Articles
Hubungan antara Adversity Intelligence dengan Work-Family Conflict pada Guru Wanita di Sekolah Kalam Kudus Mayang Medan
Elvina Elvina;
Winida Marpaung;
Yulinda S. Manurung
Psyche 165 Journal Vol. 14 (2021) No. 1
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (604.41 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v14i1.93
This study aims to determine the reIationship between Adversity Intelligence with Work Family Conflict. The research subject used in this study wer 90 female teachers at the Kalam Kudus School. Data obtained from a scale to measure Adversity Intelligence and Work FamiIy ConfIict. Analys of the data use is using Pearson Product Moment CorreIation. The results of data analysis showed a correlation coefficient of -0.715 (p <0.05) and showed a negative relationship between Adversity Intelligence Work FamiIy ConfIict. The results of this study indicate that the contribution of Adversity Intelligence to Work FamiIy ConfIict is 51.1 percent, this indicates a very significant reIationship between the variabIe Adversity Intelligence with Work FamiIy ConfIict on teachers
The effect of future time orientation on employees’ achievement motivation: Peran orientasi masa depan terhadap motivasi berprestasi karyawan
Helen Angelica;
Winida Marpaung
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 15 No. 1 (2020): Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.971 KB)
|
DOI: 10.32734/psikologia.v15i1.3525
The present study examines the role of organizational employees' future time orientation toward their achievement motivation. Using a cross-sectional design, the results of the present study showed that employees who possess a high degree of future time orientation were more likely to possess a higher degree of achievement motivation than participants with lower future time orientation. We discuss the importance and the importance of promoting future time orientation among organizational employees. Penelitian ini menelaah hubungan antara orientasi masa depan terhadap motivasi berprestasi karyawan organisasi. Dengan menggunakan desain cross-sectional, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki derajat orientasi masa depan yang tinggi cenderung memiliki derajat motivasi berprestasi yang lebih tinggi daripada karyawan yang memiliki orientasi masa depan yang rendah. Diskusi kami fokuskan mengenai pentingnya orientasi masa depan pada karyawan dan bagaimana cara memotivasi karyawan untuk meraih prestasi yang diinginkan.
Keputusan Membeli Smartphone Ditinjau Dari Harga Diri Mahasiswa Fakultas Hukum Univesitas Medan Area
Jesika Sari Hasibuan;
Ananda Kalfin Sitorus;
Jesica Tania Sirait;
Videllia Sendy Hesela Tarigan;
Winida Marpaung
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 2, No 1 (2019): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Agustus
Publisher : Mahesa Research Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (731.288 KB)
|
DOI: 10.34007/jehss.v2i1.64
This study aims to determine the relationship between self-esteem and buying decision. The hypothesis proposed in this study stated that there was a positive relationship between self-esteem and buying decision, assuming the higher self-esteem and the higher buying decision, and conversely the lower self-esteem, the lower the buying decision. Subjects used in this students of university area law faculty Workers consisting of 123 people who were selected by using purposive sampling technique. Data were obtained from a scale to measure self-esteem and buying decision. The calculation was performed by means of testing requirements analysis (assumption test) that consists of a test for normality and linearity. Analysis of the data used was performed by Product Moment Analysis through SPSS 17 for Windows. The results of data analysis showed that r = 0.211 and p = 0.010 (p < 0.05), indicating that there was a positive relationship between self-esteem and buying decision. The results of this study indicated that the contribution (R2) given to the buying dicision to variable of self-esteem was 4,4 %, the remaining 95,6 % were affected by other factors not examined. From these results it can be concluded that the hypothesis is acceptable.
Kepercayaan Diri Ditinjau dari Dukungan Sosial pada Penyandang Tuna Netra
Hirmar Waki Omnihara;
Winida Marpaung;
Rina Mirza
Psycho Idea Vol 17, No 2 (2019): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (37.332 KB)
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v17i2.4175
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kepercayaan diri. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyandang tuna netra di Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI) Sumatera Utara sebanyak 150 orang yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan Analisa Product Moment melalui bantuan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan r = 0.598, dan p = 0.000 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dan kepercayaan diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan (R2) yang diberikan variabel dukungan sosial terhadap kepercayaan diri adalah sebesar 35.7 persen, selebihnya 64.3 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan positif antara dukungan sosial dan kepercayaan diri, dengan asumsi semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi kepercayaan diri dan sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka semakin rendah kepercayaan diri.
Stres Kerja Ditinjau dari Kecerdasan Spiritual Pada Perawat
iga niza kartika caniago;
winida marpaung;
rina mirza
Psycho Idea Vol 18, No 1 (2020): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.008 KB)
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v18i1.5796
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan stres kerja. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perawat RSU Royal Prima di Medan sebanyak 110 orang yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan Analisa Product Moment melalui bantuan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan r = -0.329 dan p = 0.000 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kecerdasan spiritual dengan stres kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan (R2) yang diberikan variabel kecerdasan spiritual terhadap stres kerja sebesar 10.9 persen, selebihnya 89.1 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan negatif antara kecerdasan spiritual dengan stres kerja, dengan asumsi semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin rendah stres kerja, dan sebaliknya semakin rendah kecerdasan spiritual maka semakin tinggi stres kerja.
Penyesuaian Diri Ditinjau dari Religiusitas Pada Pengguna Narkoba Di BRSKP (Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan) Napza “Insyaf” Sumatera Utara
Jessica Nissi Pangaribuan;
Sri Hartini;
Winida Marpaung
Psycho Idea Vol 18, No 1 (2020): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (110.08 KB)
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v18i1.5870
ABSTRACT This study aims to find out relationship between religiosity and self adjustment. The Hypothesis of this study states that there is a positive correlation between religiosity and self adjustment, assuming that the higher religiosity, the higher will self adjustment and conversely the lower religiosity, the lower will self adjustment. The subjects of this study were 180 drug users in the BRSKP Insyaf. The data analyze used is product moment Correlation with SPSS 17 for Windows. The results of data analyze showed that the correlation coefficient was 0.390 with p 0.000 (p < 0.05). It shows that there is a positive relationship between religiosity and self adjustment. These results indicate that the contribution of a given variable of religiosity to self adjustment is at 15.2 percent, while the remaining 84.8 percent is influenced by othe factors not examined. From these results, it is concluded that the hypothesis stating that there is a positive correlation between religiosity and self adjustment is acceptable. Keywords: Self Adjustment, Religiosity, Drug Users ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan penyesuaian diri. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara religiusitas dengan penyesuaian diri dengan asumsi semakin tinggi religiusitas, maka semakin tinggi penyesuaian diri dan sebaliknya. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korban penyalahgunaan narkoba di BRSKP (Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan) Napza “Insyaf” Sumatera Utara sebanyak 180 orang. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.390 dan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara religiusitas dengan penyesuaian diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel religiusitas terhadap penyesuaian diri sebesar 15.2 persen, selebihnya 84.8 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ada hubungan positif antara religiusitas dengan penyesuaian diri dapat diterima. Kata kunci: Penyesuaian Diri, Religiusitas , Pengguna Narkoba[1] Jessica Nissi Pangaribuan, Universitas Prima Indonesia, Email: jessicanissi31@gmail.com
PRIVATE SELF-CONSCIOUSNESS DITINJAU DARI PSYCHOLOGICAL MINDEDNESS PADA POLISI SATUAN SAMAPTA BHAYANGKARA KEPOLISIAN RESOR KOTA BESAR MEDAN
Vionnie Angelia Wiguna;
Winida Marpaung
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 2 No. 1 (2022): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/empowerment.v2i1.642
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychologis mindedness dengan private self-consciousness. Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara psychological mindedness dan private self-consciousness, dengan asumsi bahwa semakin tinggi psychological mindedness maka semakin tinggi private self-consciousness dan sebaliknya semakin rendah Psychological Minds maka akan semakin rendah private self-condition. kesadaran. Subjek penelitian ini adalah 96 anggota polisi Satuan Samapta Bhayangkara Kepolisian Resor Kota Besar Medan. Data diperoleh dari skala untuk mengukur mentalitas psikologis dan kesadaran diri pribadi. Perhitungan dilakukan untuk menguji persyaratan analisis (asumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan linieritas. Data dianalisis dengan Korelasi Product Moment dengan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,412 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara pikiran psikologis dan kesadaran diri pribadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi yang dilakukan oleh variabel psychologis mindedness terhadap private self-consciousness adalah sebesar 17 persen, sedangkan sisanya sebesar 83 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara psychologis mindedness dan private self-consciousness dapat diterima. This study aims to determine the relationship between psychological mindedness with private self-consciousness. The hypothesis of this study states that there is a positive relationship between psychological mindedness and private self-consciousness, assuming that the higher the psychological mindedness, the higher the private self-consciousness and conversely the lower the psychological mindedness, the lower the private self-consciousness. The subjects of this study were 96 police officer of Satuan Samapta Bhayangkara Kepolisian Resor Kota Besar Medan. Data were obtained from a scale to measure the psychological mindedness and private self-consciousness. Calculations were performed to test the requirements analysis (assumption) that consisted of a test for normality and linearity. The data were analyzed by Product Moment Correlation with SPSS 17 for Windows. The results of data analysis showed that the correlation coefficient was 0.412 with a significance value of 0.000 (p <0.05). It showed that there is a positive relationship between psychological mindedness and private self-consciousness. The results of this study indicate that the contributions made by the variable of psychological mindedness on private self-consciousness was 17 percent, while the remaining 83 percent was influenced by other factors not examined. From these results it is concluded that the hypothesis stating that there is a positive relationship between the psychological mindedness and private self-consciousness is acceptable.
Kesejahteraan Psikologis Ditinjau dari Dukungan Sosial pada Mahasiswa Koas di Tengah Kondisi Pandemi
Marco Marco;
Erica Erica;
Victoria Angeline;
Vicky Victoria;
Winida Marpaung
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 3, No 3 (2022): J-P3K DESEMBER
Publisher : Mata Pena Madani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/j-p3k.v3i3.190
Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang sedang koas harus menjalankan praktik langsung ke rumah sakit. Namun dengan situasi pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak tahun 2020, kegiatan ini menjadi salah satu dari banyak tantangan yang cukup sulit bagi mereka untuk menyelesaikan pendidikan koas. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa koas di tengah kondisi pandemi Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Purposive Sampling dan penelitian ini melibatkan 111 mahasiswa Fakultas Kedokteran yang sedang melaksanakan koas. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial dan skala kesejahteraan psikologis. Uji korelasi yang digunakan adalah Pearson Product Moment. Uji korelasi ini dapat memberitahu apakah ada hubungan positif maupun negatif pada variabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis mempunyai hubungan yang positif (p 0,05; R Square 0,273).
PERILAKU NARSISME DITINJAU DARI SELF ESTEEM DAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA SISWI SMA SULTAN ISKANDAR MUDA MEDAN YANG MENGGUNAKAN AKUN SOSIAL MEDIA
Venny Salim;
Angeline Wijaya;
Liany Veronica;
Michael Christian;
Winida Marpaung
Jurnal Darma Agung Vol 30 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/ojsuda.v30i3.2195
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self esteem dan subjective well being terhadap perilaku narsisme siswi SMA Sultan Iskandar Muda Medan yang menggunakan akun sosial media. Subjek penelitian yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 115 orang siswi SMA Sultan Iskandar Muda Medan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara antara self esteem dan subjective well being pada remaja yang menggunakan akun sosial media dengan nilai F = 14,335 dan p = 0.000 (p < 0.05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif antara self esteem pada remaja yang menggunakan akun sosial media dengan perilaku narsisme dengan nilai koefisien beta -0.565 dan nilai p = 0.000 (p < 0.05) dan terdapat hubungan positif antara subjective well being pada remaja yang menggunakan akun sosial media dengan perilaku narsisme dengan nilai koefisien beta 0,488 dan nilai p = 0.000 (p < 0.05). Uji asumsi terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS Statistics 19 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumbangan efektif yang diberikan oleh self esteem dan subjective well being terhadap narsisme adalah sebesar 19% dan selebihnya 81% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DITINJAU DARI KEBERFUNGSIAN KELUARGA DAN KUALITAS HIDUP ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK AUTISTIC SPECTRUM DISORDER
Joint Situmorang;
Ratu Safira;
Renita Simamora;
Evander Ginting;
Acon Sitorus;
Winida Marpaung
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 12, No 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30829/al-irsyad.v12i2.13526
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari Psychological well-being dengan keberfungsian keluarga dan kualitas hidup pada orang tua yang memiliki anak Autistic spectrum disorder (ASD). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang berbasis data statistik. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis regresi berganda. Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang. Adapun hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga dan kualitas hidup memberikan sumbangan efektif sebesar 49 persen kepada psychological well-being. Dapat disimpulkan bahwa keberfungsian keluarga dan kualitas hidup secara bersama-sama berpengaruh terhadap psychological well-being.