Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : BAHASTRA

RAGAM BAHASA TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR NITEN BANTUL Fujiastuti, Ariesty
BAHASTRA Vol 32, No 1 (2014): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.347 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v32i1.3240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik ragam bahasa transaksi jual beli di pasar Niten Bantul. Mendeskripsikan faktor-faktor penentu yang mneyebabkan terjadinya ragam bahasa pada transaksi jual beli di pasar Niten Bantul. Mendeskripsikan fungsi ragam bahasa transaksi jual beli di pasar Niten Bantul. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode rekam dan catat. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik lanjut SBLC (Simak Bebas Libat Cakap). Instrumen yang digunakan dalam penleitian ini adalah penulis, hardwere (perangkat keras) berupa MP4, dan kartu data. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik ragam bahasa transaksi jual beli di Pasar Niten Bantul ada tiga. Pertama, penggunaan kata-kata sesuai dengan barang yang dijual. Kedua, kalimat yang digunakan pendek dan tidak lengkap (kalimat tidak formal). Ketiga, penggunaan kata dari bahasa Jawa. Faktor-faktor yang mneyebabkan terjadinya ragam bahasa pada transaksi jual beli di Pasar Niten Bantul meliputi: (1) faktor usia, (2) faktor pendidikan, dan (3) faktor asal daerah. Fungsi ragam bahasa pada transaksi jual beli di Pasar Niten Bantul meliputi: (1) fungsi emotif, (2) fungsi direktif, (3) fungsi fatik, dan (4) fungsi referensial. Kata Kunci: Ragam Bahasa, Transaksi Jual Beli, Pasar.
TEKNIK PEMBUATAN BUKU AJAR MEMBACA KRITIS DAN KREATIF BERBASIS ARCS (ATTENTION, RELEVANCE, CONVIDENCE, SATISFACTION) UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Suwartini, Iis; Fujiastuti, Ariesty
BAHASTRA Vol 37, No 2 (2017): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1671.122 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v37i2.7610

Abstract

Textbooks that support learning Creative Critical Reading courses are still very minimal. It certainly affects the ability of students to understand reading skills. Students have limited ability to understand the theory due to the limitations of reverence. One effort that can be done is to develop textbooks. Textbooks should be able to motivate students. One effort that can be done is by developing ARCS-based teaching book (Attention, Relevance, Convidence, Satisfaction). This article aims to comply with ARCS-based teaching-learning techniques. Creation of Creative Critical Reading books with ARCS contains four components: awakening and attention to students attention during learning (Attention), using subject matter that is relevant to the students life (Relevance), instilling confidence, and cultivating a sense of satisfaction on students to learning (Satisfaction). The expected result in this research is the creation of ARCS-based critical and creative reading book (Attention, Relevance, Convidence, Satisfaction) for Indonesian Language and Literature Education Study Program students.
PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI BUDAYA JAWA (KETOPRAK) Fujiastuti, Ariesty
BAHASTRA Vol 34, No 1 (2015): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.06 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v34i1.3970

Abstract

Kebudayaan ketoprak merupakan salah satu kesenian yang melekat dalam kehidupan masyarakat selain wayang kulit dan wayang orang. Ketoprak adalah suatu bentuk seni pertunjukan tradisional yang mengangkat cerita sehari-hari, cerita-cerita rakyat yang ada di Jawa dalam bentuk sajian drama dengan dialog bahasa Jawa dan diiringi gamelan. Cerita yang dibawakan seperti cerita babad, sejarah, dan cerita-cerita asing yang berasal dari Arab (seribu satu malam) dan cina. Ketoprak digunakan sebagai wahana pendidikan karakter yang bertujuan untuk mengembalikan roh budaya Jawa di antara generasi muda yang saat ini dinilai semakin pudar. Mayoritas remaja lebih menggemari budaya praktis atau instan. Remaja semakin tidak mengenal sopan-santun dan tata karma. Ketoprak perlu dikenalkan kepada generasi muda untuk membentuk karakter karena kaya akan nilai budaya Jawa seperti tata krama, sopan santun, dan hormat kepada orang tua. Oleh sebab itu, budaya ketoprak mempunyai peran penting dalam penanaman pendidikan karakter. Ketoprak sebagai media pendidikan karakter dapat dilihat dari dialog-dialog (bahasa) yang digunakan dalam ketoprak dan dilihat dari cerita yang terkandung dalam ketoprak.
TEKNIK PEMBUATAN BUKU AJAR MEMBACA KRITIS DAN KREATIF BERBASIS ARCS (ATTENTION, RELEVANCE, CONVIDENCE, SATISFACTION) UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Iis Suwartini; Ariesty Fujiastuti
BAHASTRA Vol 37, No 2 (2017): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1671.122 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v37i2.7610

Abstract

Textbooks that support learning Creative Critical Reading courses are still very minimal. It certainly affects the ability of students to understand reading skills. Students have limited ability to understand the theory due to the limitations of reverence. One effort that can be done is to develop textbooks. Textbooks should be able to motivate students. One effort that can be done is by developing ARCS-based teaching book (Attention, Relevance, Convidence, Satisfaction). This article aims to comply with ARCS-based teaching-learning techniques. Creation of Creative Critical Reading books with ARCS contains four components: awakening and attention to students' attention during learning (Attention), using subject matter that is relevant to the student's life (Relevance), instilling confidence, and cultivating a sense of satisfaction on students to learning (Satisfaction). The expected result in this research is the creation of ARCS-based critical and creative reading book (Attention, Relevance, Convidence, Satisfaction) for Indonesian Language and Literature Education Study Program students.
RAGAM BAHASA TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR NITEN BANTUL Ariesty Fujiastuti
BAHASTRA Vol 32, No 1 (2014): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.347 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v32i1.3240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik ragam bahasa transaksi jual beli di pasar Niten Bantul. Mendeskripsikan faktor-faktor penentu yang mneyebabkan terjadinya ragam bahasa pada transaksi jual beli di pasar Niten Bantul. Mendeskripsikan fungsi ragam bahasa transaksi jual beli di pasar Niten Bantul. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode rekam dan catat. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik lanjut SBLC (Simak Bebas Libat Cakap). Instrumen yang digunakan dalam penleitian ini adalah penulis, hardwere (perangkat keras) berupa MP4, dan kartu data. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik ragam bahasa transaksi jual beli di Pasar Niten Bantul ada tiga. Pertama, penggunaan kata-kata sesuai dengan barang yang dijual. Kedua, kalimat yang digunakan pendek dan tidak lengkap (kalimat tidak formal). Ketiga, penggunaan kata dari bahasa Jawa. Faktor-faktor yang mneyebabkan terjadinya ragam bahasa pada transaksi jual beli di Pasar Niten Bantul meliputi: (1) faktor usia, (2) faktor pendidikan, dan (3) faktor asal daerah. Fungsi ragam bahasa pada transaksi jual beli di Pasar Niten Bantul meliputi: (1) fungsi emotif, (2) fungsi direktif, (3) fungsi fatik, dan (4) fungsi referensial. Kata Kunci: Ragam Bahasa, Transaksi Jual Beli, Pasar.
PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI BUDAYA JAWA (KETOPRAK) Ariesty Fujiastuti
BAHASTRA Vol 34, No 1 (2015): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.06 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v34i1.3970

Abstract

Kebudayaan ketoprak merupakan salah satu kesenian yang melekat dalam kehidupan masyarakat selain wayang kulit dan wayang orang. Ketoprak adalah suatu bentuk seni pertunjukan tradisional yang mengangkat cerita sehari-hari, cerita-cerita rakyat yang ada di Jawa dalam bentuk sajian drama dengan dialog bahasa Jawa dan diiringi gamelan. Cerita yang dibawakan seperti cerita babad, sejarah, dan cerita-cerita asing yang berasal dari Arab (seribu satu malam) dan cina. Ketoprak digunakan sebagai wahana pendidikan karakter yang bertujuan untuk mengembalikan roh budaya Jawa di antara generasi muda yang saat ini dinilai semakin pudar. Mayoritas remaja lebih menggemari budaya praktis atau instan. Remaja semakin tidak mengenal sopan-santun dan tata karma. Ketoprak perlu dikenalkan kepada generasi muda untuk membentuk karakter karena kaya akan nilai budaya Jawa seperti tata krama, sopan santun, dan hormat kepada orang tua. Oleh sebab itu, budaya ketoprak mempunyai peran penting dalam penanaman pendidikan karakter. Ketoprak sebagai media pendidikan karakter dapat dilihat dari dialog-dialog (bahasa) yang digunakan dalam ketoprak dan dilihat dari cerita yang terkandung dalam ketoprak.