Claim Missing Document
Check
Articles

Assessing Spiritual Distress in Post-Operative Orthopedic Patients: A Descriptive Study at dr. Soebandi Regional Hospital, Jember Hakam, Mulia; Bintari, Lula Apriliya Puteri; Sutawardana, Jon Hafan
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 5 No 3 (2025): December 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkki.v5i3.614

Abstract

Background: Spiritual distress is a problem with the patient's response to health. Spiritual distress is a disturbance in the meaning of life about oneself, others, and God. Spiritual distress occurs due to spiritual needs not being met. Purpose: This study aims to determine spiritual distress in post-operative orthopedic patients in the surgical room at dr. Soebandi Regional Hospital Jember. Methods: This study employed a descriptive, consecutive sampling method involving 150 respondents from both major and minor post-operative orthopedic patients in 2023. Results: The majority of respondents in this study were men with varying ages and types of surgery, 80.7% experienced major surgery, and 19.3% underwent minor surgery. Data collection was conducted using the Spiritual Distress Scale questionnaire, and the results showed a median value of 74.00, with a minimum value of 33 and a maximum value of 103. This indicates that the resulting value is close to the maximum value of the questionnaire, suggesting a high level of spiritual distress. This can be caused by the high value placed on self-relationship, which encompasses the strengths that exist within a person, including knowledge and attitudes about oneself. This high value can occur due to a lack of knowledge about oneself and a lack of confidence in the future, leading to a loss of peace of mind. Conclusion: This research provides additional data and knowledge regarding spiritual distress in post-operative orthopedic patients. Patients with spiritual distress require maintenance of spiritual well-being, which helps them find meaning in life and experience a sense of peace. The results of this research make it possible for nurses to develop and understand the importance of spiritual care for patients
Upaya Promotif Mencegah Komplikasi Kaki Pada Pasien Diabetes Melalui Edukasi dan Latihan Kaki di Wilayah Pesisir Kecamatan Puger, Kabupaten Jember Andani, Kadek Novi; Sutawardana , Jon Hafan; Nistiandani, Ana
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.613

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan kronis yang berdampak besar pada masyarakat pesisir dengan literasi kesehatan rendah dan akses layanan terbatas, termasuk wilayah Puger, Kabupaten Jember. Minimnya edukasi mengenai komplikasi kaki diabetik menyebabkan rendahnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kaki mandiri dan pencegahan ulkus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai diabetes melitus, komplikasi kaki diabetik, pemeriksaan kaki mandiri, serta latihan fisik sederhana berupa heel raise exercise. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, demonstrasi praktik, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 30 peserta dengan latar belakang pekerjaan sebagai pedagang ikan dan ibu rumah tangga. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan pada seluruh aspek yang diukur. Peserta dengan kategori pengetahuan tinggi meningkat dari 26,7% menjadi 86,7% pada aspek definisi diabetes, dari 20% menjadi 83,3% pada aspek komplikasi kaki diabetik, dari 13,3% menjadi 80% pada pemeriksaan kaki mandiri, dan dari 10% menjadi 90% pada latihan kaki. Tidak ada peserta yang tersisa pada kategori rendah setelah edukasi. Peserta juga mampu mempraktikkan gerakan heel raise dengan benar dan menyatakan latihan tersebut mudah diterapkan di rumah. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur berbasis visual dan demonstrasi mampu meningkatkan literasi kesehatan serta keterampilan pencegahan komplikasi kaki diabetik secara signifikan pada masyarakat pesisir. Program seperti ini direkomendasikan untuk dilanjutkan sebagai upaya promotif-preventif berkelanjutan berbasis komunitas.
Upaya Promotif Mencegah Komplikasi Kaki Pada Pasien Diabetes Melalui Edukasi dan Latihan Kaki di Wilayah Pesisir Kecamatan Puger, Kabupaten Jember Andani, Kadek Novi; Sutawardana , Jon Hafan; Nistiandani, Ana
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.613

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan kronis yang berdampak besar pada masyarakat pesisir dengan literasi kesehatan rendah dan akses layanan terbatas, termasuk wilayah Puger, Kabupaten Jember. Minimnya edukasi mengenai komplikasi kaki diabetik menyebabkan rendahnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kaki mandiri dan pencegahan ulkus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai diabetes melitus, komplikasi kaki diabetik, pemeriksaan kaki mandiri, serta latihan fisik sederhana berupa heel raise exercise. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, demonstrasi praktik, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 30 peserta dengan latar belakang pekerjaan sebagai pedagang ikan dan ibu rumah tangga. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan pada seluruh aspek yang diukur. Peserta dengan kategori pengetahuan tinggi meningkat dari 26,7% menjadi 86,7% pada aspek definisi diabetes, dari 20% menjadi 83,3% pada aspek komplikasi kaki diabetik, dari 13,3% menjadi 80% pada pemeriksaan kaki mandiri, dan dari 10% menjadi 90% pada latihan kaki. Tidak ada peserta yang tersisa pada kategori rendah setelah edukasi. Peserta juga mampu mempraktikkan gerakan heel raise dengan benar dan menyatakan latihan tersebut mudah diterapkan di rumah. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur berbasis visual dan demonstrasi mampu meningkatkan literasi kesehatan serta keterampilan pencegahan komplikasi kaki diabetik secara signifikan pada masyarakat pesisir. Program seperti ini direkomendasikan untuk dilanjutkan sebagai upaya promotif-preventif berkelanjutan berbasis komunitas.