Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Website Pemilihan Supplier Bahan Kain Batik Dengan Metode Perbandingan Eksponential (Studi Kasus: Toko Batik Azriel) Wulandari, Evita Sekar; Seniwati, Erni; Astuti, Yuli; Sidauruk, Acihmah
The Indonesian Journal of Computer Science Research Vol. 3 No. 1 (2024): January
Publisher : Hemispheres Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59095/ijcsr.v3i1.78

Abstract

Pada perusahaan yang berada pada bidang bisnis, ada salah satu aspek yang penting yaitu supplier. Peran dari supplier dalam kegiatan bisnis sangat berpengaruh dalam operasional. Peran dari supplier ini dikatakan penting dalam kegiatan proses operasional karena berpengaruh kepada bisnis yang dapat berjalan dengan lancar. Terdapat satu lembaga usaha yang bernama Toko Batik Azriel yang bergerak pada bisnis penjualan batik. Pada Toko Batik Azriel memiliki permasalahan dalam pemilihan Supplier yang tepat untuk mendukung berjalan nya proses bisnis. Pada bidang teknologi yang menerapkan kemampuan komputer terdapat konsep penyelesaian masalah yaitu Sistem Pendukung Keputusan (SPK)/Decision Support System (DSS). Salah satu media bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk menerapkan konsep DSS adalah bahasa pemrograman PHP. Bahasa pemrograman PHP akan mengakomodir konsep DSS dengan berbasis website. Tujuan mengimplementasikan konsep DSS dan bahasa pemrograman PHP agar dapat digunakan oleh pihak Toko Batik Azriel untuk melakukan pengambilan keputusan terhadap supplier yang paling tepat. Sistem pendukung keputusan berbasis website yang dibuat pada penelitian ini menggunakan Metode Perbandingan Eksponential (MPE), metode ini akan diimplementasikan ke dalam sistem berbasis website dengan bahasa pemrograman PHP dan Relational Database Management System MySQL. Konsep dasar metode perbandingan eksponential (MPE) yang merupakan bagian dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang akan menentukan urutan prioritas alternatif keputusan dengan menggunakan beberapa kriteria. Hal yang sangat penting dalam penerapan Metode Perbandingan Eksponential (MPE) adalah penentuan derajat kepentingan atau bobot dari setiap kriteria yang ditetapkan, karena akan menentukkan nilai akhir dari setiap pilihan keputusan. Dengan dibuatnya sistem pendukung keputusan berbasis website dengan Metode Perbandingan Eksponential (MPE) ini diharapkan dapat mempermudah dalam melakukan proses pemilihan supplier sesuai dengan yang diinginkan.
Optimization and Collaboration of Fuzzy C-Mean, K-Mean, and Naïve Bayes Algorithms Using the Elbow Method for Micro, Small, and Medium Enterprises Norhikmah, -; Nurastuti, Wiji; Aminuddin, Afrig; Sidauruk, Acihmah; Gunawan, Puguh Hasta
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 9, No 5 (2025)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.9.5.3292

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (SMEs) have a vital role in Indonesia’s economy. However, IT-based marketing strategies among SMEs receive limited support from the government due to the lack of sufficient data to inform policy. This study aims to (1) identify the needs of SMEs for social media promotion training as part of their digital capacity building, (2) develop and compare the effectiveness of classification models that combine Fuzzy C-Means and K-Means clustering algorithms with the Naïve Bayes algorithm to group SMEs based on business characteristics, (3) analyze the relationships between business variables—such as business type, marketing media, funding sources, and financial aspects—and SME performance through regression analysis, and (4) provide data-driven foundations for designing targeted digital interventions and policy strategies to support SME development in Indonesia. This study used UPPKS data from 133 SMEs in seven districts in the Special Region of Yogyakarta. Data analysis covered business types, marketing platforms used, funding sources, and financial performance indicators. Data pre-processing involved cleaning, normalization, and integration to ensure consistency and readiness for analysis. The researcher used the Elbow method to determine the optimal number of clusters. Then, it also used Fuzzy C-Means (FCM) and K-Means to categorize SMEs into three groups: high, medium, and low. The classification was based on the Naïve Bayes algorithm. The evaluation of the model performance used a confusion matrix, cross-validation, and regression analysis to examine inter-variable relationships. The results showed that the combination of FCM and Naïve Bayes achieved an accuracy of 85% based on the confusion matrix and 97% based on cross-validation. Meanwhile, the combination of K-Means and Naïve Bayes respectively achieved an accuracy of 96% and 94.7%. These findings demonstrate the effectiveness of the proposed approaches in classifying SMEs based on their characteristics and performance. This research provides important insights for policymakers and SME development agencies in designing more targeted digital training and support programs. Future studies should explore the integration of other algorithms, such as Support Vector Machines (SVM) and Decision Trees, while incorporating market trends and customer engagement to enhance SME classification and provide ongoing support.
Penerapan Teknologi Smart Security IoT untuk Peningkatan Lingkungan di Padukuhan Mlati, Yogyakarta Sulistiyono, Mulia; Kharisma, Rizqi Sukma; Sidauruk, Acihmah; Bernadhed, Bernadhed
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2349

Abstract

This community service program aims to improve environmental security in Mraen Hamlet, Mlati, which previously had a vulnerable point due to minimal lighting and the lack of a technology-based monitoring system. The method applied in this activity consists of several stages, starting with the preparation stage, namely a needs analysis based on the results of observations and interviews. The next stage is the implementation of activities, consisting of software installation in the form of the installation of three Internet of Things (IoT)-based CCTVs, the installation of four automated street lights. Configuration of the system, operational training of the devices to residents. The final stage of this activity is an evaluation of the implementation of the community service activity, the evaluation was carried out using a questionnaire technique distributed to residents as activity partners. The results of the activity from the questionnaire data processing showed a significant increase in lighting quality, environmental monitoring capabilities, and citizen participation. Security perceptions increased from 50-60% to 80-90% after the activity. This program proves the effectiveness of Smart Security IoT technology in improving environmental security and supporting the development of Smart RT/VillageABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keamanan lingkungan di Padukuhan Mraen, Mlati, yang sebelumnya memiliki titik rawan akibat minimnya penerangan dan tidak tersedianya sistem pemantauan berbasis teknologi. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan, diawali dari tahapan persiapan yaitu melakukan analisis kebutuhan berdasarkan hasil dari observasi dan wawancara. Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan kegiatan, terdiri dari pemasangan perangkat lunak berupa pemasangan tiga CCTV berbasis Internet of Things (IoT), pemasangan empat lampu jalan otomatisasi, Konfigurasi terhadap sistem, pelatihan operasional perangkat kepada warga. Tahapan terakhir dari kegiatan ini adalah dilakukan evaluasi terhadap pelaksaanan kegiatan pengabdian, evaluasi dilakukan dengan teknik kuisioner yang dibagikan terhadap warga sebagai mitra kegiatan. Hasil kegiatan dari olah data kuisioner tersebut menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas penerangan, kemampuan pemantauan lingkungan, serta partisipasi warga. Persepsi keamanan meningkat dari 50–60% menjadi 80–90% setelah kegiatan. Program ini membuktikan efektivitas teknologi Smart Security IoT dalam meningkatkan keamanan lingkungan dan mendukung pengembangan Smart RT/Village.