Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENDIDIKAN RELIGIUS DALAM PUISI LAUTAN JILBAB KARYA EMHA AINUN NADJIB Rahma Fatiya; Meilisa Nurhana; Wahyu Dini Septiari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.675

Abstract

The poem "Lautan Hijab" by Emha Ainun Najib is a literary work that describes spiritual richness and religious values ​​in the context of Indonesian culture. The aim of writing this article is to describe the educational ideology in the poem Lautan Jilbab by Emha Ainun Nadjib. The approach used in this research is descriptive qualitative. The object of this research is the poem Syair Lautan Jilbab by Emha Ainun Najib which will be studied using the theory of hermeneutical studies. The data used is in the form of stanza quotes from several poems contained in Syair Lautan Jilbab by Emha Ainun Najib which express religious values. The data collection technique steps used are in the following three ways: (1) data collection, (2) data reduction, and (3) data presentation. The data analysis technique uses descriptive analytical methods which have the aim of creating a coherent, factual and actual description or picture regarding the facts, nature and relationships between the events studied. The results of the research show that the Poetry Lautan Jilbab by Emha Ainun Najib contains the relationship between religiosity between humans and God, religiosity between humans and humans and religiosity between humans and themselves. The relationship of religiosity that is often found in this poetry is the religious relationship between humans and God.
Desain Model Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Mahasiswa Muhlis Fajar Wicaksana; Sri Muryati; Supianto Supianto; Wahyu Dini Septiari; Rani Darmayanti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8241

Abstract

Designing a project-based evaluation model for Indonesian language learning as a Compulsory Curriculum Subject (MKWK) in Higher Education that can encourage the development of critical thinking in the academic environment of students is the objective of this research. The research method used is research and development (R&D), with stages of needs analysis and literature review, model design, expert validation, and model trials on students, and model finalization. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, questionnaires, and student critical thinking tests. Data analysis techniques used were carried out with two approaches. Qualitative data were analyzed through Miles and Huberman's interactive analysis technique which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Meanwhile, quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistics, including the calculation of the mean, percentage, and model effectiveness testing using the t-test and N-Gain to determine the improvement of students' critical thinking skills. The Indonesian language learning evaluation model developed integrates project-based formative and summative assessments as well as critical reflection on lecture materials, especially in writing scientific articles. The conclusion of this study confirms that the developed evaluation model design is effective in facilitating the strengthening of students' critical thinking skills through contextual and reflection-based learning. This will increase the University Performance Index (IKU) of higher education institutions. Research results indicate that implementing this model can increase student engagement in the learning process and strengthen students' analytical, synthetic, and critical reasoning skills. The implications of this research emphasize the importance of learning evaluation that focuses not only on final results but also on students' in-depth thinking processes. Abstrak Merancang model evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perguruan Tinggi berbasis proyek yang dapat mendorong pengembangan berpikir kritis di lingkungan akademik mahasiswa menjadi tujuan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D), dengan tahapan analisis kebutuhan dan literature review, perancangan model, validasi ahli, dan uji coba model pada mahasiswa, serta finalisasi model. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, serta tes berpikir kritis mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan dilakukan dengan dua pendekatan. Data kualitatif dianalisis melalui teknik analisis interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sementara itu, data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi perhitungan rerata, persentase, dan uji efektivitas model menggunakan uji-t dan N-Gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Model evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia yang dikembangkan mengintegrasikan asesmen formatif dan sumatif berbasis proyek serta refleksi kritis terhadap materi perkuliahan, khususnya dalam menulis artikel ilmiah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa desain model evaluasi yang dikembangkan efektif dalam memfasilitasi penguatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis refleksi. Hal inilah yang akan menaikkan Indeks Kinerja Universitas (IKU) Perguruan Tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran dan memperkuat kemampuan analisis, sintesis, serta penalaran kritis mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir mahasiswa secara mendalam.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SASTRA DIGITAL BERBASIS KRITIK SASTRA, SDGs, DAN AI SEBAGAI PENGUATAN LITERASI KRITIS PESERTA DIDIK Pardyatmoko Pardyatmoko; Wahyu Dini Septiari; Sukarno Sukarno; Suparmin Suparmin; Natasya Ayu Permadani; Annisa Ummu Habibah
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.12068

Abstract

Literature learning in schools is still predominantly dominated by a textual approach that focuses on understanding the intrinsic and extrinsic elements of literary works, resulting in limited development of students’ critical literacy skills. At the same time, the rapid advancement of digital technology, the growing utilization of Artificial Intelligence (AI), and the demands of achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) require innovative learning models capable of integrating critical thinking, digital literacy, and global awareness. This study aims to develop a digital literature learning model based on literary criticism, SDGs, and AI to strengthen students’ critical literacy. The research employed a Research and Development (R&D) approach adapted from the Borg and Gall model, consisting of needs analysis, planning, product development, expert validation, revision, limited field testing, and evaluation stages. The participants included Indonesian language teachers and 32 eleventh-grade students at SMK Negeri 1 Wonogiri. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, expert validation sheets, and pretest-posttest assessments, and were analyzed using quantitative and qualitative techniques. The results produced a learning model comprising six main stages: issue orientation, close reading, literary criticism, reflective discussion, creative production, and authentic assessment. Expert validation indicated a feasibility score of 86.8%, categorized as highly feasible. The limited field trial demonstrated an improvement in students’ critical literacy, with the mean score increasing from 59.7 to 83.2 and an N-Gain score of 0.58, which falls within the moderate category. The findings reveal that the integration of literary criticism, SDGs, and AI promotes a more critical, reflective, contextual, and relevant literature learning process aligned with the demands of twenty-first-century education. The novelty of this study lies in the systematic integration of literary criticism, SDGs, and AI within a single instructional design framework to enhance students’ critical literacy. ABSTRAK Pembelajaran sastra di sekolah masih didominasi oleh pendekatan tekstual yang berorientasi pada pemahaman unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra sehingga belum optimal dalam mengembangkan literasi kritis peserta didik. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dan tuntutan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menuntut hadirnya model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kesadaran global secara simultan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran sastra digital berbasis kritik sastra, SDGs, dan AI sebagai upaya memperkuat literasi kritis peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Borg dan Gall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, validasi ahli, revisi, uji coba terbatas, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas guru Bahasa Indonesia dan 32 peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Wonogiri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, lembar validasi ahli, serta tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan model pembelajaran yang terdiri atas enam sintaks utama, yaitu orientasi isu, close reading, kritik sastra, diskusi reflektif, produksi karya, dan evaluasi autentik. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 86,8% dengan kategori sangat layak. Uji coba terbatas menunjukkan peningkatan kemampuan literasi kritis peserta didik dengan nilai rata-rata meningkat dari 59,7 menjadi 83,2 dan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk kategori sedang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kritik sastra, SDGs, dan AI mampu menciptakan pembelajaran sastra yang lebih kritis, reflektif, kontekstual, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan kritik sastra, SDGs, dan AI secara sistematis dalam satu desain pembelajaran untuk memperkuat literasi kritis peserta didik.
A Comparative Analysis of the Concept of Heartbreak in the Lyrics of Songs by Gilga Sahid and Happy Asmara Dewi Kusumaningsih; Rahma Fatiya; Benedictus Sudiyana; Wahyu Dini Septiari; Susi Darihastining
TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture and Education Vol. 5 No. 2 (2025): TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture, and Education
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/jllce.v5i2.114

Abstract

Heartbreak songs serve as a poignant portrayal, resonating with the realities of everyday life or drawing from the personal experiences of the lyricists. In this regard, this research aimed to compare the conceptualization of heartbreak in the lyrics of songs composed by Gilga Sahid and Happy Asmara, focusing on differences in vocabulary choices, terms, similes, and language styles, conveying the meaning of heartbreak in their respective songs. The present study employed a qualitative descriptive design to investigate Javanese dangdut songs by Gilga Sahid and Happy Asmara. Data were collected from fragments of song lyrics that encapsulate the essence of heartbreak. Documentation, listening, and note-taking were utilized to scrutinize various sources, ensuring the credibility of the findings. The data analysis process incorporated descriptive analysis techniques, elucidating disparities in vocabulary choices and sentence structure patterns within the song lyrics. The findings highlighted distinctions between the two artists regarding their vocabulary choices and sentence structures. These dissimilarities contributed to the distinctive characteristics of their songs, involving symbolic elements to convey meaning and occasionally prompting code-switching events in the lyrics, given the Javanese dangdut genre under investigation. Including symbolic elements in the lyrics further enriched the depth of meaning within the songs. It is hoped that this research will have benefits in the fields of language and culture.
Klinik Literasi: Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis di Era Digital Wahyu Dini Septiari; Sri Muryati
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v8i1.8220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Klinik Literasi dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan lokasi penelitian di SD Negeri 1 Sukoharjo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klinik Literasi yang diterapkan di SD Negeri 1 Sukoharjo terdiri dari tiga program utama, yaitu: 1) Pojok Baca, 2) Rumah Baca, dan 3) Sentra Literasi. Ketiga program tersebut dirancang untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan menulis siswa melalui kegiatan yang berbasis teknologi digital. Siswa antusias mengikuti kegiatan Klinik Siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan membaca dan menulis, serta guru juga menunjukkan peningkatan dalam memberikan bimbingan dan motivasi kepada siswa. Literasi dan menunjukkan peningkatan dalam kemampuan membaca dan menulis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Klinik Literasi efektif dalam meningkatkan literasi siswa di era digital
Integration Of Digital Literacy And Language Learning Through Ai Applications For Elementary School Teachers Winanda Santi Hutami; Veronika Pratiwi; Farida Nugrahani Nugrahani; Benedictus Sudiyana; Nurnaningsih; Wahyu Dini Septiari
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 1 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i1.2239

Abstract

Abstrak: Kebutuhan literasi digital di kalangan guru dan siswa sekolah dasar saat ini semakin mendesak, seiring berkembangnya teknologi dan perubahan metode pembelajaran. Literasi digital tidak lagi sekadar kemampuan menggunakan perangkat, tetapi bagaimana teknologi dimanfaatkan secara bermakna dalam pembelajaran bahasa. Penguatan literasi digital di SD memungkinkan guru dan siswa mengolah materi sulit menjadi lebih mudah dipahami. Studi empiris oleh Nurhidayah & Wibowo [2] menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar berbasis digital seperti e-book cerita rakyat memberi dampak positif seperti siswa memperoleh pengalaman belajar baru dan bahkan siswa tanpa ponsel dapat ikut mengakses materi digital melalui sekolah. AI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SD melalui personalisasi materi, evaluasi otomatis, dan pengembangan keterampilan abad ke-21 pada siswa. Melalui PKM literasi digital, pelatihan pemanfaatan AI dalam pembelajaran bahasa, dan pendampingan implementatif guru tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pedagogis untuk menciptakan materi ajar adaptif, menarik, dan sesuai kebutuhan siswa. Kata Kunci: Literasi Digital; Pembelajaran Bahasa; Kecerdasan Buatan (AI) Abstract: The demand for digital literacy among elementary school teachers and students is becoming increasingly critical, reflecting technological advancements and evolving learning methods. Digital literacy now encompasses more than just the ability to operate devices; it involves the meaningful application of technology in language education. By enhancing digital literacy in elementary schools, teachers and students can engage with challenging material in more accessible ways. An empirical study by Nurhidayah & Wibowo highlights that the integration of digital teaching resources, such as e-books featuring folk tales, positively influences student learning experiences. Notably, even those students without smartphones can access these digital materials through their schools. Artificial intelligence can further elevate the quality of learning in elementary education by facilitating personalized material, enabling automatic assessments, and fostering essential 21st-century skills in students. Through digital literacy training, the use of AI in language instruction, and supportive mentoring, teachers gain not only the technical competencies but also the pedagogical expertise required to develop adaptive, engaging, and student-centered educational materials. Keywords: Digital Literacy; Language Learning; Artificial Intelligence (AI)
Integrasi Media Digital Canva dalam Pembelajaran Menulis Teks Biografi sebagai Penguatan Kreativitas Peserta Didik Kelas X Wahyuning Larasati; Sri Muryati; Wahyu Dini Septiari
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 10, No 2 (2025): VOLUME 10 NUMBER 2 SEPTEMBER 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v10i2.7084

Abstract

This study aims to describe the application of Canva's digital media in the learning process of writing biographical texts for grade X students and to describe the exploration of students' creativity through the use of Canva in biographical text writing. This research method uses qualitative with a descriptive presentation of the research results. This data collection technique uses observation, interviews, questionnaires and documentation studies. Data analysis in this study includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing data. The results of this study explain the application of Canva digital media in learning to write biographical texts which includes the planning stage carried out by the teacher, the implementation stage and the evaluation stage. Then explore students' creativity in writing biographical text in the form of infographics using Canva. Thus, students can develop ideas and present biographical texts in the form of posters or infographics so as to create an interesting and informative text display to read.
Nilai Sosial Pada Novel Janshen Sebagai Alternatif Bahan Ajar Di SMA Andari Saputri; Suparmin Suparmin; Wahyu Dini Septiari
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1712

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan bentuk-bentuk nilai sosial dalam novel Janshen karya Risa Saraswati dan (2) Mendeskripsikan relevansi nilai sosial dalam novel Janshen karya Risa Saraswati sebagai alternatif bahan ajar di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian yaitu nilai sosial berupa nilai kasih sayang (pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, dan kepedulian), nilai tanggung jawab (rasa memiliki, disiplin, dan empati), dan nilai keserasian hidup (keadilan, toleransi, dan kerjasama). Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai sosial yang terkandung dalam novel Janshen. Adapun teknik pengumpulan data meliputi teknik pustaka, baca, dan catat. Sedangkan teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil analisis kemudian direlevansikan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XI KD 3.7. Kata Kunci: nilai sosial, novel, bahan ajar.