Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Frekuensi Konsumsi Junk Food, Status Gizi dan Usia Menarche pada Siswi SMP Dharma Praja Kabupaten Badung Provinsi Bali Ni Nyoman Purwita Sari; Desak Putu Sukraniti; I Made Rodja Suantara
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v8i1.372

Abstract

Menarche is the first menstruation that occurs in women. According to Riskesdas, the prevalence of menarche 12 years is 5.2%. The purpose of this research is to know the correlation trend between frequency of junk food consumption with nutritional status, nutritional status with menarche age and frequency of junk food consumption with menarche age. This type of research is an observational study with cross-sectional design. The sampling technique of this research is by proportional simple random sampling method. The sample of this study amounted to 76. Frequency of consumption was collected with FFQ media, nutritional status calculated by z-Score and age of menarche collected by questionnaire. The results were analyzed by univariate and bivariate tables. Result of frequency analysis of junk food consumption with nutritional status get result that there is tendency of correlation between frequency of consumption of junk food with nutritional status. The result of nutritional status analysis with age of menarche has resulted that there is no correlation between nutritional status with age of menarche. The result of frequency analysis of junk food consumption with age of menarche get result that there is tendency of correlation between frequency of consumption of junk food with age of menarche .As a conclusion from this research that there is tendency of correlation between frequency of consumption of junk food with nutritional status and between frequency of consumption of junk food with age menarche but there is no trend of nutritional status correlation with age of menarche.Keywords:  junk food, nutritional status, menarche, a female student
HUBUNGAN CITA RASA DENGAN SISA MAKANAN BIASA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TK II UDAYANA DENPASAR Ni Komang Desi Dina Purwita; Desak Putu Sukraniti; Ida Ayu Eka Padmiari
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i1.1590

Abstract

Food maintenance is the responsibility of Nutrition Installation at Tk. II Udayana Hospital Denpasar, but often find problems in the form of patient food waste that exceeds the standard. This study aims to analyze the relationship of taste with ordinary food waste in the hospitalization at Tk. II Udayana Hospital Denpasar, as one of the scientific evaluation steps in reducing food waste. The data in this study were collected by questionnaire and observation methods. The results of this study showed that the results showed that, of the 47 samples studied that had a large sample food waste is 18 people (38.3%), which is classified as a small number of 29 people (61.7%) and averaged the sample regular food waste of 18.4%. The sample that stated the taste of good food was 42 people (89.4%) and stated the taste of food is not good ie 5 people (10.6%).Keywords: Flavor,Food wasted    
Hubungan Tingkat Konsumsi Energi Protein, Pemberian ASI Eksklusif dan BBL Dengan Status Gizi Balita Anak Agung Istri Agung Ayu Pradnyani; I Gusti Agung Ari Widarti; Desak Putu Sukraniti
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i4.2555

Abstract

Status gizi balita adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Setiap individu membutuhkan asupan zat gizi yang berbeda, hal ini tergantung pada usia, jenis kelamin, aktivitas, berat badan, dan lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita dibagi menjadi faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung yaitu asupan makanan, pemberian ASI Eksklusif, penyakit infeksi dan berat badan lahir. Faktor tidak langsung yaitu pelayanan kesehatan dan sosial budaya yang mencangkup tingkat pendidikan, pengetahuan, pendapatan, tradisi atau kebiasaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi energi dan protein, pemberian ASI Eksklusif dan berat badan lahir dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Klungkung I. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel yaitu 92. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan pengukuran. Data disajikan dengan tabel frekuensi dan tabel silang kemudian data variabel di uji normalitasnya menggunakan uji Shapiro Wilk. Hasil uji analisis Rank Spearman menunjukkan ada hubungan antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi balita (p-value = 0,000). Untuk hasil uji analisis tingkat konsumsi protein dengan status gizi balita menunjukkan ada hubungan (p-value = 0,000). Untuk hasil uji analisis pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi balita menunjukkan ada hubungan (p-value = 0,025). Untuk hasil uji analisis berat badan lahir dengan status gizi balita menunjukkan ada hubungan (p-value = 0,001).
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap dan Praktik Hygiene Sanitasi Tenaga Penjamah Makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Jiwa Ni Kadek Ayu Miliyanti; Ni Nengah Ariati; Desak Putu Sukraniti
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i4.2326

Abstract

Masalah kesehatan khususnya masalah hygiene dan sanitasi makanan merupakanmasalah  yang  sangat  kompleks  dan    sebenarnya            bukan merupakan masalahyangbaru. Faktor yang mempengaruhi hygiene dan sanitasi salah satunya adalah faktor penjamah makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganpengetahuan dengan sikap dan praktik hygiene sanitasi tenaga penjamah makanandi Instalasi Gizi UPTD Rumah Sakit Jiwa Bangli. Jenis penelitian ini adalahobservasional dengan rancangan cross sectional. Besar sampel dalampenelitianini adalah 29 orang tenaga penjamah makanan dengan kriteria inklusi yaitu: 1) petugas makanan yang berada di Instalasi Gizi UPTD Rumah Sakit Jiwa Bangli; 2) mampu berkomunikasi dengan baik; 3) mampu membaca dan menulis dengan baik; 4) bersedia menjadi sampel penelitian. Data dikumpulkan denganmelakukan pengisian kuesioner pengetahuan, sikap dan data praktik dilakukandengan observasi. Penelitian ini menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan ahli gizi dan penjamah makanan94,5, rata-rata sikap ahli gizi dan penjamah makanan 81, dan rata- rata praktikahli gizi dan penjamah makanan 97,1. Hasil analisis menunjukkan ada hubunganantara pengetahuan dengan sikap, serta ada hubungan antara sikap dengan praktikhygiene sanitasi tenaga penjamah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Jiwa Bangli (p0,05). Disarankan untuk tenaga penjamah makanan    yakni,    ahli    gizi    danpenjamah    makanan    mempertahankan pengetahuan, sikap dan praktik hygienesanitasi agar tetap dipredikat baik.
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Penyajian Makanan di Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta Ni Putu Padma Widya Sari; Ida Ayu Eka Padmiari; Desak Putu Sukraniti
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i3.2158

Abstract

Kepuasan pasien adalah harapan pasien yang timbul atas tindakan tenaga kesehatan sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan selama proses berinteraksi dalam upaya memberikan pelayanan (Pohan dalam Sutari, 2017). Salah satu pelayanan kesehatan yang tidak luput dari perhatian adalah pelayanan makanan di rumah sakit, yakni penyajian makanan. Berdasarkan data hasil penelitian yang ada, masih terdapat kesenjangan antara harapan pasien dengan pengalaman terkait pelaksanan penyelenggaraan makanan di rumah sakit pemerintah dengan rumah sakit swasta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat inap berdasarkan penyajian makanan di rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta. Jenis penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mencari database dari berbagai referensi, seperti jurnal – jurnal penelitian terkait dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap penyajian makanan di rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta. Adapun jumlah jurnal yang dikaji dalam penelitian ini berjumlah sebelas jurnal. Sebagian besar hasil ketidakpuasan pasien berkaitan dengan rasa makanan,aroma makanan, penampilan makanan, dan pelayanan petugas. Tingkat kepuasan pasien di rumah sakit pemerintah berdasarkan tingkat kepuasan terhadap penyajian makanan diperoleh 107% lalu untuk rumah sakit swasta diperoleh hasil 105.83%. Meskipun banyak kekurangan diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat untuk dijadikan sumber informasi dalam pengembangan di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, referensi untuk penelitian dengan tema yang sama, serta pembaharuan data
PERBEDAAN STATUS ANEMIA BERDASARKAN KONSUMSI ZAT BESI (Fe) DAN LAMA MENSTRUASI PADA SISWI SMK NEGERI 1 TABANAN ageng siti zaenab; Ida Ayu Eka Padmiari; Desak Putu Sukraniti
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v11i1.1177

Abstract

Anemia is one of the health problems throughout the world, especially in developing countries, where an estimated 30% of the world's population suffer from anemia. Normal Hb levels in adolescent girls ≥ 12 g / dl. Anemia occurs in adolescents. Anemia in adolescents is anemia caused by lack of intake of nutrients needed for the formation of hemoglobin, which is iron. The purpose of this study was to determine differences in anemia status based on iron consumption and menstrual duration. This study was an observational study with a cross-sectional approach at SMK Negeri 1 Tabanan in January - March 2020. The study population was grade X students of SMK Negeri 1 Tabanan and the sample was 100 people. Anemia status data samples were collected by measuring hemoglobin levels using a Hb meter. Consumption of iron nutrients obtained through interviews 2x24 hour recall form and menstrual long form. Data were analyzed descriptively and analytically using independent t-test. As many as 97.0% of the sample were not anemic, 89.0% consumed iron with more categories, 100% with normal menstrual periods. The results of statistical analysis, it is known that the consumption of iron variables that affect the anemia status of the sample obtained p value ɑ (p 0.05) which means there are differences in anemia status based on iron consumption. Analysis of differences in anemia status and menstrual length obtained p value ɑ (p 0.05) which means there was no difference in anemia status based on menstrual durationKeywords: iron consumption (Fe), menstrual duration and anemia status
Hubungan Pengetahuan Tentang Serat dan Konsumsi Serat Terhadap Status Obesitas Pada Remaja di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar Nyoman Anggita Purnamaningsih; Desak Putu Sukraniti; I Ketut Kencana
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i4.2371

Abstract

Perilaku remaja dalam memilih dan mengkonsumsi makanan dipengaruhi oleh pengetahuan tentang makanan. Sebagian besar remaja mengkonsumsi makanan yang tidak seimbang dan kurang konsumsi serat. Perilaku ini dapat menyebabkan masalah gizi pada remaja. Salah satu masalah gizi pada remaja adalah obesitas. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 ditemukan sebanyak 9,5% remaja mengalami overweight dan 4,0% mengalami obesitas. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya konsumsi buah dan sayur. Disatu sisi buah dan sayur merupakan penyumbang serat yang baik dan sangat dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan konsumsi serat dengan status obesitas. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 63 sampel. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner pengetahuan, form SQ-FFQ, penimbangan berat badan dan tinggi badan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44,4% sampel dengan kategori pengetahuan kurang. Konsumsi serat sebagian besar sampel dengan kategori kurang yaitu sebanyak 68,2%. Sebanyak 25,4% sampel mengalami obesitas. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan konsumsi serat p0,05 (p=0,035). Tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi serat dengan status obesitas p0,05 (p=0,177).
Nutrition Education Video Can Improve Knowledge And Hemoglobin Levels In Students Of Sman 1 Singaraja Bali Province Ida Ayu Eka Padmiari; Desak Made Ardhya Pramesti Suci Sanjiwani; Desak Putu Sukraniti
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 3 No. 6 (2025): IJHET MARCH 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v3i6.264

Abstract

Based on the 2013 and 2018 Riskesdas, the prevalence of anemia in adolescents in Indonesia has increased from 18,4% to 32%. And there are 21,4% of young women forget to take iron tablets. The purpose of this study was to determine differences in knowledge and hemoglobin levels before and after giving nutrition education videos to female students of SMAN 1 Singaraja. The type of research used is quantitative research with a quasi-experimental design using the one-group pretest-posttest design method. The number of samples in this study were 61 female students. Using a nonparametric test, namely the Wilcoxon Test. The characteristics of the sample were 32 samples (51,6%) aged 16-20 years, while 30 samples (48,4%) aged 10-15 years. The results of data collection show that the average age of the sample is 16 years, where the average sample has a BMI of 20,18 kg/m2 which is a normal nutritional status. There was an increase in the average value of the sample's Hb level of 0,3 from 14,2 to 14,5. The knowledge of the sample experienced an increase in the average value of 6,7 from 71,2 to 77,9. Wilcoxon Test Results On the Hb level variable, the sig. 0,159 (sig. >α ; α = 0,05) so that there is no significant difference in the results of Hb levels between before and after the nutrition education intervention is given.In the knowledge variable, the sig value is obtained. 0,000 (sig. <α ; α = 0,05), where there is a difference in the results of knowledge between before and after the nutrition education intervention is given. Therefore nutrition education is needed in any media to maintain health and prevent anemia in female students
Hubungan Pengetahuan dan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Status Obesitas Remaja di SMP Negeri 2 Abiansemal Anggara, I Made Yoga Ary; Sukraniti, Desak Putu; Suarjana, I Made
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v14i1.3470

Abstract

Obesity is a pathological condition where excess fat accumulates in the body which is influenced by several factors, one of which is consumption and knowledge. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge and consumption of fast food and the obesity status of adolescents at SMP Negeri 2 Abiansemal. This type of observational research was carried out in February 2023 at SMP Negeri 2 Abiansemal, with 76 samples. The sample collection technique uses the Multistage Random Sampling method. Consumption data uses 1x24 hour recall collected over 2 days. Knowledge data was collected using a knowledge form through interviews. The data are presented in frequency tables and cross tables between knowledge and consumption of fast food macronutrients and between consumption of fast food macronutrients and obesity status. The results of the Spearman rank analysis test show that there is a relationship between knowledge and fast food protein consumption (p = 0.000, r = -0.718). There is a relationship between knowledge and consumption of fast food fats (p = 0.000, r = 0.438). There is a relationship between protein consumption and obesity status (p = 0.000, r = 0.826). There is a relationship between fat consumption and nutritional status (p = 0.000, r = -0.507). It is hoped that schools can provide education to students, canteens and shops about nutritionally balanced food and it is hoped that future researchers can explore other factors that cause obesity by using more appropriate methods such as SQ-FFQ. 
Perubahan Pengetahuan, Sikap, Praktek Diet dan Kadar Gula Darah Sesudah Konseling Gizi Pada Penderita Diabetes Melitus Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan Sukraniti, Desak Putu; Mataram, I Komang Agusjaya; Adistyanthi Dinar, I Gusti Ayu Agung Amanda
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v13i4.2807

Abstract

Diabetes mellitus can be influenced by knowledge, attitudes, dietary practices and blood sugar levels. The purpose of the study was to determine changes in knowledge, attitudes, dietary practices and blood sugar levels after nutritional counseling in patients with Diabetes Mellitus hospitalized at Tabanan Regional General Hospital. This study used Pre experimental with One-Group Pretest-Posttest Design. The number of samples used was 30 patients with Diabetes Mellitus hospitalized at Tabanan Regional General Hospital. Data collection includes: age, education, gender, knowledge, attitude, dietary practices and blood sugar levels. Data were collected twice, before and after counseling. To determine whether there are changes in knowledge, attitudes, dietary practices and blood sugar levels before and after counseling, Wilcoxon test was used. The results showed a p-value of 0.000 on knowledge, attitudes and blood sugar levels before and after counseling which means there is a significant change and a p-value of 0.087 which means there is no significant change in dietary practices before and after counseling.