Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

POTENSI LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI KATALIS HETEROGEN UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL Sebayang, Abdi Hanra; Pulungan, Muhammad Anhar; Siahaan, Sihar; Benu, Siti Maretia; Ibrahim, Husin; Siregar, Munawar Alfansury; Silitonga, Arridina Susan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i1.1428

Abstract

Biodiesel is a potential energy source that has attracted attention recently because it can be produced from renewable energy sources and produces low pollutants. Biodiesel is produced by transesterifying edible or non-edible vegetable oils using a catalyst. Homogeneous catalytic processes have disadvantages, such as the catalyst residue cannot be reused. Therefore, heterogeneous or solid catalysts are used, which can be easily separated from the reaction mixture by filtration and reused. A waste cockle shell can be used as a green base catalyst to synthesize waste cooking oil into methyl ester (WCME). The free fatty acid content of used cooking oil (2.19% wt.) was initially reduced to 0.11% wt., using a methanol-oil ratio of 6:1, waste cockle shell 2% wt., reaction time 60 minutes and temperature 60 oC. The effectiveness of the developed waste cockle shell contains high CaO. The results of this study indicated the potential of clam waste cockle shells and used cooking oil as a source of raw materials available in the community for biodiesel production.
Pengembangan Usaha Industri Rumahan Keripik Singkong di Dusun C Desa Tanah Merah Serdang Bedagai Rahmawaty; Surya Dharma; Lia Hartika; Ayu Syufiatun Br Tarigan; Habibi Ramdani Syafitri; Husin Ibrahim; Yetti Meuthia Hasibuan
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1: JUNI 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha industri rumahan keripik singkong milik Bapak Imran di Dusun C, Desa Tanah Merah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Selama ini, mitra menghadapi kendala teknis dalam proses produksi, terutama pada tahapan pengirisan singkong yang masih dilakukan secara manual sehingga memakan waktu lama (25-30 menit) dan membatasi jumlah produksi harian. Selain kendala teknis, mitra juga belum menerapkan sistem manajemen keuangan yang sistematis, di mana pencatatan keuangan usaha masih bercampur dengan keuangan rumah tangga. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pelaksana memberikan solusi berupa penerapan teknologi tepat guna berupa satu unit mesin pengiris singkong berkapasitas 50 kg/jam. Selain bantuan alat, tim juga menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan terkait pengoperasian serta perawatan mesin, pengemasan produk yang higienis, serta penerapan manajemen pembukuan keuangan usaha sederhana. Implementasi teknologi ini terbukti efektif meningkatkan efisiensi waktu produksi dan kualitas produk keripik singkong, yang pada akhirnya memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan mitra. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi mitra untuk mengembangkan usaha industri rumahan yang lebih mandiri dan profesional.
Mesin Pembuat Pelet Untuk Peternak Bebek di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara Husin Ibrahim; Rahmawaty; Indri Dithisari; Lia Hartika; Muhammad Dalim
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2: DESEMBER 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha peternakan bebek pedaging milik Bapak Supriyatmin di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.Permasalahan utama mitra adalah tidak tersedianya alat pengolahan pakan, sehingga limbah sayur yang berlimpah dari pasar tradisional terbuang sia-sia dan tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan berkualitas. Akibatnya, usaha ternak menjadi boros,tidak efisien, dan sulit berkembang. Melalui program ini, tim dari Politeknik Negeri Medan merancang solusi teknologi tepat guna berupa mesin pembuat pelet pakan skala mikro yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas mitra. Program ini mencakup desain dan pembuatan alat, pelatihan penggunaan dan perawatan mesin, pelatihan formulasi pakan berbasis limbah organik, serta pendampingan produksi harian dan evaluasi efektivitas pakan. Selain aspek teknis, pelatihan manajemen keuangan sederhana dan pemasaran juga diberikan. Tim pengusul berasal dari lintas keilmuan seperti teknik konversi energi, akuntansi, hukum bisnis, dan komunikasi bisnis, yang memungkinkan program ini berdampak secara holistik. Luaran yang diharapkan meliputi mesin yang berfungsi baik, peningkatan keterampilan mitra, produksi pakan mandiri harian, dokumentasi video kegiatan, publikasi media lokal, dan artikel ilmiah populer. Program ini memperlihatkan komitmen Polmed dalam mendampingi masyarakat melalui teknologi aplikatif dan pemberdayaan ekonomi mikro
Evaluasi Sifat Fisik Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Variasi Metanol untuk Optimasi Kinerja Peralatan Konstruksi dan Sistem Elektronika Surya Dharma; rihat sebayang; Rahmawaty Rahmawaty; Idham Kamil; Efri Debby Ekinola Ritonga; Ulfa Hasnita; Yetty Meuthia Hasibuan; Riadini Wanty Lubis; Husin Ibrahim; Jovian Zefanya Richard Chrisardo Silalahi
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2025): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi (Edisi November)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v1i2.2873

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan. Salah satu cara pemanfaatan limbah tersebut adalah dengan mengonversinya menjadi biodiesel melalui proses transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbandingan metanol terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan dari minyak jelantah. Rasio metanol yang digunakan adalah 30:70, 40:60, dan 50:50 (v/v), dengan penambahan katalis basa KOH sebesar 1% dan suhu reaksi dijaga pada 60 °C. Parameter yang dianalisis mencakup viskositas kinematik, titik nyala, bilangan asam, dan densitas, yang seluruhnya diuji pada suhu 40 °C dan dibandingkan dengan standar kualitas bahan bakar ASTM D6751 dan EN 14214. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio metanol 50:50 menghasilkan biodiesel dengan kualitas paling unggul, dengan viskositas 3,75 mm²/s, flash point 109,2 °C, bilangan asam 0,34 mgKOH/g dan densitas sebesar 881 kg/m³. Dengan demikian, rasio tersebut dianggap paling optimal untuk menghasilkan biodiesel berbahan minyak jelantah yang memenuhi standar kualitas bahan bakar internasional, sehingga layak digunakan secara luas dan berkelanjutan.
CFD-Based Aerodynamic Optimization of Vehicle-Mounted Axial Wind Turbine Blades Rufinus Nainggolan; Husin Ibrahim; Prisca Caesa Moneteringtyas; Suadi Suadi; Baringin Sibarani; Soni Hestukoro; Abdul Razak
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6240

Abstract

The increasing demand for sustainable energy solutions has encouraged the development of renewable energy technologies that can be integrated into various applications, including transportation systems. Wind energy generated from vehicle-induced airflow represents an alternative energy source that remains underutilized due to complex aerodynamic characteristics and unstable flow conditions. This study aimed to optimize the aerodynamic performance of vehicle-mounted axial wind turbine blades by determining the most suitable angle of attack using Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations. The research method involved numerical analysis using CFD software to evaluate the aerodynamic behavior of turbine blades under different angle-of-attack variations of 0°, 5°, 10°, 15°, and 20°. Performance evaluation was conducted based on the lift-to-drag ratio and velocity contour distribution to identify the optimal blade configuration. The results showed that the angle of attack significantly affected aerodynamic performance, with the 10° configuration producing the highest lift-to-drag ratio and the most favorable airflow characteristics. Higher angles of attack resulted in increased flow separation and aerodynamic losses, whereas lower angles produced insufficient lift generation. The optimized turbine design consisted of six blades with a rotor diameter of 0.35 m, demonstrating the potential application of vehicle-induced airflow energy harvesting systems. In conclusion, CFD-based optimization provided an effective approach for improving the performance of vehicle-mounted wind turbine blades and supported future development of renewable energy technologies for sustainable transportation applications.