Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENERAPAN DEMONSTRASI DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN WATER TEPID SPONGE PADA ORANG TUA DENGAN ANAK RESIKO KEJANG DEMAM Ginanjar, Marwan riki
Khidmah Vol 7 No 1 (2025): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v7i1.538

Abstract

Latar Belakang: Kejang demam merupakan gangguan neurologis umum pada anak yang sering menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Penanganan demam yang tidak tepat, seperti penggunaan kompres air dingin atau biasa di dahi, masih sering dilakukan. Metode Water Tepid Sponge (WTS) dengan kompres air hangat di area lipatan tubuh terbukti lebih efektif dalam menurunkan suhu tubuh dan mencegah kejang demam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang tua dalam melakukan WTS melalui metode demonstrasi. Metode: Kegiatan ini dilakukan di Posyandu wilayah Puskesmas Plaju Kota Palembang dengan peserta ibu-ibu yang memiliki anak berisiko kejang demam. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test mengenai teknik WTS. Hasil: Demonstrasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan orang tua dalam melakukan WTS dengan benar. Kompres hangat di area lipatan tubuh mampu menurunkan suhu tubuh anak secara lebih efektif dibandingkan metode kompres konvensional di dahi atau dengan air dingin. Kesimpulan: Edukasi melalui metode demonstrasi efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam penanganan demam pada anak, khususnya dalam penggunaan metode WTS untuk mencegah kejang demam
Pengaruh program cuci tangan dan personal hygiene terhadap pengetahuan dan kemampuan anak untuk menurunkan kejadian diare Ginanjar, Marwan Riki; Yuniza, Yuniza; Fadillah, Fadillah; Arlita, Despania
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1713

Abstract

Background: Elementary school children are among the age group vulnerable to health problems. Diarrhea is a health problem related to personal hygiene and the environment. One factor contributing to diarrhea is handwashing habits. Handwashing is a crucial component of personal hygiene, as failure to wash hands can lead to health problems related to the digestive system. Purpose: To identify the effect of handwashing and personal hygiene programs on children's knowledge and skills in reducing diarrhea. Method: The study was quantitative, using a pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design with statistical testing using the Wilcoxon test. Data were collected using questionnaires and observation sheets. Results: There was a significant increase in handwashing and personal hygiene practices before and after handwashing and personal hygiene education (p-value = 0.000 < 0.05). Conclusion: Handwashing and personal hygiene programs have an impact on children's knowledge and ability to reduce the incidence of diarrhea. Suggestion: Schools are expected to routinely integrate clean and healthy living behavior education and implement healthy lifestyle habits.   Keywords: Diarrhea; Handwashing; Personal Hygiene.   Pendahuluan: Usia anak sekolah dasar termasuk ke dalam kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan. Masalah kesehatan diare berkaitan dengan kebersihan perorangan atau personal hygiene dan lingkungan. Salah satu faktor yang berperan dalam kejadian diare adalah kebiasaan mencuci tangan. Cuci tangan merupakan salah satu komponen personal hygiene atau kebersihan perorangan yang sangat penting, karena dampak tidak mencuci tangan diantaranya dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berkaitan dengan masalah sistem pencernaan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi adanya pengaruh program cuci tangan dan personal hygiene terhadap pengetahuan dan kemampuan anak untuk menurunkan kejadian diare. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental menggunakan desain one group pretest-posttest dengan uji statistik menggunakan uji wilcoxon. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan praktek cuci tangan dan personal hygiene sebelum dan setelah diberikan edukasi cuci tangan dan personal hygiene diperoleh p-value=0.000 < 0.05. Simpulan: Adanya pengaruh program cuci tangan dan personal hygiene terhadap pengetahuan dan kemampuan anak untuk menurunkan kejadian diare. Saran: Sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara rutin dan menerapkan sikap hidup sehat.   Kata Kunci: Cuci Tangan; Diare; Personal Hygiene.
Effectiveness of Honey Soy Milk on Hemoglobin Improvement among Adolescent Girls with Menstrual Anemia: A Quasi-Experimental Study Yuniza, Yuniza; Ginanjar, Marwan Riki; Ulaa, Mar’atun; Williams, Brett
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i1.430

Abstract

Background: Anemia is a common health problem among adolescent girls, primarily due to iron deficiency and blood loss during menstruation. Honey contains bioactive compounds beneficial to health, including the improvement of metabolism and hematological status. This study aims to determine the effect of honey soy milk on hemoglobin (Hb) levels among adolescent girls with menstrual anemia. Methods: This quantitative study employed a quasi-experimental design with one group pretest–posttest, conducted at an educational institution in Indonesia. A total of 25 adolescent girls with menstrual anemia were selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The intervention consisted of administering 200 mL of honey soy milk twice daily for 5 consecutive days during menstruation. Hemoglobin levels were measured in g/dL using an EasyTouch GCHb digital analyzer before and after the intervention. Data analysis followed the Transparent Reporting of Evaluations with Nonrandomized Designs (TREND) guidelines. Results: The mean hemoglobin level before the intervention was 11.15 ± 1.72 g/dL, and after the intervention, it increased to 12.92 ± 1.87 g/dL. Statistical testing showed a significant difference (p < 0.001), indicating that honey soy milk effectively improved Hb levels among participants. Conclusion: Honey soy milk is effective in increasing hemoglobin levels in adolescent girls with menstrual anemia. These findings support the use of functional foods as an adjunctive strategy in anemia prevention and management programs for adolescents