Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : METABASA

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA OLEH MAHASISWA DALAM PRESENTASI Iis Lisnawati; Aveny Septi Astriani; Fikri Hakim
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa Indonesia  oleh mahasiswa dalam berpresentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan para mahasiswa dalam berpresentasi belum menampilkan penggunaan bahasa Indonesia baku secara utuh. Hal ini dapat dilihat dari ketidakbakuan penggunaan bahasa Indonesia pada bidang fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Ketidakbakuan dalam bidang fonologi adalah berupa (1) penghilangan fonem, penambahan fonem, dan penggantian fonem dan (2) Pengejaan huruf dalam singkatan dan akronim. Ketidakbakuan dalam bidang morfologi adalah berupa penggantian (1) dalam proses nasalisasi konsonan tidak bersuara tidak diluluhkan,  (2) penggantian afiks –nya dengan afiks –kan, (3) penggunaan bentuk kata dengan analogi yang salah, dan (4) penggunaan bentuk pasif yang tidak sesuai dengan personanya. Ketidakbakuan dalam bidang sintaksis adalah berupa (1) penghilangan Subjek (S), Predikat (P), S dan P, (2) penambahan berupa penggunaan S dan P yang ganda. Ketidakbakuan dalam bidang semantik adalah berupa (1) Penambahan kata dan frasa yang tidak perlu dan (2) Penggantian preposisi, konjungsi, klitik, kata baku dengan kata percakapan. Penyebab ketidakbakuan bahasa yang digunakan dalam presentasi adalah kompetensi dan performansi pembicara. Solusi atas ketidakbakuan penggunaan bahasa Indonesia bisa dilakukan dengan menjadikan wacana lisan dalam presentasi sebagai bahan pembelajaran, baik secara terintegrasi dalam mata kuliah berbicara ataupun  dengan bersinergi dengan mata kuliah kebahasaan, yaitu Fonologi, Morfologi, Sintaksis,  dan Semantik. Kata kunci: presentasi, penggunaan bahasa baku, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik 
PERANG MEDIA PASCAPILKADA DKI JAKARTA 2017: Representasi Ahok-Djarot dan Anis-Sandi dalam Tirto.id dan Republika.co.id Fikri Hakim; Welly Nores Kartadireja; Agi Ahmad Ginanjar
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.889 KB)

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi dua pasangan calon gubernur DKI Jakarta 2017, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi dalam media daring Tirto.id dan Republika.co.id. Metode pemerolehan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan metode analisis padan. Representasi diidentifikasi berdasarkan model analisis wacana kritis Teun A van Dijk yang terbagi atas tiga dimensi, yakni dimensi tekstual, kognisi sosial, dan konteks (analisis) sosial. Data berupa wacana dalam dua media tersebut yang kemudian dikaji dan dikomparasi untuk menunjukkan kecenderungan keberpihakan media tersebut. Dalam tulisan ini, kajian yang dipaparkan dibatasi hanya dalam tataran tekstual dan kognisi sosial saja. Tataran tekstual yang penulis kaji berupa elemen tematik, skematik, detail, praanggapan, koherensi, leksikon, dan grafis.  Elemen tersebut penulis pilih berdasar pada kemunculannya dalam data yang ada serta pengaaruhnya terhadap representasi yang diinginkan. Tataran kognisi sosial penulis kaji dari kognisi institusi media yang menerbitkan berita tersebut. Kognisi institusi yang meliputi kepemilikan, sejarah, ideologi, dsb., berpotensi untuk memengaruhi konstruksi berita yang diproduksi.
ETIKA BERBAHASA NAJWA SHIHAB DAN MENKES BUDI GUNADI SADIKIN DALAM BINCANG PERDANANYA PADA PROGRAM MATA NAJWA Aveny Septi Astriani; Via Rosdiana Sari; Fikri Hakim
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tindak laku berbahasa sesuai dengan norma-norma yang berlaku di dalam budaya tertentu disebut sebagai etika berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap etika bahasa yang digunakan Najwa Shihab dan Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam bincang perdananya pada program Mata Najwa. Fokus kajian dari penelitian ini bermuara pada aspek kesantunan berbahasa yang terlampir pada setiap ujaran yang diucapkan oleh subjek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian yang dipilih berasal dari cuplikan video yang diunggah pada kanal youtube milik Najwa Shihab dengan tajuk, Beres-Beres Kursi Menkes: Budi Gunadi Sadikin, Pengisi Kursi Kosong Menkes (Part 1) Mata Najwa yang dipublikasikan pada 7 Januari 2021. Adapun hasil dari penelitian ini ialah terkuaknya pematuhan etika berbahasa yang terinterpretasi dalam berbagai bentuk kesantunan berbahasa oleh subjek penelitian selama perbincangan berlangsung.  Kata kunci: Etika Bahasa, Kesantunan Bahasa, Mata Najwa
FENOMENA CAMPUR KODE DALAM UNGGAHAN STATUS MEDIA SOSIAL FACEBOOK Dikri Dirwatul Ghozali; Fikri Hakim
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul “Fenomena Campur Kode dalam Unggahan Status Media SosialFacebook.” Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekriptif kualitatif atau yangsering kali disebut dengan metode naturalistik. Adapun metode dan teknik yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode simak dengan teknik sadap. Sumber data dalam penelitian ini adalahunggahan-unggahan status facebook yang diunggah oleh beberapa pemilik akun. Fokus penelitianini adalah membahas tentang jenis campur kode dan fungsi atau motivasi dari penggunaan campurkode di dalam unggahan status facebook. Teori yang digunakan dalam penilian ini adalah teorisosiolinguistik yang meliputi kode, campur kode, jenis-jenis campur kode, serta sebab-sebabterjadinya campur kode. Hasil penelitian jenis campur kode ditemukan adanya dua jenis campukode, yaitu intertion dan congruent lexilazitation. Adapun motivasi penggunaan campur kode didalam status unggahan media sosial facebook adalah 1) Efektifitasi pesan; 2) Tidak ada padanankata yang tepat; 3)Menaikan gengsi; dan 4) Membicarakan topik tertentu.Kata Kunci: Campur Kode, Jenis Campur Kode, Sebab Campur Kode
PENAMAAN DESA DI KECAMATAN DAWUAN, KABUPATEN MAJALENGKA: SUATU KAJIAN ETNOLINGUISTIK Dikri Dirwatul Ghozali; Fikri Hakim
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini penulis lakukan guna mengidentifikasi “kisah-kisah” ataupun nilai-nilai budaya di balik penamaan desa di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka. Metode yang penulis gunakan adalah metode kulalitatif deskriptif dengan teknik simak-cakap. Untuk kajian etnologi atau budaya, penulis melakukan penelitian langsung ke lapangan (Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka) selama tiga hari dan melakukan wawancara terhadap sumber yang kompeten, yakni para tetua atau yang dituakan, yang memiliki kapasitas untuk menjelaskan secara mendalam sejarah ataupun “kisah” di balik penamaan desa di Kecamatan Dawuan. Sedangkan untuk ranah bahasanya, penulis lebih menitikberatkan pada keberterimaan makna yang terkandung. Selain itu, penulis juga menangkap fenomena menarik bahwa beberapa nama desa di Kecamatan Dawuan merupakan bentuk akronim, sehingga penulis juga membahas dari segi proses morfologis yang terjadi dalam penamaan desa-desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di balik nama-nama desa di Kecamatan Dawuan terdapat informasi mengenai sejarah dan budaya masyarakat setempat. Selain itu, kajian etnolinguistik yang dilakukan juga menunjukkan dengan jelas bahwa bahasa sebagai produk budaya memiliki peran yang cukup signifikan dalam mengejawantahkan suatu informasi agar dapat bertahan dari masa ke masa. (Kata kunci: Etnolinguistik, Budaya, Semantik, Morfologi)