Claim Missing Document
Check
Articles

Perawatan Ibu Nifas dan Bayi Baru Lahir Pada Masyarakat Suku Karo Valentina Purba; Dhea Fatika; Ima Nurmaini; Irma Suryani; Iftiqhori Nasution; Debora Paninsari
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.15503

Abstract

ABSTRACT Carrying out maternal care during the postpartum period in the Karo tribe is still considered relevant to today's care. Therefore, postpartum care in Karo culture still needs to be reintroduced. Karo culture is still very strong in the implementation of postpartum care for mothers who have just given birth. Traditional medicines are still owned and trusted by the Karo people to this day. One of them is postpartum care for mothers after giving birth, including Kuning Las, Tawar, Minyak Alun Or Minyak Urut, Sembur, and oukup or Mandi Uap, and Bubur Sira Lada. Knowing the Care of Postpartum Mothers and Newborn Babies in the Karo Tribe Community in Pancur Batu sub-district. This research uses quantitative research with chi-square data processing techniques; The population in this study were postpartum mothers and newborn babies in Pancur Batu sub-district. Care for postpartum mothers and newborns in the Karo tribe includes several treatments, namely, oukup, kuning las, tawar (jamu karo), sembur and bubur sira lada. Keyword: Postpartum Mother, Newborns, Karonese Culture ABSTRAK Melakukan perawatan ibu di masa nifas pada suku Karo sampai saat ini dianggap masih relevan dengan perawatan masa kini. Oleh karena itu, perawatan masa nifas pada budaya karo tetap perlu diperkenalkan kembali. Masih sangat kuat budaya karo dalam pelaksanaan asuhan masa nifas pada ibu yang baru melahirkan. Obat-obatan tradisional masih tetap dimiliki dan diyakini oleh masyarakat Karo sampai saat ini. Salah satunya adalah perawatan masa nifas pada ibu pasca melahirkan, antara lain kuning las,tawar,minyak alun atau minyak urut,sembur,dan oukup atau mandi uap,sembur,dan bubur Sira lada. Mengetahui Perawatan Ibu Nifas dan Bayi Baru Lahir Pada Masyarakat Suku Karo Di Kecamatan Pancur Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengolahan data chi-square; Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas dan bayi baru lahir suku karo yang berjumlah 150, dengan sample yang diambil sebanyak 50 sample. Perawatan ibu nifas dan bayi baru lahir masyarakat suku karo mencakup beberapa perawatan yaitu, oukup, kuning las, tawar (jamu karo), sembur dan bubur sira lada. Kata Kunci: Perawatan Ibu Nifas, Bayi Baru Lahir, Budaya Suku Karo
Perilaku Ibu Generasi Z Dalam Pola Asuh Bayi di Klinik Fatimah Ali I Marindal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Ade Putri Rosalinda Nasution; Salwati Salwati; Mai Fitri; Nur Asiah; Nurul Amal Siregar; Debora Paninsari
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.20056

Abstract

ABSTRACT Infancy is a crucial period in a child’s development that requires optimal parenting, especially from mothers. This study aims to describe the parenting behavior of Generation Z mothers and identify the factors influencing their parenting styles. Using a descriptive quantitative method, the research was conducted at Klinik Fatimah Ali I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, with a sample of 50 Generation Z mothers with infants aged 0–12 months. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using descriptive statistics. The findings indicate that most Generation Z mothers have a high level ofeducation (D3/S1) and areactivesocial mediausers. About 83.2 % of the respondents practiced good parenting, including exclusive breast feeding, active interaction with their babies, and regular monitoring of their child’s growth and development. However, social media significantly influenced parenting, with 58.4% of respondents obtaining parenting information from social media, though not all sources were credible. Additionally, social and environmental factors, such as family support and healthcare facilities, played a crucial role in shaping parenting behaviors. This study concludes that Generation Z mothers tend toadopt modern parenting approaches based on digital information but still require education and family support to filter information wisely. Therefore, educational programs and training on digital literacy-based parenting are essential to enhance the quality of infant care in the digital era. Keywords: Parenting, Generation Z Mothers, Social Media, Infants, Social Factors  ABSTRAK Masa bayi merupakan periode krusial dalam perkembangan anak yang memerlukan pola asuh optimal dari orang tua, khususnya ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku ibu Generasi Z dalam pola asuh bayi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penelitian ini dilakukan di Klinik Fatimah Ali I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, dengan sampel sebanyak 50 ibu Generasi Z yang memiliki bayi usia 0–12 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu Generasi Z memiliki tingkat pendidikan tinggi (D3/S1) dan aktif menggunakan media sosial. Sebanyak 83,2% ibu menerapkan pola asuh yang baik, termasuk pemberian ASI eksklusif, interaksi aktif dengan bayi, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Namun, pengaruh media sosial terhadap pola asuh cukup signifikan, di mana 58,4% responden mengaku memperoleh informasi pola asuh dari media sosial, meskipun tidak semuanya berasal dari sumber yang kredibel. Selain itu, faktor sosial dan lingkungan, seperti dukungan keluarga dan fasilitas kesehatan, turut berkontribusi dalam menentukan pola asuh yang diterapkan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ibu Generasi Z cenderung mengadopsi pola asuh modern yang berbasis informasi digital, tetapi tetap membutuhkan edukasi dan dukungan keluarga agar dapat menyaring informasi dengan bijak. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi dan pelatihan terkait pola asuh berbasis literasi digital untuk meningkatkan kualitas pengasuhan bayi di era digital. Kata Kunci: Pola Asuh, Ibu Generasi Z, Media Sosial, Bayi, Faktor Sosial
Factors Influencing Mothers’ Interest In Monitoring Infant Development at Fathya General and Maternity Clinic, Medan Miranda Sari Putri; Listiani Listiani; Mahmudiah Mahmudiah; Manis Nopel P. Tampubolon; Misma Misma; Debora Paninsari
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20087

Abstract

ABSTRACT Monitoring infant development is essential to ensure optimal achievement both physically and cognitively. In Indonesia, the implementation of infant monitoring still faces various challenges, particularly those related to maternal sociodemographic factors. This study aims to identify the sociodemographic factors that influence mothers’ interest in monitoring infant development at Fathya General and Maternity Clinic in Medan in 2024. The study employs a cross-sectional design involving 30 mothers with infants aged 0–12 months, selected using simple random sampling. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed descriptively using SPSS. The results indicate that the majority of respondents belong to the 25–35 years age group (50%), with higher education being the dominant level (43.3%), and 53.3% of the respondents are housewives. The distribution of mothers’ interest in monitoring infant development shows that 50% of respondents stated “Disagree,” 33.3% “Agree,” and 16.7% “Strongly Agree,” with no respondents choosing “Strongly Disagree.” These findings suggest that although most respondents have a high educational background, their interest in monitoring infant development is not optimal. Enhancing educational and socialization programs regarding the importance of infant monitoring is necessary to encourage more proactive participation among mothers. Keywords: Knowledge, Age, Education, Interest, Infant Development ABSTRAK Pemantauan tumbuh kembang bayi sangat penting untuk memastikan pencapaian optimal baik secara fisik maupun kognitif. Di Indonesia, pelaksanaan pemantauan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan faktor sosiodemografi ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosiodemografi yang mempengaruhi minat ibu dalam pemantauan tumbuh kembang bayi di Klinik Umum dan Bersalin Fathya Medan pada tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 30 responden ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan, dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia 25–35 tahun (50%), dengan tingkat pendidikan yang dominan adalah Perguruan Tinggi (43,3%), serta 53,3% merupakan ibu rumah tangga. Distribusi minat ibu dalam pemantauan tumbuh kembang bayi memperlihatkan bahwa 50% responden menyatakan “Tidak Setuju”, 33,3% “Setuju”, dan 16,7% “Sangat Setuju”, sedangkan tidak terdapat responden yang memilih “Sangat Tidak Setuju”. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian besar responden memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, minat dalam pemantauan tumbuh kembang bayi belum optimal. Peningkatan program edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya pemantauan bayi perlu dilakukan untuk mendorong partisipasi ibu secara lebih proaktif. Kata Kunci: Pengetahuan, Usia, Pendidikan, Minat, Tumbuh Kembang Bayi
HUBUNGAN PIJAT BAYI MANDIRI DENGAN POLA MENYUSUI PADA BAYI ASI EKSKLUSIF Ranti Yuliana; Debora Paninsari; Wulan Sekar Sari; Nisaul Mudrikah; Elli Airi; Reska Elisa
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v12i1.2214

Abstract

Regularly massaging babies can optimize breast milk intake, appetite, and weight gain. This consistent touch therapy is key to obtaining comprehensive health benefits for babies. This study was designed to analyze the relationship between baby massage practices performed independently by mothers and the consistency of breastfeeding patterns in babies who are exclusively breastfed. This study applied a quantitative approach with an analytical observational design through a cross-sectional design. A total of 110 mothers with infants aged 0-12 months at Teungku Peukan General Hospital were included in this study. Using purposive sampling, a sample of 86 respondents was obtained. Data were collected through a structured questionnaire to assess the variables of independent infant massage and exclusive breastfeeding patterns, which were then analyzed using the Chi-Square statistical test. The results of the study revealed that 65.1% of respondents performed independent infant massage and 61.2% of mothers had good breastfeeding patterns. Statistically, a significant relationship was found between the practice of independent infant massage and breastfeeding patterns in exclusively breastfed infants, as indicated by a p-value of 0.000 (p<0.05). Thus, it can be concluded that massage stimulation by mothers contributes to the success of breastfeeding patterns.
Effectiveness of the "Hybrid-Midwifery" Model Based on WhatsApp Group and Home Visit on Early Detection of Pregnancy Danger Signs and Anxiety in Primigravida Mothers Debora Paninsari; Debi Novita Siregar
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 11 No. 1 (2026): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmik.v11i1.999

Abstract

Background: Delayed recognition of pregnancy danger signs contributes to maternal and neonatal morbidity and mortality. Conventional antenatal education is often limited by time constraints, resulting in inadequate knowledge retention and persistent anxiety, particularly among primigravida mothers. Hybrid models integrating digital education and personalized support may enhance both cognitive and psychological outcomes during pregnancy. Method: A quasi-experimental pretest–posttest control group study was conducted among 70 third-trimester primigravida mothers in Deli Serdang Regency, North Sumatra, Indonesia. Participants were recruited through purposive sampling and allocated into an intervention group (n=35) and a control group (n=35). The intervention group received a 4-week Hybrid-Midwifery program consisting of WhatsApp-based education and individualized home visits, while the control group received standard antenatal care. Knowledge of pregnancy danger signs was assessed using a validated questionnaire (Cronbach’s α=0.813), and anxiety was measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data were analyzed using paired and independent t-tests. Result: The intervention group demonstrated significantly higher post-test knowledge scores than the control group (84.50 ± 5.20 vs. 62.10 ± 6.35; mean difference=22.40, 95% CI: 19.10–25.70; p<0.001; Cohen’s d=3.87). Anxiety levels were significantly lower in the intervention group than in the control group at post-test (11.20 ± 2.15 vs. 20.40 ± 3.10; mean difference=9.20, 95% CI: 7.85–10.55; p<0.001; Cohen’s d=3.48). Conclusion: The Hybrid-Midwifery model was associated with substantial improvements in knowledge of pregnancy danger signs and significant reductions in anxiety among primigravida mothers. This integrated digital-humanistic approach may serve as a feasible complementary strategy for strengthening antenatal care services in primary healthcare settings
The Relationship between I Love You Massage and Decreased Frequency of Colic in Bloated Infants Debora Paninsari; Riris Talenta Situmorang; Roma Ria Br. Sitohang; Novi Adies Adelia; Nur Indah Giawa; Okta Elvina Marpaung
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.5866

Abstract

Infantile colic or also known as colic in infants is when a healthy baby experiences bloating and crying loudly for no apparent reason. One way to get rid of the disorder in the form of flatulence and colic pain in infants is to provide massage techniques which are gentle stroking movements on the abdomen that resemble the letters “I” “L” and “U”, helping digestive health and improving the digestive system. Objective: This study aims to see the relationship of I Love You massage with a decrease in the frequency of colic in bloated babies at the Siti Hajar midwife clinic in Medan Marelan. Methods: This type of research is Quantitative research with Correlation design research design. The population is all babies who experience bloating as many as 40 babies. The sampling method used Non Probability Sampling with Accidental Sampling type as many as 36 bloated babies, carried out using observation sheets and interviews. With data analysis using the Chi Square test. Results: The results of this study indicate that the p value = 0.000 <0.005 so that the null hypothesis (H0) is rejected. Conclusion: there is a relationship between I Love You massage with a decrease in frequency in baby bloating.
Postpartum and Newborn Care in the Karo Ethnic Debora Paninsari; Chrismis Novalinda; Tiarnida Nababan
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.6596

Abstract

Traditional medicine is still an important part of Karo people's lives and is still believed in today, especially in postpartum care for mothers. The herbs used are generally based on local plants. This practice not only functions medically according to local beliefs. Kuning Las, Tawar, massage oil, Sembur, and Oukup or steam bath, spray, and Sira lada porridge.But also has cultural and spiritual values that strengthen social ties and family support during the postpartum period. This study was conducted to determine the Karo Tribe's Traditions in Caring for Postpartum Mothers and Newborns Method: This study uses a quantitative research approach with a cross-sectional design.. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed statistically to see the relationship between dependent and independent variables. This study was conducted in Pancur Batu District, North Sumatra. The reason for choosing this area as a research location is because the area includes the Batak Karo ethnic community. The population in this study were postpartum mothers and newborns in Pancur Batu District. The sample in this study is part of the population used as a research object that meets the inclusion criteria and exclusion criteria totaling 50 people. The data was obtained through questionnaires and interviews, then the data was subjected to univariate and bivariate analysis. Conclusions: Postpartum and newborn care for Karo people includes several treatments, oukup, kuning las, tawar (karo herbal medicine), sembur and sira lada porridge. The benefits of the treatment itself can be to make the mother healthier and stronger, to prevent the mother from catching a cold. In infants, the use of param on the crown so that the baby's head hardens quickly, sira lada porridge as one of the treatments to facilitate breast milk.
Hubungan Breastfeeding Father dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi 0-6 Bulan Melda Susila; Debora Paninsari; Enny Syafrita; Marisa Khaterina Sipahutar; Zulvinasari Zakaria
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.20

Abstract

Pemberian ASI eksklusif pada bayi baru lahir merupakan salah satu upaya untuk mencegah kematian dan masalah kekurangan gizi pada bayi dan balita. Salah satu faktor pendorong keberhasilan ASI ekslusif adalah faktor dukungan seorang suami yang selanjutnya disebut dengan breastfeeding father. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan breastfeeding father dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Desa Paya Bujok Seulemak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey penelitian analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ayah yang memiliki bayi usia 0-6 bulan bulan di di Desa Paya Bujok Seulemak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa sebanyak 378 orang.Sampel sebanyak 79 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan mengumpulkan data langsung dari hasil wawancara kepada responden menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif sebagian besar tidak berhasil sebanyak 57 responden (72,2%). Penerapan breastfeeding father sebagian besar kurang baik sebanyak 51 responden (64,6%). Ada hubungan breastfeeding father dengan keberhasilan pemberian asi eksklusif pada bayi 0-6 bulan dengan nilai p-value = 0,000 (p>0,05). Ada hubungan breastfeeding father dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Desa Paya Bujok Seulemak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa.
Analisis Tahapan Pelaksanaan Baby SPA Yusmaniar Yusmaniar; Nur Adnen; Zulfayani Zulfayani; Hanisah Hanisah; Cut Baren; Debora Paninsari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.73

Abstract

Periode seribu hari pertama kehdupan, mula dari dalam kandungan hingga usia dua tahun, merupakan masa yang sangat penting dan krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Masa ini dikenal sebagai Golden Period, Wndow of Opportunty, dan Critical Period, dimana otak dan kemampuan motorik anak berkembang dengan sangat pesat. Pada masa ini stimulasi eksternal sangat dibutuhkan agar anak mencapai tumbuh kembang yang optmal. Salah satu bentuk stimulas yang dapat diberikan adalah melalui pelayanan Baby Spa. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, serta menggunakan analisis univarat dan bivarat untuk melihat distribusi data dan hubungan antar variabel. Analisis univarat menunjukkan bahwa dari 46 responden, sebanyak 29 orang (63%) telah melaksanakan tahapan Baby Spa secara lengkap. Sebagian besar pelaksana memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi (43,5%) dan mayoritas tempat pelaksanaan memiliki sarana prasarana yang lengkap (54,3%). Hasil analisis bivarat menunjukkan adanya hubungan yang signifkan antara tingkat pengetahuan pelaksana dengan kelengkapan tahapan Baby Spa (p=0,000), serta hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan kelengkapan pelaksanaan Baby Spa (p=0,000).
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Bounding Sejak Dini pada Anak Ummi Kalsum; Debora Paninsari; Vivi Fatimah; Ajeng Tri Mutia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.88

Abstract

Bounding merupakan bentuk peningkatan hubungan emosional mendalam antara orang tua dan anak, ditandai dengan ikatan batin yang kuat melalui interaksi terus-menerus dan penuh kasih sayang antara anak dan orang tuanya. Keberhasilan bounding antara ibu dan anak hingga usia 0–3 tahun penting karena masa ini krusial bagi pembentukan hubungan emosional yang sehat di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang bounding sejak dini pada anak di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Glugur Darat Kecamatan Medan Barat Kota Medan. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Glugur Darat Kecamatan Medan Barat Kota Medan sebanyak 58 orang dengan teknik purposive sampling. Analisa data dikumpulkan dari hasil wawancara menggunakan kuesioner. Dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang bounding sejak dini sebagian besar cukup sebanyak 28 responden (48,3%), sikap ibu tentang bounding sejak dini sebagian besar negatif sebanyak 39 responden (67,2%), bounding sejak dini yang diterapkan ibu sebagian besar kurang baik sebanyak 41 responden (70,7%). Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan bounding sejak dinidengan p-value 0,000 (p<0,05) dan ada hubungan pengetahuan ibu dengan bounding sejak dinidengan p-value 0,016 (p<0,05).
Co-Authors Ade Irawati Ulfa Tanjung Ade Putri Rosalinda Nasution Afriza , Nurul Agusdiana Agusdiana Agusnidar, Fitriya Ajeng Tri Mutia Amdani, Riska Andrayani, Kiki Helmaliya Angel Graciela Anggriany, Liana Aoudry Purba Arifa. AF, Nurlaili Arijah . Armansyah , Andini septiana Artiani , Litri Asnawati Asnawati Astuti , Astuti Aulia , Marshanda Putri Azira Hazni Azkiah, Novi Azmarani, Azmarani Azzahra, Nasywa Firja B.P, Santri Paramita Barus, Elfriza Putri Bidaya, Delni Suarsih Br. Naibaho, Samini Brahmana, Sania Tawanta Br Bunga Anggraini Buulolo , Eunike Stefhani Cecilia Arnas B Harefa Cerina Er Hagana Chiou Feng Lin Chrismis Novalinda Clarita Angelina Cut Baren Dara Sakinahtul Dipa Debi Novita Siregar Debora Debora Dedy Husrizal Syah, Dedy Husrizal Deo Demonta Panggabean Deswita E.K.C Gulo Devi Arista Dewi Mega Br. Simbolon Dewi, Novie Kartika Dhea Fatika Eka Kristina Hulu Ekawati Sagala Eli Oktarina Elli Airi Elly Meilany Br Sinaga Elsa Siburian Elsa Situmorang Emma Oktaviani Emmi Mauliana Endang Herdiyanti Enny Syafrita Erika Fatrecia Erlinda Erlinda Esmeralda . Eva Latifah Nurhayati Fadillah Fadillah Faridah Faridah Fira Mumek Fitriana Fitriana Fitriani Fitriani Fitrianita, Fitrianita Flaviana Oktaviani Flori Niscaya Ria Zebua Fransiska Apriyani Tarigan Friska Nora Wati Marpaung Gaol, Rita Lumban Garamba, Indah Purnama Sari Gebby S. A. Tarigan Gelora Pertiwi Gulo , Nanda Putri Berlian Halimatussakdiah Hanisah Hanisah Hanna Kloudia Ginting Harahap, Melda Marni Pajariah Harahap, Samsidar Rasmi Harefa, Libertina Hasnita Treesna Sandi Hasnita Treesna Sandi Harefa Hasnita, Erly Hasugian, Arsita Herfan Feronika Bago Hikmalia Sekartika Syahputri Hutapea, Yessy Febrina Uli Iftiqhori Nasution Ima Nurmaini Indri Purnama Agustin Ines Novita Sarin Nainggolan Irma Suryani Isma Muliana Jayanti , Astri Dwi Jensari Ariani Sarumaha Jesi Dwita Hutabarat Jessica Margareth Harefa Jonny Haratua Panggabean, Jonny Haratua Julianti Samosir Juwita, Norma Karmila Syari Khairani Khairani Khairani, Rizza Khoir, Umul Kurniawati Buulolo Laeli Yuliyanti Latifah Nurhayati Laura Sihombing Linda Mala Sari Harahap Lioni Masta Lubis Listiani Listiani Loi, Emerensia E Mahmudiah Mahmudiah Mai Fitri Malasari, Novi Manik, DiniLa Putri Olina Br. Manis Nopel P. Tampubolon Manja Riskawati Riskawati Marbun, Romasta Diana Mardhiah, Eni MARIA BINTANG Maria Mutiara Saragih Mariani Br Panjiatan Marisa Khaterina Sipahutar Marlina, Elvia Marni Hutabarat Mauliana, Emmi Meilindasari Zandroto Melda Susila Melvina Ariani Zenderato Minda Silvia S. Hasibuan Miranda Sari Putri Misma Misma Mukti Hamjah Harahap, Mukti Hamjah Munthe, Eka Idana Br Munthe, Elvinar Murniwati Laia Nababan, Bunga Hariani Nelfian Laia Nisaul Mudrikah Novi Adies Adelia Nur Adnen Nur Asiah Nur Indah Giawa Nurhikmah Nurhikmah Nurul Amal Siregar Oinike Septiani Wau Okta Elvina Marpaung Oktarina, Eli Oktavia, Rini Firdayeni Pasaribu, Friska Yanti Patimah Pebi Pebriyanti Maulida Pertiwi, Rizky Nustanti Pohan, Rini Astuti Primawty Dwi Rijsubo Purba, Novita Bintara Puti Lestari Putri Damaiyanti Putri Shamila Sari Putri, Puspa Mutia Syah Putri, Vivi Satria Putri Qisthi Aulia Sucitrawaty Rahma Yani Nasution Rahmaini Fitri Harahap Ranti Yuliana Reska Elisa Rini Aisyah Hasibuan Rini Puspa Sari, Rini Puspa Riris Talenta Situmorang Rizki Ananda, Muliana Gea Roma Ria Br. Sitohang Sakinah, Rizki Salwati Salwati Salyani, Salyani Samosir , Hernawati Romauli Samsinar Samsinar Sapitri , Anggiani Saputri , Fatmawaty Sari , Delia Permata Sari , Eni Novita Sari Dayang Br. Sitepu Sari Wahyu Diana Sari, Hesti Kumala Saskia Sitindoan Sembiring , Elva Elvionita Br Sembiring , Juni Kristiani Br Sembiring, Rinawati Sephira, Intan Nadya Septiana Hulu Septina Lestari Laowo Shanty Satria Siahaan, Gustien Siburian, Elsa Sidabutar , Liontin Sidabutar, Santa Greace Sihombing, Arta Mariam Sihombing, Laura Simamora , Apriyanti Simangunsong , Eva Zhurnita Simangunsong, Phoebe Simanjuntak, Ellida Friska Sinaga , Jesika Kristin Sintia Mutiara Yohana Sinur Hanna Putri Siregar, Dian Yulfani Siregar, Elvina Rizki Siregar, None Atika Fatra Siswahyudianto Sitanggang, Ester Aprilda Sitepu, Perariken Sitompul , Asrina Polanisa Sitti Zaitun Phonna Sondang, Mega Sony Elvia Dahman Sri Swarti Subang Aini Nasution Suciana Rangkuti Sunarti Susanti, Falasifah Susi Susanti Aritonang Suyoko, Cica Syafrida, Elli Syahadah, Nurul Fatehah Tamba, Yulita Sari Tambunan, Jesika Triana Taringan, Pebriani Br. Tasya Pratiwi Tiarnida Nababan Tinambunan, Mella Santika Tobing, Evelyn Luciana Tondang, Kesya Nirina Ummi Kalsum Utami, Rizka Ananda Valentina Purba Verawaty Fitrinelda Silaban Veronica Tiolenti Tambunan Viona Rozalina Vivi Fatimah Waruwu, Febriati Wau, Yesdita Rohanita Windi Astuti Wulan Sekar Sari Yenny Sri Windia Sari Hutagalung Yenti Kusnani Duha Yohana Nelviana Melani Ambarita Yohana Tumanggor Yossy Juwita Veronica S Yulia Hanim Pane Yuliyanti, Laeli Yunita, Rini Sandra Yusmaniar Yusmaniar Yutika Zai , Lady Angelita Zega, Ningsisari Zulfayani Zulfayani Zulvinasari Zakaria