSSARIASIH Siti Istianah Syafira; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan media sosial telah memberntuk ruang strategis bagi institusi untuk membangun brand awareness. Studi ini menganalisis strategi yang digunakan oleh social media specialist untuk meningkatkan brand awareness di akun Instagram Rumah Sakit Sari Asih, @rssariasih. Studi ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif konstruktivis, dan data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan konten media sosial secara langsung, serta dokumen pendukung. Menurut hasil penelitian, ahli media sosial memainkan peran penting dalam merancang dan melaksanakan strategi konten yang mencerminkan esensi institusi. Untuk menciptakan materi menarik yang selaras dengan nilai-nilai Islam institusi, strategi tersebut meliputi penjadwalan editorial, riset audiens, perencanaan konten bulanan, dan kolaborasi dengan tim kreatif. Menurut pilar komunikasi brand, materi yang dihasilkan dibagi menjadi empat kategori: interaktif, edukatif, promosi, dan hiburan. Studi ini menganalisis sejauh mana strategi konten dapat memengaruhi brand awareness di kalangan audiens menggunakan teori brand awareness David A. Aaker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Instagram secara strategis dapat meningkatkan daya ingat dan pengenalan merek, sehingga merek tersebut berada di garis depan pikiran audiens. Diharapkan penelitian ini dapat membantu praktisi komunikasi digital dalam merancang rencana media sosial yang sukses untuk industri kesehatan.