Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS CANGKANG TELUR AYAM DAN CANGKANG TELUR BEBEK SEBAGAI BIOADSORBEN LOGAM Zn DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Hanifah, Hesty Nuur; Hadisoebroto, Ginayanti; Cunayah, Cucun; Inayah, Ita
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2022): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v10i2.502

Abstract

Logam Seng (Zn) merupakan salah satu logam berat yang banyak ditemukan di perairan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan jika kadarnya sudah melebihi ambang batas yaitu 0,05 mg/L. Salah satu cara untuk mengurangi dampak pencemaran perairan dapat dilakukan dengan pemanfaatan limbah sebagai adsorben. Cangkang telur memiliki 10.000-20.000 pori-pori, CaCO3 dan protein asam mukopolisakarida sehingga dapat digunakan sebagai bioadsorben. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan perbandingan efektivitas antara cangkang telur ayam dan bebek melalui penentuan pH optimum, waktu kontak optimum dan massa optimum, serta mengetahui karakteristik bioadsorben diantaranya analisis kadar air, daya serap terhadap methylene blue dan iodin serta SEM-EDS. Penetapan kadar Zn diukur menggunakan alat Spektrofotometri Serapan Atom pada panjang gelombang 213,9 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk cangkang telur ayam mengadsorpsi Zn pada pH optimum 6, waktu kontak optimum 75 menit, dan massa optimum 400 mg dengan efektivitas adsorpsi 99,44%. Sedangkan cangkang telur bebek pada pH 6, waktu kontak optimum 60 menit, dan massa optimum 500 mg dengan efektivitas adsorpsi 99,55%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BATANG KESUM (Polygonum minus Huds) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus kartikawati, endah; Hadisoebroto, Ginayanti; Qurayssiah, Qurayssiah
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i2.1186

Abstract

Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan dalam semua aspek kehidupan manusia. Salah satu tanaman yang menarik untuk diteliti sebagai obat tradisional adalah Kesum. Tanaman Kesum (Polygonum minus) merupakan salah satu tanaman endemik di wilayah Kalimantan Barat. Tanaman kesum (Polygonum minus Huds) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang diharapkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol batang kesum (Polygonum minus Huds) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini adalah uji aktivitas antibakteri ekatrak etanol batang kesum (Polygonum minus Huds) menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi 6%, 10%, 14% dan 18% serta digunakan siprofloxacin sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol batang kesum (Polygonum minus Huds) memiliki potensi daya hambat tertinggi pada konsentrasi 18% dengan diameter hambat sebesar 32,56 mm, berbeda nyata dengan kontrol positif dengan diameter hambat sebesar 47,35 mm.
Efektivitas Karbon Aktif Kulit Salak Salacca Zalacca (Gaert) Voss Sebagai Bioadsorben Logam Tembaga (Cu) dari Limbah Laboratorium Farmasi Hesty, Hesty Nuur Hanifah; Hadisoebroto, Ginayanti; Dewi, Lisna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3887

Abstract

Kulit salak (Salacca Zalacca (Gaert) Voss) mengandung selulosa sebesar 25,85%. Selulosa merupakan polisakarida yang mengandung gugus –OH dan –COOH sehingga dapat digunakan sebagai bioadsorben untuk logam berat seperti logam tembaga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi karbon aktif kulit salak, mengetahui efektivitas karbon aktif kulit salak sebagai bioadsorben logam tembaga. Proses optimasi pH, waktu kontak dan massa ditentukan menggunakan desain uji faktorial dengan aplikasi Design Expert. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif experimental. Hasil karakterisasi karbon aktif kulit salak menunjukkan bahwa karbon aktif kulit salak mempunyai kadar air sebesar 6 %, daya serap terhadap metilen biru sebesar 212, 93 mg/g, ukuran pori-pori karbon aktif kulit salak adalah 2,11 - 5,93 µm. Hasil analisis EDS mengidentifikasi adanya unsur-unsur utama Karbon (C), Oksigen (O), Kalsium (Ca), Kalium (K), Silicon (Si), Natrium (Na), Magnesium (Mg) dengan kandungan karbon sebesar 72,45%. Karbon aktif kulit salak memiliki pH optimum 6, waktu kontak 75 menit, massa 125 mg dengan efektivitas sebesar 98,48%. Dapat disimpulkan bahwa karbon kulit salak dapat digunakan sebagai bioadsorben logam berat tembaga dari limbah laboratorium farmasi karena memiliki efektivitas adsorpsi yang tinggi dan hasil karakterisasinya memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI. Salak peel (Salacca Zalacca (Gaert) Voss) contains 25.85% cellulose. Cellulose is a polysaccharide that contains –OH and -COOH groups so it can be used as a bioadsorbent for heavy metals such as copper. The aim of this research was to determine the characteristics of salak peel activated carbon, to determine the effectiveness of salak peel activated carbon as a bioadsorbent for copper metal. The optimization process for pH, contact time and mass was determined using a factorial test design with the Design Expert application. The type of research carried out was quantitative experimental research. The results of the characterization of salak peel activated carbon show that salak activated carbon has a water content of 6%, the absorption capacity for methylene blue is 212.93 mg/g, the pore size of salak peel activated carbon is 2.11 - 5.93 µm. The results of the EDS analysis identified the presence of the main elements Carbon (C), Oxygen (O), Calcium (Ca), Potassium (K), Silicon (Si), Sodium (Na), Magnesium (Mg) with a carbon content of 72 .45%. Salak activated carbon has an optimum pH of 6, contact time of 75 minutes, mass of 125 mg with an effectiveness of 98.48%. It can be concluded that salak peel carbon can be used as a bioadsorbent for the heavy metal copper from pharmaceutical laboratory waste because it has high adsorption effectiveness and the characterization results meet the standards set by SNI.
Comparison of the Effectiveness of Calcined Chicken and Duck Eggshells as Zn Metal Adsorbent Using Atomic Absorption Spectrophotometric Hanifah, Hesty Nuur; Hadisoebroto, Ginayanti; Cunayah, Cucun; Dani, Diyanti Alma Kusuma
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.74930

Abstract

Zinc is a heavy metal that is often found in liquid waste and causes water pollution. Eggshells can be used as an adsorbent to reduce heavy metals in water because they have a lot of pores, CaCO3, and mucopolysaccharide acid protein. This study aimed to determine the effectiveness of a comparison between calcined chicken and duck eggshells to adsorb Zn, by determining the optimum pH, contact time, optimum mass, and the characterization of adsorbents. The results of this study showed that calcined chicken eggshells adsorb Zn at an optimum pH of 6, with the required optimum contact of 75 min and a mass of 400 mg with adsorption effectiveness of 99.64%. Meanwhile, calcined duck eggshells have an optimum pH of 6, an optimum contact time of 60 min, and an optimum mass of 400 mg with adsorption effectiveness of 99.73%. Activated carbon from the market has an adsorption effectiveness of 99.53%. So, it can be concluded that calcined chicken and duck eggshells can be used as zinc metal adsorbent.
Study on Single and Combination of Galangal, Turmeric, and Ginger Ethanol Extracts as Anthelmintic Azhari, Muhammad; Sengaji, Riki Febriansyah; Hadisoebroto, Ginayanti; Al-Badri, Faiq Muhamad Fathan
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i3.37780

Abstract

Soil-Transmitted Helminth infection (STH) such as ascariasis, has become one of the most persistent parasitic diseases in most developing countries, including Indonesia. Galangal, turmeric, and ginger plants are known to provide various of pharmacologically active substances which commonly used as antibacterial, aphrodisiac, and antiparasitic. This research was aimed to study the anthelmintic activity of ethanol extract of ginger, turmeric, galangal in single extract as well as their combination against Ascaris suum Goeze as a model. The anthelmintic activity was analyzed by determining the profile of time of paralysis (TOP), time of death (TOD), and the IC50­ of the inhibition activity from single extracts and extract combinations as well as the combination index (CI). The results showed that galangal, turmeric, and ginger ethanol extract have anthelmintic activity with IC50 7.66, 22, and 13,14 mg/mL, respectively. Meanwhile, the IC50 values for the extract combination of galangal with turmeric (KL), galangal with ginger (JL), and turmeric with ginger (JK) were 10.22; 3.92; and 34.93 mg/mL, respectively. The synergistic combination properties were shown by combination of galangal with turmeric extracts and galangal with ginger extracts with the combination index (CI) 0,67 and 0,38, respectively.
Analisis Molecular Docking Senyawa Aktif Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus B.) terhadap Reseptor Carbonic Anhydrase II sebagai Kandidat Obat Antihipertensi Hadisoebroto, Ginayanti; Effendi, Syulastri; Al Azzahra, Yunita
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v5i1.1349

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi patologis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah melebihi batas normal, yaitu tekanan sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg. Salah satu mekanisme yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan menghambat enzim carbonic anhydrase II (CA-II). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi senyawa aktif dalam tanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus B.) sebagai kandidat obat antihipertensi melalui pendekatan in silico menggunakan metode molecular docking. Proses docking dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi preparasi ligan dan reseptor CA-II, validasi metode, docking antara senyawa uji dan reseptor, serta visualisasi interaksi molekuler. Parameter yang dianalisis dari hasil docking mencakup energi ikatan, konstanta inhibisi (Ki), dan interaksi residu asam amino aktif. Hasil studi menunjukkan bahwa senyawa Damascenone memiliki potensi tertinggi sebagai kandidat antihipertensi, dengan nilai energi ikatan sebesar -6,91 kcal/mol dan Ki sebesar 8,57 µM, yang mendekati nilai dari ligan native, yaitu furosemid. Selain itu, Damascenone menunjukkan profil farmakokinetik dan toksikologi yang baik berdasarkan analisis ADMET (Absorpsi, Distribusi, Metabolisme, Ekskresi, dan Toksisitas). Kemiripan pola interaksi hidrogen Damascenone dengan furosemid mendukung prediksi bahwa senyawa ini berpotensi menghasilkan efek antihipertensi yang sebanding melalui penghambatan terhadap reseptor CA-II.Hypertension is a pathological condition characterized by elevated blood pressure exceeding normal limits, specifically systolic pressure ≥ 140 mmHg and diastolic pressure ≥ 90 mmHg. One mechanism to reduce blood pressure is through the inhibition of the enzyme carbonic anhydrase II (CA-II). This study aims to explore the potential of active compounds in the medicinal plant Orthosiphon stamineus B. as antihypertensive drug candidates using an in silico approach through molecular docking methods.cThe docking process involved several stages, including ligand and CA-II receptor preparation, method validation, docking of the test compounds with the receptor, and visualization of molecular interactions. Parameters analyzed from the docking results included binding energy, inhibition constant (Ki), and interactions with active site amino acid residues. The results indicated that Damascenone demonstrated the highest potential as an antihypertensive candidate, with a binding energy of -6.91 kcal/mol and an inhibition constant (Ki) of 8.57 µM, values comparable to the native ligand, furosemide. Furthermore, Damascenone exhibited favorable pharmacokinetic and toxicological properties based on ADMET (Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion, and Toxicity) analysis. The similarity in hydrogen bonding patterns between Damascenone and furosemide supports the prediction that Damascenone may exert a comparable antihypertensive effect through CA-II receptor inhibition.
Docking dan Uji Toksisitas Secara Insilico untuk Mendapatkan Kandidat Obat Analgesik Nursanti, Okta; Aziz, Abdul; Hadisoebroto, Ginayanti
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.391 KB) | DOI: 10.21927/inpharnmed.v6i1.1922

Abstract

Salah satu upaya penemuan obat baru untuk mengobati nyeri yang sering terjadi di masyarakat adalah dengan penapisan senyawa bioaktif yang berasal dari alam. Flavonoid merupakan salah senyawa bioaktif alami yang memiliki berbagai khasiat dalam pengobatan seperti sebagai antibakteri, antijamur, antivirus, antioksidan, antiinflamasi, antialergi, antinyeri dan antitumor. Senyawa bioaktif yang terdapat di flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antinyeri seperti gingerol, linalool, limonen, zingeron, zingiberol, anthocyanin, melatonin. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari interaksi senyawa bioaktif flavonoid dengan target reseptor cyclooxygenase 2 yang di unduh dari Protein Data Bank dengan kode 51KR. Untuk mengetahui besarnya interaksi senyawa bioaktif dengan target dilakukan dengan penapisan virtual melalui Protox II Web Server untuk mengetahui toksisitas. Perangkat lunak penambatan molekul yang digunakan adalah Arguslab versi 4.0.1 dan untuk visualisasi hasil menggunakan Discovery Studio 2016. Dari hasil penambatan molekul (Molecular Docking) menunjukan bahwa ketujuh senyawa diatas aman. Binding Energy ketujuh ligan tersebut lebih rendah dibandingkan ligan alami Asam Mefenamat pada RMSD<2 Angstrom, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa senyawa gingerol, linalool, limonen, zingeron, zingiberol, anthocyanin dan melatonin dapat digunakan sebagai obat antinyeri. 
Potensi Karbon Aktif Kulit Salak (Salacca zalacca) sebagai Bioadsorben Logam Timbal (Pb) dari Limbah Laboratorium Farmasi Hanifah, Hesty Nuur; Hadisoebroto, Ginayanti; Dewi, Lisna
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam berat timbal (Pb) merupakan salah satu pencemar anorganik yang terkadung  dalam air limbah laboratorium farmasi. Logam Pb dapat merusak ekosistem pada  lingkungan dan menimbulkan berbagai penyakit berbahaya. Salah satu cara untuk  mengolah limbah Pb adalah dengan proses adsorbsi menggunakan adsorben. Karbon aktif  merupakan adsorben yang banyak digunakan karena memiliki keserbagunaan dan  keunggulan, seperti luas permukaan yang tinggi, porositas, dan terdapat gugus fungsi  permukaan dalam jumlah yang besar. Limbah kulit buah bisa diubah menjadi karbon aktif  karena memiliki kandungan selulosa, lignin, maupun pektin. Tujuan dari penelitian ini  adalah menguji efektivitas adsorpsi karbon aktif dari kulit buah salak melalui  penentuan pH optimum, waktu kontak optimum, dan massa optimum. Selain itu, juga  dilakukan karakterisasi karbon aktif kulit salak meliputi analisis kadar air, daya serap  terhadap methylene blue serta pemeriksaan ukuran pori-pori dan kandungan kimia oleh  alat SEM-EDS. Penetapan kadar Pb dilakukan menggunakan alat spektrofotometri  serapan atom (SSA) pada panjang gelombang 283,3 nm. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa efektivitas adsorpsi karbon aktif dari kulit salak adalah sebesar 93.36%. Hasil  karakterisasi karbon aktif kulit salak menunjukkan bahwa karbon aktif kulit salak  mempunyai kadar air sebesar 6 %, daya serap terhadap metilen biru sebesar 212,93 mg/g, dan kandungan karbon kulit salak sebesar 72,45%. Disimpulkan bahwa karbon kulit salak  dapat digunakan sebagai bioadsorben logam berat timbal dari limbah laboratorium  farmasi karena memiliki efektivitas adsorpsi yang tinggi dan hasil karakterisasinya  memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI.