Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Promotif Mencegah Komplikasi Kaki Pada Pasien Diabetes Melalui Edukasi dan Latihan Kaki di Wilayah Pesisir Kecamatan Puger, Kabupaten Jember Andani, Kadek Novi; Sutawardana , Jon Hafan; Nistiandani, Ana
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.613

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan kronis yang berdampak besar pada masyarakat pesisir dengan literasi kesehatan rendah dan akses layanan terbatas, termasuk wilayah Puger, Kabupaten Jember. Minimnya edukasi mengenai komplikasi kaki diabetik menyebabkan rendahnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kaki mandiri dan pencegahan ulkus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai diabetes melitus, komplikasi kaki diabetik, pemeriksaan kaki mandiri, serta latihan fisik sederhana berupa heel raise exercise. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, demonstrasi praktik, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 30 peserta dengan latar belakang pekerjaan sebagai pedagang ikan dan ibu rumah tangga. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan pada seluruh aspek yang diukur. Peserta dengan kategori pengetahuan tinggi meningkat dari 26,7% menjadi 86,7% pada aspek definisi diabetes, dari 20% menjadi 83,3% pada aspek komplikasi kaki diabetik, dari 13,3% menjadi 80% pada pemeriksaan kaki mandiri, dan dari 10% menjadi 90% pada latihan kaki. Tidak ada peserta yang tersisa pada kategori rendah setelah edukasi. Peserta juga mampu mempraktikkan gerakan heel raise dengan benar dan menyatakan latihan tersebut mudah diterapkan di rumah. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur berbasis visual dan demonstrasi mampu meningkatkan literasi kesehatan serta keterampilan pencegahan komplikasi kaki diabetik secara signifikan pada masyarakat pesisir. Program seperti ini direkomendasikan untuk dilanjutkan sebagai upaya promotif-preventif berkelanjutan berbasis komunitas.
Upaya Promotif Mencegah Komplikasi Kaki Pada Pasien Diabetes Melalui Edukasi dan Latihan Kaki di Wilayah Pesisir Kecamatan Puger, Kabupaten Jember Andani, Kadek Novi; Sutawardana , Jon Hafan; Nistiandani, Ana
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.613

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan kronis yang berdampak besar pada masyarakat pesisir dengan literasi kesehatan rendah dan akses layanan terbatas, termasuk wilayah Puger, Kabupaten Jember. Minimnya edukasi mengenai komplikasi kaki diabetik menyebabkan rendahnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kaki mandiri dan pencegahan ulkus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai diabetes melitus, komplikasi kaki diabetik, pemeriksaan kaki mandiri, serta latihan fisik sederhana berupa heel raise exercise. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, demonstrasi praktik, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 30 peserta dengan latar belakang pekerjaan sebagai pedagang ikan dan ibu rumah tangga. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan pada seluruh aspek yang diukur. Peserta dengan kategori pengetahuan tinggi meningkat dari 26,7% menjadi 86,7% pada aspek definisi diabetes, dari 20% menjadi 83,3% pada aspek komplikasi kaki diabetik, dari 13,3% menjadi 80% pada pemeriksaan kaki mandiri, dan dari 10% menjadi 90% pada latihan kaki. Tidak ada peserta yang tersisa pada kategori rendah setelah edukasi. Peserta juga mampu mempraktikkan gerakan heel raise dengan benar dan menyatakan latihan tersebut mudah diterapkan di rumah. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur berbasis visual dan demonstrasi mampu meningkatkan literasi kesehatan serta keterampilan pencegahan komplikasi kaki diabetik secara signifikan pada masyarakat pesisir. Program seperti ini direkomendasikan untuk dilanjutkan sebagai upaya promotif-preventif berkelanjutan berbasis komunitas.
OPTIMAL CARE: Pemberdayaan Keluarga dan Kader Dukung Kepatuhan Terapi TBC di Jember Siswoyo, Siswoyo; Widayati, Nur; Nistiandani, Ana; Umniyyah, Zahratul; Utarti, Esti; Rondhianto, Rondhianto; Hakam, Mulia; Sutawardana, Jon Hafan; Andani, Kadek Novi; Wijayanti, Sinta; Handoko, Dhimas Rizky
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3209

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan tantangan kesehatan serius di Kabupaten Jember, yang menempati peringkat ketiga tertinggi di Jawa Timur. Keberhasilan pengobatan TBC sering terhambat oleh rendahnya kepatuhan terapi yang berakar dari minimnya pengetahuan, dukungan keluarga, dan tingginya stigma sosial. Kegiatan pengabdian melalui program "OPTIMAL CARE" ini bertujuan memberdayakan keluarga dan kader kesehatan untuk mendukung keberhasilan terapi pasien TBC. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan komunitas melalui empat tahapan: identifikasi kebutuhan, perancangan program, implementasi, dan evaluasi. Hasil dari tahap identifikasi dan perancangan menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan yang signifikan, di mana 90% keluarga pasien belum memahami praktik perawatan pendukung di rumah. Selain itu, teridentifikasi pula keterbatasan peran kader yang belum optimal sebagai edukator dan motivator. Berdasarkan temuan tersebut, program ini secara spesifik dirancang untuk meningkatkan kapasitas keluarga dan kader melalui edukasi terstruktur dan pendampingan intensif. Kesimpulan dari tahap awal ini menegaskan bahwa intervensi pada keluarga dan kader merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem pendukung yang kuat guna meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC.
Analysis Psychosocial Factors Affecting Behaviour of Self-Monitoring Blood Glucose in People with Type 2 Diabetes Mellitus Rondhianto Rondhianto; Jon Hafan Sutawardana; Widya Maulina Cantika Putri
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v10i2.407

Abstract

Introduction: Compliance with monitoring blood glucose levels is crucial to diabetes management. Self-monitoring behaviour of blood glucose levels can be influenced by psychosocial factors in people with T2DM, such as knowledge, coping, diabetes distress, family support, and nurse support. Objective: The study aimed to analyze psychosocial factors that influence the behaviour of self-monitoring of blood glucose levels in people with T2DM. Methods: The study was a descriptive-analytic study with a cross-sectional design. The sample was T2DM patients in the Jember Regency with a sample size of 138 respondents, taken using multistage random sampling. Data were collected using a questionnaire (SKILLDS, Coping Scale, DDS, HDFSS, Nurse's role perception, and the SMBG questionnaire) and analyzed using a multiple linear regression test. Results The modelling results show that psychosocial factors (knowledge, coping, diabetes distress, family support, and nurse support) have a simultaneous and significant influence on the behaviour of monitoring blood glucose levels (F = 9.292; p = 0.001 < α = 0.05) with adjusted R2 = 0.232. It showed that psychosocial factors could explain the variance of behaviour monitoring blood glucose levels by 23.2%. Partially, there are three influential variables, namely coping, perception of family support, and perception of nurse support (p= 0.039; p= 0.016; and p= 0.020 < α =0.05). Better coping, family support, and nurse support could improve blood glucose monitoring. Conclusion: Psychosocial factors can affect monitoring blood glucose levels in people with T2DM. The nurse can make efforts to improve the behaviour by monitoring blood glucose levels by considering the psychosocial aspects of people with T2DM through preventive promotion efforts to improve coping, family support, and nurse support to improve self-management and quality of life of people with T2DM.
Co-Authors Agung Waluyo Ahmad Rizki Nur Hakiki Akhmad Zainur Ridla Alfid Tri Afandi Andani, Kadek Novi Anggraeni, Nabila Cindy Anisah Ardiana Aripratiwi, Cirilia Ary Januar Pranata Putra Baehaqi Batrisyia, Irdina Bintari, Lula Apriliya Puteri Chasanah, Nur Fitria Ulfa Cristina Esria Valentin Tambunan Dewi, Risma Eka Putri Arlyani Kusuma Dini Kurniawati Dwi Ayu Sari Emi Wuri Wuryaningsih Enggal Hadi Kurniyawan Erti Ikhtiarini Dewi Esti Utarti Evi Nursyafitri Fahruddin Kurdi Handoko, Dhimas Rizky Hanny Rasni Ika Hestri Iwan Setiawan Kurniasari, Dwi Meida Kushariadi Kushariadi Kushariadi, Kushariadi Kushariyadi Kushariyadi Kushariyadi Kushariyadi Kushariyadi Lantin Sulistiyorini, Lantin Lianawati Lianawati Muhamad Zulfatul A’la Muhammad Nur, Kholid Rosyidi Muhammad Rofiqi Muhammad Rofiqi Mulia Hakam Murtaqib Murtaqib Mustakim Mustakim Mustakim Nisrina Na'ilah Rahmatika Nistiandani, Ana Novian Dwi Roessanti Nur Widayati Nurmaidah, Ruri Pangestu, Adinda Widia Putri, Wildiah Nursyafiqoh Rima Ulfa Fahra Risma Arlyani Dewi Rismawan Adi Yunanto Rondhianto Rondhianto Rurin Nurmaidah Ruris Haristiani Sekar Ayu Widowati Shodikin, Mohammad Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Sodikin, M. Sukma, Anindianti Syafira Nabillah Wijatmiko Syahrul Abdul Yazid Trisya Aulia Damayanti umniyyah, zahratul Wantiyah Wantiyah Widya Maulina Cantika Putri Wijayanti, Sinta Yazid, Syahrul Abdul Yeni Fitria Yofita Refvinda Desfiani Yosep Filiandri Yulia Yulia Yustika Dian Pawesti Zahro, Siti Fatimatus Zamroni, Amiruz Zuhro, Zuiffah Lailatul