Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Tindak Ilokusi Siswa Kelas VIII pada Kegiatan Diskusi dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Heslina Heslina; Iing Sunarti; Siti Samhati
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.046 KB)

Abstract

The problem in this study was the illocutionary act of grade VIII Junior High School in Al-Kautsar Bandarlampung discussion activity, while the purpose of this study was to describe the illocutionary acts of grade VIII Junior High School in Al-Kautsar Bandarlampung discussion activity in the academic year of 2017/2018 and its implications for Indonesian language learning in junior high schools. The method used in this study qualitative descriptive. The data collection uses the SLBC technique (see competent free involvement), note-taking technique, and obervation technique, while data analysis uses heuristic analysis techniques. The result of this study showed the student’s speech acts in Indonesia language discussion activities in the form of assertive, direct, commissive, and expressive speech acts. Meanwhile, the form of declarative speech acts was not found during the study. The speech act is told directly or indirectly. Direct speech act found was 47 data with right target and reason/argumentation mode, while indirect speech action wa found 7 data with quiping  and asking mode.Masalah dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi siswa kelas VIII pada kegiatan diskusi SMP Al-Kautsar Bandar Lampung, sedangkan tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi siswa kelas VIII pada kegiatan diskusi SMP Al-Kautsar Bandarlampung tahun ajaran 2017/2018 dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik SLBC (simak libat bebas cakap), teknik catat, dan teknik observasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis heuristik. Hasil penelitian ini menunjukkan tindak tutur siswa dalam kegiatan diskusi bahasa Indonesia berupa tindak tutur asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Sementara itu, bentuk tindak tutur deklaratif tidak ditemukan saat penelitian. Tindak tutur tersebut dituturkan secara langsung maupun tidak langsung. Tindak tutur langsung ditemukan 47 data dengan modus tepat sasaran dan alasan/argumentasi, sedangkan tindak tutur tidak langsung ditemukan 7 data dengan modus menyindir dan bertanya.Kata kunci: tindak ilokusi, kelangsungan tuturan, modus tuturan.
Penggunaan Kalimat Berdasarkan Makna dalam Kegiatan Diskusi Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas VII Putri Al Farizka; Iing Sunarti; Siti Samhati
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2 Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.998 KB)

Abstract

This research aims to describe the use of sentences based on their meanings used by students in the discussion activity in Indonesian Language learning for grade VII students of Public Junior High School 23 Bandar Lampung academic year of 2017/2018. This research applied a qualitative descriptive method. The data source in this research was in form of sentences spoken by students in grade VII during the discussion activity in Indonesian Language learning at Public Junior High School 23 Bandar Lampung. The data collection techniques were carried out through observation, documentation, and audio recording. The data analysis technique was done using a flow model. The results of the research indicated that the use of sentences based on their meanings used by students, were grouped as follows: 1) Declarative sentences, 2) Imperative sentences, 3) Interrogative Sentences, 4) Explosive Sentences. The results of the analysis on the use of sentences based on their meanings showed that the most dominant sentences used by students in this research were declarative sentences.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat berdasarkan makna yang digunakan oleh siswa dalam kegiatan diskusi pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 23 Bandar Lampung tahun ajaran 2017/2018. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini berupa kalimat siswa kelas VII saat berdiskusi dalam kegiatan diskusi pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 23 Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan rekaman berupa audio. Teknik analisis data menggunakan model alir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kalimat berdasarkan makna yang digunakan siswa yaitu, 1) Kalimat deklaratif, 2) Kalimat imperatif, 3) Kalimat Interogatif, 4) Kalimat Ekslamatif. Hasil analisis penggunaan kalimat berdasarkan makna yang lebih dominan dalam penelitian ini ditemukan ialah kalimat yang bermakna deklaratif.Kata kunci: Penggunaan kalimat, berdasarkan makna, dan pembelajaran.
Tindak Tutur Asertif pada Stand Up Comedy SUCI 6 dan Implikasinya Diana Sari; Iing Sunarti; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 4 Sep (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.14 KB)

Abstract

The purpose of this research to describe the form of assertive acts of Mei Mahathir Gamayel on Stand Up Comedy SUCI 6 Kompas TV and its implicated to the learning Indonesian in senior high school. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this research showed there are communicative functions of assertive speech acts which include stating, notifying, suggesting, pride, complaining, and reporting that are spoken directly and indirectly, literally and not literally. The results of this research are implicated to the learning of Indonesian in senior high school class XII on editorial text material or opinion.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur asertif Mei Mahathir Gamayel pada Stand Up Comedy SUCI 6 Kompas TV dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat fungsi komunikatif tindak tutur asertif yang meliputi menyatakan, memberitahukan, menyarankan, membanggakan, mengeluh, dan melaporkan yang dituturkan secara langsung dan tidak langsung, literal dan tidak literal. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII pada materi teks editoril atau opini.Kata kunci: asertif, stand up comedy, tindak tutur.
Variasi Bahasa dalam Whatsapp Mahasiswa kepada Dosen dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Resta Niriza; Iing Sunarti; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 4 Sep (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.839 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe language variations in WA students to lecturers of Indonesian Language and Literature education and their implications to learning Indonesian Language in high school. The method used in this research is descriptive method by using qualitative approach. The results of the research show that there are variations of language used by students to lecturers, language variations in terms of speakers (1) dialects, for example "assalamualaikum", Sosiolek, for example "is today the father of the past". Language variations in terms of usage (2) Journalistic variety, for example "confirmation, there are, sir and that". Language variations in terms of formality (3) Casual Variety, for example "ama, no, ask and uda". Familiar variety, for example "have you returned home". Language variations in terms of formality (4) variations in written language, for example "I want guidance and I want to submit a draft".Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan variasi bahasa dalam WA mahasiswa kepada dosen program studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi bahasa yang digunakan oleh mahasiswa kepada dosen,  Variasi bahasa dari segi penutur (1) Dialek, misalnya “assalamualaikum”, Sosiolek, misalnya “apakah hari ini bapak kekampus”. Variasi bahasa dari segi pemakaian (2) Ragam Jurnalistik, misalnya “konfirmasi, ada, pak dan bahwa”. Variasi bahasa dari segi keformalan (3) Ragam Santai, misalnya “ama, gak,minta dan uda”. Ragam akrab, misalnya “apakah ibu sudah pulang”. Variasi bahasa dari segi keformalan (4) variasi bahasa tulis, misalnya “saya ingin bimbingan dan saya ingin menyerahkan draft”.Kata kunci: variasi bahasa, whatsapp, implikasi
Implikatur dalam Kampanye Pilkada Gubernur Jakarta 2017- 2022 dan Implikasinya di SMP Shifa Khoiru Nida; Iing Sunarti; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.619 KB)

Abstract

This research described about implicature of discourse campaign at the election of Jakarta Governor period 2017-2022 and the implication of junior high school speech learning. The technique of collecting data that used were listening and writing. The result showed there were verbal speech act and speech act mode in implicature. Verbal speech act were direct speech act not literal, indirect literal, and indirect not literal, and implicature mode speech act were mode that were fact, asked, promised, wished, compared, and prohibited. The finding of the implicature were promising, convincing, inviting, making interest, asking, and persuading their patner of speech act to do something. This research can be implied in Bahasa Indonesia speech learning at grade IX in curriculum 2013 in basic competence 3.3 and 4.3.Penelitian ini mendeskripsikan implikatur dalam wacana kampanye Pilkada Gubernur Kota Jakarta 2017-2022 dan implikasinya pada pembelajaran pidato di SMP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya verbal tuturan dan modus tuturan berimplikatur. Verbal tuturan yang ditemukan, yaitu tindak tutur langsung-tidak literal, tidak langsung-literal, dan tidak langsung-tidak literal serta modus tuturan berimplikatur, yaitu modus menyatakan fakta, bertanya, berjanji, menyatakan keinginan, membandingkan, dan melarang. Implikatur yang ditemukan memiliki tujuan untuk menjanjikan, meyakinkan, mempengaruhi, menarik perhatian, meminta, dan menggerakkan hati mitra tutur untuk melakukan tindakan tertentu. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada materi pidato pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX kurikulum 2013 yaitu KD 3.3 dan 4.3.Kata kunci: implikatur, verbal tuturan, modus tuturan, pidato kampanye.
Interferensi Morfologis pada Gelar Wicara Mata Najwa Periode Januari 2017 dan Implikasinya Ria Meriana; Farida Ariyani; Eka Sofia Agustina; Iing Sunarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 4 Sep (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.894 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe morphological interference found in Mata Najwa talkshow period January 2017 and its implication to Indonesian language learning in SMA. The method used in this research is descriptive qualitative. The results showed that there was morphological interference of Javanese language in Mata Najwa talkshow period of January 2017. The interference was affixation and repetition or reduplication. Morphological interference is affixed, including affixation to the prefix and affixation in the suffix. Morphological interference in the form of repetition of partial repetition. The results of this study are implicated in learning Indonesian in high school class XII on editorial text material.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan interferensi morfologis yang terdapat pada gelar wicara Mata Najwa periode Januari 2017 dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interferensi morfologis bahasa Jawa dalam gelar wicara Mata Najwa periode Januari 2017. Interferensi tersebut berupa afiksasi dan pengulangan atau reduplikasi. Interferensi morfologis berupa afiksasai, meliputi afiksasi pada prefiks dan afiksasi pada sufiks. Interferensi morfologis berupa pengulangan yakni berupa pengulangan sebagian. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII pada materi teks editoril.Kata kunci: interferensi morflogis, gelar wicara, implikasi.
Kesantunan Berbahasa Guru Memberikan Penguatan Siswa SMAN 1 Bandar Lampung Diah Ismawati; Iing Sunarti; Iqbal Hilal
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.279 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe the language politeness in the speech of Indonesian teachers in giving the reinforcement to the student of first grade in Senior High School 1 Bandar Lampung for 2017 to 2018 academic year. The research method used descriptive qualitative. The result show that there are two responses given by teachers in giving reinforcement, they are positive responses and negative responses. In giving positive responses, teacher obeyed to five maxims of politeness. The aspect that obey the maxim of politeness includes maxim of wisdom, generosity, praise, agreement, and humility. While in giving negative responses, teacher made infringement of wisdom maxim. In addition, there are also explained the pragmatic and linguistic politiness.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa pada tuturan guru bahasa Indonesia dalam memberikan penguatan siswa kelas X SMAN 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan terdapat dua respon yang diberikan guru dalam memberi penguatan,yakni respon positif dan respon negatif. Dalam memberi respon positif guru mematuhi lima maksim kesantunan. Pematuhan maksim kesantunan yang ditemukan mencakup, maksim kearifan, kedermawanan, pujian,kesepakatan, dan kerendahan hati. sedangkan dalam memberi respon negatif guru melakukan pelanggaran maksim kearifan. Selain itu, ditemukan juga kesantunan pragmatik dan kesantunan lingustik.Kata kunci: Kesantunan berbahasa, penguatan, respon positif, respon negatif
Alih Kode dan Campur Kode Siaran Radio 94.4 fm d!Radio Lampung dan Implikasinya Dorlan Evi Yanti; Nurlaksana Eko Rusminto; Eka Sofia Agustina; Iing Sunarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.537 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe the code switching and code mixing form and the cause factors used on radio broadcast D Sweetest Love 94.4 fm d!Radio Lampung, and then imply the result of the research for learning of language and literature Indonesian in high school. The research design used is descriptive qualitative. Data collection process in this research was using technique of free heed mutual conversation with recording device. This research showed that there is only extern code switching in the form Indonesian language to English language and the most dominant of cause factors is speaker factor. Form of mixing code as word mixing code, phrase, baster, word looping, idioms, and clauses. The most dominant of cause factors on occur mixing code is language factor. The result of this research is implied to the learning language and litarature indonesian in material to produces movies or drama text.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode serta faktor penyebabnya yang digunakan pada siaran radio D Sweetest Love 94.4 fm d!Radio Lampung, dan mengimplikasikan hasil penelitian terhadap pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dengan menggunakan alat perekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat alih kode ekstern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan faktor penyebab yang paling dominan adalah faktor penutur. Bentuk campur kode meliputi campur kode kata, frasa, baster, perulangan kata, idiom, dan klausa. Faktor penyebab yang paling dominan terjadinya campur kode adalah faktor kebahasaan. Hasil penelitian diimplikasikan terhadap pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam materi memproduksi teks film/drama.Kata kunci : alih kode, campur kode, siaran 94.4 fm d!Radio Lampung.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILL) TEKS DESKRIPSI Maudy Sukma Dhini; Iing Sunarti; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 2 Sep (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.644 KB)

Abstract

The problem in this research is how the development of HOTS (Higher Order Thinking Skill) based assessment text instruments for grade VII junior high schools and their feasibility. The method in this research is Research and Development (RD) which adopts the Borg Gall theory using five stages, namely preliminary studies, product development, product trials, product revisions, and final products. The results of this research and development in the form of HOTS-based assessment instrument products on description text material that are in line with HOTS characteristics, namely, measuring the ability to think at a high level, based on contextual problems, and using various forms of questions. This product has been declared fit for use by material experts and practitioners (Indonesian language teachers) as learning aids with a percentage of eligibility that is 86.6% by material experts and 91.1% by practitioners. Masalah dalam penelitian ini ialah bagaimanakah pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) teks deskripsi untuk SMP kelas VII dan kelayakannya. Metode dalam penelitian ini ialah Research and Development (RD) yang mengadopsi teori Borg Gall dengan menggunakan lima tahap, yaitu studi pendahuluan, pengembangan produk, uji coba produk, revisi produk, dan produk akhir.Hasil penelitian dan pengembangan iniberupa produk instrumen penilaian berbasis HOTSpada materi teks deskripsi yang sesuai dengan karakteristik HOTS yaitu, mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, berbasis permasalahan kontekstual, dan menggunakan bentuk soal beragam. Produk ini telah dinyatakan layak digunakan oleh ahli materi dan praktisi (guru BahasaIndonesia) sebagai alat bantu pembelajaran dengan persentase kelayakan yaitu 86,6% oleh ahli materi dan 91,1% oleh praktisi. Keywords: instrument, HOTS, description text, eligibility
Melacak Jejak Sejarah Bentuk Tari Serai Serumpun Sebagai Identitas Budaya Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung I Wayan Mustika; Tuntun Sinaga; Iing Sunarti
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 37 No 4 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v37i4.2143

Abstract

This research is a dance ethnographic study that was conducted to trace the history of the serai serumpun dance which has lost its history. In the past, this dance was thought to have originally belonged to the Mesuji community and was an asset of the Mesuji Regency Education Office as well as the identity of the Mesuji Community of Lampung Province. This research will first discuss the form of the serai serumpun dance which is studied through the discipline of ethnochoreology. Then an assessment will also be made of the supporting culture of the serai serumpun dance, so as to obtain the values contained in it. By knowing these values, an identity of the people of Mesuji Regency will be obtained through the history of the serai serumpun dance.