Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : TEKNO

Perataan Tenaga Kerja Pada Proyek Pembangunan Dengan Menggunakan Program Microsoft Project 2016 (Studi Kasus : Kos Kalyana Paal 2) Kiling, Rendy C. E.; Dundu, Ariestides K. T.; Mangare, Jantje B.
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyelesaian suatu proyek yang terdiri dari banyak kegiatan, sumber-sumber untuk penyediaan sumber daya atau resource (tenaga, biaya, material) harus diperhitungkan secara teliti. Tujuan perataan tenaga kerja yaitu penggunaan tenaga kerja yang tersedia dapat digunakan secara efektif dan efisien dalam periode harian, mingguan, atau bulanan. Bila tenaga kerja berfluktuasi, maka perlu dilakukan usaha untuk meratakan tenaga kerja sepanjang periode proyek. Dalam perataan tenaga kerja sering dikenal dua istilah yaitu smoothing dan leveling. Smoothing berarti tenaga kerja yang digunakan sepanjang proyek merata, sedangkan leveling merupakan proses perataan.  Produktivitas tenaga kerja akan sangat besar pengaruhnya terhadap total biaya proyek, minimal pada aspek jumlah tenaga kerja dan fasilitas yang diperlukan (Soeharto, 1999). Dengan menggunakan aplikasi program Microsoft Project 2016 dapat membantu kita untuk melihat penggunaan sumber daya yang kurang merata atau masih berfluktuasi dan Diperoleh schedule yang terbaik untuk penjadwalan proyek Pembangunan Kos Kalyana Paal 2 Manado. Dalam mempermudah pengelokasian tenaga kerja di perlukan aplikasi ini agar perataan bisa lebih teratur.
PENGAMANAN DAERAH PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN KEARIFAN LOKAL DI BATU PUTIH KOTA BITUNG Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol 11, No 58 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu Putih terletak di paling utara dari Kota Bitung yang terdiri dari dua kelurahan dan berada pada wilayah cagar alam Tangkoko-Batu Angus. Pada tahun 2008 terjadi bencana alam yaitu masuknya air laut menggenangi pemukiman yang menyebabkan lebih dari seratus rumah yang rusak dan tertimbun dengan pasir. Hingga saat ini pemerintah belum membangun pengaman pantai untuk daerah tersebut. Bagaimana masyarakat mengamankan daerah pantainya dengan menggunakan kearifan lokal sambil menunggu pembangunan pengaman pantai yangpermanen. Sea wall merupakan tipe bangunan pengaman pantai yang dapat dilakukan dengan menggunakan pasir yang dimasukkan kedalam karung yang disusun membentuk sea wall serta menggunakan pasok dan papan kayu untuk pembuatan jetty pada mulut sungai Batu Putih serta dipasang pada bangunan sea wall untuk mengurangi energy yang diakibatkan oleh run up gelombang.Kata kunci : Pengaman Pantai, Batu Putih Kota Bitung, Kearifan lokal
Analisa Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode PDM Dengan Menggunakan Konsep Cadangan Waktu Pada Proyek Peningkatan Ruas Jalan Tondano-Kembes-Manado Seksi 2 Virginia M. Sorongan; Ariestides K. T. Dundu; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi memiliki rangkaian kegiatan atau pekerjaan yang rumit dan saling bergantung satu sama lain. Pelaksanaan proyek konstruksi dimulai dari perencanaan, sampai pada pelaksanaan bagaimana penjadwalan, mengendalikan dan mengontrol proyek dengan baik. Penjadwalan proyek menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) memberikan gambaran network yang lebih sederhana dari CPM dan dapat mengerjakan sebuah pekerjaan tanpa menunggu kegiatan pendahulunya selesai 100%. Seiring dengan berjalannya waktu pembuatan penjadwalan mulai menggunakan perangkat lunak (Software) mulai dari Microsoft excel, Microsoft project dan lain sebagainya. Pada penelitian tugas akhir ini menggunakan perangkat lunak (software) Microsoft Project dalam penjadwalan PDM. Konsep cadangan waktu merupakan konsep yang mengatur kurun waktu proyek yang belum diperuntukkan (uncommitted) bagi kegiatan tertentu, sehingga dapat dipakai untuk memecahkan masalah proyek dalam aspek jadwal. Konsep cadangan waktu juga disajikan dan dianalisis dengan menggunakan jaringan kerja PDM. Pada proyek Peningkatan Ruas Jalan Tonadano – Kembes – Manado seksi 2 ini tidak mengalami keterlambatan dalam jadwal pelaksanaanya. Jadwal proyek memiliki rangkaian kegiatan yang tumpang tindih, sehingga penyusunan jadwal menggunakan diagram preseden pada Microsoft project akan lebih sederhana dan mudah dipahami. Analisa konsep cadangan waktu dilakukan pada situasi awal proyek, dapat berguna sebagai acuan dalam pengendalian jadwal proyek. Hasil penelitian menunjukkan nilai cadangan waktu pada situasi awal proyek adalah positif (+) 11 hari, dan nilai cadangan waktu pada minggu terakhir pelaksanaan pekerjaan masih bernilai positif (+) 11 hari karena tidak terjadi keterlambatan dalam proyek Peningkatan Ruas Jalan Tondano – Kembes – Manado seksi 2 ini. Kata kunci  –  Precedence Diagram Method, cadangan waktu, Microsoft Project
Analisis Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode Program Evaluation And Review Technique Pada Proyek Pembangunan Manado Outer Ringroad 3 Tahap III Tulandi, Gloria P.; Dundu, Ariestides K. T.; Walangitan, Deane R. O.
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58569

Abstract

Pembangunan jalan merupakan salah satu elemen yang penting dalam meningkatkan infrasturktur negara. Salah satu tujuan pembangunan jalan adalah untuk memperlancar lalu lintas, sehingga meningkatkan efisiensi dan kecepatan pergerakan kendaraan. Oleh karena itu, diperlukan manajemen proyek agar proyek terkelola dengan baik dari awal hingga akhir. Pada penelitian ini, metode analisis yang akan digunakan adalah metode PERT (Program Evaluation and Review Technique) merupakan suatu metode yang mencakup tiga perkiraan waktu, yaitu: a) Waktu pesimistik (a), adalah perikiraan waktu paling lama yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan b) Waktu paling mungkin atau most likely (m), adalah perkiraan waktu yang paling memungkinkan untuk menyelesaikan suatu kegiatan dalam proyek c) Waktu optimistik (b), adalah perkiraan waktu tercepat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Penelitian ini mengambil studi kasus proyek pembangunan Manado Outer Ringroad 3 Tahap III yang terletak di desa Sea, Kecepatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Teknik Pengumpulan Data dan Jenis Data Penelitian Terdapat 2 jenis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1. Data Primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data wawancara (interview) kepada pihak proyek (General Superintendent Engineer) dan melakukan pengamatan langsung ke lapangan atau observasi. 2. Data Sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa time schedule (Kurva-s) yang didapatkan dari otoritas pihak yang mengerjakan pembangunan Manado Outer Rirngroad 3 Tahap III 3. Setelah dilakukan analisa, didapatkan nilai standar deviasi dari jumlah keseluruhan (te) lintasan kritis yang didapatkan adalah 44.92, probabilitas untuk proyek dapat selesai dengan waktu yang ditargetkan pada durasi 238 hari adalah sebesar 50%. Kata kunci: PERT, diagram jaringan kerja, probabilitas
Penerapan Metode CPM (Critical Path Method) Dalam Perencanaan Manajemen Proyek Pada Proyek Jalan Molompar Utara-Wawali Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara Rolangon, Aprilia A.; Dundu, Ariestides K. T.; Malingkas, Grace Y.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.58785

Abstract

Transportasi darat merupakan salah satu sarana yang penting untuk meningkatkan pembangunan suatu daerah sehingga dianggap mampu melayani mobilisasi penduduknya dengan aman, nyaman, layak dan lancar. Dalam pembangunan sebuah proyek jalan banyak faktor-faktor pendukung yang memang harus diperhatikan. Oleh sebab itu, sebuah proyek akan memiliki batas waktu (deadline) dari setiap aktivitas yang berlangsung, dimana artinya proyek tersebut harus diselesaikan sebelum atau tepat waktu yang telah ditentukan. Maka manajemen proyek sangat di perlukan agar proyek terkelola dengan teratur. Pada penelitian ini, metode penelitian yang akan digunakan yaitu metode CPM (Critical Path Method) yang merupakan dasar dari sistem perencanaan dan pengendalian pekerjaan yang didasarkan pada network atau jaringan kerja. Metode ini mampu mengidentifikasi jalur kritis pada sekumpulan aktivitas yang telah ditentukan ketergantungan antar aktivitasnya. Penelitian ini mengambil studi kasus proyek jalan Molompar Utara-Wawali Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Teknik pengumpulan data dan jenis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data sekunder dimana data sekunder dalam penelitian ini berupa time schedule (Kurva S) yang didapatkan dari dinas PUPR Minahasa Tenggara. Setelah menerapkan metode CPM pada proyek jalan Molompar Utara-Wawali Pasan maka pekerjaan yang dilintasi jalur kritis diantaranya pekerjaan A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L. Dan pekerjaan yang tidak dilintasi jalur kritis yaitu pekerjaan J. Dimana setiap pekerjaan yang dilintasi jalur kritis diselesaikan tepat waktu agar tidak terjadi keterlambatan, dan pekerjaan yang tidak dilintasi jalur kritis masih bisa memiliki tenggang waktu. Kata kunci: Metode CPM, manajemen proyek, proyek jalan
Analisis Sedimentasi Di Muara Sungai Malalayang Kota Manado Manalip, Eunike H.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60363

Abstract

Sedimentasi di muara sungai merupakan fenomena alam yang kompleks dan seringkali menimbulkan masalah bagi masyarakat pesisir. Fokus penelitian ini yaitu pada analisis sedimentasi di Muara Sungai Malalayang, Kota Manado. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi proses sedimentasi di lokasi tersebut. Berdasarkan pengamatan lapangan dan kajian literatur, beberapa faktor yang diduga kuat mempengaruhi sedimentasi di muara sungai ini antara lain gelombang, debit sungai, dan pasang surut. Proses sedimentasi ini berdampak negatif pada lingkungan pesisir, seperti penyempitan mulut sungai yang menghambat aktivitas nelayan dan perubahan garis pantai. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data angin, gelombang, dan pasang surut dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika – Stasiun Meteorologi Maritim Bitung di Kota Bitung selama kurun waktu 5 tahun (2019-2024). Data ini kemudian dianalisis untuk mengetahui nilai angkutan sedimen sepanjang pantai maupun tegak lurus pantai di setiap tahun dengan menggunakan metode Coastal Engineering Research Center (CERC). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami dinamika sedimentasi di muara sungai serta memberikan rekomendasi pengelolaan yang tepat untuk mengurangi dampak negatif sedimentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak negatif sedimentasi, seperti pembangunan bangunan pengaman pantai seperti jetty, groin, dan breakwater. Kata kunci: sedimentasi, muara Sungai Malalayang, gelombang, pengelolaan pesisir
Penerapan Critical Path Method Dalam Pengelolaan Waktu Pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Moningka, Agnes K.; Dundu, Ariestides K. T.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60580

Abstract

Pada suatu proyek konstruksi ketepatan waktu penyelesaian proyek menjadi aspek penting yang memengaruhi tercapainya target pembangunan. Suatu proyek dikatakan baik jika penyelesaian proyek tersebut efisien ditinjau dari segi waktu. Manajemen waktu suatu proyek harus diperhatikan agar tidak menyimpang dari waktu yang sudah direncanakan dari Network Planning. Penelitian ini menerapkan Critical Path Method (CPM) dalam mengevaluasi manajemen waktu proyek.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan CPM dalam pengelolaan waktu proyek rekonstruksi Jalan Lahendong (1) di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, yang memiliki durasi pelaksanaan selama 180 hari kalender. Untuk mengidentiikasi pekerjaan dan jalur kritis proyek berdasarkan waktu perencanaan pada kurva s dan aktual yang terjadi di lapangan dari laporan mingguan. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan durasi perencanaan proyek, lintasan kritis mencakup pekerjaan Mobilisasi, Galian Biasa, Pembersihan dan Pengupasan Lahan, Penyiapan Badan Jalan, Timbunan Pilihan dari sumber galian, Lapis Pondasi Agregat A, Lapis Pondasi Agregat B, Lapis Aus (AC-WC), dan Lapis Perekat Aspal Cair/Emulsi. Berdasarkan laporan mingguan proyek, lintasan kritis juga meliputi pekerjaan Mobilisasi, Galian Biasa, Lapis Pondasi Agregat Kelas B, Lapis Pondasi Agregat Kelas A, Laston Lapis Aus (AC-WC), Beton fc’15 Mpa, dan Marka Jalan Termoplastik. Total durasi proyek tetap konsisten yaitu 180 hari kalender, Perbedaan ini menunjukkan adanya penyesuaian dalam pelaksanaan yang tidak sesuai dengan rencana awal, yang menjadi perhatian penting dalam evaluasi pengelolaan waktu proyek. Penerapan CPM dalam proyek ini memberikan gambaran yang lebih terukur terkait jalur kritis dan efektivitas manajemen waktu, serta dapat menjadi pedoman dalam pengelolaan proyek serupa di masa mendatang. Kata kunci: manajemen waktu, network planning, Critical Path Method, lintasan kritis
Analisis Nilai Hasil Pada Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Kota Tomohon Porajow, Tania G.; Dundu, Ariestides K. T.; Malingkas, Grace Y.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60581

Abstract

Perencanaan menjadi langkah awal untuk mencapai efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang akan digunakan. Proses pengendalian proyek harus dapat dikerjakan secara cepat dan tepat agar setiap penyimpangan yang terjadi dapat diidentifikasi dan dievaluasi dengan cepat. Dalam penelitian ini menggunakan metode Nilai Hasil (Earned Value) yang bertujuan untuk melakukan pengendalian terhadap proyek dan mencari indikator kinerja biaya, dan waktu pelaksanaan secara terinci dalam sebuah pemeriksaan, penelitian ini dilakukan pada pekerjaan Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Dari hasil analisis yang ditinjau mulai dari minggu ke-1 sampai minggu ke-17 mendapatkan estimasi waktu penyelesaian proyek ini adalah sebesar 25,29 minggu (177 hari) dengan sisa waktu sebesar 0,7 minggu (5 hari) dengan estimasi biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek ini adalah sebesar 4.854.504.200. Kata kunci: nilai hasil, waktu, biaya
Analisis Waktu Pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Dengan Menggunakan Metode PERT Damo, Lula R.; Dundu, Ariestides K. T.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60582

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong peningkatan dalam bidang manajemen proyek, khususnya di sektor konstruksi, di mana pengelolaan waktu menjadi aspek krusial untuk memastikan proyek selesai sesuai jadwal. Ketidakpastian dalam durasi setiap pekerjaan menjadi tantangan utama yang memerlukan metode penjadwalan yang mampu mengakomodasi variabilitas tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap waktu pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT). Metode ini dapat menggambarkan hubungan antar kegiatan dalam jaringan kerja (network planning), dengan menggunakan tiga estimasi waktu untuk menentukan durasi yang paling optimal dalam penyelesaian proyek. Sehingga dapat diperkirakan probabilitas pencapaian waktu penyelesaian sesuai jadwal yang telah ditentukan dalam kontrak. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa dengan penggunaan metode PERT, probabilitas untuk menyelesaikan proyek dalam waktu 180 hari sesuai jadwal adalah sebesar 63,31%, berdasarkan nilai distribusi normal kumulatif Z sebesar 0,34. Dan jika durasi proyek diperpanjang menjadi 190 hari, probabilitas penyelesaian meningkat secara signifikan menjadi 98,93%. Kata kunci: manajemen waktu, PERT, network planning
Analisis Pemodelan Perubahan Garis Pantai Menggunakan Aplikasi CEDAS NEMOS Di Pantai Bahoi Kecamatan Likupang Barat Dungus, Olvia; Mamoto, Jeffry D.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60599

Abstract

Pantai Bahoi merupakan salah satu kawasan pesisir yang dimanfaatkan sebagai pemukiman warga dan tempat bersandarnya kapal. Namun, wilayah ini menghadapi tantangan berupa mundurnya garis pantai hingga mencapai pemukiman warga akibat erosi yang disebabkan oleh gelombang dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi gelombang, memproyeksikan perubahan garis pantai dalam 10 tahun mendatang, serta menghitung volume sedimen yang tertransport menggunakan aplikasi CEDAS dengan modul NEMOS. Data yang digunakan meliputi kecepatan angin 5 tahun terakhir dari situs web POWER (Prediction of Worldwide Energy Resources) milik NASA, data pasang surut dari Pangkalan Utama TNI AL VIII Kairagi, peta lokasi/satelit dari Google Earth, serta data batimetri dari GEBCO yang diolah menggunakan software Global Mapper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelombang berkisar antara 1,345 m hingga 2,182 m pada kedalaman 1 m hingga 25 m, dengan tinggi gelombang pecah sebesar 1,3 m pada kedalaman 0,9 m dan arah pecah sebesar 47˚. Simulasi menggunakan aplikasi CEDAS pada modul NEMOS, khususnya komponen GENESIS, menunjukkan gerusan maksimum terjadi pada koordinat y = 156,34 dengan nilai sebesar 4,66 m, sedangkan akresi maksimum terjadi pada koordinat y = 111,19 dengan nilai sebesar 9,11 m. Selain itu, rata-rata volume sedimen yang tertransport berdasarkan simulasi adalah gerusan sebesar 27,0603 m³. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang dinamika pantai Bahoi serta potensi dampaknya terhadap wilayah pesisir, yang dapat menjadi acuan untuk upaya mitigasi dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Kata kunci: pantai Bahoi, perubahan garis pantai, CEDAS