Claim Missing Document
Check
Articles

Exclusive Breastfeeding to Infant Nutritional Status Mareza Yolanda Umar; Linda Puspita
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.462 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.781

Abstract

Infancy starts from 0-12 months and is characterized by rapid growth and physical changes as well as changes in nutritional requirements. There is still a lack of breast milk as the baby's first meal. In fact, the reduction of child nutrition can lead to child malnutrition and underdevelopment (stunted growth). The purpose of this study is to determine the relationship between exclusive breastfeeding and infant nutritional status. The study used a cross-sectional design analysis and investigation method to study the success of breastfeeding on nutritional status. The object of the study is 7-12 months old babies, a total of 113 people. There is an association between exclusive breastfeeding and nutritional status, with a P value of 0.000 and an OR value of 5.938, which means that infants who are not exclusively breastfed have a 5938 times higher risk of being in a low nutritional status. Puskesmas should play an important role in supporting exclusive breastfeeding by actively providing counseling involving pregnant women, breastfeeding mothers, husbands and families about the importance of exclusive breastfeeding so that breastfeeding mothers can give exclusive breastfeeding to their children. The midwives are expected to play an active role in acting as breast milk counselors so that exclusive breast milk can be carried out.Masa bayi dimulai sejak umur 0-12 bulan yang ditandai dengan perkembangan dan perubahan jasmani yang cepat disertai dengan evolusi dalam keperluan zat gizi. pemberian ASI sebagai makanan kesatu bayi masih kurang. Padahal, penurunan gizi anak dapat mengakibatkan anak bergizi kurang sampai buruk dan tumbuh pendek (stunting). Tujuan riset ini ialah diketahuinya hubungan ASI khusus terhadap kedudukan gizi bayi. penelitian memakai metode Survey analitik memakai rancangan cross sectional, yang menganalisis keberhasilan ASI Eksklusif terhadap kedudukan gizi. Subjek riset ini ialah ibu yang mempunyai bayi umur 7–12 bulan dengan jumlah narasumber 113orang, Didapatkan hubungan antara ASI khusus dengan kedudukan gizi dengan P value 0.000 dan OR 5.938 yang berarti bayi yang tidak ASI Eksklusif berisiko 5,938 kali lebih banyak mengalami kedudukan gizi rendah. Hendaknya puskesmas berperan penting dalam menyokong pemberian ASI khusus dengan teknik berperan aktif menyerahkan penyuluhan yang melibatkan ibu hamil, ibu menyusui, suami dan keluarga mengenai pentingnya ASI eksklusif supaya ibu menyusui dapat menyerahkan ASI khusus kepada anaknya. Bidan desa diinginkan dapat berperan aktif dalam menjalani perannya sebagai konselor ASI supaya ASI khusus dapat terlaksana.
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPERHENSIF PADA NY. A DENGAN RESIKO TINGGI USIA KURANG DARI 20 TAHUN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN “MELIA INDARWATI S.ST.M.M”KECAMATAN PAGELARAN UTARA KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2021 Adelia; Desi Kumalasari; Mareza Yolanda Umar; Linda Puspita
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v3i2.576

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Guna mengurangi dampak kematian tersebut pemerintah berupaya dengan membuat program-program dengan pelayanan komprehensif yang mencakup penyediaan layanan terpadu bagi ibu dan bayi dari kehamilan, hingga persalinan, periode post natal dan keluarga berencana.Selain itu salah satu upaya untuk mengurangi AKI dan AKB ini adalah dengan melakukan Asuhan komprehensif dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Upaya ini diharapkan mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Tujuan peneliti melaksanakan asuhan asuhan kebidanan secara komprehensif ada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney yang dituangkan dalam bentuk SOAP, dengan didukung oleh peran nakes dalam mencari kesenjangan antara teori dan praktik. Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendokumentasian metode SOAP. Subjek penelitian ini adalah Ny. A dari trimester III, bersalin, nifas, bayi baru lahir, hingga ibu dapat memutuskan metode KB. Dalam pengumpulan data, dilakukan dengan menggunakan anamnesa, pemeriksaan fisik, kasus diolah dan di analisis. Hasil penelitian diperoleh bahwa asuhan kehamilan yang diberikan fokus pada kesehatan ibu pada TM III yaitu anemia dan hasil akhir kehamilannya adalah ibu hamil fisiologis. Pada asuhan persalinan kala I, II, III, IV tidak ditemukan masalah. Hasil akhir persalinan diketahui bahwa ibu dalam persalinan fisiologis. Pada penanganan bayi baru lahir tidak ditemukan kesenjangan, keadaan bayi baru lahir fisiologis . Dilakukan asuhan masa nifas sebanyak 4 kali kunjungan, didapatkan hasil ibu dalam keadaan nifas fisiologis dan ibu sudah memutuskan metode kontrasepsi alami yaitu KB kalender. Pada nifas ini tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktik. Saran dari studi kasus ini bertujuan untuk meningkatkan asuhan kepada ibu hamil sampai bayi baru lahir agar dapat mencegah komplikasi secara dini sehingga upaya penurunan AKI dan AKB dapat tercapai.
PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS GADING REJO Mareza Yolanda Umar; Linda Puspita
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.995 KB)

Abstract

ASI eksklusif merupakan pemberian air susu ibu saja kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya tanpa memberikan makanan tambahan cairan lain seperti susu formula, air jeruk, madu, airputih, serta makanan padat seperti pisang, biskuit, bubur susu, bubur nasi ataupun nasi tim. Tujuan penelitian adalah diketahuinya Hubungan Pendidikan dan Pekerjaan yang mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Gading rejo Kab. Pringsewu tahun 2017. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Pengumpulan data dengan kuesioner. Populasi adalah semua ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Gading Rejo dengan jumlah sampel sebanyak 95 orang, teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi-square (X2). Hasil penelitian di peroleh ada hubungan pendidikan (p-value = 0,016 dan OR= 3,368), pekerjaan (p-value = 0,000 dan OR= 8,857), dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Gading rejo Kabupaten Pringsewu tahun 2017. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan informasi dan masukan bagi petugas kesehatan di Puskesmas dalam rangka meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian ini agar dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain.
Dukungan Keluarga dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif Mareza Yolanda Umar; Hikmah Ifayanti; Linda Puspita
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.66 KB)

Abstract

ASI eksklusif merupakan pemberian air susu ibu saja kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya tanpa memberikan makanan tambahan cairan lain seperti susu formula, air jeruk, madu, airputih, serta makanan padat seperti pisang, biskuit, bubur susu, bubur nasi ataupun nasi tim. Tujuan penelitian adalah diketahuinya Hubungan dukungan Keluarga yang mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Wates Kab. Pringsewu tahun 2019. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Pengumpulan data dengan kuesioner. Populasi adalah semua ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Wates dengan jumlah sampel sebanyak 128 orang, teknik sampling yang digunakan Accidental Sampling. Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi-square (X2). Hasil penelitian di peroleh ada hubungan dukungan keluarga (p-value = 0,03 dan OR= 3,625), dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Wates Kabupaten Pringsewu tahun 2019. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan informasi dan masukan bagi petugas kesehatan di Puskesmas dalam rangka meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian ini agar dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain
HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN PUTING LECET PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAY SULAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2019 Rini Wahyuni; Sutiyah; Linda Puspita; Mareza Yolanda Umar
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.575 KB)

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui merupakan teknik menyusui yang tidak benar sehingga mengakibatkan lecet puting susu, dimana bayi tidak mengisap puting sampai ke areola payudara. Puting susu lecet sering terjadi pada ibu menyusui dan sering diakibatkan oleh teknik menyusui yang salah. Puskesmas Way Sulan cakupan pemberian ASI eksklusif tahun 2015 mencapai 44,86%, tahun 2016 mencapai 42,79%, dan tahun 2017 mencapai 45,13%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan teknik menyusui dengan puting lecet pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu menyusui wilayah kerja puskesmas Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan sejumlah 340 orang. Sampel 78 orang. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden teknik menyusuinya tidak tepat yaitu sebanyak 69 responden (70,4%), responden mengalami puting lecet yaitu 76 responden (77,6%). Ada hubungan teknik menyusui dengan puting lecet pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019 (p value 0,001). Perlunya penyuluhan tentang teknik menyusui yang benar guna mencegah puting lecet oleh tenaga kesehatan kepada ibu dan ayah.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pre-Eklampsia pada Perempuan Bersalin Mareza Yolanda Umar; Psiari Kusuma Wardani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.943 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i1.31

Abstract

Abstrak: Pre-eklampsia/eklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di dunia khususnya di negara berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pre-eklampsia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control dengan menggunakan data perempuan yang sedang bersalin. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan perbandingan 1:1 dimana jumlah sampel kasus 98, sampel kontrol 98. Analisis bivariat menggunakan uji chi square sedangkan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian pre-eklampsia adalah usia p=0,004 (OR=2,391), paritas p=0,000 (OR=3,100), riwayat hipertensi p=0,000 (OR=4,593), riwayat pre-eklampsia p=0,000 (OR=6,290). Analisis mutivariat menunjukkan bahwa ibu hamil dengan riwayat pre-eklampsia memiliki peluang sebesar 8,258 kali lebih besar untuk mengalami pre-eklampsia dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki riwayat pre-eklampsia. Saran dalam penelitian ini adalah dapat segera mendiagnosis dini penyakit pre-eklampsia dan memperkecil resiko terjadinya pre-eklampsia berat. Ibu hamil hendaknya melakukan memeriksakan kehamilan secara rutin harus dilakukan agar pre-eklampsia dapat terdeteksi cepat untuk meminimalisir kemungkinan komplikasi yang lebih fatal.  Abstract: Pre-eclampsia / eclampsia is a major cause of maternal mortality in the world, especially in developing countries. The purpose of this research was to determine the factors associated with the pre-eclampsia events. The design of this research uses case control study which is using data from women in labor. Sampling technique by purposive sampling with a ratio of 1: 1 where the number of sample cases 98, control sample 98. Bivariate analysis using chi square while multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed the variables related with pre-eclampsia events are age p = 0.004 (OR = 2.391), parity p = 0.000 (OR = 3.100), history of hypertension p = 0.000 (OR = 4.593), history of pre-eclampsia p = 0.000 (OR = 6.290). Multivariate analysis showed pregnant women with history of pre-eclampsia have the opportunity of 8,258 times greater to experience pre-eclampsia compared with women who did not have a history of pre-eclampsia. Suggestions in this research is able to immediately diagnose the disease early pre-eclampsia and minimize the risk of pre-eclampsia. Pregnant mothers  should conduct routine antenatal so that pre-eclampsia can be detected quickly to minimize the possibility of fatal complications.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DETEKSI DINI PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI PUSKESMAS PANJANG KOTA BANDAR LAMPUNG Satria Nandar Baharza; Mareza Yolanda Umar
JIKMI (Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 AbstractPuskesmas Panjang is one of the Puskesmas in Bandar Lampung with the highest number of STI cases compared to 28 Puskesmas in Bandar Lampung City. In the Mentari Clinic at the Panjang 5 Puskesmas in the last 5 months from November 2018 to March 2019, data were obtained of all patients who came for treatment and advanced screening of 354 people. 234 people or (66%) are female sex workers (FSW). The purpose of this study is to determine the factors associated with early detection of sexually transmitted diseases in the Panjang Bandar Lampung Health Center in 2019. This study uses a cross sectional study design. The population studied in this study were all EFAs with risk behavior in Panjang Bandar Lampung Health Center in 2019, totaling 647 people. Sample 125 people. Data collection using a questionnaire filled directly by respondents, univariate data analysis and bivariate analysis using the chi square test. The results showed the frequency distribution of respondents with low education of 57.5%, high knowledge of 51.2%, positive attitude of 55.2%, not doing early detection of sexually transmitted diseases 57.6%, There was a relationship of education, knowledge, attitude with early detection of disease sexually transmitted infections in Puskesmas Panjang Bandar Lampung in 2019. Suggestions for increasing WUS knowledge through providing health education about STDs and screening using more interesting media. Keywords : Factors, Early Detection, Sexually Transmitted Diseases 
Hubungan Umur dan Paritas Ibu dengan Kejadian Hipertensi pada Ibu Hamil di Puskesmas Rajabasa Indah Rosy Yurianti; Mareza Yolanda Umar; Psiari Kusuma Wardhani; Feri Kameliawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu hamil dengan hipertensi adalah ibu hamil yang tekanan darahnya mencapai 140/90 mmHg atau lebih yang terjadi saat kehamilan. Hasil prasurvey di Puskesmas Rajabasa Indah pada tahun 2018 terdapat 11% ibu hamil dengan hipertensi. Tujuaan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur dan paritas ibu dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di puskesmas rajabasa indah tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, rancangan penelitian dengan pendekat cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Rajabasa Indah tahun 2019 sebanyak 939 ibu hamil.  Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan total populasi yaitu sebanyak 939 ibu. Analisa bivariat menggunakan Chi-square. Hasil analisa univariat didapatkan distribusi frekuensi kejadian hipertensi sebanyak 79 ibu (8,4%), umur ibu yang tidak berisiko (20 – 35 tahun) yaitu sebanyak 861 ibu (91,7%), Tidak berisiko (2-3 anak) yaitu sebanyak 505 ibu (53,8%). Hasil analisa bivariat pada umur ibu didapatkan nilai p value 0,000 yang artinya ada hubungan antara umur  Ibu dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan nilai OR : 3,934, pada paritas didapatkan nilai p value 0,034 yang artinya ada hubungan antara Paritas dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan nilai OR : 1,696. Diharapkan penelitian ini menjadi masukan untuk membuat inovasi upaya peningkatan kesehatan ibu hamil.Kata Kunci: Hipertensi, umur, paritas
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. K DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ''NURSYAMSIAH, S.ST'' KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU Wafa Indana Zulfa; Siti Rohani; Mareza Yolanda Umar; Desi Kumalasari
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v3i3.625

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Oleh karena itu untuk membantu upaya penurunan AKI salah satunya adalah melaksanakan asuhan secara berkelanjutan atau Komprehensif. Dengan memberikan asuhan secara Komprehensif dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Upaya ini diharapkan mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Tujuan peneliti melaksanakan asuhan kebidanan secara Komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney yang dituangkan dalam bentuk SOAP, dengan didukung oleh peran nakes dalam mencari kesenjangan antara teori dan praktik. Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendokumentasian metode SOAP. Subjek penelitian ini adalah Ny. K dari trimester III, bersalin, nifas, bayi baru lahir, hingga ibu dapat memutuskan metode KB. Dalam pengumpulan data, dilakukan dengan menggunakan anamnesa, pemeriksaan fisik, kasus diolah dan di analisis. Hasil penelitian diperoleh bahwa asuhan kehamilan yang diberikan fokus pada tanda persalinan dan hasil akhir kehamilannya tidak terjadi kesenjangan antara teori dan praktik. Dilakukan asuhan masa nifas sebanyak 4 kali kunjungan dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik. Dan ibu sudah memutuskan metode kontrasepsi KB suntik 3 bulan. Pada penanganan bayi baru lahir tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik. Saran dari studi kasus ini bertujuan agar pasien selalu memeriksakan keadaan kehamilannya secara teratur dan saran untuk PMB yaitu untuk meningkatkan asuhan kebidanan dengan standar SOAP.
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.N DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN “SRI HARNINGSIH,Amd.Keb” KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU Lidia Aryanti; Mareza Yolanda Umar; Siti Rohani; Linda Puspita
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v3i3.723

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Guna mengurangi dampak kematian tersebut pemerintah berupaya dengan membuat program-program dengan pelayanan komprehensif yang mencakup penyediaan layanan terpadu bagi ibu dan bayi dari kehamilan, hingga persalinan, periode post natal dan keluarga berencana. Selain itu salah satu upaya untuk mengurangi AKI dan AKB ini adalah dengan melakukan Asuhan komprehensif dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Upaya ini diharapkan mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Tujuan peneliti melaksanakan asuhan asuhan kebidanan secara komprehensif ada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney yang dituangkan dalam bentuk SOAP, dengan didukung oleh peran nakes dalam mencari kesenjangan antara teori dan praktik. Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendokumentasian metode SOAP. Subjek penelitian ini adalah Ny. N dari trimester III, bersalin, nifas, bayi baru lahir, hingga ibu dapat memutuskan metode KB. Dalam pengumpulan data, dilakukan dengan menggunakan anamnesa, pemeriksaan fisik, kasus diolah dan di analisis. Hasil penelitian diperoleh bahwa asuhan kehamilan yang diberikan fokus pada kesehatan ibu pada TM III yaitu RESIKO TINGGI KEHAMILAN. Pada asuhan persalinan kala I, II, III, IV tidak ditemukan masalah. Hasil akhir persalinan diketahui bahwa ibu dalam persalinan fisiologis. Pada penanganan bayi baru lahir tidak ditemukan kesenjangan, keadaan bayi baru lahir fisiologis . Dilakukan asuhan masa nifas sebanyak 4 kali kunjungan, didapatkan hasil ibu dalam keadaan nifas fisiologis dan ibu sudah memutuskan metode kontrasepsi alami yaitu KB suntik 3 bulan. Pada nifas ini tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktik. Hasil penelitian diharapkan Ny.N pada usia yang tidak produktif untuk hamil lagi.