Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Guided Imagery Terhadap Kualitas Tidur Klien Pre Operasi Sary Febriaty; Anita Anita
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2021): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan pembedahan menempati urutan ke-11 dari 50 pertama penanganan pola penyakit di rumah sakit se-Indonesia. Pemenuhan kebutuhan istirahat tidur pada pasien bedah dalam periode pre operasi bertujuan sebagai persiapan aspek fisik dan mental atau psikologis pasien yang akan menjalani operasi, hal tersebut karena kondisi fisik dan psikoligis dapat mempengaruhi tingkat resiko intra operasi, mempercepat pemulihan, serta menurunkan komplikasi pasca operasi. Diketahui Pengaruh Guided Imagery Terhadap Kualitas Tidur Klien Pre Operasi Diruang Bedah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental dengan pendekatan One grup pretest – posttest, uji statistik menggunkan uji t-test dependen, Sampel yang digunakan adalah pasien pre operasi di RSUD Dr. H. Abdul Moeleok Provinsi Lampung. Dengan nilai p-value 0.000 (a0.05). Terdapat pengaruh guided imagery terhadap kualitas tidur klien pre operasi. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan untuk memasukkan terapi guided imagery sebagai terapi alternatif dalam mengatasi gangguan tidur pada klien pre operasi.Kata Kunci : Guided Imagery, Pre Operasi, Kualitas Tidur
Penatalaksanaan Holistik Pasien Anak Dengan Asma Bronkial Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Via Jasinda Neola; Anita Anita
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan penyakit respiratori kronik dengan dasar inflamasi kronik yang mengakibatkan obstruksi dan hiperreaktivitas saluran respiratori sebagai hasil interaksi antara faktor genetik, faktor inang, dan lingkungan. Menurut WHO, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk, sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma. Penatalaksanaan asma harus dengan pemantauan yang berkelanjutan untuk tercapainya asma yang terkontrol, sehingga dokter harus menatalaksana pasien secara holistik dari berbagai aspek untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine pada pasien dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien dengan pendekatan patient centred dan family approach. Studi ini adalah studi kasus penatalaksanaan holistik anak dengan asma bronkhial. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, kunjungan rumah untuk melengkapi data keluarga dan psikososial, serta lingkungan. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien anak laki-laki dengan asma intermiten. Faktor internal pada kasus ini antara lain faktor genetik dari ibu pasien dan kurangnya kesadaran dalam menghindari faktor pencetus. Faktor eksternal meliputi alergi dingin, debu serta kosumsi minuman dingin yang berbahan pengawet. Dilakukan intervensi farmakologis dan non farmakologis berupa edukasi dalam mencegah terjadinya serangan asma berulang pada pasien. Penegakan diagnosis dan penatalaksanaan pada pasien ini telah dilakukan secara holistik, patient centered, family approach dan berdasarkan beberapa teori dan penelitian terkini. Pada proses perubahan perilaku, pasien dan keluarga sudah mencapai tahap adoption.Kata Kunci: asma, faktor genetik, penatalaksanaan kedokteran keluarga
Penatalaksanaan Holistik Pasien Hipertensi Derajat II Tidak Terkontrol dan Dispepsia Melalui Pendekatan Keluarga Aditya Bustami; Aila Karyus; Anita Anita
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan pembuluh darah meningkat secara persisten yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan. Diagnosis hipertensi dapat ditegakkan apabila TDS ≥140 mmHg dan/atau TDD ≥90 mmHg pada pengukuran di klinik atau fasilitas layanan kesehatan. Data Riskesdas 2018 prevalensi hipertensi di Provinsi Lampung berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥ 18 tahun sebanyak 15,10% dan prevalensi terbanyak terjadi pada usia ≥ 75 tahun, yaitu 37,89 %, Kota Bandar Lampung menunjukkan prevalensi hipertensi cukup tinggi sebesar 12,5%. Penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine pada pasien dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien dengan pendekatan patient centered dan family approach. Metode yang digunakan adalah study kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis (autoanamnesis dan alloanamnesis dari keluarga dan pasien), pemeriksaan fisik, dan kunjungan ke rumah untuk menilai lingkungan fisik. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kualitatif dan kuantitatif. Pasien wanita berusia 38 tahun, keluhan utama nyeri kepala yang dirasakan seperti ada beban yang menimpa kepala pasien, posisinya berpindah-pindah, dan dirasakan hilang timbul. Pasien terdiagnosis hipertensi sejak tahun 2018. Selain itu pasien juga sering mengeluhkan nyeri pada ulu hati. Pasien tidak rutin minum obat antihipertensi dan tidak rutin kontrol serta tidak mengikuti pola hidup sehat. Pasien memiliki keinginan untuk lebih mengetahui penyakit yang diderita dan ingin sembuh. Pasien juga memiliki kekhawatiran keluhan semakin memburuk dan mengganggu aktivitas. Pasien mengetahui bahwa penyebab penyakit ini dapat disebabkan oleh keturunan tetapi tidak tahu bahwa penyakit dapat dikendalikan dengan gaya hidup yang sehat dan rutin minum obat. Saat ini pasien masih belum menjaga pola hidup sehat dan pola makan yang baik. Pasien didiagnosis hipertensi derajat 2 dan dispepsia berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan. Pengetahuan pasien mengenai penyakit yang dideritanya kurang, serta pola berobat kuratif, pola makan tidak baik, jarang berolahraga dan aktivitas fisik tergolong ringan.Kata Kunci: dokter keluarga, hipertensi, dyspepsia
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kepuasan Layanan Kesehatan Reproduksi National Health Insurance and Reproductive Health Service Satisfaction Dwi Agustanti; Anita Anita; Purwati Purwati; Kodri Kodri
JURNAL KEPERAWATAN RAFLESIA Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Raflesia, Prodi Keperawatan Curup, Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.724 KB) | DOI: 10.33088/jkr.v4i1.743

Abstract

Women's health problems in Indonesia are still in the spotlight and concern. Maternal mortality did not show a decline but instead increased to 305 deaths per 100,000 live births. Since the COVID-19 outbreak was declared a national disaster on February 29, 2020, the government recommended that all health services focus on and prioritize handling COVID-19 and other health problems. others that are considered medical emergencies, thus changing the priority of health services reduces Sexual and Reproductive Health (KSR) services. This study aimed to determine the relationship of the National Health Insurance (JKN) with satisfaction with reproductive health services. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample were 257 respondents who meet the criteria, namely aged between 20 - 50 years and use women's health services (reproductive) in health facilities in Bandar Lampung City. The test used univariate with frequency distribution and bivariate test with Chi Square. The results found that more respondents used JKN in women's health services, 184 people (71.6%), more respondents said they were satisfied with women's health services, 129 people ( 50.2%). There was no relationship between the use of JKN with women's health service satisfaction (p value 0.891). Suggestions for the Poltekkes institution to increase participation in the coverage of JKN participation in the community, especially women in the city of Bandar Lampung.
Jamban dan SPAL Percontohan bagi Masyarakat Swastika Buana Mei Ahyanti; Efa Trisna; Anita Anita; Aprina Aprina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9234

Abstract

ABSTRAK Jamban dan SPAL merupakan kebutuhan manusia yang penting karena dapat memutus rantai penularan penyakit. Kotoran dari manusia dan rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi tempat perkembangbiakan vektor penular penyakit seperti diare. Pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membangun jamban sederhana sehat dan SPAL, sehingga dapat meningkatkan tata nilai kesehatan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan di Kampung Swastika Buana Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah, pada bulan Juni – Agustus 2022. Sasaran kegiatan adalah seluruh masyarakat. Pengabdian ini membangun 1 unit jamban sederhana sehat dan 1 unit SPAL percontohan. Pemerintah akan meneruskan program STBM yang dituangkan dalam nota kerjasama dengan tim pengabdi. Penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan dinilai efektif, mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuangan kotoran dan air limbah yang aman. Pengabdian dapat dilanjutkan dengan memicu masyarakat yang belum memiliki sarana pembuangan limbah. Kata Kunci: Jamban, Penyuluhan, Pemicuan, SPAL, STBM  ABSTRACT Toilets and sewerage channels are important human needs because they can break the chain of disease transmission. Feces from humans and households that are not properly managed can become breeding grounds for disease-transmitting vectors such as diarrhea. This service aims to provide the understanding and improve community skills in building healthy simple latrines and SPAL, to improve public health values. Implementation of activities in Swastika Buana Village, Seputih Banyak District, Central Lampung Regency, in June - August 2022. The target of the activity is the entire community. There has been an increase in community knowledge, and 1 unit of simple healthy latrines and 1 pilot SPAL unit have been built. The government will continue the STBM program as outlined in the memorandum of cooperation with the service team. The counseling and training conducted were considered effective, and capable of increasing the community’s knowledge and skills in the safe disposal of sewage and wastewater. Community services can be continued by triggering communities that do not yet have waste disposal facilities. Key word: Latrines, counseling, triggering, SPAL, STBM
Cegah Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV - AIDS dengan Pengetahuan Perilaku Seksual Sehat: Absent, Be Faintful, Condom, Drugs, dan Education Anita Anita; Purwati Purwati; Giri Udani; Erick Hardhanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10293

Abstract

ABSTRAK Kementerian  Kesehatan  Republik  Indonesia  (Kemenkes  RI)  tahun  2021  melaporkan tentang perkembangan HIV-AIDS dan penyakit infeksi menular seksual sebanyak 498 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang  melaporkan  kasus  HIV-AIDS. Lapas narkotika kelas II A Bandar Lampung berpenghuni 890 orang, terdapat penderita HIV sebanyak 2 orang (0,2%) dan penyakit menular seksual (Sifilis) sejumlah 7 orang (0,7%). Meskipun angka penderita di Lapas sangat kecil namun edukasi tentang penyakit IMS dan HIV-AIDS penting dilakukan agar warga Lapas memahami konsep tersebut dan angka kesakitan IMS dan HIV AIDS tidak bertambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyakit Infeksi Menular Seksual dan HIV AIDS. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan pembelajaran orang dewasa, diawali dengan perkenalan, menjelaskan tujuan, memberikan pre test, penyajian materi, diskusi, diselingi ice breaking, selanjutnya post test. Data pre dan post tes dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji t tes dependent. Jumlah warga yang mendapat edukasi sebanyak 80 orang. Nilai pre test sebelum diberikan edukasi didapatkan nilai rata-rata 3.93 dengan standar deviasi 1.820, dan nilai post test sesudah diberikan edukasi didapatkan nilai rata rata 6.50, standar deviasi 1.526 dengan p-value 0,000. Didapatkan nilai p-value 0.000 (p-value < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi IMS dan HIV AIDS dengan tingkat pengetahuan perilaku seksual sehat penghuni lapas narkotika kelas II A Bandar Lampung. Kata kunci: IMS, HIV AIDS, Perilaku Seksual ABSTRACT The Ministry of Health of the Republic of Indonesia (Kemenkes RI) in 2021 reported on the development of HIV-AIDS and sexually transmitted infections as many as 498 out of 514 districts/cities in Indonesia that reported cases of HIV-AIDS. Class II A narcotics prison Bandar Lampung has 890 residents, 2 people (0.2%) have HIV and 7 people (0.7%) have sexually transmitted diseases (syphilis). Even though the number of sufferers in prison is very small, education about STIs and HIV-AIDS is important so that prison residents understand the concept and the morbidity rate for STIs and HIV AIDS does not increase. Purpose this community service activity is to increase knowledge about sexually transmitted infections and HIV AIDS. Community service is carried out with adult learning, starting with introductions, explaining objectives, giving pre tests, presenting material, discussions, interspersed with ice breaking, then post tests. Pre and post test data were analyzed univariately and bivariately with the dependent t test. The number of residents who received education was 80 people. The pre-test value before being given education obtained an average value of 3.93 with a standard deviation of 1.820, and the post-test value after being given education obtained an average value of 6.50, a standard deviation of 1.526 with a p-value of 0.000. Obtained a p-value of 0.000 (p-value <0.05), it can be concluded that there is an influence of STI and HIV AIDS education on the level of knowledge of healthy sexual behavior in class II A narcotics prison in Bandar Lampung. Keywords: STI, HIV AIDS, Sexual Behavior
Mengendalikan Hipertensi dan Mencegah Terjadinya Stroke dengan CERDIK dan “PATUH” Anita Anita; Purwati Purwati; Giri Udani; Erick Hardhanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10294

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah dalam kesehatan yang dicirikan dengan peningkatan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke. Hipertensi bertanggung jawab atas  51% kematian karena stroke. Data dari Lepas Narkotika Kelas II A Bandar Lampung, penderita hipertensi sebanyak 25. orang dan 5 orang menderita stroke, dari sebanyak 890 penghuni. Upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi yaitu meningkatkan promosi kesehatan melalui KIE dengan perilaku CERDIK dan PATUH, meningkatkan pencegahan dan pengendalian hipertensi berbasis gerakan masyarakat untuk self awareness melalui pengukuran tekanan darah rutin dan penguatan pelayanan pada penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi pengendalian dan pencegahan hipertensi dan stroke dengan CERDIK dan PATUH terhadap tingkat pengetahuan penghuni Lapas. Pemberian edukasi  dengan menggunakan evaluasi pre dan post test. Sasaran peserta sejumlah 100 penghuni. Dilakukan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan prosentase, analisis bivariat dengan uji t dependen. Hasil nilai pre test sebelum diberikan edukasi terkait masalah kesehatan hipertensi dan stroke didapatkan nilai rata-rata 84.60 dengan standar deviasi 11.466, dan pada post test sesudah diberikan edukasi didapatkan nilai rata rata 88.80, standar deviasi 5.938 dengan p-value 0,000.  Didapatkan hasil analisis uji t dependen nilai p-value 0.000 (p-value < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi upaya pengendalian dan pencegahan hipertensi dan stroke dengan CERDIK dan PATUH terhadap tingkat pengetahuan penghuni Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Bandar Lampung Tahun 2023. Kata Kunci: Hipertensi, Stroke, Edukasi, CERDIK, PATUH ABSTRACT Hypertension is a health problem characterized by an increase in blood pressure ≥ 140/90 mmHg. Hypertension is a risk factor for stroke. Hypertension is responsible for 51% of stroke deaths. Data from Narcotics Release Class II A Bandar Lampung, there were 25 people with hypertension and 5 people suffering from strokes, out of 890 residents. Efforts to prevent and control hypertension, namely increasing health promotion through IEC with CERDIK and PATUH behavior, increasing prevention and control of hypertension based on community movements for self-awareness through routine blood pressure measurements and strengthening services for people with hypertension. This community service activity was carried out to determine the effect of education on controlling and preventing hypertension and stroke by being CERDIK and PATUH on the level of knowledge of prison inmates. Providing education using pre and post test evaluations. The target number of participants is 100 residents. Univariate analysis was carried out in the form of frequency and percentage distributions, bivariate analysis with the dependent t test. The results of the pre-test before being given education related to hypertension and stroke health problems obtained an average value of 84.60 with a standard deviation of 11,466, and in the post-test after being given education, the average value was 88.80, a standard deviation of 5,938 with a p-value of 0.000.  The results of the analysis of the dependent t test were obtained with a p-value of 0.000 (p-value <0.05), so it can be concluded that there is an educational influence on efforts to control and prevent hypertension and stroke with CERDIK and PATUH on the level of knowledge of class II Narcotics Penitentiary residents A Bandar Lampung in 2023. Keywords: Hypertension, Stroke, Education, CERDIK, PATUH
Effectiveness of rumoh gizi gampong and positive deviance in improving the nutritional status of toddlers in Aceh Wirda Hayati; Nurhayati Nurhayati; Anita Anita
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 3 (2024): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i3.1651

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that is a priority to address because it can affect the quality of children. Fulfilling the nutritional needs of children under five through positive family habits, including through family improvement and Rumoh Gizi Gampong (RGG), can significantly reduce stunting rates. The purpose of the study was to identify the effectiveness of Rumoh Gampong Nutrition and positive deviance in efforts to improve the nutritional status of toddlers in Aceh, with a quasi experimental design conducted in Merduati village, Kutaradja sub-district, Banda Aceh with 50 samples (25 intervention groups and 25 controls) using purposive sampling technique carried out on October 15, 2020-15 January 2021. Data collection using questionnaires with interview techniques, food record documentation studies and weight measurements using Dacin and height using microtoise. Data processing with paired T test, the results showed a significant difference in the intervention group on how to fulfill toddler food (p = 0,000), food intake (p = 0,000), and nutritional status (p = 0,000), there were differences in how to fulfill food in the intervention and control groups (p = 0,00), there were differences in food intake in the intervention and control groups (p = 0,001) and there were differences in body weight in the intervention and control groups (p = 0,001). It is recommended to the head of the puskesmas to support the positive deviance program and Rumoh Gampong Nutrition for all posyandu in their working area.