Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALYTICAL CALCULATION OF PULLEY AND V-BELT FOR RICE THRESHER POWERED BY MATARI MGX-390 GASOLINE ENGINE Faisal Rahman; Deri Teguh Santoso; Iwan Nugraha Gusniar; Jojo Sumarjo
International Journal of Innovation in Mechanical Engineering and Advanced Materials Vol. 4 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijimeam.v4i3.19441

Abstract

In the agricultural industry today, a lot of tools with automatic transmission have become primary needs for many people. To be able to operate a rice threshing machine, one that can support the running of the tool is the pulley and V-belt on the driving machine. Therefore, this research aims to analyze the pulley and V-belt on the rice thresher with the Matari MGX-390 gasoline engine so that it meets the required criteria and applicable standards. Due to the important role of the V-belt and pulley components, this study will discuss calculations in the design of V-belt and pulley components for a rice thresher with a Matari MGX-390 gasoline engine. The method used is direct observation, to see directly the shape and specifications of the rice thresher machine as well as the Matari MGX-390 gasoline engine used, also to record the dimensions of the pulley and V-belt so that further analysis is carried out on these components, and it can be seen whether the pulley and the V-belt used can be declared safe. Then calculations are carried out to determine the type of V-belt used, V-belt length, maximum voltage, demand voltage, and service life on the V-belt used. Based on the results of the research and calculations that have been carried out, it shows that the V-belt used by the rice thresher with the Matari MGX-390 machine can be declared safe with the type of V-belt used as type A, with a length of 1,649.74 mm, a maximum tension of 138.8 N, voltage requirement 121 N, service life 14,055 working hours.
Pemodelan dan Simulasi Perpindahan Panas Konveksi pada Panel Surya Menggunakan Metode CFD dengan Pendingin Kipas DC Muhammad Edgar Gazanata; Jojo Sumarjo; Deri Teguh Santoso
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1690

Abstract

Temperatur operasi yang tinggi menurunkan daya dan efisiensi modul fotovoltaik, sehingga diperlukan sistem pendinginan yang mampu meningkatkan pelepasan panas secara konvektif. Penelitian ini memodelkan distribusi suhu dan aliran udara pada panel surya berukuran 1,44 m × 0,77 m yang didinginkan menggunakan kipas DC. Tiga geometri rongga pengarah aliran, yaitu kotak, setengah lingkaran, dan segitiga, dianalisis menggunakan ANSYS Fluent dengan intensitas radiasi rata-rata 614 W/m². Model divalidasi terhadap data eksperimen dan menghasilkan mean absolute error sebesar 3,55 K serta galat relatif 1,14%. Pada kecepatan inlet 7,92 m/s, rongga segitiga menghasilkan suhu rata-rata panel terendah sebesar 38,15°C dan laju perpindahan panas tertinggi 202 W. Rongga setengah lingkaran menghasilkan suhu rata-rata 39,25°C dan 185 W, sedangkan rongga kotak menghasilkan 40,35°C dan 172 W. Variasi kecepatan menunjukkan bahwa 7,92 m/s memberikan performa pendinginan terbaik, sedangkan 6 m/s masih mempertahankan aliran yang relatif merata. Hasil penelitian menegaskan bahwa optimasi geometri rongga dan kecepatan kipas dapat meningkatkan kinerja termal panel surya.
Analisis Keandalan Mesin Jet Dyeing Menggunakan Metode RCM dan FMEA pada Industri Manufaktur Tekstil Rangga Putra Irdian; Jojo Sumarjo; Marno Marno; Deri Teguh santoso; Kayla Rahma Nourizka
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jzhe0044

Abstract

Tingginya frekuensi downtime pada mesin jet dyeing Tonghue di PT. Toyobo Manufacturing Indonesia berdampak langsung pada penurunan efisiensi dan keandalan proses produksi tekstil. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi moda kegagalan, menganalisis tingkat downtime, serta menentukan strategi pemeliharaan yang tepat berbasis data historis periode Januari 2020–Desember 2024. Metode yang diterapkan adalah Reliability Centered Maintenance (RCM) yang didukung oleh analisis Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR), dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kerusakan didominasi oleh kebocoran dengan total 75 kejadian dari 144 total insiden, serta keausan komponen pada mechanical seal, bearing, dan packing. Mesin T 30-2 mencatat frekuensi kerusakan tertinggi (31 kejadian, MTBF = 45.106 menit), sedangkan mesin T 20-2 memiliki total waktu henti terbesar (13.160 menit, MTTR = 506 menit/kejadian). Analisis FMEA menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 192 pada mesin T 20-2 dan T 30-2. Total potensi kerugian produksi akibat downtime seluruh mesin mencapai 15.524,3 kg. Berdasarkan nilai MTBF, interval preventive maintenance diusulkan pada 80% nilai MTBF, berkisar antara 25,1 hingga 40,9 hari operasi per mesin, yang berpotensi mengurangi kerugian produksi secara signifikan apabila diimplementasikan secara konsisten.