Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

SOSIALISASI PASCAPANEN JAGUNG DAN PELATIHAN OLAHAN JELLY DRINK RAMBUT JAGUNG BAGI SISWA SMKN H. MOENADI KABUPATEN UNGARAN Zulhaq Dahri Siqhny; Haslina Haslina; Erry Pratiwi
TEMATIK Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i1.5789

Abstract

Daerah Kabupaten Ungaran memiliki potensi komoditas jagung yang cukup banyak ditanam. Jurusan APHP di SMKN H. Moenadi Kabupaten Ungaran memiliki bidang fokus pembelajaran untuk mengolah bahan hasil pertanian menjadi produk olahan. Penanganan pasca panen jagung dapat meningkatkan nilai jual dan meningkatkan pengetahuan mengenai limbah rambut jagung yang belum banyak diketahui.Kegiatan berlangsung pada tanggal 6 Juni 2022 dan diikuti oleh 75 siswa   Jurusan APHP di SMKN H. Moenadi Kabupaten Ungaran. Jenis Kegiatan meliputi sosialisasi tentang teori potensi rambut jagung sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dan praktek pembuatan jelly drink rambut jagung. Sebagai bahan evaluasi, dibagikan kuisioner sebelum dan setelah kegiatan.Hasil menunjukkan terjadi peningkatan tingkat pengetahuan mengenai teknologi pasca panen jagung, potensi rambut jagung, dan pembuatan   jelly drink rambut jagung mencapai diatas 70%. Bagi Siswa jurusan APHP di SMKN H. Moenadi (kelompok sasaran), kegiatan ini bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan dapat   menularkan pengetahuannya kepada lingkungan di sekitar tempat tinggalnya sehingga dapat membuat jelly drink rambut jagung dalam skala komersil untuk meningkatkan pendapatan.
Sosialisasi Pasca Panen Daun Kelor Dan Pelatihan Teh Herbal Susu Daun Kelor Bagi Siswa Smk Ibu Kartini Kota Semarang Zulhaq Dahri Siqhny; Haslina Haslina; Ery Pratiwi
TEMATIK Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i2.7050

Abstract

Pemanfaatan Moringa oleifera atau dikenal dengan tanaman kelor kurang maksimal. Padahal daun kelor mengandung senyawa aktif yang bermanfaat untuk kesehatan. Daun kelor dapat dikonversi menjadi olahan teh herbal susu daun kelor sebagai upaya diversifikasi produk. Teh herbal susu daun kelor dapat menjadi inovasi produk wirausaha utamanya untuk siswa jurusan Jurusan Tata Boga SMK Ibu Kartini Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang pentingnya penanganan pascapanen daun kelor serta cara pengolahannya dan pemanfaatan daun kelor sebagai teh susu yang masih bermanfaat bagi kesehatan.Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa jurusan Jurusan Tata Boga SMK Ibu Kartini Semarang. Kegiatan berlokasi di di  Jl. Imam Bonjol No.199, Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang dengan perwakilan siswa sebanyak 66 orang. Jenis Kegiatan meliputi sosialisasi tentang teori potensi  daun kelor sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dan praktek pembuatan teh susu daun kelor. Pelaksana kegiatan dilakukan oleh 3 orang dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang.Hasil menunjukkan Peningkatan pengetahuan setelah kegiatan mencapai 4.6 – 6.7 kali lebih tinggi dari pengetahuan awalnya. Adanya kegiatan ini diharapkan siswa Jurusan Tata Boga SMK Ibu Kartini Semarang dapat membagi ilmunya kepada lingkungan sekitar. Lebih lanjut lagi dapat menjadikannya sebagai potensi berwirausaha.
Sosialisasi Titik Kritis Keamanan Pangan dan Pembuatan Produk Saus Tomat Di SMK N 4 Kendal Mita Nurul Azkia; Erwin Nofiyanto; Haslina Haslina
TEMATIK Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v5i1.11602

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMK N 4 Kendal terkait titik kritis keamanan pangan dan keterampilan memproduksi saus tomat yang aman serta berkualitas. Kegiatan dimulai dengan menjalin kemitraan dengan pihak sekolah dan menyusun media komunikasi berupa leaflet yang berisi informasi keamanan pangan dan tahapan pembuatan produk. Sosialisasi dilakukan melalui ceramah interaktif, menitikberatkan pada aspek kebersihan bahan baku, peralatan, serta proses pengolahan. Evaluasi sebelum dan sesudah program menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa, dengan rata-rata pemahaman meningkat dari 60-70% menjadi di atas 80-90%. Metode yang diterapkan terbukti efektif dalam menyampaikan materi secara praktis dan aplikatif. Selain memahami konsep teoretis, siswa mampu mempraktikkan keamanan pangan dalam pembuatan saus tomat, termasuk memilih bahan alami tanpa tambahan berbahaya. Program ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan kesiapan siswa untuk terlibat di industri pangan.
Penyuluhan Pembuatan Nata dan Diversifikasi Produk Olahannya sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pengolahan Pangan di SMK N 1 Bawen Erwin Nofiyanto; Haslina Haslina; Aldila Sagitaning Putri
TEMATIK Vol. 6 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i1.13204

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK N 1 Bawen dalam pengolahan pangan melalui penyuluhan pembuatan nata dan diversifikasi produk olahannya. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi kebutuhan mitra dan koordinasi penyusunan program pelatihan serta penyediaan bahan edukatif berupa leaflet proses produksi nata. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan awal siswa masih rendah terkait bahan baku pembuatan nata, kandungan gizi, proses pembuatan, serta diversifikasi produk. Sebanyak 75% siswa belum mengetahui bahwa nata dapat dibuat dari berbagai bahan selain air kelapa, 80% belum mengetahui kandungan gizi nata, 82% belum memahami proses pembuatannya, dan 85% belum mengenal diversifikasi produk berbasis nata. Setelah kegiatan penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan pengetahuan siswa dengan persentase pemahaman menjadi 92% pada aspek bahan baku, 90% kandungan gizi, 94% proses pembuatan, dan 91% diversifikasi produk. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil meningkatkan kompetensi siswa dalam pengolahan pangan, khususnya pemanfaatan nata sebagai produk bernilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai peluang inovasi kewirausahaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal penguatan keterampilan vokasional dan inovasi produk pangan di lingkungan sekolah kejuruan