Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENDIDIKAN RELIGIUS DALAM PUISI LAUTAN JILBAB KARYA EMHA AINUN NADJIB Rahma Fatiya; Meilisa Nurhana; Wahyu Dini Septiari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.675

Abstract

The poem "Lautan Hijab" by Emha Ainun Najib is a literary work that describes spiritual richness and religious values ​​in the context of Indonesian culture. The aim of writing this article is to describe the educational ideology in the poem Lautan Jilbab by Emha Ainun Nadjib. The approach used in this research is descriptive qualitative. The object of this research is the poem Syair Lautan Jilbab by Emha Ainun Najib which will be studied using the theory of hermeneutical studies. The data used is in the form of stanza quotes from several poems contained in Syair Lautan Jilbab by Emha Ainun Najib which express religious values. The data collection technique steps used are in the following three ways: (1) data collection, (2) data reduction, and (3) data presentation. The data analysis technique uses descriptive analytical methods which have the aim of creating a coherent, factual and actual description or picture regarding the facts, nature and relationships between the events studied. The results of the research show that the Poetry Lautan Jilbab by Emha Ainun Najib contains the relationship between religiosity between humans and God, religiosity between humans and humans and religiosity between humans and themselves. The relationship of religiosity that is often found in this poetry is the religious relationship between humans and God.
Integration Of Digital Literacy And Language Learning Through Ai Applications For Elementary School Teachers Hutami, Winanda Santi; Pratiwi, Veronika; Nugrahani, Farida Nugrahani; Benedictus Sudiyana; Nurnaningsih; Wahyu Dini Septiari
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 1 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i1.2239

Abstract

Abstrak: Kebutuhan literasi digital di kalangan guru dan siswa sekolah dasar saat ini semakin mendesak, seiring berkembangnya teknologi dan perubahan metode pembelajaran. Literasi digital tidak lagi sekadar kemampuan menggunakan perangkat, tetapi bagaimana teknologi dimanfaatkan secara bermakna dalam pembelajaran bahasa. Penguatan literasi digital di SD memungkinkan guru dan siswa mengolah materi sulit menjadi lebih mudah dipahami. Studi empiris oleh Nurhidayah & Wibowo [2] menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar berbasis digital seperti e-book cerita rakyat memberi dampak positif seperti siswa memperoleh pengalaman belajar baru dan bahkan siswa tanpa ponsel dapat ikut mengakses materi digital melalui sekolah. AI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SD melalui personalisasi materi, evaluasi otomatis, dan pengembangan keterampilan abad ke-21 pada siswa. Melalui PKM literasi digital, pelatihan pemanfaatan AI dalam pembelajaran bahasa, dan pendampingan implementatif guru tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pedagogis untuk menciptakan materi ajar adaptif, menarik, dan sesuai kebutuhan siswa. Kata Kunci: Literasi Digital; Pembelajaran Bahasa; Kecerdasan Buatan (AI) Abstract: The demand for digital literacy among elementary school teachers and students is becoming increasingly critical, reflecting technological advancements and evolving learning methods. Digital literacy now encompasses more than just the ability to operate devices; it involves the meaningful application of technology in language education. By enhancing digital literacy in elementary schools, teachers and students can engage with challenging material in more accessible ways. An empirical study by Nurhidayah & Wibowo highlights that the integration of digital teaching resources, such as e-books featuring folk tales, positively influences student learning experiences. Notably, even those students without smartphones can access these digital materials through their schools. Artificial intelligence can further elevate the quality of learning in elementary education by facilitating personalized material, enabling automatic assessments, and fostering essential 21st-century skills in students. Through digital literacy training, the use of AI in language instruction, and supportive mentoring, teachers gain not only the technical competencies but also the pedagogical expertise required to develop adaptive, engaging, and student-centered educational materials. Keywords: Digital Literacy; Language Learning; Artificial Intelligence (AI)
Desain Model Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Mahasiswa Muhlis Fajar Wicaksana; Sri Muryati; Supianto Supianto; Wahyu Dini Septiari; Rani Darmayanti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8241

Abstract

Designing a project-based evaluation model for Indonesian language learning as a Compulsory Curriculum Subject (MKWK) in Higher Education that can encourage the development of critical thinking in the academic environment of students is the objective of this research. The research method used is research and development (R&D), with stages of needs analysis and literature review, model design, expert validation, and model trials on students, and model finalization. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, questionnaires, and student critical thinking tests. Data analysis techniques used were carried out with two approaches. Qualitative data were analyzed through Miles and Huberman's interactive analysis technique which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Meanwhile, quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistics, including the calculation of the mean, percentage, and model effectiveness testing using the t-test and N-Gain to determine the improvement of students' critical thinking skills. The Indonesian language learning evaluation model developed integrates project-based formative and summative assessments as well as critical reflection on lecture materials, especially in writing scientific articles. The conclusion of this study confirms that the developed evaluation model design is effective in facilitating the strengthening of students' critical thinking skills through contextual and reflection-based learning. This will increase the University Performance Index (IKU) of higher education institutions. Research results indicate that implementing this model can increase student engagement in the learning process and strengthen students' analytical, synthetic, and critical reasoning skills. The implications of this research emphasize the importance of learning evaluation that focuses not only on final results but also on students' in-depth thinking processes. Abstrak Merancang model evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perguruan Tinggi berbasis proyek yang dapat mendorong pengembangan berpikir kritis di lingkungan akademik mahasiswa menjadi tujuan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D), dengan tahapan analisis kebutuhan dan literature review, perancangan model, validasi ahli, dan uji coba model pada mahasiswa, serta finalisasi model. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, serta tes berpikir kritis mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan dilakukan dengan dua pendekatan. Data kualitatif dianalisis melalui teknik analisis interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sementara itu, data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi perhitungan rerata, persentase, dan uji efektivitas model menggunakan uji-t dan N-Gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Model evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia yang dikembangkan mengintegrasikan asesmen formatif dan sumatif berbasis proyek serta refleksi kritis terhadap materi perkuliahan, khususnya dalam menulis artikel ilmiah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa desain model evaluasi yang dikembangkan efektif dalam memfasilitasi penguatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis refleksi. Hal inilah yang akan menaikkan Indeks Kinerja Universitas (IKU) Perguruan Tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran dan memperkuat kemampuan analisis, sintesis, serta penalaran kritis mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir mahasiswa secara mendalam.