Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

POTENSI LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI KATALIS HETEROGEN UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL Sebayang, Abdi Hanra; Pulungan, Muhammad Anhar; Siahaan, Sihar; Benu, Siti Maretia; Ibrahim, Husin; Siregar, Munawar Alfansury; Silitonga, Arridina Susan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i1.1428

Abstract

Biodiesel is a potential energy source that has attracted attention recently because it can be produced from renewable energy sources and produces low pollutants. Biodiesel is produced by transesterifying edible or non-edible vegetable oils using a catalyst. Homogeneous catalytic processes have disadvantages, such as the catalyst residue cannot be reused. Therefore, heterogeneous or solid catalysts are used, which can be easily separated from the reaction mixture by filtration and reused. A waste cockle shell can be used as a green base catalyst to synthesize waste cooking oil into methyl ester (WCME). The free fatty acid content of used cooking oil (2.19% wt.) was initially reduced to 0.11% wt., using a methanol-oil ratio of 6:1, waste cockle shell 2% wt., reaction time 60 minutes and temperature 60 oC. The effectiveness of the developed waste cockle shell contains high CaO. The results of this study indicated the potential of clam waste cockle shells and used cooking oil as a source of raw materials available in the community for biodiesel production.
Mesin Pembuat Pelet Untuk Peternak Bebek di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara Ibrahim, Husin; Rahmawaty; Dithisari, Indri; Hartika, Lia; Dalim, Muhammad
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2: DESEMBER 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha peternakan bebek pedaging milik Bapak Supriyatmin di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.Permasalahan utama mitra adalah tidak tersedianya alat pengolahan pakan, sehingga limbah sayur yang berlimpah dari pasar tradisional terbuang sia-sia dan tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan berkualitas. Akibatnya, usaha ternak menjadi boros,tidak efisien, dan sulit berkembang. Melalui program ini, tim dari Politeknik Negeri Medan merancang solusi teknologi tepat guna berupa mesin pembuat pelet pakan skala mikro yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas mitra. Program ini mencakup desain dan pembuatan alat, pelatihan penggunaan dan perawatan mesin, pelatihan formulasi pakan berbasis limbah organik, serta pendampingan produksi harian dan evaluasi efektivitas pakan. Selain aspek teknis, pelatihan manajemen keuangan sederhana dan pemasaran juga diberikan. Tim pengusul berasal dari lintas keilmuan seperti teknik konversi energi, akuntansi, hukum bisnis, dan komunikasi bisnis, yang memungkinkan program ini berdampak secara holistik. Luaran yang diharapkan meliputi mesin yang berfungsi baik, peningkatan keterampilan mitra, produksi pakan mandiri harian, dokumentasi video kegiatan, publikasi media lokal, dan artikel ilmiah populer. Program ini memperlihatkan komitmen Polmed dalam mendampingi masyarakat melalui teknologi aplikatif dan pemberdayaan ekonomi mikro
Evaluasi Sifat Fisik Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Variasi Metanol untuk Optimasi Kinerja Peralatan Konstruksi dan Sistem Elektronika Dharma, Surya; sebayang, rihat; Rahmawaty, Rahmawaty; Kamil, Idham; Ritonga, Efri Debby Ekinola; Hasnita, Ulfa; Hasibuan, Yetty Meuthia; Lubis, Riadini Wanty; Ibrahim, Husin; Silalahi, Jovian Zefanya Richard Chrisardo
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2025): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v1i2.2873

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan. Salah satu cara pemanfaatan limbah tersebut adalah dengan mengonversinya menjadi biodiesel melalui proses transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbandingan metanol terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan dari minyak jelantah. Rasio metanol yang digunakan adalah 30:70, 40:60, dan 50:50 (v/v), dengan penambahan katalis basa KOH sebesar 1% dan suhu reaksi dijaga pada 60 °C. Parameter yang dianalisis mencakup viskositas kinematik, titik nyala, bilangan asam, dan densitas, yang seluruhnya diuji pada suhu 40 °C dan dibandingkan dengan standar kualitas bahan bakar ASTM D6751 dan EN 14214. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio metanol 50:50 menghasilkan biodiesel dengan kualitas paling unggul, dengan viskositas 3,75 mm²/s, flash point 109,2 °C, bilangan asam 0,34 mgKOH/g dan densitas sebesar 881 kg/m³. Dengan demikian, rasio tersebut dianggap paling optimal untuk menghasilkan biodiesel berbahan minyak jelantah yang memenuhi standar kualitas bahan bakar internasional, sehingga layak digunakan secara luas dan berkelanjutan.