Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK Choirunisa Fitri Fadilah; Anwar Mutaqin; Yani Setiani
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14557

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X SMKN 5 Kota Serang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu pada desain Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi yang ada didapatkan dengan teknik cluster random sampling,  dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tes serta non tes. Instrumen tes berupa pretes-postes untuk mengukur hasil belajar aspek kognitif dan instrumen non tes berupa angket untuk mengukur aspek afektif. Teknik analisis data deksriptif hasil penelitian memperlihatkan, nilai rata-rata instumen tes hasil belajar ranah kognitif postes adalah 79,69 serta nilai rata-rata instumen non-tes hasil belajar ranah afektif angket 74,58. Stastistik Inferensial memakai uji one sample t-test didapatkan untuk instrumen tes hasil belajar ranah kognitif nilai sig- serta untuk instrumen non-tes hasil belajar ranah afektif nilai sig- yang mempunyai arti  ditolak serta  diterima. Jadi dapat disimpulkan terkait model pembelajaran kooperatif tipe TGT berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika.
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS LITERASI MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP SOAL CERITA Nurhasanah Nurhasanah; Yani Setiani; Isna Rafianti
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i1.22997

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap soal cerita. Dimana siswa masih merasa kesulitan untuk mengerjakan permasalahan matematika dalam bentuk soal cerita. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan media pembelajaran berupa modul digital interaktif berbasis literasi matematika untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap soal cerita; 2) mengetahui kevalidan dan kelayakan modul digital; 3) mengetahui keefektifan penggunaan modul digital. Modul pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dan tes. Subjek uji coba modul digital adalah kelas VII C. Teknik analisis data meliputi uji validitas, kelayakan, dan keefektifan. Hasil penelitian ini adalah: 1) Tingkat validitas materi termasuk dalam kategori “Valid” yang didapatkan dari 2 ahli materi dan validitas media yang termasuk dalam kategori “Sangat Valid” yang diperoleh dari 2 ahli media; 2) Tingkat kelayakan dari modul digital berdasarkan rata-rata angket respon siswa sebesar 80,78%. Modul digital yang dikembangkan masuk dalam kategori “Sangat Layak”; 3) modul digital memenuhi kategori keefektifan “Cukup Efektif” dengan peningkatan pemahaman soal cerita sebesar 0,72 yang masuk dalam kategori “Tinggi”. Kesimpulan yang diperoleh bahwa modul digital interaktif berbasis literasi matematika dikatakan layak dan baik kerena memunuhi aspek kevalidan, kelayakan, dan keefektifan.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Teori APOS (Action, Process, Object, Schema) Ditinjau dari Gaya Belajar Peserta Didik Nadia Diah Purwanti; Yani Setiani; Fakhrudin Fakhrudin
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i1.23993

Abstract

Berdasarkan teori APOS, penelitian ini mencoba untuk menilai dan mengkarakterisasi kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dalam tiga gaya belajar yang berbeda: kinestetik, auditori, dan visual. Metodologi penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak tiga siswa yang masing-masing mewakili tiga gaya belajar yang berbeda dipilih sebagai subjek penelitian. Metodologi pengambilan sampel teoritis digunakan untuk mendapatkan metode pengumpulan data. Alat utama yang digunakan adalah peneliti, yang didukung oleh penilaian kemampuan pemecahan masalah matematika, kuesioner gaya belajar, dan protokol wawancara. Analisis data mengarah pada kesimpulan bahwa siswa dengan gaya belajar visual dan auditori dapat menyelesaikan tahap APOS jika mereka dapat menjawab pertanyaan matematika pada materi fungsi kuadrat, seperti pada tahap aksi peserta didik menuliskan informasi yang berkaitan dengan permasalahan. Tahap proses, peserta didik membuat rencana penyelesaian dengan langkah-langkah dalam membuat sketsa grafik. Tahap objek, peserta didik mampu untuk membuat sketsa grafiknya. Tahap skema, peserta didik mampu untuk menuliskan jawaban akhir dan kesimpulan atas apa yang dikerjakan. Siswa dengan gaya belajar kinestetik hanya berbeda pada tahap skema, dimana siswa tidak dapat menuliskan kesimpulan pada lembar jawaban, dan hanya menyebutkannya pada saat wawancara.
Efektivitas Bahan Ajar Persamaan Differensial Berbasis Problem Based Learning pada Pokok Bahasan Persamaan Diferensial Rofiroh Rofiroh; Yani Setiani; Linda
Cakrawala Pedagogik Vol. 9 No. 3 (2025): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v9i3.840

Abstract

This study aims to test the effectiveness of Differential Equations (PD) teaching materials based on Problem Based Learning (PBL). The main component of teaching materials is a medium to bridge the curriculum with students' learning experiences. The current PD lecture conditions are still dominated by 56% of lecture methods. This results in students having difficulty in understanding applicable concepts and mastering mathematical modeling skills. The research method used is quantitative with a quasi-experimental approach tested on 25 third-semester PD course students. The effectiveness of teaching materials was tested using N-gain analysis and Wilcoxon Signed Rank Test. The results of the study showed a significant increase in the average value from the pre-test (17.24) to the post-test (75.36). The average N-gain of 0.81 is categorized as high. The results of the Wilcoxon Test showed an Asymp.Sig (2-tailed) value of 0.00 <0.05. This means that there is a significant difference between the values ??before and after the use of PBL teaching materials. This is evident from the fact that 92% of students agreed that PBL learning materials can improve their thinking skills in solving PD problems.
Needs Analysis for Designing Hybrid Learning with Problem-Based Scaffolding to Enhance Mathematical Problem-Solving Skills Yani Setiani; Yayat Ruhiat; Aan Hendrayana
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 4 No. 2 (2025): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v4i2.459

Abstract

This study aimed to identify the need for developing a hybrid learning design integrated with problem-based scaffolding to improve students' mathematical problem-solving skills in a differential equations course. A quantitative approach was employed, involving surveys and in-depth interviews with 104 mathematics education students at Sultan Ageng Tirtayasa University. The results showed that 88% of students valued the flexibility of hybrid learning, while 85% agreed that problem-based learning effectively supported their ability to solve complex problems. Additionally, 83% found step-by-step scaffolding helpful, and 88% emphasized the importance of timely feedback. These findings highlight the critical need for structured scaffolding tailored to student abilities, supported by multimedia instructional tools such as videos combining PowerPoint and screencast recordings. The study recommends integrating these components into mathematics instruction and regular formative assessments to enhance student engagement and problem-solving competence. The results provide practical guidance for curriculum designers and educators seeking to implement more effective and relevant learning models in higher education mathematics.
Systematic Literature Review: Analisis Pengaruh Deep Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Siti Farihah Amelia; Heni Pujiastuti; Yani Setiani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4947

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi inti dalam pembelajaran matematika yang mencerminkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika serta dampaknya terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan tahapan identifikasi, seleksi, ekstraksi data, dan analisis tematik terhadap kajian ilmiah yang relevan. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria penelitian. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional yang diakses melalui Google Scholar berbantuan aplikasi Publish or Perish, menggunakan kata kunci “deep learning” dan “kemampuan pemecahan masalah matematis” pada rentang tahun 2018–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan deep learning secara konsisten memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik di berbagai jenjang pendidikan melalui pembelajaran yang aktif, reflektif, dan kontekstual. Pendekatan ini menekankan tiga prinsip utama pembelajaran yaitu kesadaran penuh, bermakna, dan menyenangkan yang mendorong motivasi serta keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa deep learning merupakan strategi pembelajaran yang relevan untuk memperkuat keterampilan berpikir tingkat tinggi dan menjadi dasar konseptual bagi pengembangan desain pembelajaran matematika yang lebih inovatif. Meskipun demikian, keterbatasan kajian pada jumlah studi yang masih relatif sedikit dan belum sepenuhnya dapat memberikan gambaran yang komprehensif, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan desain eksperimen maupun tindakan kelas untuk memperoleh rekomendasi praktis bagi pendidik.
Hubungan self-efficacy dan kemandirian belajar dengan kemampuan numerasi Siswa SMP dalam implementasi Kurikulum Merdeka Tiara Lutfiatuzahra; Abdul Fatah; Yani Setiani
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v6i1.3326

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran terutama dalam hal keterhubungan antara self-efficacy dan kemandirian belajar dengan tingkat kemampuan numerasi siswa. Beberapa komponen yang mempengaruhi kemampuan numerasi siswa berasal dari diri sendiri (internal), yang mencakup elemen psikologis seperti kemandirian dan keyakinan diri sendiri.  Studi ini bertujuan untuk menunjukkan hubungan antara self-efficacy dan kemandirian belajar dengan kemampuan numerasi dalam implementasi kurikulum Merdeka Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian dilakukan pada 166 siswa kelas VIII di SMPN 19 Kota Tangerang dengan teknik pengambilan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan tes. Data diperoleh melalui ujian dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat korelasi positif yang kuat antara self-efficacy dan kemampuan numerasi siswa SMP dalam implementasi Kurikulum Merdeka; (2) Terdapat korelasi positif yang kuat antara kemandirian belajar dan kemampuan numerasi siswa SMP dalam implementasi Kurikulum Merdeka; dan (3) Terdapat korelasi positif yang kuat self-efficacy dan kemandirian belajar dengan kemampuan numerasi dalam implementasi kurikulum Merdeka, dengan skor korelasi Pearson 0,720 dan 0,697.  Studi ini menunjukkan bahwa kategori self-efficacy dan kemandirian belajar bervariasi antara siswa yang lulus dan tidak lulus tes kemampuan numerasi, di mana siswa yang lulus cenderung memiliki self-efficacy dan kemandirian belajar yang lebih baik.
Pengaruh Pendekatan Kontekstual Berbantuan Alat Peraga Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Fajira Adila; Yani Setiani; Ria Sudiana
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4778

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan kontekstual berbantuan alat peraga terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 7 Kota Serang dengan populasi seluruh siswa kelas VII. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menerapkan pendekatan kontekstual berbantuan alat peraga papan Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV), sedangkan kelas kontrol menerapkan pembelajaran ekspositori berbantuan alat peraga yang sama. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis yang diberikan melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual berbantuan alat peraga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dibandingkan dengan pembelajaran ekspositori berbantuan alat peraga, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi kurang dari 0,05 (p < 0,05).
Systematic Literature Review: Analisis Integrasi ChatGPT dalam Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Nova Safitri; Heni Pujiastuti; Yani Setiani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4941

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP masih tergolong rendah, yang dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional sehingga belum optimal dalam mendorong keterlibatan aktif siswa maupun pengembangan keterampilan berpikir analitik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari fitur-fitur Implementasi Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), serta bagaimana integrasi ChatGPT dalam model tersebut mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Data diperoleh melalui Google Scholar dan Publish or Perish. Dari 92 artikel yang ditemukan, sebanyak 15 artikel dipilih berdasarkan kriteria relevansi, tahun publikasi (2021–2025), dan kualitas metodologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual sehingga berkontribusi pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis. Sementara itu, integrasi ChatGPT dalam PBL memberikan dukungan berupa umpan balik instan, bantuan analisis masalah, serta penyajian langkah penyelesaian yang lebih sistematis, yang berdampak pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah, penalaran, dan motivasi belajar siswa. Pada jenjang SMP, penerapan PBL membutuhkan scaffolding yang lebih terstruktur sesuai dengan perkembangan kognitif siswa, sehingga integrasi ChatGPT dalam PBL menjadi pendekatan yang efektif dalam mendukung proses pembelajaran matematika.