Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Minat Masyarakat Terhadap Kegiatan Posyandu Desa Bumi Ayu Kecamatan Pringsewu mareza yolanda umar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MITRA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu sebagai wadah peran serta masyarakat yang menyelenggarakan sistem pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas manusia, secara empirik telah dapat memeratakan pelayanan bidang kesehatan. Kegiatan tersebut meliputi pelayanan imunisasi, pendidikan gizi masyarakat serta pelayanan kesehatan ibu dan anak.Masalah yang menjadi prioritas di temukan dua (2) prioritas utama yaitu Partisipasi masyarakat ke posyandu masih rendah dan Tingkat pengetahuan kader, Ibu hamil dan ibu bayi dan balita tentang masalah yang dihadapi pada saat Kehamilan masih rendah. Penyebab rendahnya cakupan peserta posyandu di wilayah puskesmas Rejo Sari di karenakan oleh beberapa sebab, yaituKurangnya pendekatan yang dilakukan kader dan petugas kesehatan dengan peserta posyaandu, Kurangnya pengetahuan ibu hamil, ibu bayi balita tentang peran dan fungsi posyandu. Pemecahan masalah perilaku di Desa Bumi Ayu Kabupaten Pringsewu dengan menggunakan strategi SWOT.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA SISWA KELAS IX UPT SMP NEGERI 3 BANDAR LAMPUNG Nana Novariana; Mareza Yolanda Umar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 02 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MITRA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan 15 % dari total jumlah penduduk, pada usia remaja merupakan penentuan momen awal apakah mereka akan melakukan seks bebas atau tidak. Usia remaja merupakan usia  yang  sangat  rentan  untuk dapat  melakukan  hubungan  seks bebas  dan  bertindak  di  luar kebiasaannya. Hal ini dapat terjadi karena pada  usia-usia tersebut secara psikologis rasa ingin tahu remaja terhadap sesuatu hal yang baru ditemuinya sangat besar. Data World Health Organization (WHO), setiap tahun terdapat 15 juta remaja yang mengalami kehamilan diluar nikah dan 60 % persen di antaranya berupaya untuk mengakhirinya.  Hubungan  seks  di  luar  nikah  akan menunjukkan  tidak  adanya  rasa tanggung  jawab  dan  memunculkan  persoalan-persoalan  baru  yang dapat  menyebabkan gangguan  fisik dan psikososial pada manusia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan  dan  sikap  remaja  yang  benar  tentang  kesehatan  reproduksi mereka yang dilihat dari aspek kesehatan. Sasaran  kegiatan ini adalah para siswa kelas IX di UPT SMP Negeri 3 Bandar Lampung.  Edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi.  Evaluasi tingkat keberhasilan pendidikan kesehatan ini dengan melakukan pretest dan posttest pada siswa. Berdasar hasil dari 100 remaja didapatkan  nilai  pretest  rata-rata  peningkatan  pengetahuan  tentang  kesehatan reproduksi  ditinjau dari aspek kesehatan dan sikap berturut-turut adalah 7.38 dan 2.63 sedangkan rata-rata nilai postest berturut-turut adalah 7.83 dan 2.71. Apabila dibuat persentase maka peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi ditinjau dari aspek kesehatan dan sikap berturut-turut sebesar 45% dan  8%, dengan demikian dapat dilihat bahwa pengetahuan tentang kesehatan reproduksi ditinjau dari aspek kesehatan mengalami peningkatan yang paling besar dibandingkan pengetahuan dari aspek sikap.
PENYULUHAN PENTINGNYA CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DALAM RANGKA MEMPERINGATI GLOBAL HANDWASHING DAY DI SEKOLAH DASAR CITRA BANGSA SCHOOL KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2022 Juwita Desri Ayu; Mareza Yolanda Umar; Desi Kumalasari; Linda Puspita; Siti Rohani; Rini Wahyuni; Psiari Kusuma Wardani; Ratu Rolia Octaviana HS; Sania Nasta Kuraini; Saefinaqia; Vevi Indriani; Umi Agustina; Nur Widia; Mela Sherlina Putri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v4i3.762

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sebanyak 829.000 orang meninggal setiap tahun akibat menderita penyakit diare; air minum, sanitasi serta kebersihan tangan yang tidak aman (WHO, 2019). Penyakit Diare merupakan penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian di Indonesia (Kemenkes, 2020). Salah satu upaya yang diselenggarakan oleh pemerintah guna mengembangkan standar kualitas masyarakat adalah dengan sistem PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat), salah satunya dengan penerapan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendidikan serta pengetahuan tentang pentingnya CTPS yang dapat membantu siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dalam mengoptimalkan derajat kesehatan di masa anak-anak dan mencegah penyakit yang dapat timbul apabila tidak mencuci tangan. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Global Handwashing Day di Sekolah Dasar Citra Bangsa School secara tatap muka (face-to-face), kemudian peserta diberikan penyuluhan tentang pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), penerapan proyek kerja (menggambar dengan tema “Pentingnya CTPS”), dan diakhiri dengan penerapan metode learning by doing (belajar sembari praktik CTPS secara langsung). Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh para dosen dan mahasiswa Program Studi D III Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Aisyah Pringsewu dan dihadiri oleh mitra kegiatan pengabdian masyarakat yaitu pihak Sekolah Dasar Citra Bangsa School (sebanyak 115 orang yang terdiri dari 65 siswa-siswi Upper Grade Class dan 50 siswa-siswa Lower Grade Class, serta didampingi oleh 10 Home Room Teacher/ HRT). Berdasarkan hasil pengkajian dan observasi, ditemukan peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa-siswi Sekolah Dasar Citra Bangsa School tentang arti pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
PENYULUHAN PENTINGNYA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI POSKESDES WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2023 Rini Wahyuni; Juwita Desri Ayu; Mareza Yolanda Umar; Psiari Kusuma Wardani; Siti Rohani; Faranisa Elsanti; Yeni Alvi Riani; Salma Adila; Yeni Anggraini; Ely Rustiyana; Ana Mulysha
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i1.1029

Abstract

Berdasarkan data dari WHO dan UNICEF pada Tahun 2018 pemberian ASI eksklusif cukup rendah yaitu Hanya 41 persen. Di Indonesia dari data Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat pemberian ASI eksklusif hanya mencapai 37 persen (Unicef, 2020). Masalah utama dalam pemberian ASI rendah menurut Pusdiklat Nasional (2022) adalah kurang sering menyusui, Kelainan metabolism, jaringan payudara hipoplastik, bayi tidak dapat menghisap, ibu pekerja dan kurangnya gizi pada ibu. Upaya yang diselenggarakan pemerintah untuk mengembangkan kualitas masyarakat adalah Program peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) khususnya ASI eksklusif Karena dapat Memberikan dampak yang luas terhadap ibu kemudian status gizi dan kesehatan balita. Nutrisi berperan penting dalam perkembangan otak sejak kehamilan hingga usia 3 tahun (Bazzano AN, 2016). Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan serta pengetahuan tentang pentingnya memberikan ASI Eksklusif dari usia 0-6 bulan, penyuluhan ini bersamaan dengan Praktik Komunitas di Poskesdes Pekon Wonodadi yang berada di wilayah Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringswu, Provinsi Lampung dengan metode tatap muka (face-to-face), kemudian masyarakat terutama Calon ibu diberikan penyuluhan tentang pentingnya Pemberian ASI Eksklusif selama 0-6 bulan, Hasil penyuluhan ASI Eklsusif ternyata berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu bayi.Peserta kegiatan sebanyak 19 ibu hamil dan masing-masing kader mulai dari remaja, sampai bayi Balita. Penyuluhan ini dilaksanakan oleh para dosen dan mahasiswa Program Studi D III Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Aisyah Pringsewu.
PENYULUHAN IVA TEST DI PEKON WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2023 Mareza Yolanda Umar; Psiari Kusuma Wardani; Rini Wahyuni; Juwita Desri Ayu; Linda Puspita; Desi Kumalasari; Siti Rohani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i1.1039

Abstract

Kanker serviks adalah kanker tertinggi keempat pada wanita dengan perkiraan 570.000 kasus baru pada tahun 2018 yang mewakili 6,6% dari semua kanker wanita (Wanti & Indriyanti, 2019). Menurut WHO, 490.000 perempuan di dunia setiap tahunnya didiagnosa terkena kanker leher rahim dan 80% berada di negara berkembang termasuk Indonesia. Kanker serviks bisa di cegah menggunakan deteksi dini. Salah satu metode deteksi dini yang sesuai dengan negara berkembang seperti Indonesia adalah memakai metode Inspeksi Visual Asam Acetat (IVA). Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup penderita kanker, menurunkan angka kematian akibat kanker dan meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Pekon Wonodadi mengenai IVA test. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan bersamaan dengan PKK Komunitas Prodi D III Kebidanan di Poskesdes Pekon Wonodadi secara tatap muka, lalu peserta diberikan penjelasan tentang IVA Test dengan media visual (slide oresentation) dan dilanjutkan dengan ice breaking, diakhiri dengan tanya jawab sesuai dengan pokok bahasan yang telah diberikan. Program ini diselenggarakan oleh Dosen dan mahasiswa Prodi DIII Kebidanan semester V, fakultas kesehatan, Universitas Aisyah Pringsewu dan dihadiri oleh 21 ibu Kader, PKK dan Bidan Desa Pekon Wonodadi. Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan Ibu-ibu kader di Pekon Wonodadi tentang IVA tes sebagai usaha deteksi dini kanker serviks.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI DI PMB MARTINI BANDAR LAMPUNG Psiari Kusuma Wardani; Mareza Yolanda Umar
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v4i2.1275

Abstract

Proses menyusui bisa jadi terhambat karena adanya beberapa masalah salah satunya adalah terjadinya payudara bengkak. Pembengkakan payudara disebabkan oleh pengeluaran ASI yang tidak efisien akibat perawatan payudara dan teknik menyusui yang buruk. Masih lemahnya monitoring dan evaluasi tenaga kesehatan terhadap pasien dalam melaksanakan perawatan payudara dan teknik menyusui serta kesadaran pasien tentang pentingnya persiapan payudara sebelum menyusui masih rendah sehingga kejadian bendungan ASI sering terjadi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dan teknik menyusui dengan kejadian bendungan ASI di PMB Martini Bandar Lampung tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif, desain analitic dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah semua ibu nifas di PMB Martini sebanyak 33 ibu nifas, tehnik sampel mengunakan Accidental Sampling. Hasil analisis menunjukan terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara yang benar dengan kejadian bendungan ASI dengan p-value 0.004 <0.05 dan terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar dengan kejadian bendungan ASI dengan p-value 0.000 <0.05. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan ibu nifas mengenai cara melakukan perawatan payudara dan teknik menyusui yang benar sehingga ibu terhindar dari bendungan ASI.
PENYULUHAN TENTANG PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA WANITA USIA SUBUR Yunita Anggriani; Komalasari Komalasari; Maulia Isnaini Isnaini; Rika Agustina; Nopi Anggista Putri; Mareza Yolanda Umar; Juwita Desri Ayu; Psiari Kusuma Wardani; Elsy Juni Andri Karini
Jurnal Inovasi dan Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik 'Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jitpemas.v4i1.90

Abstract

Long Term Contraceptive Method (MKJP) is a contraceptive method that works for a long time and has high effectiveness in preventing pregnancy. The use of contraception is one of the effective efforts in the Family Planning Program to control fertility or suppress population growth. In its implementation, efforts are made to ensure that all contraceptive methods or devices provided or offered to the public provide optimal benefits. In choosing a method, a woman must consider various factors, including health factors, potential side effects of a method, and the consequences of unwanted pregnancy. However, contraceptive use among women at young and old ages (risk age) is much lower than for women aged 20-39 years (non-risk age). Family Planning (KB) participants are women of childbearing age (WUS), one of whom uses contraceptive methods/methods for the purpose of preventing pregnancy or better known as acceptors. This community service implementation was carried out in Kediri Village Gading Rejo Districtand followed by 25 women of childbearing age. The methods used in health education are lecture, discussion and question and answer methods using flip sheets. It can be concluded that the education day regarding the use of MKJP can increase awareness and interest among women of childbearing age to choose to use long-term contraceptive methods and understand the many benefits of using long-term contraceptive methods.
The relationship between age and parity with the incidence of hyperemesis gravidarum in pregnant women at inpatient puskesmas Kota Karang Bandar Lampung in 2020 Psiari Kusuma Wardani; Mareza Yolanda Umar
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.956 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1715

Abstract

Hyperemesis gravidarum in pregnant women can be identified if pregnant women experience vomiting every time they eat and drink or in a day the mother experiences several vomiting and can also be accompanied by weight loss. The incidence of Hyperemesis Gravidarum according to the World Health Organization reaches 12.5% of all pregnancies in the world and in Indonesia reaches 14.8% of all pregnancies and in Lampung Province reaches 10-15%. Knowing the relationship between age and parity with the incidence of Hyperemesis Gravidarum in pregnant women at the Inpatient Puskesmas Kota Karang in 2021 is the aim of this study using quantitative research with a total population of all pregnant women in the working area of the Puskesmas Kota Karang in 2021 with a sample of 78 people use case control. prevalence of pregnant women experiencing Hyperemesis Gravidarum was 56.4%, the risk of experiencing Hyperemesis Gravidarum was due to the age factor of 57.7% and the parity at risk of experiencing Hyperemesis Gravidarum was 57.7% so that the relationship between age and parity with the incidence of Hyperemesis Gravidarium was obtained. in pregnant women at the Inpatient Puskesmas Kota Karang by showing a p value: 0.01 or less than 0.05. The results of this study are expected to be input for residents of kota karang, Teluk Betung Timur, kota Bandar Lampung regarding the prevention and treatment of hyperemesis gravidrum in pregnant women so that they can reduce the incidence of hyperemesis gravidaum. Abstrak: Hiperemesis gravidarum pada ibu hamil dapat diidentifikasikan apabila ibu hamil mengalami muntah pada setiap makan dan minum atau dalam sehari ibu mengalami beberapa kali muntah dan dapat juga disertai dengan penurunan berat badan. Angka kejadian hiperemesis gravidarum (HEG) menurut WHO sebesar 12,5% dari jumlah seluruh ibu hamil dan di Indonesia mencapai 14,8% dari seluruh kehamilan serta pada Provinsi Lampung mencapai 10-15%. Mengetahui hubungan usia dan paritas dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Kota Karang tahun 2021 adalah tujuan dari penelitian ini dengan menggunakan penelitian kuantitatif dengan jumlah populasi adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kota karang Tahun 2021 dengan  sampel berjumlah 78 orang menggunakan case control. Hasil penelitian diperoleh prevalensi kejadian ibu hamil mengalami hiperemesis gravidarum sebanyak 56,4%, berisiko mengalami kejadian hiperemesis gravidarum karna faktor usia sebanyak 57,7% serta paritas beresiko mengalami hiperemesis gravidarium ialah 57,7% sehingga didapatkan hubungan usia dan paritas dengan kejadian hiperemesis gravidarium pada ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Kota Karang dengan menunjukkan nilai p value: 0,01 atau kurang dari 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi warga Kota Karang Kecamatan Teluk Betung Timur Kabupaten Bandar Lampung tentang pencegahan dan penanganan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil sehingga dapat menekan angka kejadian hiperemesis gravidaum.
The Effect of Patient Safety Culture and Leader Coaching Behaviour Nursing Managers on Patient Safety Incident Reporting at Panembahan Senopati Hospital, Yogyakarta Psiari Kusuma Wardani; Mareza Yolanda Umar
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.111 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.843

Abstract

Every year, millions of patients worldwide suffer from disability, injury, or death due to unsafe medical practices. The Hospital Safety Committee in 2007 reported Patient Safety Incident (PSI) in Yogyakarta is 3rd out of eight provinces. One of the causes of the high PSI is an ineffective PSI reporting system. Patient Safety Culture (PSC) was recommended by the Institute of Medicine to prevent PSI. The presence of lead follow-up in the form of coaching in health affects the development of PSC. This study aims to know the effect of PSC and leader coaching behavior (LCB), nursing managers, on PSI reporting at Panembahan Senopati hospital. This study was a cross-sectional survey design. The sample was 134 nurses who served on the ward with inclusion and exclusion criteria. Data analysis used multiple linear regression. This study shows that there is a significant effect of PSC and LCB nursing managers on PSI reporting (R = 0,582; F-count= 88,545; p less than 0,05), which is indicated by the t-count of PSC on PSI reporting is 2,110 and t-count of LCB nursing managers on PSI reporting is 11,868 so that there is a significant effect of PSC and LCB nursing managers on PSI reporting.Di seluruh dunia, terdapat jutaan pasien yang mengalami cacat, cedera, maupun kematian setiap tahun akibat medical error. Berdasarkan laporan Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit, Insiden Keselamatan Pasien (IKP) di Yogyakarta menempati urutan ke tiga tertinggi diantara delapan provinsi. Salah satu penyebab tingginya IKP adalah pelaporan IKP yang tidak efektif. Institute of Medicine merekomendasikan untuk membangun Budaya Keselamatan Pasien (BKP) guna mencegah terjadinya IKP. BKP dapat ditingkatkan dengan adanya tindak lanjut oleh pemimpin berupa coaching terhadap semua staf yang berperan pada pelayanan kesehatan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh BKP dan Leader Coaching Behaviour (LCB) manajer keperawatan terhadap pelaporan IKP di RSUD Panembahan Senopati. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional survey. Sampel dari penelitian ini adalah 134 perawat yang bertugas dibangsal, serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BKP dan LCB manajer keperawatan berpengaruh secara signifikan terhadap pelaporan IKP (R = 0,582; F hitung = 88,545; p kurang dari 0,05) yang ditunjukkan oleh nilai t hitung variabel BKP terhadap pelaporan IKP sebesar 2,110 dan t hitung variabel LCB manajer keperawatan terhadap pelaporan IKP sebesar 11,868. Kesimpulan: Terdapat pengaruh BKP dan leader coaching behaviour manajer keperawatan yang signifikan secara simultan terhadap pelaporan IKP.
Environmental And Family Approach on Stunting: A Literature Review Nur Sefa Arief Hermawan; Mareza Yolanda Umar; Feri Agustriyani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.694 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1720

Abstract

Stunting is still a hot issue at this time due to the many factors that cause stunting and the many impacts that can occur due to stunting. This literature study aims to find the latest evidence regarding the environment and the family's approach to stunting. A total of 10 journals were obtained in the making of this systematic literature review where in the selection process it was required to use quality journals so that the journals sought in this study were journals that were in English and had clear research results. This study found that countries that are widely used as stunting research sites are countries that have a high incidence of stunting and the environment plays an important role in the incidence of stunting with many research approaches using mixed methods. There is still a lack of research that uses a family approach in researching the causes of stunting, so it is necessary to dig deeper into the family approach to stunting.Abstrak: Stunting masih merupakan issue hangat yang terjadi pada saat ini dikarenakan banyaknya faktor penyebab terjadinya stunting dan banyaknya dampak yang dapat terjadi akibat stunting. Studi literature ini bertujuan untuk mencari bukti terkini terkait lingkungan dan pendekatan keluarga terhadap kejadian stunting. Sebanyak 10 jurnal didapatkan dalam pembuatan systematic literature review ini dimana dalam proses seleksinya diharuskan untuk menggunakan jurnal yang berkualitas sehingga Jurnal yang dicari pada studi ini adalah jurnal yang berbahasa inggris dan yang mempunyai hasil penelitian yang jelas. Studi ini mendapatkan hasil bahwa negara yang banyak dijadikan tempat penelitian stunting adalah negara yang memiliki  angka kejadian stunting yang cukup tinggi dan lingkungan memegang peranan penting terhadap kejadian stunting dengan banyaknya pendekatan penelitian yang menggunakan mix method. Masih kurangnya penelitian yang menggunakan pendekatan keluarga dalam penelitian penyebab terjadinya stunting sehingga perlu digali lebih dalam tentang pendekatan keluarga terhadap kejadian stunting.