Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS PEMELIHARAAN BERKALA PADA MOTOR DIESEL GENERATOR SET DAYA 90 kVA SEBAGAI ENERGI LISTRIK CADANGAN DI UPT RUMAH SAKIT KHUSUS PARU Muhammad Salim Siregar; Junaidi Junaidi; Ade Irwan; Husin Ibrahim
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2022): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.43 KB) | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v3i1.700

Abstract

Berkembangnya teknologi peralatan kesehatan yang berhubungan dengan elektrikal, sangat dituntut adanya pengelolaan dan pengawasan yang baik terhadap sarana dan prasarana elektrikal di rumah sakit, dimulai dari perencaan, pemasangan, pengujian, pengoperasian, sampai pemeliharaan, sehingga listrik yang digunakan pada peralatan kesehatan tersebut aman dan efisien. Mengetahui dan mempelajari cara pemeliharaan (maintenance) genset secara berkala sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2306 Tahun 2011 di UPT Rumah Sakit Khusus Paru. Untuk mengetahui tingkat ketersediaan operasional genset (generator set) diperlukan membuat terlebih dahulu data peralatan genset, perhitungan tingkat ketersediaan dan data operasional dan kerusakan yang didapat. Kemudian dikumpulkan jumlah spesified operating time (SOT), jumlah total kerusakan (T) dan jumlah genset tidak dioperasikan untuk keperluan pemeliharaan rutin/berjadwal, karena pemeliharaan (S) dan total waktu pemeliharaan Genset dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Dari SOT dikurang jumlah total waktu pemeliharaan, akan didapat nilai Actual Operating Time (AOT) Genset. Data SOT dan AOT diperlukan untuk menghitung tingkat ketersediaan Genset sebagai catu daya cadangan. Kemudian AOT = SOT-(S+T), jumlah kerusakan diperlukan untuk menghitung mean time between failures (MTBF). tingkat rata-rata keandalan (reliability) Genset pada tahun 2020 memiliki nilai Rata-rata 99,7%. Tingkat Keandalan termasuk kedalam kelompok jarang mengalami gangguan (≥ 95%). tingkat Ketersediaan (availibility) genset pada tahun 2020 memiliki nilai rata-rata 98,6%, tingkat ketersediaan genset termasuk kedalam kelompok jarang rusak (R≥95%).
PURWARUPA MINIATUR WATER TUBE BOILER MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR GAS KAPASITAS UAP 20 KG/JAM Desi Aratri Damanik; Jhon Kevin Simanjuntak; Hans Handika Sinaga; Kevin Ananda Simangunsong; Laura Claudia Silitonga; Rufinus Nainggolan; Husin Ibrahim; Munawar Alfansuri
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v3i2.743

Abstract

Boiler adalah suatu bejana tertutup yang digunakan untuk menghasilkan uap. Uap dihasilkan dengan cara air yang berada di dalam bejana dipanaskan dengan bahan bakar. Boiler berfungsi sebagai pesawat konversi energi yang mengkonversikan energi kimia dari bahan bakar menjadi energi panas. Bejana bertekanan pada boiler umumnya menggunakan bahan baja dengan spesifikasi tertentu yang telah ditentukan dalam standard ASME (The ASME code boilers), terutama untuk penggunaan boiler pada industri-industri besar. Spesifikasi mini boiler pipa air yang dirancang dengan menggunakan bahan bakar liqufied petroleum gas (LPG), kapasitas uap 20 kg/jam, tekanan uap 3 barg (jenuh saturasi) dengan nilai kalor LPG (LHV) 47046 kJ/kg (PERTAMINA). Dari hasil perhitungan secara langsung diketahui jenis boiler mini pipa air berbahan bakar LPG, jumlah uap yang dihasilkan 14,6 kg/jam. Bahan bakar yang dibutuhkan untuk menghasilkan uap dengan tekanan uap 3 barg yang dijaga konstan dan temperatur gas buang 245,72°C adalah sebesar 1,24 kg/jam. Jumlah energi panas yang masuk ke boiler dari hasil pembakaran (Qin) adalah sebesar 58337,04 kJ/kgjam dan jumlah energi panas yang diserap air umpan sampai terbentuknya uap dalam boiler (Qout) adalah sebesar 38262,95 kJ/kgjam. Sehingga effisiensi boiler adalah sebesar 65,58%.
PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI MAKANAN RINGAN (KERIPIK KENTANG DAN KERIPIK UBI) DIDESA SEI BERAS SEKATA, KECAMATAN SUNGGAL, KABUPATEN DELI SERDANG surya dharma; Silmi Silmi; husin ibrahim; Indri Dithisari; Rahmawaty Rahmawaty
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 2 No 1 (2023): Edisi Januari 2023 - Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v2i1.545

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Pengabdian Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) yang dilakukan merupakan kegiatan dalam rangka penerapan teknologi tepat guna kepada mitra. Mitra kegiatan ini adalah pengrajin keripik ubi dan kentang yang berdomisili di Desa Sei Beras Sekata, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Usaha mitra saat ini telah menerima pesanan masih dalam jumlah yang kecil per harinya, namun berkeinginan untuk mengembangkan usaha tersebut. Mitra saat ini menghadapi permasalahan dengan pengirisan ubi dan kentang serta kandungan minyak dari keripik yang telah selesai digoreng. Mitra memerlukan waktu yang relatif lama, yaitu hingga 25–30 menit, agar kandungan minyak yang terdapat dalam keripik ubi dan kentang yang telah digoreng benar-benar berkurang. Jika kandungan minyak pada keripik cukup tinggi, maka keripik ubi dan kentang tersebut tidak dapat bertahan lama setelah dikemas dalam plastik. Akibatnya, keripik ubi dan kentang cepat mengeluarkan bau tengik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk membantu pengrajin dalam menyelesaikan permasalahan terkait dengan pengirisan kentang dan ubi serta untuk mengurangi kandungan minyak dalam keripik. Untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut, mitra memerlukan alat pengiris ubi dan kentang serta alat pengering minyak. Adapun kapasitas alat pengiris yaitu 50kg/jam dan mesin pengering minyak kapasitas 8 kg/proses. Dengan alat pengiris dan pengering minyak tersebut, mitra dapat mengurangi kadar minyak yang terkandung dalam keripik yang sudah digoreng dengan waktu yang lebih cepat dan lebih optimal. Selanjutnya, waktu penirisan yang lebih cepat diharapkan dapat mendorong mitra untuk lebih meningkatkan produksinya, sehingga dapat menerima pesanan-pesanan yang lebih besar.
PEMANFAATAN EMPTY FRUIT BUNCH PRESS SEBAGAI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Henny Ernita Pardosi; Ilham Saufi; Yunus Daeli; Husin Ibrahim
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v4i1.997

Abstract

Empty Fruit Bunch (EFB) merupakan salah satu bahan bakar biomassa yang potensial untuk menghasilkan bahan bakar bio karena ketersediaannya yang melimpah. Studi ini fokus membahas tentang analisis penggunaan EFB sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Metode pengambilan data pada penelitian ini dengan cara metode pengkajian efisiensi ketel uap dan perhitungan efisiensi ketel uap dengan metoda langsung. Komposisi dari berbagai macam bahan bakar dan nilai kalor dari bahan bakar juga dibahas pada penelitian ini. Ketel uap berasal dari kata “boil” yang memiliki arti mendidih atau menguap sehingga pengertian ketel uap adalah salah satu mesin konversi energi dengan bejana tertutup dan bertekanan yang berfungsi untuk memanaskan air dengan menggunakan panas hasil pembakaran bahan bakar. Panas hasil pembakaran dialirkan ke air sehingga menghasilkan steam dan memiliki tekanan tinggi yang dimanfaatkan untuk memutar turbin. Energi kimia yang tersimpan dalam bahan bakar akan dikonversi menjadi energi panas yang ditransfer ke fluida kerja. Salah satu ketel uap yang digunakan di PLTU Growth Asia adalah ketel uap pipa air dengan bahan bakar efb press 10,6%, fiber 28,21% kayu giling 57,05%, tongkol jagung 3,12% dan sekam padi 1,02%. Ketel uap tersebut bekerja pada tekanan 35 bar dengan produksi uap 66,245 Ton uap/jam dan suhu 373⁰C. Jumlah panas yang dibutuhkan untuk memproduksi uap adalah 284379849,3645 kJ/jam. Performansi ketel uap memiliki efisiensi thermal 63,26%.
POTENSI LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI KATALIS HETEROGEN UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL Sebayang, Abdi Hanra; Pulungan, Muhammad Anhar; Siahaan, Sihar; Benu, Siti Maretia; Ibrahim, Husin; Siregar, Munawar Alfansury; Silitonga, Arridina Susan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i1.1428

Abstract

Biodiesel is a potential energy source that has attracted attention recently because it can be produced from renewable energy sources and produces low pollutants. Biodiesel is produced by transesterifying edible or non-edible vegetable oils using a catalyst. Homogeneous catalytic processes have disadvantages, such as the catalyst residue cannot be reused. Therefore, heterogeneous or solid catalysts are used, which can be easily separated from the reaction mixture by filtration and reused. A waste cockle shell can be used as a green base catalyst to synthesize waste cooking oil into methyl ester (WCME). The free fatty acid content of used cooking oil (2.19% wt.) was initially reduced to 0.11% wt., using a methanol-oil ratio of 6:1, waste cockle shell 2% wt., reaction time 60 minutes and temperature 60 oC. The effectiveness of the developed waste cockle shell contains high CaO. The results of this study indicated the potential of clam waste cockle shells and used cooking oil as a source of raw materials available in the community for biodiesel production.
PERAWATAN TURBIN SEBELUM DAN SESUDAH COMBUSTION INSPECTION DI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK GAS Mahfuzah, Nabilah; Tara Difpa, Semilir; Ibrahim, Husin
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1430

Abstract

PT PLN Nusantara Power PLTG Glugur merupakan perusahaan listrik negara yang memiliki pembangkit listrik tenaga gas unit Jhon Brown Engineering. Penggunaan unit dalam jangka panjang dan dilakukan terus menerus akan menyebabkan penurunan efisiensi kinerja unit tersebut. Maka dari itu dibutuhkan pemeliharaan dan perbaikan terhadap unit agar unit kembali ke efisiensi kinerja normal. Pada unit turbin gas Jhon Brown Engineering ini dilakukan kegiatan overhaul salah satunya yaitu combustion inspection. Combustion inspection yang dilakukan adalah pengecekan terhadap combuster. Perawatan yang dilakukan adalah pembersihan dan perbaikan yang dilakukan adalah penggantian (roll in dan roll out) pada pipa Nozzle, nozzle gas dan minyak, combuster, transition piece, manhole, dan ignitor. Daya yang dihasilkan turbin mengalami kenaikan sebesar 25912,16 Kj/s. Data ini merupakan data dengan nilai yang tertinggi apabila dibandingkan dengan daya konsumsi bahan bakar. Konsumsi bahan bakar mengalami penurunan sebesar 0,0196 kg/kWh.
ANALISIS PENGARUH ENERGI MATAHARI TERHADAP TEGANGAN KELUAR SOLAR CELL PADA RANCANG BANGUN SOLAR TRACKING BERBASIS MICROCONTROLER Sitompul, Steven; Ibrahim, Husin; Pratama, Angga Bahri; Hasan, Faisal Fahmi
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i2.1678

Abstract

Solar tracking adalah teknologi yang dirancang untuk memaksimalkan penyerapan energi surya dengan memastikan bahwa panel surya selalu menghadap matahari pada sudut yang optimal. Dalam studi ini, sistem pelacakan surya menggunakan mikrokontroller untuk menyesuaikan orientasi panel surya sesuai dengan pergerakan matahari sepanjang hari. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana sinar matahari mempengaruhi tegangan keluaran sel surya dalam sistem pelacakan surya berbasis mikrokontroller tersebut. Percobaan ini melibatkan pengukuran tegangan keluaran sel surya dalam berbagai kondisi cuaca dan posisi matahari dengan panel surya sebesar 50 WP. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan sistem pelacakan surya menghsilkan tegangan keluar rata-rata 13,93 V dibandingkan  dengan panel surya yang teta yang mengahsilakan tegangan keluar rata-rata sebesar 11,4 V.  Studi ini menyimpulkan bahwa penggunaan sistem pelacakan surya berbasis mikrokontroler secara signifikan meningkatkan tegangan keluaran sel surya sebesar 2,53 V atau  meningkatkan efisiensi sekitar 22% dalam mengubah energi surya menjadi energi listrik. Oleh karena itu, adopsi teknologi ini diharapkan menjadi solusi yang sangat efektif dalam memanfaatkan energi terbarukan, khususnya energi surya.
Mesin Pencacah Pakan Bagi Peternak Kambing di Desa Sugo, Pancur Batu, Deli Serdang Rahmawaty; Dithisari, Indri; Dharma, Surya; Hartika, Lia; Ibrahim, Husin
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian makanan kepada kambing merupakan faktor penting dalam meningkatkan perkembangan ternak. Banyak makanan bernutrisi tinggi, seperti batang muda daun singkong, batang rumput gajah, bonggol jagung, sisir pisang, dan pelepah pisang, tidak dapat langsung dimakan oleh kambing karena ukurannya yang besar dan keras. Untuk mengatasi hal ini, pengabdian ini bertujuan membantu peternak mengolah makanan tersebut agar lebih mudah dikonsumsi, menambah persediaan makanan, dan meningkatkan perkembangan kambing. Selain itu, upaya ini juga diharapkan dapat menghemat biaya pemenuhan kebutuhan makanan kambing. Program kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menghemat dan meningkatkan kualitas pakan ternak kambing dengan cara mencacah pakan hijauan. Solusi yang diberikan adalah merekayasa mesin pencacah pakan guna menghemat persediaan pakan. Peternak juga dilatih mengoperasikan dan merawat mesin tersebut, sehingga terjadi transfer teknologi dan pengetahuan dari dunia pendidikan tinggi kepada masyarakat. Dengan adanya mesin pencacah pakan ini, diharapkan peternak mampu mengolah pakan ternak lebih efektif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan bobot ternak dan produksi susu kambing.
LAJU KOROSI BAJA KARBON RINGAN PADA BIOPELUMAS DARI LIMBAH MINYAK GORENG Pratama, Angga Bahri; Benu, Siti Maretia; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Siahaan, Sihar; Ibrahim, Husin
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v6i1.1933

Abstract

Limbah minyak goreng digunakan untuk sintesis biopelumas melalui reaksi poliesterifikasi. Biopelumas dibuat dari limbah minyak goreng dengan etilen glikol (EG). Reaksi dilakukan dengan menggunakan katalis Natrium Methoxide. Biopelumas adalah pelumas biodegradable potensial yang dapat digunakan dalam aplikasi pelumas industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perilaku korosi baja karbon ringan yang terendam dalam campuran biopelumas-pelumas komersil dengan konsentrasi tertentu (Biol10, Biol20, Biol30, Biol40) selama 768 jam pada temperatur ruangan. Pengamatan permukaan baja karbon ringan menggunakan scanning electron microscope (SEM) dilakukan dan perhitungan laju korosi. Setelah perendaman di uji bilangan asam dan dianalisis pengaruh korosi baja karbon ringan pada biopelumas. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang penting mengenai dampak biopelumas terhadap korosi baja karbon ringan dan dapat menjadi kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi mitigasi korosi yang efektif. Hasil penelitian yang didapatkan adalah biopelumas dari limbah minyak goreng sesuai dengan standar ISO VG 100. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi biopelumas dalam campuran (BIOL20, BIOL30, dan BIOL40), semakin rendah laju korosi yang diamati seiring dengan peningkatan waktu perendaman. Namun, campuran BIOL10 menunjukkan laju korosi yang hampir sama dengan pelumas komersil, bahkan lebih baik pada perendaman yang lebih lama. Nilai asam yang diamati menunjukkan peningkatan pada hampir seluruh pelumas yang menunjukkan kupon logam (baja ringan) telah mengalami proses oksidasi, yang pada akhirnya meningkatkan konsentrasi asam dalam campuran biopelumas.
Mesin Pemotong Keripik Ubi Bagi Pengrajin Keripik di Desa Muliorejo,Sunggal Deli Serdang Rahmawaty; Ibrahim, Husin; Dharma, Surya; Hasibuan, Yetti Meuthia
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) ini bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi keripik ubi mitra melalui rekayasa mesin pemotong keripik. Mitra sebelumnya menghadapi kendala karena proses pemotongan masih manual, sehingga produksi lambat dan sering menolak pesanan. Selain itu, biaya produksi menjadi tinggi karena tenaga kerja yang intensif. Solusi yang ditawarkan adalah penggunaan mesin pemotong keripik, yang mempercepat proses produksi dan menurunkan biaya potong. Dengan demikian, kapasitas produksi meningkat, pesanan dapat terpenuhi, dan pendapatan mitra pun bertambah. Selain pengadaan mesin, mitra juga diberi pelatihan dan pendampingan dalam manajemen biaya produksi. Mereka diajarkan mencatat biaya pengadaan bahan baku, hasil produksi, dan harga jual secara tertulis. Hal ini membantu mitra memahami struktur biaya dan keuntungan secara lebih jelas, serta mendukung perencanaan pengembangan usaha. Dengan penguasaan teknologi dan manajemen yang baik, mitra diharapkan mampu mengembangkan usahanya secara lebih terarah dan berkelanjutan.