Articles
The relationship of work-family conflict and quality of work life among female nurses in Medan: Hubungan work-family conflict dengan quality of work life pada perawat perempuan di kota Medan
Manurung, Yulinda Septiani;
Sirait, Jesica Tania;
Marpaung, Winida
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 15 No. 1 (2020): Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.413 KB)
|
DOI: 10.32734/psikologia.v15i1.4385
This study examines the relationship between work-family conflict and the quality of work life among nurses in the city of Medan. The author hypothesized that higher level of work-family conflict would be associated with lower quality of work life. Participants were 105 female nurses from the city of Medan. We obtained the data using a questionnaire that measures work-family conflict and quality of work life. We analyzed the data using SPSS 17. The results showed a negative relationship between work-family conflict and quality of work life. Female nurses with higher work-family conflicts tended to have lower quality of work-life than those with lower work-family conflicts. Studi ini meneliti hubungan antara work-family conflict dengan quality of work life. Dihipotesiskan bahwa peningkatan work-family conflict akan diikuti dengan penurunan quality of work life. Partisipan penelitian adalah 105 perawat berjenis kelamin perempuan di kota Medan. Data diperoleh melalui kuesioner yang mengukur work-family conflict dan quality of work life. Data dianalisis menggunakan SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif antara work-family conflict dengan quality of work life. Perawat dengan work-family conflict yang tinggi cenderung memiliki quality of work life yang rendah.
Kualitas hidup ditinjau dari harapan pada pasien wanita penderita kanker
David Junovandy;
Rianda Elvinawanty;
Winida Marpaung
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 7 No. 1 (2019): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.449 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v7i1.7070
Abstrak. Jumlah pasien kanker di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Pada pasien kanker sering ditemukan permasalahan fisik, psikologis, relasi sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan dengan kualitas hidup pada pasien wanita penderita kanker. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan positif antara harapan dengan kualitas hidup. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah pasien wanita penderita kanker di Murni Teguh Memorial Hospital sebanyak 136 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson Product Moment Correlation dengan bantuan program SPSS 19.00 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.712 (p<0.001). Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara harapan dengan kualitas hidup. Temuan ini dapat digunakan oleh pasien kanker sebagai dasar peningkatan kualitas hidup dimana pasien kanker perlu menumbuhkan harapan. Pasien kanker yang memiliki aspek psikologis positif seperti harapan dapat menangguhkan pasien dalam memandang kehidupannya.Kata kunci: harapan, kualitas hidup, pasien kanker, wanita Abstract. The case of cancer patients in Indonesia increases in every year. Patients often found physical, psychological, social relationship, and environmental problems. This study aims to find relationship between hope and quality of life. The hypothesis proposed is that there is a positive relationship between hope and quality of life. The subjects of this study were women patients who suffering cancer in Murni Teguh Memorial Hospital consisting of 136 patients selected by using purposive sampling method. The data analysis technique used in this study is the Pearson Product Moment Correlation through the help of SPSS 19.00 for Windows. The results of data analysis showed a correlation coefficient of 0.712 (p<0.001). It showed that there is a positive relationship between hope and quality of life. These findings can be used by cancer patients as a basis for improving the quality of life, cancer patients need to increase hope. Patients who have positive psychological aspects such as the hope could make patients have a good perspective at their lives.Keywords: hope, quality of life, cancer patient, women
Perilaku Agresi ditinjau dari Fanatisme pada Satuan Mahasiswa dan Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya
Cicilia Ameliany;
Rina Mirza;
Winida Marpaung
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol 11, No 1 (2019): ANALITIKA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/analitika.v11i1.2245
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fanatisme dengan agresivitas. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara fanatisme dengan agresivitas, dengan asumsi semakin tinggi fanatisme, maka semakin tinggi agresivitas dan sebaliknya semakin rendah fanatisme maka semakin rendah agresivitas. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) IPK di Universitas X yang berjumlah 90 orang. Data diperoleh dari skala untuk mengukur agresivitas dan fanatisme. Perhitungan dilakukan dengan melakukan uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.371 dan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara fanatisme dengan Agresivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel fanatisme terhadap agresivitas sebesar 13.7 persen, selebihnya 86.3 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian ada hubungan positif antara fanatisme dengan agresivitas dapat diterima.
Readiness For Change Ditinjau Dari Kepemimpinan Transformasional Pada Karyawan/I PT. Mam Medan
Chaterine Xu;
Sri Hartini;
Winida Marpaung
JURNAL PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v14i2.6405
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan readiness for change. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kepemimpinan transformasional dengan readiness for change. Subjek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah karyawan/i PT. Mega Anugrah Mandiri Medan sebanyak 120 orang. Data diperoleh dari skala untuk mengukur readiness for change dan kepemimpinan transformasional. Perhitungan dilakukan dengan melakukan uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas sebaran, dan uji linearitas hubungan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 20 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.571 (p<0.05). Ini menunjukkan bahwa adanya hubugan positif antara kepemimpinan transformasional dengan readiness for change. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel kepemimpinan transformasional terhadap readiness for change adalah sebesar 32.6 persen, selebihnya 67.4 persen di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian ada hubungan positif antara kepemimpinan transformasional dengan readiness for change dapat diterima.
PSIKOEDUKASI BAGI ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Rina Mirza;
Winida Marpaung;
Yulinda Septiani Manurung
Jurnal Mitra Prima Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Prima
Publisher : Mitra prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34012/mitra_prima.v1i1.641
Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang memerlukan penanganan khusus karena adanya gangguan perkembangan dan kelainan yang dialami anak. Untuk itu, orangtua sebagai orang yang dianggap paling dekat dengan anak diharapkan memahami kebutuhan anak dan harus banyak belajar serta menggali ilmu mengenai apa yang dibutuhkan anak. Kegiatan Psikoedukasi adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu orangtua dalam memahami tumbuh kembangnya serta mengenali masalah yang dihadapi anak dan cara mengatasinya. Kegiatan psikoedukasi ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Kegiatan psikoedukasi ini diberikan kepada wali murid yang anaknya bersekolah di UPT SLB-E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, dilakukan dengan empat tahapan yakni (1) melakukan wawancara terhadap anak (jika memungkinkan), orangtua dan guru terkait perilaku anak, (2) melakukan observasi terhadap perilaku anak berkebutuhan khusus, (3) mendesain langkah yang akan dilakukan untuk merubah perilaku yang menjadi masalah serta (4) melaksanakan psikoedukasi dan menyampaikan hasilnya kepada orang tua si anak maupun guru. Hasil yang diperoleh bahwa orangtua semakin memahami bagaimana cara mengenali masalah anak dan menganalisa masalah tersebut serta menyelesaikan masalah yang dihadapi anaknya.
LOYALITAS PELANGGAN DAN KUALITAS PELAYANAN PADA PELANGGAN JASA TRANSPORTASI ONLINE
Hary Irvan Tarigan;
Yulinda Manurung;
Winida Marpaung
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.93 KB)
|
DOI: 10.26623/philanthropy.v3i1.1285
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga kualitas pelayanan dan loyalitas pelanggan. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kualitas pelayanan dan loyalitas pelanggan, dengan asumsi semakin baik (tinggi) kualitas pelayanan yang di terima pelanggan maka loyalitas pelanggan akan semakin tinggi dan sebaliknya semakin buruk (rendah) kualitas pelayanan yang diterima pelanggan maka loyalitas pelanggan akan semakin rendah. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SMU Swasta Methodist 1 Medan kelas X dan XI IPA yang berjumlah 152 orang yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Data diperoleh dari skala untuk mengukur loyalitas pelanggan dan kualitas pelayanan. Perhitungan dilakukan dengan melalui uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan Analisa Product Moment melalui bantuan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan r = 0.643, dan p = 0.000 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kualitas pelayanan dengan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan (R2) yang diberikan variabel kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan adalah sebesar 41,3 persen, selebihnya 58,7 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima.
Perilaku Menyontek Ditinjau dari Locus of Control pada Pelajar SMA
Desi Desi;
Rianda Elvinawanty;
Winida Marpaung
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.522 KB)
|
DOI: 10.26623/philanthropy.v2i1.1137
Subject of the survey consist of 117 students on Sriwijaya senior high school by total sampling method. The results showed there were significantly relationship locus of contol with cheating. External with correlate coefficient 0.848 and sig. 0.000 (p<0.005), were positively related to cheating, while internal were negatively related to cheating with correlate coefficient -0.286 and sig. 0.000 (p<0.05). Calculations were performed to test the requirements analysis, which consists of normality distribution, multicollinearity, autocorrelation, and heteroscedasticity test for relationships. Data were analyzed by using multiple analysis regression. The results of data analysis showed a correlation correlation coefficient of 0.952 (p <0.05) and showed that the contribution of a given locus of control on cheating was 95.2 percent, while the remaining 4.8 percent was affected by other factors not examined. From the results, it can be concluded that the hypothesis stating that there is a significance relationship between locus of control and cheating.
Optimisme dan Self Esteem pada Pelajar Sekolah Menengah Atas
Ruth Novianti Sidabalok;
Winida Marpaung;
Yulinda Septiani Manurung
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.486 KB)
|
DOI: 10.26623/philanthropy.v3i1.1319
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan optimisme. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara self esteem dengan optimisme. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Negeri 17 Medan sebanyak 251 orang yang dipilih dengan metode disproportionate stratified random sampling. Data diperoleh dari skala untuk mengukur self esteem dan optimisme. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 17. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,652 dengan p sebesar 0,000 (p < 0,05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara self esteem dengan optimisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel self esteem terhadap optimisme adalah sebesar 42,5 persen self esteem mempengaruhi optimisme dan selebihnya 57,5 persen. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis dapat diterima bahwa ada hubungan positif antara self esteem dengan optimisme.
PERAN SOCIAL MATURITY DALAM MEMBANGUN SCHOOL READINESS PADA MURID PRASEKOLAH KAYATA SCHOOL BERASTAGI
Yulinda Septiani Manurung;
Winida Marpaung
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen Vol 6 No 1 (2019): EDISI AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/psikologi.v6i1.110
This study aims to see how the readiness of preschool children to enter primary school, especially their social maturity. The subjects of the study were 15 Berastagi Kayata School preschoolers aged four to seven year old. Data was taken with the Nijmeegse Schoolbekwaamheidstest (NST) test to obtain a picture of children's school readiness and the Vineland Adaptive Behavior Scale (VABS) to look more specifically at a child's social maturity. The research data were analyzed descriptively with a quantitative approach. The results obtained in this study are as the chronological age of Kayata School preschoolers become more mature, they are intellectually ready to enter elementary school. But socially and emotionally, their readiness is still not optimal to be able to participate in learning activities in elementary schools.
Dinamika Psychological Well-Being pada Dewasa Dini Tunanetra yang Sudah Bekerja di Medan
Winida Marpaung;
Tiberias Antonius Cornelis Papilaya;
Gebriela Surya;
Ingrid Eldy Tanida;
Wenny Veronica
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 4 (2022): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.326 KB)
|
DOI: 10.34007/jehss.v4i4.1023
The goal of this study is to delve deeper into the definition of psychological well-being in blind persons, as well as to examine the dynamics of psychological well-being in people with visual impairments who are currently working. This study employs qualitative methodologies in order to provide a thorough description of the findings. In-depth interviews and observations were utilized to collect data, which were based on Ryff's (1989) theory of psychological well-being, which included the categories of self-acceptance, positive connections with others, independence, environmental mastery, life objectives, and personal progress. Three blind people who were already working were the focus of this investigation. The three participants were found to have a high level of psychological well-being in this investigation. The three participants who have accepted themselves and made peace with their position, as well as the fulfillment of other elements of psychological well-being, demonstrate this. This condition may have arisen as a result of the three individuals' impaired vision since childhood, if not from birth. One of the reasons the subject comes to terms with his condition is because of his good relationships with others.