Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Realisasi Sistem Radar Stepped Frequency Continuous Wave (sfcw) Menggunakan Universal Software Radio Peripheral (usrp) Devy Roro Dinar Adellie; Dharu Arseno; Aloysius Adya Pramudita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radio Detection and Ranging (Radar) adalah suatu perangkat atau metode yang menggunakan gelombang elektromagnetik dalam frekuensi radio untuk mendeteksi jarak, kecepatan, serta karakteristik dari suatu objek. Sistem radar terdiri dari pemancar, penerima, antenna, unit pemrosesan sinyal dan unit pengolahan data. Berdasarkan sinyal yang dikirim, radar dapat dibagi dua yaitu pulse wave (Radar Pulsa) dan continuous wave. Salah satu jenis radar continuous wave yaitu Stepped Frequency Continous Wave (SFCW) radar. SFCW mampu menghasilkan jangkauan yang lebih luas dan dapat menghasilkan range yang lebih besar. Perangkat lunak yang dapat mengembangkan teknologi radar adalah Software Defined Radio (SDR). SDR merupakan salah satu contoh pengembangan pada bidang teknologi telekomunikasi. SDR dapat digunakan untuk perancangan rangkaian radio, fleksibilitas dalam operasi, biaya lebih rendah dan mempermudah untuk mendesain. Untuk mengimplementasikan SDR dapat menggunakan Universal Software Radio Peripheral (USRP). USRP berfungsi sebagai pengganti hardware yang bekerja sebagai transmitter dan receiver pada dua antenna. Implementasi pada perancangan sistem radar SFCW menggunakan USRP yang akan dioperasikan melalui perangkat lunak GNU Radio. GNU Radio berfungsi untuk menyediakan modul pemrosesan sinyal untuk mengimplementasikan sistem komunikasi radio. Pada pengujian sistem radar SFCW menggunakan USRP dapat dilakukan dengan frekuensi sebesar 1 GHz dan bandwidth sebesar 10 MHz. Hasil secara fungsional sudah sesuai dengan yang dibutuhkan, sinyal FFT yang dihasilkan pada saat delay diubah puncak sinyal FFT berubah sesuai dengan delay yang sudah diatur pada GNU Radio. Pada delay 400 ns 1.3 dB, delay 500 ns 1.25 dB dan delay 1.2 dB. Hasil deteksi pergeseran kecil untuk melihat fasa pada saat pergerakan pelan menjauhi antena dan mendekati antena. Hasil deteksi posisi objek pada saat delay diubah mengalamin perubahan, dilihat dari sinyal FFT semakin besar delay maka semakin besar nilai amplitude. Kata Kunci: Radar, SFCW, GNU Radio, USRP. Abstract Radio Detection and Ranging (Radar) is a device or method that uses electromagnetic waves in radio frequencies to detect the distance, speed, and characteristics of an object. The radar system consists of a transmitter, receiver, antenna, signal processing unit and data processing unit. Based on the signal sent, the radar can be divided into two, namely pulse wave (Radar Pulsa) and continuous wave. One type of continuous-wave radar is the Stepped Frequency Continuous Wave (SFCW) radar. SFCW can produce a wider range and can produce a greater range. Software that can develop radar technology is Software Defined Radio (SDR). SDR is one example of development in the field of telecommunications technology. SDR can be used for radio circuit design, flexibility in operation, lower costs and easier to design. To implement SDR you can use Universal Software Radio Peripheral (USRP). USRP functions as a hardware replacement that works as a transmitter and receiver on two antennas. Implementation in the design of the SFCW radar system uses USRP which will be operated through the GNU Radio software. GNU Radio functions to provide a signal processing module to implement a radio communication system. In testing the SFCW radar system using USRP can be done with a frequency of 1 GHz and bandwidth of 10 MHz. The functional results are by what is needed, the FFT signal generated when the delay has changed the peak of the FFT signal changes according to the delay set on GNU Radio. At a delay of 400 ns 1.3 dB, a delay of 500 ns 1.25 dB and a delay of 1.2 dB. The result of a small shift detection to see the phase when moving slowly away from the antenna and approach the antenna. The result of detecting the position of the object when the delay is changed experiences a change, as seen from the FFT signal, the greater the delay, the greater the amplitude value. Keywords: Radar, SFCW, GNU Radio, USRP.
Perancangan Dan Implementasi Antena Planar Uwb Dengan Slot Dan Patch Sirkular Muhammad Naufal Darma Putra; Dharu Arseno; Aloysius Adya Pramudita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ultra Wideband (UWB) adalah teknologi yang menggunakan frekuensi yang sangat lebar dengan rentang frekuensi antara 3,1 – 10,6 GHz menurut Federal Communication Commision (FCC) di tahun 2002, UWB sanggup menyalurkan data dengan kecepatan 480 Mbps. Dalam teknologi UWB, tidak dibutuhkan modulasi dalam sistem telekomunikasi, antena yang dibutuhkan harus memiliki bandwidth yang lebar karena semakin besar pulsa maka bandwidth semakin kecil, dan sebaliknya semakin sempit pulsa maka bandwidth semakin besar. Tugas akhir ini akan membahas mengenai perancangan dan implementasi antena planar dengan kriteria Ultra Wideband dengan metode slot berbentuk sirkular. Untuk mengetahui cara kerja antena tersebut, maka dilakukan simulasi terlebih dahulu dengan menggunakan software. Antena planar yang dirancang nantinya dengan komponen patch sirkular yang bertujuan untuk mengetahui nilai impedansi matching, slot sirkular untuk mengetahui frekuensi rendahnya, dan gap untuk mengetahui bandwidth secara keseluruhan. Setelah semuanya dibuat, lalu dilakukan penggabungan komponen antara patch dan slot sirkularnya. Hasil yang didapat dari pengukuran tersebut adalah dengan nilai return loss setelah dilakukannya pengukuran adalah -11,333 dB. Nilai VSWR pada saat frekuensi di 8 GHz adalah 1,747 dan nilai di gain sebesar 1,932 dB dengan bandwidth dari frekuensi 7,6 – 12,4 GHz sebesar 4,8 GHz. Kata kunci : Ultra Wideband (UWB), Antena Planar, Antena Slot, bandwidth. ABSTRACT Ultra Wideband (UWB) is a technology that uses a very wide frequency with a frequency range between 3.1 - 10.6 GHz according to the Federal Communication Commission (FCC) in 2002, UWB is able to transmit data at 480 Mbps. In UWB technology, there is no need for modulation in telecommunication systems, the antenna needed must have a wide bandwidth because the greater the pulse, the smaller the bandwidth, and conversely the narrower the pulses the greater the bandwidth. This final project will discuss the design and implementation of planar antennas with the Ultra Wideband criteria with a circular shaped slot method. To find out how the antenna works, the simulation is done first using software. Planar antenna designed later with circular patch components that aim to find out the value of impedance matching, circular slot to know the low frequency, and the gap to know the overall bandwidth. After everything is created, then do the merge component between the circular patch and slot. The results obtained from these measurements are the return loss value after the measurement is -11,333 dB. The VSWR value at the frequency of 8 GHz is 1.747 and the gain is 1.932 dB with bandwidth from 7.6 to 12.4 GHz at 4.8 GHz. Keywords: Ultra Wideband (UWB), Planar Antenna, Slot Antenna, bandwidth
Deteksi Target Pada Radar Menggunakan Metode Order Statistik Muhammad Hegi Rinaldi; Fiky Y. Suratman; Dharu Arseno
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radar mempunyai tiga subsistem utama yaitu transmitter, receifer, dan signal processing. Pada subsistem processing signal terdapat proses deteksi. Proses deteksi pada radar sangat penting, karena dapat menentukan ada atau tidaknya target. Namun dalam proses deteksi sering ditemukan deteksi error. Salah satunya adalah false alarm, false alarm merupakan kondisi dimana saat keadaan tidak ada target tetapi radar mendeteksi adanya target. Metode OS-CFAR digunakan untuk mengatasi false alarm pada radar. Metode OS-CFAR merupakan pengembangan dari CFAR yang didesain untuk kondisi lingkungan noise heterogen dan dapat menekan masking sasaran, dengan begitu OS-CFAR dapat menekan tepi clutter dari false alarm. Dari hasil pengujian pada kondisi lingkungan noise heterogen dengan parameter jumlah sampel = 2000, sel referensi = 16, sel guard = 2 dan nilai Probabilitas false alarm = sampai . Didapatkan hasil Pfa aktual sebesar 0,1458 pada Pfa nominal , 0,0329 pada Pfa nominal , 0,0062 pada Pfa nominal dan 0,0026 pada Pfa nominal . Pengujian ini juga menggunakan metode algoritma Neyman-Pearson dan Cell Averaging CFAR sebagai pembanding dengan Order Statistik CFAR. Hasil perbandingan dengan algoritma Neyman-Pearson dan CA-CFAR adalah pada algoritma OS-CFAR dapat menekan taget masking sehingga menghasilkan nilai false alarm yang konstan dan membuat parameter threshold lebih baik pada kondisi noise heterogen. Kata Kunci : Radar, deteksi, threshold, CFAR, OS-CFAR, CA-CFAR, Neyman-Pearson, false alarm Abstract Radar have three main subsystems, it were transmitter, receifer, and processing signal. In the processing signal there is a detection process. The detection process in radar is very important, because it can determine exists or does not exist targets. But in the detection process error detection is frequently found. One of them is a false alarm, A false alarm is a condition where there is no target but the radar detects a target. To resolve false alarm on the radar, can be solved by using the detection method Order Statistics Constant False Alarm Rate (CFAR). The OS-CFAR method is the perfection of CFAR that is designed for heterogeneous noise conditions and can suppress target masking, so OSCFAR can suppress the clutter of a false alarm. From the test result on heterogeneous noise conditions with the parameter number of samples = 2000, reference cells = 16, guard cells = 2 and Probability false alarm = to . Obtained the actual Pfa result of 0,1458 at nominal Pfa , 0,0329 at nominal Pfa , 0,0062 at nominal Pfa and 0,0026 at nominal Pfa . In this test also using Neyman-Pearson and Cell Averaging CFAR algorithm as a comparison for Order Statistic CFAR. The result of the comparison with Neyman-Pearson and CA-CFAR algorithm is OS-CFAR algorithm can suppress target masking that produce a constant false alarm value and make a better threshold parameter in heterogen condition. Keywords : Radar, detection, threshold, CFAR, OS-CFAR, CA-CFAR, Neyman-Pearson, false alarm
Pembentukan Citra Synthetic Aperture Radar (sar) Menggunakan Metode Backprojection Azizah Yusrina; Fiky Yosef Suratman; Dharu Arseno
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Synthetic Aperture Radar (SAR) merupakan jenis radar yang digunakan untuk geoscience, climate change research, environmental serta pemetaan objek dalam bentuk gambar dua atau tiga dimensi. Objek yang dipetakan dalam radar citra memiliki beberapa kegunaan, antara lain mengukur gerakan permukaan bumi untuk membantu aktifitas manusia, memahami aktifitas gunung berapi dan gempa bumi. Kegunaan lainnya adalah untuk mempelajari gerakan dan mengubah ukuran gletser dan gumpalan es batu untuk memahami variabilitas iklim jangka panjang. Dalam membaca hasil analisis dari pemetaan objek, proses rekonstruksi atau pembentukan citra menjadi hal yang penting. Pada tugas akhir ini dibuat sistem pembentukan citra dari hasil simulasi radar SAR dengan menggunakan bantuan software MATLAB. Proses rekonstruksi citra dilakukan menggunakan metode backprojection yang mengambil data hasil matriks dari proses proyeksi radar sebelumnya sebagai masukan dan juga semua data yang terkait dengan proses proyeksi yang mungkin berguna untuk menyelesaikan proses pendapatan gambar. Terdapat beberapa skenario pengujian yang dilakukan untuk melihat pengaruh nilai parameter terhadap hasil akhir sistem. Dalam tugas akhir ini diharapkan proses rekonstruksi citra berjalan dengan baik sehingga menghasilkan hasil akhir yang baik dengan tingkat keberhasilan yang tinggi dan dapat dikembangkan untuk penelitan selanjutnya. Kata kunci: Synthetic Aperture Radar (SAR), Backprojection, MATLAB. Abstract Synthetic Aperture Radar (SAR) is a type of radar used for geoscience, climate change research, environmental and object mapping in the form of two or three dimensional images. Objects mapped on radar images have several uses, including measuring the movement of the earth's surface to assist human activities, understanding volcanic activity and earthquakes. Other uses are to study movements and change the size of glaciers and ice cubes to understand long-term climate variability. In analyze the results of object mapping, the process of reconstruction or image formation is important. In this final project, an image reconstruction system is made and tested from simulation results of SAR radar which was made using the help of MATLAB software. The image reconstruction process is carried out using backprojection method that takes matrix data from the previous radar projection process as input and also all data related to the projection process that might be useful for completing the image revenue process. There are several test scenarios performed to see the effect of parameter values on the final system results. In this final project, it is expected that the image reconstruction process will run well so as to produce good results with high success rates and can be developed for further research. Keywords: Synthetic Aperture Radar (SAR), Backprojection, MATLAB.
Analisis Pengaruh Turbulensi Terhadap Performansi Sistem Komunikasi Cahaya Tampak Di Bawah Air Pada Link Vertikal Mochammad Hafiz Kurnia; Akhmad Hambali; Dharu Arseno
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi VLC, semakin banyak dilakukan penelitian pengiriman informasi menggunakan sistem komunikasi VLC dibawah air atau Underwater Visible Light Communication (UVLC). Namun, tidak seperti VLC indoor atau skenario atmosfir, UVLC mempunyai tantangan tersendiri yaitu eksponensial koefisien atenuasi air, dan batasan bandwidth yang digunakan untuk sumber cahaya LED. Tugas Akhir ini menganalisis pengaruh adanya turbulensi terhadap performansi sistem komunikasi cahaya tampak di bawah air vertikal. Dalam penelitian Tugas Akhir ini, digunakan dua skenario simulasi. Skenario I menganalisis kinerja sistem UVLC link vertikal dengan kedalaman 10 m menggunakan jenis air laut coastal ocean water dan clear ocean water dengan masing-masing kedalaman 20 m pada kondisi tanpa turbulensi. Kemudian untuk skenario II menganalisis kinerja sistem UVLC link vertikal menggunakan jenis air laut coastal ocean water dan clear ocean water dengan masing-masing kedalaman 20 m pada kondisi adanya turbulensi lemah, sedang dan kuat. Kedua skenario simulasi tersebut diuji berdasarkan nilai daya terima (Prx), Signal to Noise Ratio (SNR), dan Bit Error Rate (BER). Kata Kunci : BER, SNR, turbulensi, UVLC, vertikal.
Bandpassfilter Untuk Ultrawide Band Radar Dengan Metode Defected Ground Structure Dwi Desmelliana; Dharu Arseno; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ultra wideband (UWB) merupakan teknologi yang dipublikasikan oleh U.S Federal Communication Commission (FCC) yang disetujui termasuk unlicensed frequency. Teknologi ini mempunyai low EIRP level sebesar (-41.3dBm/MHz), komsumsi daya yang rendah yaitu hanya 100 mW, mendukung resolusi yang tinggi terhadap suatu objek, dan memiliki keakuratan dalam orde milimeter. Radar (Radio Detection and Ranging) merupakan sistem gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat map benda-benda seperti pesawat terbang, kendaraan bermotor dan informasi cuaca. Gelombang radio yang dipancarkan dari suatu benda dapat ditangkap oleh radar kemudian dianalisa untuk mengetahui lokasi dan bahkan jenis benda tersebut. Walaupun sinyal yang diterima relatif lemah, namun radar dapat dengan mudah mendeteksi dan memperkuat sinyal tersebut. Defected Ground Structure adalah dimana ground dengan tujuan memperlebar bandwidth yang merupakan suatu perangkat yang digunakan untuk mendeteksi objek di bawah permukaan tanah mengunakan gelombang radio. Penelitian ini direncanakan akan mendesain bandpassfilter uwb yang compact dapat bekerja pada rentang frekuensi kerja 2.3 GHz dengan menggunakan metode Defected Ground Structure dan simulasi filter dilakukan pada software ansys. Realisasi filter menggunakan bahan FR-4 Epoxy sebagai substrat dan tembaga sebagai bahan ground, strip dan patch. Hasil filter pada penelitian ini bekerja di frekuensi kerja 1.85-4.98 GHz dan frekuensi tengah 3.2 GHz. Dengan nilai bandwidth 2.3 GHz, Insertloss 3.05 dan filter memiliki dimensi 32 mm X 11 mm. Kata kunci : Ultra Wideband, Filter, DGS, Radar
Implementasi Situs Web sebagai sistem monitoring infus berbasis IoT Ihsanul, Hafiz; Arseno, Dharu; Mulyana, Asep
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bidang kesehatan, penggunaan infus adalah praktek umum untuk menambah atau menggantikan cairan tubuh guna menjaga keseimbangan elektrolit dalam situasi tertentu. Meskipun umumnya dilakukan di lingkungan rumah sakit, pemantauan infus yang intensif diperlukan untuk mencegah risiko penyumbatan, kekurangan cairan, dan pendarahan pada selang infus, terutama saat proses infus berlangsung selama 24 jam. Jenis infus seperti infus set makro, infus set mikro, dan infus transfusi set memiliki fungsi khusus masing-masing. Tantangan utama muncul ketika pemantauan harus dilakukan secara kontinu, terutama jika jumlah pasien melebihi kapasitas sumber daya tenaga medis. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pemantauan infus berbasis Internet of Things (IoT). IoT adalah teknologi yang menggabungkan jaringan dengan objek untuk mempermudah tenaga medis dalam menjalankan tugas mereka. Implementasi IoT tidak hanya memberikan informasi kesehatan tanpa kehadiran fisik di tempat penginfusan, tetapi juga mendukung tenaga medis dalam pemantauan dan tindak lanjut penggantian infus secara terjadwal. Dalam penelitian ini, Wemos D1 mini dipilih sebagai mikrokontroler yang dilengkapi dengan modul wifi ESP-8266. Mikrokontroler ini terhubung dengan sensor load cell yang berfungsi sebagai pendeteksi volume infus, serta LCD dan buzzer sebagai antarmuka pengguna offline. Penggunaan web server juga diimplementasikan sebagai antarmuka pengguna jarak jauh, memungkinkan tenaga medis untuk memantau status infus secara efisien. Kata kunci: Infus, Medis, Situs Web, Front-end, UI, UX, Backend
Perancangan Sistem Pengawasan Dan Pengontrolan Infus Berbasis IoT Fadillah, M Ryan; Arseno, Dharu; Mulyana, Asep
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks kesehatan, penggunaan infus merupakan praktik umum untuk menggantikan atau menambah cairan tubuh guna menjaga keseimbangan elektrolit dalam keadaan tertentu. Namun, pemantauan infus yang intensif diperlukan untuk mencegah penyumbatan, kehabisan cairan, dan pendarahan pada selang infus, terutama saat dilakukan selama 24 jam. Infus memiliki beberapa jenis, seperti infus set makro, infus set mikro, dan infus transfusi set, masing-masing dengan fungsi khusus. Meskipun penggunaan infus umumnya terjadi di rumah sakit, pemantauan sepanjang waktu dapat menjadi tantangan, terutama jika jumlah pasien melebihi kapasitas tenaga medis yang tersedia. Untuk mengatasi kendala ini, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan infus berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi IoT merupakan penggabungan jaringan dengan objek untuk membantu tenaga medis dalam melaksanakan tugas mereka. Penerapan IoT tidak hanya memberikan informasi kesehatan tanpa kehadiran langsung di lokasi penginfusan, tetapi juga membantu tenaga medis dalam memantau dan menindaklanjuti penggantian infus secara berkala. Dalam penelitian ini, Wemos D1 mini digunakan sebagai mikrokontroler yang dilengkapi dengan modul wifi ESP-8266. Mikrokontroler ini terhubung dengan sensor load cell yang berfungsi sebagai pendeteksi volume infus, serta LCD dan buzzer sebagai antarmuka pengguna offline. Web server juga diimplementasikan sebagai antarmuka pengguna jarak jauh, memungkinkan tenaga medis untuk memantau status infus secara efisien. Kata kunci: IoT, Monitoring Infus, Internet Of Things
Pengukuran Kualitas Susu Pasteurisasi Komersial Menggunakan Sensor Mikrostrip Adelia, Risa Arista; Pamudita, Aloysius Adya; Arseno, Dharu
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu merupakan bahan pangan yang bernilai gizi tinggi, dimana kandungan dan komposisi gizinya hampir sempurna. Selain itu, susu merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik dibandingkan dengan makanan yang lain. Kontrol kualitas susu pasteurisasi diperlukan untuk mengetahui aman atau tidaknya susu yang beredar dipasaran. Dikarenakan, ada beberapa kemungkinan yang membuat susu pasteurisasi dapat tercemar oleh mikroorganisme. Penelitian ini mempelajari cara menggunakan sensor mikrostrip untuk mengukur kualitas susu pasteurisasi yang dijual pasaran. Antena dirancang pada frekuensi 2.4 GHz dengan menggunakan satu antena sebagai parameter S11 dan dua antena sebagai parameter S21. Hasil pengukuran yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut menunjukkan bahwa nilai S11 dan S21 mengalami perubahan, yang menandakan adanya perubahan kualitas dalam susu. Hasil pada pengukuran untuk parameter S11 mendekati -6 dB hingga -5 dB dan untuk parameter S21 mendekati -47 dB hingga -50 dB. Perubahan ini terkait dengan perubahan susu selama penyimpanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa sensor mikrostrip dapat menjadi alat yang efektif untuk memantau kualitas susu. Kata Kunci: Kualitas Produk, Mikrostrip, Pengukuran S11, Pengukuran S21, Susu Pasteurisasi.
Penerapan Logistic Regression Untuk Memprediksi Kualitas Sinyal Optik Menggunakan Data Parameter Jaringan Telekomunikasi Jumarman, Muhammad Naufal Hibatullah; Arseno, Dharu; Prabowo, Vinsensius Sigit Widhi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan telekomunikasi optik memegang peranan penting dalam mendukung layanan komunikasi modern yang membutuhkan kecepatan dan keandalan tinggi. Penelitian ini bertujuan membangun model prediksi kualitas sinyal optik secara real-time menggunakan metode Logistic Regression. Model dikembangkan dengan memanfaatkan 20 parameter teknis. Data diperoleh dari platform Kaggle, kemudian diproses melalui tahapan pembersihan, normalisasi, serta pembagian dataset menjadi 80% data latih dan 20% data uji. Model regresi logistik menghasilkan nilai intercept -3,733 dengan koefisien tertinggi pada Optical Amplifier Gain (1,661), diikuti oleh Transmission Distance, PMD Coefficient, dan BER, yang masing-masing memiliki nilai di atas 1,3. Beberapa variabel seperti Fiber Attenuation dan Noise berpengaruh negatif terhadap kualitas sinyal. Nilai koefisien ini menunjukkan arah dan besar pengaruh tiap fitur terhadap probabilitas sinyal optik tergolong baik. Model menunjukkan tingkat akurasi 100% pada data uji, dengan seluruh prediksi sesuai nilai aktual. Model ini diimplementasikan dalam aplikasi desktop berbasis PyQt5, dilengkapi fitur input parameter teknis, normalisasi otomatis, prediksi, visualisasi hasil, dan ekspor data ke Excel. Logistic Regression terbukti efektif untuk prediksi kualitas sinyal optik dan mendukung pengambilan keputusan operasional secara efisien. Kata Kunci: Jaringan Telekomunikasi Optik, Logistic Regression, PyQt5
Co-Authors Achmad Alwan Faikurrochman Achmad Cahyo Saputro Adam Kusumah Firdaus Adelia, Risa Arista Adinda Mutiara Hakim AFIEF DIAS PAMBUDI Akhmad Hambali Aldef Hardzi Fadzlullah Alloysius Adya Pramudita Aloysius Adya Pramudita Aminuddin Rizal Andarining Palupi Andini Dwi Pratiwi Arfianto Fahmi Arie Setiawan Asep Mulyana Athaullah, Rafif Dzaky Avirian Candra Emanuel Azizah Yusrina Bobby Juan Pradana Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Prasetya Budianto Budianto Dessy Rahmadhani Mandalika Devy Roro Dinar Adellie Dewi Septia Anzani Dwi Desmelliana Dwi Juniarto Edwar EDWAR EDWAR Edward Natanael Erwin Priyantono Fadillah, M Ryan Fajri Darwis Farhan Bayu Rianto Farhan Ramadhan Fariany Rizqa Fiky Y. Suratman Gandaria Gandaria Hana Arisesa Heroe Wijanto Ignatius Daru Kristiadi Ihsanul, Hafiz Imam Restu Utomo Jumarman, Muhammad Naufal Hibatullah KHOIRUL ANWAR Khoirul Anwar Kris Sujatmoko Kristiadi, Ignatius Daru Kusuma, Muhamad Mardanu M.R. Yusron Miftahul Firdaus Mochammad Hafiz Kurnia Muarif, Muarif Muhamad Erianto Septayadi Muhamad Mardanu Kusuma Muhammad Hegi Rinaldi Muhammad Naufal Darma Putra Nabilla Putri Ariska Nasrullah Armi Naufal Bisma Biwahakimi Naufal Widya Gaspura Ningrum, Vionalisa Oktavia Kusuma Nyoman Bogi Aditya Karna Palupi, Andarining Pamudita, Aloysius Adya Pasha Dani Pamungkas Prasetyo Putranto Putri Milhatun Ni’mah Raditya Aprilyan Taviyasa Renyati Renyati Reyhan Fahmirakhman Abdullah Reyza Pratama Rina Pudji Astuti Rizqa, Fariany Saputra , Kurniawan Setiaji Satrio Yudo Prawiro Setiawan, Antonius Darma Setiawan, Antonius Darma Setiawan, Antonius Darma Siregar, Hidayah Alfurqana Sofia Naning Hertiana Sugondo Hadiyoso Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulthon Faryabi Nurbadri Tampubolon, Lamdani Taufiqqurrachman Taufiqqurrachman Ujang Agus Tatang Uke Kurniawan Usman Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Winy Desvasari YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu YUYUN SITI ROHMAH