Articles
Gambaran Nyeri Saat Intervensi Walking Guided Imagery Saat Pemasangan Ivfd (Intra Vena Fluids Drip) Pada Anak Usia 6-12 Tahun
Marwan Riki Ginanjar;
Septi Ardianty
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.528
Latar Belakang : Anak dipandang sebagai individu yang unik, yang punya potensi untuk tumbuh dan berkembang, sepanjang rentang sehat, terutama saat anak sakit orang tua akan membawa anak kerumah sakit, sehingga harus mengalami hospitalisasi. Tindakan pemasangan IVFD pada anak bukan hal yang mudah karena anak-anak memiliki vena yang kecil dan rapuh sehingga anak sering mengalami nyeri. Teknik relaksasi Guided Imagery merupakan penyembuhan yang efektif yang dapat mengurangi nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran nyeri saat intervensi Walking Guided Imagery saat pemasangan IVFD (Intra Vena Fluids Drip) pada anak Usia 6-12 Tahun. Desain: Metodologi penelitian Pra Eksperimen Design dengan rancang dengan desain Posttest Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua dan Anak usia 6-12 tahun berjumlah 75 orang dan Sampel penelitian berjumlah 63 responden diambil dengan menggunakan tehnik purpossive sampling. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis univariat menunjukkan hasil bahwa rata-rata responden berusia adalah 8,11. Keragaman nilai sebaran data dengan standar deviasi sebesar 2.009. umur responden terendah adalah 6 tahun, dan umur responden maksimal adalah 12 tahun serta sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 35 orang (55,6%). Kesimpulan : Gambaran nyeri saat intervensi Walking Guided Imagery saat pemasangan IVFD (Intra Vena Fluids Drip) pada anak Usia 6-12 Tahun di RS Muhammadiyah Palembang Tahun 2019 yaitu 1,00 (nyeri ringan).
Pengaruh Terapi Bermain Dengan Media Scrapbook Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi
Marwan Riki Ginanjar
Masker Medika Vol 11 No 2 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52523/maskermedika.v11i2.579
Background : Hospitalization is a condition where a child is hospitalized in a hospital in a planned or emergency condition for treatment until the child’s condition improves when he returns home. The most common anxiety experienced by children is crying, an excessive fear of both officers and new people. One of the interventions that can be done to overcome anxiety in children is by doing Scrapbook therapy. Research Purpose : The purpose of this study was to determine the effect of playing therapy with Scrapbook media on the anxiety of preschool-aged children who were hospitalized at the Palembang Muhammadiyah Hospital. Methods : This study uses a pre-experimental method, with a one group pre test and post test design. The sampling technique used in this study was purposive sampling on pediatric patients treated at the Muhammadiyah Palembang Hospital with a total of 16 respondents. The intervention was given for 30 minutes, carried out once a day during the child’s free time. Result : The result of the nonparametric test using the Wilcoxon Test obtained a p value of < 0.000 (< 0.05). Conclusion : There is an effect of playing therapy with Scrapbook media on the anxiety of preschool-aged children who are hospitalized at the Palembang Muhammadiyah Hospital.
CUDDLE THERAPEUTIC: SIDE SITTING POSITION TERHADAP SKALA NYERI INJEKSI IMUNISASI BAYI USIA 2-12 BULAN
Marwan Riki Ginanjar
Masker Medika Vol 12 No 1 (2024): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52523/maskermedika.v12i1.607
Pendahuluan: Bayi merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap gangguan kesehatan maupun serangan penyakit. Pemberian Imunisasi sangat dianjurkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesehatan bayi dan balita. Nyeri saat dilakukan imunisasi dapat berdampak secara langsung oleh bayi seperti menangis terus-menerus dan memberontak. Salah satu intervensi yang dapat mengurangi rasa nyeri tersebut adalah cuddle therapeutic yang merupakan kombinasi dari tindakan yang memberikan rasa nyaman dan aman kepada anak oleng orangtunya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimental Design dengan rancangan post test control group design. Teknik pengambiilan sempel adalah total sampling yaitu 70 responden. Cara menggukur nyeri menggunakan lembar ceklist dengan metode FLACC. Analisa data menggunakan Shapiro Wilk. Hasil: Nyeri pada kelompok intervensi didapatkan nilai median yaitu 4,00 dan nyeri pada kelompok kontrol diadapatkan nilai median yaitu 6,00 dengan nilai p value 0,001 (p value <0,05). Diskusi: Ada pengaruh nyeri antara kelompok intervensi yang diberikan dekapan dan kelompok kontrol yang tidak diberikan dekapan terapi cuddle therapeutic: side sitting position terhadap skala nyeri injeksi imunisasi pada bayi usia 2-12 bulan di posyandu binaan Puskesmas Pembina Palembang.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENANGANAN AWAL KEJANG DEMAM PADA BALITA
Marwan Riki Ginanjar;
Hallya Ellyanti;
Sri Tirtayanti
Masker Medika Vol 12 No 2 (2024): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52523/maskermedika.v12i2.666
Background: Toddlers are children under 5 years old so that children aged 1 to 5 years are included in this group. Most toddlers have a greater risk of developing a disease, namely febrile seizures. Febrile seizures are seizures that occur in children who have a fever without a central nervous system infection that occurs more than 38°C. Knowledge of early treatment of febrile seizures is very necessary to treat febrile seizures in toddlers, one of which is through health education. The selection of the chalk and talk method can help mothers increase their knowledge about early treatment of febrile seizures in toddlers. Objective: To determine the effect of health education using the chalk and talk method on mothers' knowledge in early treatment of febrile seizures in toddlers. Method: This type of quantitative research with Pre-Experimental One Group Pre-Test and post-Test Design, this study was conducted in August 2024 with a sample of 32 respondents in the Mawar Putih Mariana Health Center work area. The provision of knowledge using the chalk and talk method, the results of the knowledge were measured using a questionnaire. The results of the analysis used the paired samples t-test. Results: The average value of knowledge before health education was 9.22 and after health education was 12.81 with a p-value <0.05. Conclusion: There is an effect of chalk and talk method health education on mothers' knowledge in early handling of febrile seizures in toddlers.
PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK DENGAN PENINGKATAN PENGETAHUAN PENTINGNYA MENJAGA ORGAN REPRODUKSI DI SANGGAR BELAJAR MALAYSIA
Yuniza;
Mar’atun Ulaa;
Marwan Riki Ginanjar;
Sri Tirtayanti;
Erika Sherly Damayanti
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 2 (2025): DedikasiMU Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i2.9913
Pelecehan seksual terhadap anak adalah suatu bentuk tindakan yang dilakukan orang orang dewasa atau yang lebih tua, yang menggunakan anak untuk memuaskan kebutuhan seksualnya. Pelecehan seksual pada anak dapat terjadi dimana saja, pelakunya juga bisa dari teman, orangtua, saudara, tetangga maupun guru. Seringkali anak - anak tidak mengetahui bahwa tindakan tersebut termasuk kedalam pelecehan seksual ataupun tidak. Tingginya angka kejadian pelecehan seksual pada anak dapat menimbulkan dampak yang serius seperti mengalami masalah psikologis (depresi), gangguan tidur, penyakit menular, dan kehamilan tidak direncanakan. Edukasi seksual pada anak dapat dilakukan dengan melalui metode buku cerita bergambar. Penyuluhan ini bertujuan untuk mencegah pelecehan seksual pada anak dengan memberikan pemahaman kepada anak - anak tentang bagian - bagian tubuh yang perlu dijaga. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan membagikan kuisioner pretest untuk mengetahui kemampuan awal remaja lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh fasilitator. Setelah penyuluhan, dibagikan kembali kuisioner untuk mengevaluasi pengetauan anak setelah penyuluhan. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya perubahan pengetahuan sebelum dilakukan edukasi dan setelah dilakukan edukasi.
EFEKTIVITS SALEP EKSTRAK DAUN KELENGKENG TERHADAP INFLAMASI PADA RATTUS NOVERGICUS
Yuniza, Yuniza;
Ginanjar, Marwan Riki;
Mardalena, Mardalena
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/jam.v6i1.834
Latar Belakang: Penyembuhan Luka insisi post SC menimbulkan Inflamasi. Inflamasi adalah sebuah respon protektif yang ditimbulkan akibat cidera atau kerusakan jaringan, dalam penatalaksanaannya menggunakan pengobatan antiinflamasi yang didapat dari farmakoterapi atau dengan dengan pemanfaatan bahan herbal yaitu ekstrak daun kelengkeng. Ekstrak daun kelengkeng digunakan sebagai antiinflamasi karena memiliki kandungan senyawa aktif yaitu flavonoid. Tujuan : Mengetahui salep ekstrak daun kelengkeng terhadap inflamasi pada tikus jenis Rattus Novergicus coba. Metode : Penelitian menggunakan metode quasy eksperimen dengan pendekatan pre dan post control grup design. Dengan variabel bebas yang diteliti adalah salep ekstrak daun kelengkeng, dan variabel terikat adalah inflamasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t test dependen untuk melihat pengaruh pemberian salep pada pretest dan post test, sedangkan uji t test independen untuk menguji perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Waktu penelitian adalah Januari 2019 s.d Desember 2019 Tempat penelitian di laboratorium Biologi UMP dengan 12 sampel hewan coba Tikus jenis Rattus novergicus. Hasil: Rata-rata nilai kemerahan sebelum diberikan salep ekstrak daun kelengkeng adalah 1,02, panjang luka sebelum diberikan salep ekstrak daun kelengkeng adalah 1,8. Rata-rata nilai kemerahan setelah diberikan ekstrak daun kelengkeng adalah 3, panjang luka setelah diberikan salep ekstrak daun kelengkeng adalah 1,7. Ada pengaruh signifikan kemerahan (p value 0,01), panjang luka (p value 0,04). Kesimpulan: ada pengaruh salep ekstrak daun kelengkeng terhadap inflamasi pada hewan coba. Kata kunci: Inflamasi, Salep Ekstrak Daun Kelengkeng
The Effect of Healthy Drinks (Dragon Fruit and Soybean) on Hemoglobin Changes in Third Trimester Pregnant Women To Prevent Stunting In Infants
Yuniza, Yuniza;
Ginanjar, Marwan Riki;
Ulaa, Mar’atun;
Rizona, Firnaliza
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 9 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59188/eduvest.v5i9.52190
Nutritional deficiency during pregnancy can lead to anemia, which affects fetal growth and increases the risk of stunting in infants. Natural interventions using nutrient-rich foods may provide safe alternatives to address hemoglobin deficiency in pregnant women. Objective: This research aims to evaluate the effect of healthy drinks containing dragon fruit and soybean on hemoglobin level changes in third-trimester pregnant women as a preventive measure against infant stunting. This quantitative research employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample was selected using a non-probability sampling technique with a total of 24 respondents at the Palembang City Health Center from February to April 2024. This research used instruments for measuring hemoglobin levels and SOPs for administering healthy drinks. The analysis was carried out using the paired samples t-test. The average hemoglobin (Hb) level before administration of red dragon fruit juice in third-trimester pregnant women was 10.58 g/dL, while the average hemoglobin (Hb) level after administration of red dragon fruit juice in third-trimester pregnant women was 10.87 g/dL, with a p-value of 0.000 < 0.05. There was a significant effect of healthy drink administration on hemoglobin levels in third-trimester pregnant women between before and after the intervention.
Edukasi Kesehatan Gout Arthritis dan Penerapan Efektivitas Kompres Air Hangat Jahe Merah (Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma) terhadap Nyeri Gout Arthritis
Ginanjar, Marwan riki
Khidmah Vol 6 No 1 (2024): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52523/khidmah.v6i1.475
Gout arthritis adalah penyakit yang menyerang persendian, terutama pada orang dengan lanjut usia dan dapat menimbulkan inflamasi pada sendi sehingga menyebabkan kekakuan dan nyeri yang sangat menganggu. Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai gout arthritis dengan memberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet serta mendemonstrasikan kompres air hangat jahe merah untuk mengurangi rasa nyeri hingga mampu melakukan secara mandiri. Metode yang digunakan pendidikan kesehatan (penyuluhan, demonstrasi dan melakukan secara mandiri). Hasil kegiatan pendidikan kesehatan sebelum dilakukan penyuluhan peserta dilakukan pre test dari 12 peserta didapatkan nilai rata-rata 35 dan meningkat menjadi 75 setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pada tingkat nyeri sebelum dilakukan kompres air hangat jahe merah didapatkan rata-rata skala nyeri 6 dan setelah dilakukan kompres air hangat jahe merah didapatkan nilai rata-rata 4, terjadi penurunan tingkat nyeri. Terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dan penurunan tingkat nyeri setelah diberikan intervensi kompres air hangat jahe merah.
PENERAPAN DEMONSTRASI DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN WATER TEPID SPONGE PADA ORANG TUA DENGAN ANAK RESIKO KEJANG DEMAM
Ginanjar, Marwan riki
Khidmah Vol 7 No 1 (2025): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52523/khidmah.v7i1.538
Latar Belakang: Kejang demam merupakan gangguan neurologis umum pada anak yang sering menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Penanganan demam yang tidak tepat, seperti penggunaan kompres air dingin atau biasa di dahi, masih sering dilakukan. Metode Water Tepid Sponge (WTS) dengan kompres air hangat di area lipatan tubuh terbukti lebih efektif dalam menurunkan suhu tubuh dan mencegah kejang demam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang tua dalam melakukan WTS melalui metode demonstrasi. Metode: Kegiatan ini dilakukan di Posyandu wilayah Puskesmas Plaju Kota Palembang dengan peserta ibu-ibu yang memiliki anak berisiko kejang demam. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test mengenai teknik WTS. Hasil: Demonstrasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan orang tua dalam melakukan WTS dengan benar. Kompres hangat di area lipatan tubuh mampu menurunkan suhu tubuh anak secara lebih efektif dibandingkan metode kompres konvensional di dahi atau dengan air dingin. Kesimpulan: Edukasi melalui metode demonstrasi efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam penanganan demam pada anak, khususnya dalam penggunaan metode WTS untuk mencegah kejang demam
Pengaruh program cuci tangan dan personal hygiene terhadap pengetahuan dan kemampuan anak untuk menurunkan kejadian diare
Ginanjar, Marwan Riki;
Yuniza, Yuniza;
Fadillah, Fadillah;
Arlita, Despania
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1713
Background: Elementary school children are among the age group vulnerable to health problems. Diarrhea is a health problem related to personal hygiene and the environment. One factor contributing to diarrhea is handwashing habits. Handwashing is a crucial component of personal hygiene, as failure to wash hands can lead to health problems related to the digestive system. Purpose: To identify the effect of handwashing and personal hygiene programs on children's knowledge and skills in reducing diarrhea. Method: The study was quantitative, using a pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design with statistical testing using the Wilcoxon test. Data were collected using questionnaires and observation sheets. Results: There was a significant increase in handwashing and personal hygiene practices before and after handwashing and personal hygiene education (p-value = 0.000 < 0.05). Conclusion: Handwashing and personal hygiene programs have an impact on children's knowledge and ability to reduce the incidence of diarrhea. Suggestion: Schools are expected to routinely integrate clean and healthy living behavior education and implement healthy lifestyle habits. Keywords: Diarrhea; Handwashing; Personal Hygiene. Pendahuluan: Usia anak sekolah dasar termasuk ke dalam kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan. Masalah kesehatan diare berkaitan dengan kebersihan perorangan atau personal hygiene dan lingkungan. Salah satu faktor yang berperan dalam kejadian diare adalah kebiasaan mencuci tangan. Cuci tangan merupakan salah satu komponen personal hygiene atau kebersihan perorangan yang sangat penting, karena dampak tidak mencuci tangan diantaranya dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berkaitan dengan masalah sistem pencernaan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi adanya pengaruh program cuci tangan dan personal hygiene terhadap pengetahuan dan kemampuan anak untuk menurunkan kejadian diare. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental menggunakan desain one group pretest-posttest dengan uji statistik menggunakan uji wilcoxon. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan praktek cuci tangan dan personal hygiene sebelum dan setelah diberikan edukasi cuci tangan dan personal hygiene diperoleh p-value=0.000 < 0.05. Simpulan: Adanya pengaruh program cuci tangan dan personal hygiene terhadap pengetahuan dan kemampuan anak untuk menurunkan kejadian diare. Saran: Sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara rutin dan menerapkan sikap hidup sehat. Kata Kunci: Cuci Tangan; Diare; Personal Hygiene.