Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN BREASTFEEDING SELF EFFICACY TERHADAP LAMANYA MENYUSUI PADA IBU NIFAS WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMUR BATU KOTA BANDAR LAMPUNG Dina Astuti br Sinaga; Anita Bustami
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.77 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i1.1603

Abstract

ABSTRACT : RELATIONSHIP BETWEEN SELF EFFICACY BREASTFEEDING ON LIGHTING IN BREASTFEEDING IN PREGNANT WOMEN WORK OF PUSKESMAS SUMUR BATU KOTA BANDAR LAMPUNG 2019 Background : Giving ASI immediately after giving birth has many benefits for mother and child. The achievement of exclusive breastfeeding in Lampung Province in 2016 amounted to 56.26% where the highest achievement in Mesuji Regency was 85.28% and the lowest was in Tulang Bawang District by 32.51% while Bandar Lampung City was 58.89% even though it was still above the Provincial Achievement but this is far from the target of a strategic plan of 80% while achieving exclusive breastfeeding.Purpose : the relationship between breastfeeding self efficacy and the duration of breastfeeding in postpartum mothers in the Work Area of Sumur Batu Bandar Lampung Health Center in 2019 is known.Methods : Type of quantitative research, analytic research design with cross sectional approach. The population were all postpartum mothers, postpartum maternal samples in the Sumur Batu Bandar Lampung Community Health Center Working Area, the time of the study was conducted in 22 Apri - May 22, 2019. Objects in length of breastfeeding for postpartum mothers before and after breastfeeding self efficacy were given. Retrieving data with a questionnaire using breastfeeding self efficacy. Data analysis was univariate (average) and bivariate (using t-test).Result : It is known that most of the respondents breastfeed for a longer period of time <15/30 minutes, which is as many as 28 (60.9%) respondents. It is known that most of the Breastfeeding Self Efficacy respondents were <58.61, which was less than 30 (65.2%) respondents. There is a relationship between breastfeeding self efficacy and the duration of breastfeeding in postpartum mothers in the Sumur Batu Bandar Lampung Community Health Center Working Area in 2019 (p-value = 0.001: OR 12,000). Keywords      : Breastfeeding Self Efficacy, postpartum mother, breastfeeding, exclusive breastfeeding ABSTRAK Latar Belakang:Pemberian ASI segera setelah melahirkan memberikan banyak manfaat bagi ibu dan anak. Pencapaian ASI eksklusif di Provinsi Lampung tahun 2016 sebesar 56,26% dimana  pencapaian tertinggi di Kabupaten Mesuji sebanyak 85,28% dan terendah di Kabupaten Tulang Bawang sebesar 32,51% sedangkan Kota Bandar Lampung sebanyak 58,89% walaupun masih di atas pencapaian Provinsi namun ini jauh dari target renstra sebesar 80% sedangkan pencapaian ASI eksklusif.Tujuan Penelitian:diketahui hubungan breastfeeding self efficacy dengan lamanya menyusui pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sumur Batu Bandar Lampung Tahun 2019.Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan cros sectional. Populasi adalah semua ibu nifas, sampel ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sumur Batu Bandar Lampung, waktu penelitian telah dilaksanakan bulan 22 Apri – 22 Mei 2019. Objek dalam lamanya menyusui pada ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan  breastfeeding self efficacy. Pengambilan data dengan kuesioner mengunakan breastfeeding self efficacy. Analisis data secara univariat (rata-rata) dan bivariat (menggunakan t-test).Hasil penelitian : Diketahui sebagian besar responden lama menyusui kurang baik <15/30 menit, yaitu sebanyak 28 (60,9%) responden.Diketahui sebagian besar responden Breastfeeding Self Efficacy kurang baik <58,61, yaitu sebanyak 30 (65,2%) responden.Ada hubungan breastfeeding self efficacy dengan lamanya menyusui pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sumur Batu Bandar Lampung Tahun 2019 (p-value = 0,001 : OR 12,000). Kata kunci     : Breastfeeding Self Efficacy, ibu nifas, menyusui, asi eksklusif
Penatalaksanaan Holistik Pasien Hipertensi Derajat II Tidak Terkontrol dan Dispepsia Melalui Pendekatan Keluarga Aditya Bustami; Aila Karyus; Anita Anita
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Vol 3, No 1 (2022): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan pembuluh darah meningkat secara persisten yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan. Diagnosis hipertensi dapat ditegakkan apabila TDS ≥140 mmHg dan/atau TDD ≥90 mmHg pada pengukuran di klinik atau fasilitas layanan kesehatan. Data Riskesdas 2018 prevalensi hipertensi di Provinsi Lampung berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥ 18 tahun sebanyak 15,10% dan prevalensi terbanyak terjadi pada usia ≥ 75 tahun, yaitu 37,89 %, Kota Bandar Lampung menunjukkan prevalensi hipertensi cukup tinggi sebesar 12,5%. Penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine pada pasien dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien dengan pendekatan patient centered dan family approach. Metode yang digunakan adalah study kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis (autoanamnesis dan alloanamnesis dari keluarga dan pasien), pemeriksaan fisik, dan kunjungan ke rumah untuk menilai lingkungan fisik. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kualitatif dan kuantitatif. Pasien wanita berusia 38 tahun, keluhan utama nyeri kepala yang dirasakan seperti ada beban yang menimpa kepala pasien, posisinya berpindah-pindah, dan dirasakan hilang timbul. Pasien terdiagnosis hipertensi sejak tahun 2018. Selain itu pasien juga sering mengeluhkan nyeri pada ulu hati. Pasien tidak rutin minum obat antihipertensi dan tidak rutin kontrol serta tidak mengikuti pola hidup sehat. Pasien memiliki keinginan untuk lebih mengetahui penyakit yang diderita dan ingin sembuh. Pasien juga memiliki kekhawatiran keluhan semakin memburuk dan mengganggu aktivitas. Pasien mengetahui bahwa penyebab penyakit ini dapat disebabkan oleh keturunan tetapi tidak tahu bahwa penyakit dapat dikendalikan dengan gaya hidup yang sehat dan rutin minum obat. Saat ini pasien masih belum menjaga pola hidup sehat dan pola makan yang baik. Pasien didiagnosis hipertensi derajat 2 dan dispepsia berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan. Pengetahuan pasien mengenai penyakit yang dideritanya kurang, serta pola berobat kuratif, pola makan tidak baik, jarang berolahraga dan aktivitas fisik tergolong ringan.Kata Kunci: dokter keluarga, hipertensi, dyspepsia
Penatalaksanaan Holistik Pasien Anak Dengan Asma Bronkial Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Via Jasinda Neola; Tutik Ernawati; Anita Anita
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Vol 3, No 1 (2022): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan penyakit respiratori kronik dengan dasar inflamasi kronik yang mengakibatkan obstruksi dan hiperreaktivitas saluran respiratori sebagai hasil interaksi antara faktor genetik, faktor inang, dan lingkungan. Menurut WHO, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk, sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma. Penatalaksanaan asma harus dengan pemantauan yang berkelanjutan untuk tercapainya asma yang terkontrol, sehingga dokter harus menatalaksana pasien secara holistik dari berbagai aspek untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine pada pasien dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien dengan pendekatan patient centred dan family approach. Studi ini adalah studi kasus penatalaksanaan holistik anak dengan asma bronkhial. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, kunjungan rumah untuk melengkapi data keluarga dan psikososial, serta lingkungan. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien anak laki-laki dengan asma intermiten. Faktor internal pada kasus ini antara lain faktor genetik dari ibu pasien dan kurangnya kesadaran dalam menghindari faktor pencetus. Faktor eksternal meliputi alergi dingin, debu serta kosumsi minuman dingin yang berbahan pengawet. Dilakukan intervensi farmakologis dan non farmakologis berupa edukasi dalam mencegah terjadinya serangan asma berulang pada pasien. Penegakan diagnosis dan penatalaksanaan pada pasien ini telah dilakukan secara holistik, patient centered, family approach dan berdasarkan beberapa teori dan penelitian terkini. Pada proses perubahan perilaku, pasien dan keluarga sudah mencapai tahap adoption.Kata Kunci: asma, faktor genetik, penatalaksanaan kedokteran keluarga
HUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI SMP N 4 NEGERI AGUNG WAY KANAN Anita Bustami; Titik Sunarti; Rosmiyati Rosmiyati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.862 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i3.213

Abstract

Angka kematian balita (AKB) merefleksikan kondisi mortalitas Hasil data Dinas Kesehatan Lampung Utara tahun 2012 terdapat 48 kasus kematian perinatal. Tahun 2013 terdapat 37 kasus kematian perinatal (Profil Dinas Kesehatan Lampung Utara, 2013). Tahun 2014 terjadi peningkatan yang signifikan dari angka kematian perinatal yaitu sebesar 101 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan  kematian  Perinatal di Kabupaten Lampung Utara tahun 2014 Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan atau desain studi kasus kontrol (case control study). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Populasi  dalam penelitian ini adalah seluruh persalinan tahun 2014, sampel berjumlah 150orang. Variabel  dalam penelitian ini adalah : pendidikan, umur, paritas, ANC, status gizi, riwayat penyakit, riwayat kehamilan dan persalinan, berat bayi lahir dan kejadian kematian perinatal.  Hasil penelitian didapati faktor risiko tingkat pendidikan rendah sebanyak 53 (35,3%) responden, umur berisiko sebanyak 57 (38%) responden,  paritas berisiko sebanyak50 (33,3%) responden ,  antenatal care tidak lengkap sebanyak 56 (37,3%) responden, status gizi ibu buruk sebanyak  14 (9,3%) responden , riwayat kesehatan ibu berisiko sebanyak 43 (28,7%) responden, riwayat kehamilan persalinan berisiko 52 (34,7%), Berat bayi lahir tidak normal sebanyak 59 (39,3%). Ada Hubungan  faktor risiko tingkat pendidikan, umur,  paritas,  antenatal care, riwayat kesehatan ibu, riwayat kehamilan persalinan, Berat bayi lahir yang berhubungan dengan kematian perinatal dimana  (p-value = 0,000),  (p-value = 0,000),  (pvalue = 0,000),  (p-value = 0,000),  (p-value = 0,000,  (p-value = 0,000) dan  (p-value = 0,000). Tidak ada Hubungan Status gizi ibu dengan kematian perinatal di Kabupaten Lampung Utara tahun 2014 (p-value = 0,100). Faktor yang paling dominan dengan kematian perinatal adalah faktor berat badan bayi lahir  (p-value = 0,000) dengan OR 4.180. disarankan kepada petugas dilapangan terutama bidan desa meningkatkan keerampilan dalam penyuluhan, serta memberikan fasilitas untuk penyuluhan yang lebih memadai hingga kematian perinatal dapat ditanggulangi dengan memberikan pengetahuan kepada ibu hamil dan bersalin.
EVALUASI PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) IBU HAMIL RISIKO TINGGI KOMPLIKASI DI PUSKESMAS GEDUNG REJO SAKTI KABUPATEN TULANG BAWANG Anita Anita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.307 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i3.218

Abstract

Prevalensi dismenorea cukup tinggi pada remaja. Dampak yang ditimbulkan dari dismenorea adalah penurunan aktifitas sehari-hari sampai penggunaan terapi. Faktor risiko dismenorea tidak hanya berkaitan dengan faktor fisiologis tapi juga faktor psikologi termasuk kecemasan. Survei awal angka kejadian dismenorea di SMA Al Huda Jatimulyo 44%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan kejadian dismenorea di SMA Al Huda Jatimulyo Kecamatan  Jati Agung Lampung Selatan tahun 2014.  Rancangan penelitian survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa perempuan  yang ada di SMA Al Huda Jatimulyo kecamatan Jati Agung Lampung Selatan sebanyak 207 dan jumlah sample 128 siswa. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data primer dengan alat ukur berupa angket. Analisis data menggunakan uji chi square  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kecemasan pada siswa perempuan dengan kejadian dismenorea (p-value 0,000) dan OR sebesar 4,90. Saran diharapkan meningkatkan peran guru BP dalam hal psikoedukasi dan konseling psikologis. Pemberian pendidikan dan  penyuluhan kepada siswa di SMA Al Huda Jati mulyo tentang sistem reproduksi khususnya dismenorea, pencegahan dan penanggulangannya..
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU, SERTA DUKUNGAN SUAMI DENGAN SIKAP TENTANG PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI POLI KEBIDANAN RSD MAYJEND HM RYACUDU KOTABUMI LAMPUNG UTARA Anita Bustami; Yuli Caturini; Rosmiyati Rosmiyati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.514 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i3.214

Abstract

Lesi prakanker disebabkan oleh tumbuhnya jamur yang disebut sebagai kandida.di rumah sakit umum daerah May.Jen. HM. Ryacudu Kota Bumi Lampung Utara pada bulan Januari– Desember 2014, dari 425 wanita usia subur yang melakukan pap smear, sebanyak 5 orang (1,1%) terdeteksi kanker rahim stadium 1b, 57 orang (13,4%) mengalami lesi prakanker. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan lesi prakanker serviks dari hasil pap semar di rumah sakit umum daerah May.Jen. HM. Ryacudu Kotabumi Lampung Utara tahun, 2014. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian Case Control. Populasi pada semua wanita yang melakukan pap smear tahun, 2014 di rumah sakit umum daerah May.Jen. HM. Ryacudu Kotabumi Lampung Utara sampel berjumlah 90, menggunakan data sekunder dari rekam medik rumah sakit. Hasil penelitian didapati: usia pertama kali melakukan hubungan seksual berisiko sebanyak 17 (18,9%), partner seksual yang berisiko sebanyak 10 (11,1%), responden yang merokok sebanyak 18 (20,0%), paritas yang berisiko sebanyak 26 (28,9%), lamanya penggunaan kontrasepsi pil lebih dari 5 tahun sebanyak 19 (21,1%), yang memiliki keturunan sebanyak 28 (31,1%) dan memiliki riwayat penyakit reproduksi sebanyak  28 (31,1%) di rumah sakit umum daerah May.Jen. HM. Ryacudu Kota Bumi Lampung Utara, 2014. Ada hubungan usia pertama kali melakukan hubungan seksual, merokok, paritas, lamanya penggunaan kontrasepsi pil, keturunan dan riwayat penyakit reproduksi (p-value= 0,001) (p-value= 0,007) (p-value= 0,000) (p-value= 0,000) (p-value= 0,000) dan (p-value= 0,000). Tidak ada hubungan partner seksual dengan lesi prakanker serviks (p-value= 0,186). Faktor resiko yang paling dominan berpengaruh terhadap terjadinya lesi prakanker serviks adalah riwayat penyakit reproduksi (p-value= 0,000 : OR 18.586). diharapkan kepada petugas dilapangan meningkatkan keterampilan penyuluhan, serta memberikan fasilitas untuk penyuluhan yang lebih memadai hingga kejadian kanker serviks dapat ditanggulani dengan memberikan pengetahuan kepada wanita usia subur yang berkunjung ke rumah sakit
Pencegahan Transmisi Virus Hepatitis B pada Masa Perinatal Aditya Bustami; Anita Anita
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkep.v15i2.1843

Abstract

Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati, yang bisa disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri, parasit), obat-obatan (termasuk obat tradisional), konsumsi alkohol, lemak yang berlebih dan penyakit autoimun . Indonesia merupakan salah satu negara di Asia tenggara yang menduduki salah satu negara dengan endemis  hepatitis. Metode dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur (literature review).Wanita hamil dengan infeksi virus hepatitis B akut memiliki jalur yang tidak jauh berbeda dengan populasi orang dewasa, tetapi risiko penularan Hepatitis B ke neonatus meningkat pada masa kehamilan, saat infeksi akut terjadi.Infeksi Hepatitis B kronis biasanya dapat meningkat setelah melahirkan.Risiko penularan perinatal tertinggi pada wanita dengan tingkat viraemia tinggi; hal ini menjelaskan kegagalan imunoprofilaksis.Penularan terbesar terjadi kepada bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan positif hepatitis B. Penularan terhadap bayi terjadi ketika masih dalam kandungan, saat melahirkan dan setelah persalinan. Pencegahan hepatitis B dapat dilakukan dengan melakukan skrining pada saat pemeriksaan kehamilan pertama.Untuk menurunkan angka transmisi penularan hepatitis B, dianjurkan ibu hamil dengan positif hepatitis B melakukan persalinan dengan metode sectio caesaria elektif.
Implementasi Senam Dysmenorrhoea Pada Remaja Premenstruasi Syndrome Di SMAN 15 Bandar Lampung Sunarsih Sunarsih; Anita Bustami; Siti Fatonah
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4755

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian dismenorrhoea di Indonesia tahun 2011 sebanyak 64,25%, terdiri dari 54,89% mengalami dysmenorrhoea primer dan hanya 20% yang tidak mengalami dismenorrhoea. Remaja putri di SMAN 15 sejumlah 256 Siswa, remaja putri sejumlah 176 orang yang mengeluhkan nyeri haid dari sedang sampai dengan berat. Dismenorrhoea sangat mengganggu aktivitas belajar siswa dan emosi remaja. Permasalahan yang muncul pada remaja adalah ketidaknyamanan dalam melakukan pembelajaran, sehingga angka ketidakhadiran di kelas menjadi lebih banyak. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi nyeri melalui senam dismenorrhoea dan mengupayakan siswa dapat beradaptasi dengan nyeri haid yang dialami. Hasil pengabdian kepada masyarakat sejumlah 150 siswa dan guru telah diberikan informasi tentang fisiologi haid dan permasalahannya serta upaya mengatasinya, termasuk mendapatkan leaflet dan video senam dismenorrhoea. Siswa dan guru antusias mengikuti kegiatan penyuluhan, interaksi aktif berjalan baik narasumber maupun peserta. Hasil penyuluhan diharapkan guru dan siswa yang dilatih senam dapat mengatasi permasalahan dismenorrhoea dan memberikan informasi kepada teman sebaya jika mengalami dismenorrhoea.Kata kunci: Dysmenorrhoea, pre menstruasi, senam  ABSTRACT The incidence of dysmenorrhoea in Indonesia in 2011 was 64.25%, consisting of 54.89% experiencing primary dysmenorrhoea and only 20% experiencing dysmenorrhoea. 256 students and 176 young women complained of moderate to severe menstrual pain. Dysmenorrhoea very disturbs student learning activities and adolescent emotions. The problem that arises in adolescents is the discomfort in learning so that the number of absenteeism in class is higher. The community service that is carried out aims to reduce pain through dysmenorrhoea exercise and strive for students to adapt to menstrual pain experienced. The results of community service, a number of 150 students and teachers, have been given information about the physiology of menstruation and its problems and efforts to overcome them, including obtaining leaflets and videos of dysmenorrhoea exercise. Students and teachers enthusiastically participate in counseling activities, active interaction runs both the resource person and the participants. The results of the counseling are expected that teachers and students who are trained in gymnastics can overcome dysmenorrhoea problems and provide information to peers if they experience dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhoea, pre-menstruation, exercise
Pelatihan Pengelola Penyelamatan Kecelakaan Wisata Air Lifeguard Area Wisata Bendungan Tirta Gangga Desa Swastika Buana Lampung Tengah Efa Trisna; Anita; Aprina; Mei Ahyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 6 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i6.1170

Abstract

Kecelakaan yang mungkin terjadi pada daerah wisata adalah HMJ (henti jantung mendadak)   Kemungkinan buruk dapat diantisipasi dengan menyiapkan pengelola atau petugas yang terlatih sehingga kecelakaan diair dapat diminimalisir. Lifeguard adalah petugas dalam penyelamatan kecelakaan di air yang kegiatanya mengawasi wisatawan ,melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan di air seperti HMJ dengan melakukan  BHD/ CPR. BHD merupakan tindakan yang dapat dilakukan oleh orang awam yang terlatih. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah terlatihnya pengelola dalam melakukan BHD. Poltekkes Tanjungkarang bekerjasama dengan masyarakat Swastika Buana melakukan pelatihan terhadap pengelola Wisata Air Tirta Tangga sehingga pengelola siap menolong jika ada korban pada area wisata terutama korban yang mengalami HMJ.Partisipan dalam pelatihan berjumlah 10 orang yang merupakan pengelola wisata. Kegiatan dilakukan pada mei 2020. Hasil pelatihan BHD terlatihnya pengelola wisata dalam melakukan BHD.
Khitan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan di LKSA Sholawatul Fallah Bandar Lampung “Peduli Anak Sehat dan Warga Masyarakat Lebih Kuat” Anita; Tori Rihiantoro; Gustop Amatiria; Kodri; Ririn Sri Handayani; Titi Astuti; Sunarsih; Yuni Astini; Efa Trisna; Dedek Saiful K; Sary Febriaty; Sugiarti; Al Murhan; Purwati; Dwi Novita; Yesi Anggraini; Andika Sandi; Habib Budiansyah; Mulyono; M. Bahrun; Fiktor Yusman A; Angga Yudandi; Ferriyal Sefriza FH; Ramelan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 6 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i6.1171

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan anak dan warga panti beserta masyarakat sekitar dengan dilaksanakannya khitan massal dan pemeriksaan kesehatan. Metode yang dilakukan adalah intervensi khitan dengan elektrocauter untuk anak, pemeriksaan kesehatan, pemberian terapi, dan pendidikan kesehatan secara individual ke warga yang sakit dan keluarganya. Hasil yang diperoleh 44 anak usia 5-13 tahun, telah dilakukan khitan, dan sejumlah 56 warga dewasa dan lansia telah diperiksa kesehatannya dan telah diberikan terapi sesuai diagnosis penyakit yang ditemukan. Upaya yang telah dilakukan memerlukan keberlanjutan terutama kegiatan khitan untuk dilakukan pada anak lebih muda (usia di bawah 5 tahun) sehingga kebersihan genital dapat lebih mudah dilakukan, serta pemeriksaan kesehatan warga terutama lansia untuk terus dilakukan agar diperoleh “Anak Sehat dan Warga Kuat”.