Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analysis Of The Relationship Between Knowledge And Exclusive Breastfeeding To Infants Elvina, Ade; Nilawati, Iin; Syafitasari, Juanda; Putriani, Eva Sari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i10.17903

Abstract

Latar Belakang: Bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif mempunyai resiko 2 kali lebih tinggi mengalami kematian akibat diare dan pneumonia dibanding bayi yang mendapat ASI Eksklusif.  Ibu yang tidak dapat memberikan ASI eksklusif akan mencari alternatif makanan bagi bayi. Alternatif lainnya selain ASI, biasanya para ibu beralih pada susu formula. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Maras. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang memiliki bayi usia >6 bulan – 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Muara Maras yang berjumlah 49 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling sehingga seluruh ibu yang memiliki bayi usia >6 bulan – 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Muara Maras yang berjumlah 49 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 23 (46,9%) ibu yang memiliki bayi usia >6 – 12 bulan  di wilayah kerja puskesmas muara maras berpengetahuan cukup dan sebagian besar 30 (61,3%) tidak memberikan ASI eksklusif. Hasil analisa bivariat diperoleh ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas muara maras dengan nilai p = 0,012 < α (0,005). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas muara maras. Saran: Untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang memberikan intervensi langsung pada ibu menyusui sehingga dapat meningkatkan angka capaian pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas muara maras. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu menyusui, ASI eksklusif ABSTRACT Background: Babies who are not exclusively breastfed have a 2 times higher risk of dying from diarrhea and pneumonia than babies who are exclusively breastfed. Mothers who cannot provide exclusive breastfeeding will look for alternative foods for their babies. Another alternative to breast milk, mothers usually turn to formula milk.Objective: Research was conducted to determine the relationship between knowledge and exclusive breastfeeding in the Muara Maras Community Health Center Working Area. Method: This research uses an analytical survey design approach with a cross sectional approach. The population in this study were mothers who had babies aged >6 months – 12 months in the Muara Maras Health Center working area, totaling 49 people. The sampling technique used total sampling so that all mothers who had babies aged >6 months – 12 months in the Muara Maras Health Center working area were 49 people. Data collection in this research used primary data and secondary data. Data analysis was carried out using the Chi-Square test. Results: The results of the study showed that the majority of mothers who had babies aged >6 – 12 months in the Muara Maras Health Center working area, 23 (46.9%) had sufficient knowledge and the majority 30 (61.3%) did not provide exclusive breastfeeding. . The results of bivariate analysis show that there is a significant relationship between maternal knowledge and exclusive breastfeeding for babies in the Muara Maras Community Health Center working area with a value of p = 0.012 < α (0.005). Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and exclusive breastfeeding for babies in the Muara Maras Health Center working area. Suggestion: Future researchers can conduct research that provides direct intervention to breastfeeding mothers so that they can increase the rate of achieving exclusive breastfeeding among breastfeeding mothers in the Muara Maras Health Center working area. Keywords:Knowledge, Breastfeeding mothers, exclusive breastfeeding 
PKM Kelompok Kader dalam Paket Pembinaan pada Ibu Hamil TM3 di Desa Binaan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu Lasmadasari, Novi; nilawati, iin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 2 No. 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif, perawatan mandiri mandiri pasca-melahirkan dan penyediaan MPASI komunitas mandiri di Desa Sidosari, Sumber arum, dan BP 1, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, untuk menjadi mandiri . Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk panduan komprehensif melalui pelatihan (pendahuluan dan demonstrasi), kemudian materi pelatihan dibuat dalam buku yang dilengkapi dengan lembar kerja yang berlaku yang disebut "INDI MOTHER MODULE" yang merupakan modul ibu independen. Layanan ini bekerja sama dengan sekelompok kader kesehatan lokal yang juga diberikan pelatihan bersama dengan modul untuk memberikan motivasi dan pengawasan kepada setiap wanita hamil sampai periode postpartum sampai memberikan MPASI kepada bayi. Kegiatan ini tidak hanya mengandalkan buku tetapi disertai dengan program pelatihan untuk wanita hamil dari trimester ketiga hingga masa nifas. Hasil dari kegiatan 1) Kepala desa, Ketua Kelompok Kader dan anggotanya, wanita hamil dan bidan desa menyambut kegiatan PKM ini. 2) Pelaksanaan program PKM di Desa Patkes Sapta Bakti Bengkulu pada kelompok kader dan kelompok ibu hamil berjalan dengan baik, ini ditandai dengan antusiasme dan keingintahuan masyarakat (kelompok kader dan ibu hamil) 3) Kegiatan PKM dalam bentuk penyuluhan, pelatihan praktis, pendampingan dan pembinaan mulai dari ibu hamil TM III (persiapan laktasi, persiapan melahirkan), Konseling Ibu setelah melahirkan, persiapan pelatihan untuk MPASI. Dengan materi yang dibuat dalam satu modul Ibu Indi disertai dengan lembar kerja ibu. 4) Kepala desa, kader, bidan berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan pada tahun-tahun berikutnya sehingga pengetahuan dan kesehatan masyarakat meningkat.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN GADING CEMPAKA KOTA BENGKULU: PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN GADING CEMPAKA KOTA BENGKULU Nilawati, Iin; Ediyono, Suryo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai permasalahan akibat sampah timbul di kelurahan Cempaka Permai, mulai dari masalah lingkungan sampai dengan masalah kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan. Masalah lingkungan diantaranya adalah terjadi peningkatan volume sampah di kelurahan Cempaka Permai, belum adanya tempat pembuangan sampah sementara di Kelurahan Cempaka Permai. Selain itu kesadaran masyarakat di kelurahan cempaka permai akan pengelolahan sampah masih sangat kurang baru (12%) masyarakat yang melakukan pengelolaan sampah dan pemilahan sampah. Sebagian besar (82,7%) masyarakat Cempaka Permai belum pernah mendapatkan informasi tentang pengelolaan sampah. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendampingan dalam mengaplikasikan menajemen pengelolaan sampah yang berisi paket pelatihan dan monitoring evaluasi pelaksanaan aplikasi pengelolaan sampah. Hasil kegiatan pendampingan yaitu telah terbentuk struktur organisasi manajemen pengelola sampah Tim cempaka lima dan kader medeka sampah, terjadi peningkatan pengetahuan mitra dan kader setelah pendampingan ditunjukan dri skor rata rata pre dan post tes dri 55 menjadi 85, dan peningkatan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga dari 12 % menjadi 30%. diharapkan pihak kelurahan, LPM dan kader merdeka sampah terus melanjutkan pengelolaan sampah dan bank sampah serta berinovasi dalam menggaet nasabah sampah. Kata Kunci: Manajemen, Pengelolaan Sampah, Pendampingan
Hubungan Inisiasi Menyusu Dini (Imd) dan Frekuensi Menyusui dengan Kelancaran Asi pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar Bulan Kabupaten Seluma Tri Endah Suryani; Lolli Nababan; Iin Nilawati; Meiniarti Meiniarti; Dian Ika Pratiwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46303

Abstract

Kelancaran produksi ASI dipengaruhi oleh faktor frekuensi pemberian ASI, berat bayi saat lahir, usia kehamilan saat bayi lahir, usia ibu, paritas, stres dan penyakit akut, IMD, perawatan payudara, penggunaan alat kontrasepsi, status gizi dan kelelahan akibat bekerja. Penelitian ini dilakukan agar diketahuinya hubungan inisiasi menyusu dini (IMD) dan frekuensi menyusui dengan kelancaran ASI pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar Bulan Kabupaten Seluma. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional, dengan sampel sebanyak 50 ibu post partum diambil secara total sampling. Menggunakan data primer, diolah secara univariat dan bivariat dengan analisis uji chi square. Hasil penelitian diketahui ibu post partum sebagian besar 62,0% dengan kelancaran ASI yang lancar, sebagian besar 58,0% melakukan inisiasi menyusu dini (IMD), sebagian besar 62,0% dengan frekuensi menyusui dengan optimal. Ada hubungan inisiasi menyusu dini (IMD) dengan kelancaran ASI pada ibu post partum (p = 0,008), ada hubungan frekuensi menyusui dengan kelancaran ASI pada ibu post partum (p = 0,000). Hendaknya kepala Puskesmas membuat kebijakan terkait pengklaiman BPJS oleh bidan dan pegawai Puskesmas bagi pasien persalinan normal agar melampirkan bukti pelaksanaan IMD dan observasi frekuensi menyusui. Selain itu juga mewajibkan bagi ibu yang akan melahirkan di Puskesmas Pajar Bulan untuk mengikuti kegiatan ANC minimal 6 kali selama kehamilan dan mengikuti kegiatan kelas ibu hamil, serta posyandu balita sehingga dapat dilakukan pemantauan frekuensi menyusui bagi ibu.