Ni Putu Ekawati
Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KARAKTERISTIK KLINIS DAN DIAGNOSIS SITOLOGI PASIEN DENGAN NODUL TIROID YANG DILAKUKAN PEMERIKSAAN FINE NEEDLE ASPIRATION BIOPSY (FNAB) DI INSTALASI PATOLOGI ANATOMI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015 I Gusti Putu Dado Armawan; Ni Putu Ekawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak FNAB pada nodul tiroid bertujuan mengarahkan tatalaksana pasien dengan menyeleksi individu-individu yang dicurigai mengalami keganasan dari kelompok besar pasien dengan nodul jinak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik klinis dan diagnosis sitologi pasien nodul tiroid yang dilakukan pemeriksaan FNAB di instalasi patologi anatomi RSUP Sanglah Denpasar tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif cross-sectional. Subjek penelitian diambil dari rekam medis pasien nodul tiroid yang ada di instalasi patologi anatomi RSUP Sanglah Denpasar periode Januari-Desember 2015. Data diambil secara total sampling. Dari 332 sampel didapatkan proporsi nodul tiroid pada perempuan sebesar 78% dan laki-laki 22%. Lebih sering terjadi pada rentang usia 40-49 tahun (31,9%) pada perempuan maupun laki-laki. Ukuran nodul <5cm lebih sering ditemukan (75,9%). Diagnosis klinis nodul tiroid yang paling sering ditemukan adalah goiter tiroid (53,9%). Sebanyak 284 sampel diagnosis tunggal FNAB dikelompokkan berdasarkan kriteria TBSRTC: I. Nondiagnostic atau tidak memuaskan (unsatisfactory) 1,8%; II. Jinak 59,5%; III. Atypia of undetermined significance atau lesi folikuler dari undetermined significance 0,4%; IV. Neoplasma folikuler atau curiga neoplasma folikuler 33,8%; V. Curiga keganasan 2,5%; dan VI. Ganas 2,1%. Sedangkan pada diagnosis jamak ditemukan neoplasma folikuler dan nodul koloid 46,2%; nodul koloid dan tiroiditis 23,1%; karsinoma papiler dan nodul koloid 15,4%; serta nodul koloid dan hiperplasia folikuler 15,4% dari 13 sampel. Kata kunci : karakteristik, sitologi, nodul tiroid
KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN KEGANASAN KOLOREKTAL DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI TAHUN 2018 Putu Evi Tania Herry Putri; Ni Putu Ekawati; Herman Saputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i2.P11

Abstract

Keganasan kolorektal merupakan suatu keganasan yang terjadi pada kolon maupun rektum. Menurut data prevalensi, keganasan kolorektal menempati posisi ketiga sebagai keganasan yang paling banyak terjadi di dunia serta menempati posisi ketiga keganasan yang paling banyak terjadi di Indonesia, sayangnya di Indonesia sebanyak 25% kasus pasien terdiagnosa telah mengalami stadium lanjut dan metastasis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dengan keganasan kolorektal berdasarkan usia, jenis kelamin, tipe histopatologi, dan lokasi tumor ganas kolorektal. Penelitian ini dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar Bali tahun 2018 dengan melakukan metode cross sectional dan total sampling yang diolah menggunakan SPSS ver 17. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 115 pasien dengan keganasan kolorektal di RSUP Sanglah Denpasar Bali tahun 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia pasien dengan keganasan kolorektal terbanyak yaitu dengan rentang usia 56-65 tahun sebanyak 48,7%, laki-laki lebih banyak menjadi pasien keganasan kolorektal dibandingkan dengan perempuan yaitu sebanyak 60%. Sebanyak 89,6% gambaran histopatologi keganasan kolorektal yang ditemukan berupa adenocarcinoma NOS. Predileksi terbanyak tumor ganas kolorektal yaitu pada rektum sebanyak 48,7%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pentingnya dilakukan skrining secara teratur terutama pada orang-orang yang memiliki risiko guna mengurangi tingkat insiden keganasan kolorektal di Indonesia. Kata Kunci: Keganasan Kolorektal, Karakteristik, Gambaran Histopatologi
KARAKTERISTIK PASIEN LIMFOMA MALIGNA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI TAHUN 2018 I Kadek Prapta Adhi Wibawa; Ni Putu Ekawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i1.P09

Abstract

Limfoma maligna merupakan keganasan yang menyerang sel-sel pada jaringan limfoid, ditemukan terutama di kelenjar getah bening dengan memiliki kemampuan untuk meluas ke jaringan seluruh tubuh lainnya. Kelenjar getah bening berfungsi sebagai pertahanan dengan bereaksi terhadap antigen asing, setiap perubahannya mencerminkan gangguan lokal dan sistemik. Seorang penderita limfoma sebagian besar ditemukan dalam stadium lanjut sehingga sulit dalam penyembuhannya dan banyak mengalami komplikasi. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif cross-sectional. Kriteria inklusi dan juga eksklusi menjadi acuan dalam penentuan sampel. Data diolah dengan program SPSS guna memperoleh karakteristik dari penyakit limfoma maligna berdasarkan umur, jenis kelamin, tipe histopatologi, dan lokasi tumor. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penderita limfoma maligna di RSUP Sanglah pada tahun 2018 sebanyak 71 pasien dan terbanyak pada usia diantara 61-70 tahun sebesar 21,1%, dengan jenis kelamin laki-laki terhitung lebih dari setengah (64,8%). Secara umum penyakit ini memiliki tipe histopatologi berupa limfoma non-Hodgkin dengan persentase 95,8%. Selain itu, mayoritas penderita penyakit ini mengalami tumor ekstranodal dengan persentase 73,2%. Temuan ini bermanfaat karena dapat memberikan data dasar mengenai gambaran karakteristik dari limfoma maligna. Perlu dilakukan penelitian analitik lebih lanjut guna mengetahui hubungan dari berbagai variabel tersebut. Kata kunci : Limfoma Maligna, Histopatologi
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI GIANT CELL TUMOR TULANG DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI TAHUN 2008 – 2018 I Ketut Bawantika Adi Putra; I Wayan Juli Sumadi; Ni Putu Sriwidyani; Ni Putu Ekawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i1.P05

Abstract

Giant cell tumor (GCT) tulang adalah tumor jinak pada tulang yang memiliki sifat lokal agresif dan sering mengalami rekurensi yang ditandai dengan proliferasi sel-sel stroma mononuklear dan sel datia yang menyerupai osteoklas. Oleh karena itu mengetahui karakteristik klinikopatologi tumor ini diperlukan untuk membantu mengarahkan diagnosis dan manajemen terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi GCT tulang di RSUP Sanglah Denpasar Bali dengan rentang tahun 2008-2018. Desain penelitian adalah deskriptif cross-sectional dengan pendekatan retrospektif dengan 45 sampel yang diperoleh dari arsip pemeriksaan histopatologi di Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah. Data karakteristik klinikopatologi yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin, gejala klinis, lokasi anatomi, dan mitosis. Analisis data menunjukkan bahwa pasien GCT tulang ditemukan paling tinggi pada dekade ke-4, cenderung pada perempuan daripada laki-laki dengan perbandingan 2 : 1, lokasi GCT umumnya pada tulang ekstremitas namun juga terjadi pada sakrum dan illium, gejala yang sering dikeluhkan adalah benjolan disertai nyeri dan keterbatasan pada range of motion (ROM), mitosis yang teramati pada rentangan 0–12 per 10 lpb dengan mitosis 3 per 10 lpb paling banyak dijumpai. Kata Kunci : Giant cell tumor, tulang, karakteristik klinikopatologi, Bali
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI GIANT CELL TUMOR TULANG DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI TAHUN 2008 – 2018 I Ketut Bawantika Adi Putra; I Wayan Juli Sumadi; Ni Putu Sriwidyani; Ni Putu Ekawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i11.P04

Abstract

Giant cell tumor (GCT) tulang adalah tumor jinak pada tulang yang memiliki sifat lokal agresif dan sering mengalami rekurensi yang ditandai dengan proliferasi sel-sel stroma mononuklear dan sel datia yang menyerupai osteoklas. Oleh karena itu mengetahui karakteristik klinikopatologi tumor ini diperlukan untuk membantu mengarahkan diagnosis dan manajemen terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi GCT tulang di RSUP Sanglah Denpasar Bali dengan rentang tahun 2008-2018. Desain penelitian adalah deskriptif cross-sectional dengan pendekatan retrospektif dengan 45 sampel yang diperoleh dari arsip pemeriksaan histopatologi di Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah. Data karakteristik klinikopatologi yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin, gejala klinis, lokasi anatomi, dan mitosis. Analisis data menunjukkan bahwa pasien GCT tulang ditemukan paling tinggi pada dekade ke-4, cenderung pada perempuan daripada laki-laki dengan perbandingan 2 : 1, lokasi GCT umumnya pada tulang ekstremitas namun juga terjadi pada sakrum dan illium, gejala yang sering dikeluhkan adalah benjolan disertai nyeri dan keterbatasan pada range of motion (ROM), mitosis yang teramati pada rentangan 0–12 per 10 lpb dengan mitosis 3 per 10 lpb paling banyak dijumpai. Kata Kunci : Giant cell tumor, tulang, karakteristik klinikopatologi, Bali
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI PASIEN TUMOR KOLOREKTAL YANG MENJALANI BIOPSI KOLONOSKOPI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015-2017 Putu Julia Chandra Devi; Ni Putu Sriwidyani; Ni Putu Ekawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.995 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i2.P10

Abstract

Karsinoma kolorektal merupakan jenis keganasan penyebab kematian keempat terbanyak terkait kanker di dunia. Diperlukan suatu sarana diagnostik yang memiliki sensitivitas tinggi untuk mendeteksi awal lesi tumor di usus besar guna mencegah berkembangnya lesi menjadi karsinoma. Biopsi kolonoskopi merupakan baku emas deteksi dini lesi tumor kolorektal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi pasien tumor kolorektal yang menjalani biopsi kolonoskopi dan pemeriksaan histopatologi di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2015 – 2017. Penelitian ini bersifat cross-sectional deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder pasien tumor kolorektal yang menjalani biopsi kolonoskopi dan pemeriksaan histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar yang didapat dari laporan pemeriksaan histopatologi. Selama periode tahun 2015-2017, terdapat sebanyak 308 kasus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang kemudian dianalisis secara deskriptif dan didapatkan hasil gambaran histopatologi yang paling banyak terjadi adalah adenokarsinoma kolorektal (70,45%). Tumor kolorektal secara umum ditemukan terbanyak pada usia 50-59 tahun (28,9%), jenis kelamin laki-laki (55,5%), pada lokasi rektum (60,7%), dengan keluhan klinis perubahan defekasi (66,2%). Hasil penelitian ini dapat menjadi data dasar mengenai tumor kolorektal di Bali. Kata kunci: tumor kolorektal, karakteristik klinikopatologi, gambaran histopatologi, biopsi kolonoskopi
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI PASIEN TUMOR OTAK DAN MEDULA SPINALIS PADA ANAK DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014 –2018 Putu Febry Krisna Pertiwi; Ni Putu Sriwidyani; Ni Putu Ekawati; Herman Saputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i10.P15

Abstract

Tumor otak dan medula spinalis merupakan salah satu keganasan tersering pada anak-anak, berada pada urutan kedua setelah leukemia. Hingga saat ini belum terdapat data tentang kejadian tumor otak dan medula spinalis pada anak di Indonesia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi pasien anak yang menderita tumor otak dan medula spinalis di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2014-2018 menurut kelompok usia, jenis kelamin, tipe histopatologi, dan lokasi tumor. Penelitian ini adalah studi deskriptif yang menggunakan desain cross-sectional retrospective pada pasien anak dengan tumor otak dan medulla spinalis. Data penelitian diambil menggunakan teknik total sampling data yang terdaftar di Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar tahun 2014-2018, yang diolah dan dikelompokkan menurut kelompok usia, jenis kelamin, gambaran histopatologi, dan lokasi tumor. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dari 53 pasien anak yang menderita tumor otak dan medula spinalis di RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2014-2018, kejadian tumor otak ditemukan paling banyak pada kelompok usia 10-14 tahun (28,3%) dan jenis kelamin laki-laki (50,9%). Tipe histopatologi terbanyak yang ditemukan adalah pilocytic astrocytoma (22,6%) dan lokasi tumor yang paling sering adalah serebelum (32,1%). Kata kunci: tumor otak, medula spinalis, anak, RSUP Sanglah
Karakteristik pasien retinoblastoma di RSUP Sanglah pada bulan April 2015 – Desember 2017 Monika Nur Indah Pawana; Ni Putu Ekawati; Luh Putu Iin Indrayani Maker
Intisari Sains Medis Vol. 10 No. 1 (2019): (Available online 1 April 2019)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.592 KB) | DOI: 10.15562/ism.v10i1.228

Abstract

Background: Retinoblastoma is one of the intraocular tumors originate from the lining of the retinal eye layer component. This disease is more common in children. Retinoblastoma incidence rate tend to be constant every year, but epidemiological data about retinoblastoma in Indonesia not yet available.Aim: this study aims to determine the characteristics of patients with retinoblastoma at RSUP Sanglah Denpasar from April 2015 till December 2017.Method: The study was a descriptive cross sectional design which was conducted at RSUP Sanglah Denpasar. Data obtained was in the form patient’s medical records registered between April 2015 – December 2017.Results: Of the 22 patients, the age average was 5.06 ± 3.06 years with the highest gender proportion was male (55%). Leukokoria (68%) was the main complaint. Most sites were unilateral (59%). Staging for unilateral was Group D (47%) and for bilateral was OD Group D, OS Group E (25%) and OD Grup E OS Grup C (25%) There were two patients had family history of retinoblastoma (18%). Histopathological finding showed only 4.54% with typical appearance of Flexner Wintersteiner Rossete, 36% of patients showed pseudorossete, and the remains classified as undifferentiated type. Almost half of the patients have a tumor invation, and most of them have necrosis in their tumor. The most common management for retinoblastoma is chemotherapy (52%) followed by enucleation (48%). Conclusion: There’re variety in characteristics of retinoblastoma. Further research needed to know the characteristic of retinoblastoma significantly.
Characteristic of thyroid carcinoma based on age, sex and histology type at Sanglah General Hospital, Bali, Indonesia, 2016 Kishan Arrumugam; Ni Putu Ekawati; I Made Gotra
Intisari Sains Medis Vol. 9 No. 3 (2018): (Available online: 1 December 2018)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.569 KB) | DOI: 10.15562/ism.v9i3.285

Abstract

Background: Thyroid cancer is one of the most common malignancies in the endocrine system whereas the annual mortality rate is increasing each year in Indonesia. This study aims to determine characteristic of thyroid carcinoma based on age, sex, and histology type at Sanglah General Hospital, Bali, Indonesia, 2016.Methods: A cross-sectional study was carried out among 84 patients with thyroid carcinoma at Sanglah General Hospital during January-December 2016. Data were analyzed using secondary data from medical record based on age, sex, and histology type by SPSS ver. 16.Results: The highest prevalence of thyroid carcinoma based on age was found in the 50-54 years group (17.86%). Females were predominant that attributed to 73.8% compared with males (26.2%). In addition, papillary thyroid carcinoma has the highest prevalence in both sexes that is 75% among other types.Conclusion: A 50-54 years-age group, females, and papillary thyroid carcinoma types were predominant at Sanglah General Hospital in 2016.
Karakteristik klinikopatologi karsinoma kolorektal di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia tahun 2013-2017 Venosha Gunasekaran; Ni Putu Ekawati; I Wayan Juli Sumadi
Intisari Sains Medis Vol. 10 No. 3 (2019): (Available online: 1 December 2019)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.017 KB) | DOI: 10.15562/ism.v10i3.458

Abstract

Background: Colorectal cancer is the third most common cancer in the world and the fourth leading cause of cancer death. The etiology of colorectal carcinoma is an unhealthy lifestyle and a poor diet such as excessive consumption of fat. This study aims to determine the characteristic of the clinicoopatological on colorectal carcinoma patients at Sanglah Hospital Denpasar 2013-2017.Methods: A cross-sectional study was conducted with a purposive sampling technique, on all patients who met the inclusion criteria. The tools used in data collection are medical records and their complaints that are found in the Anatomy Department of Sanglah Hospital. Data recorded includes age, grade, stage, and histopathology. The data analysis method uses SPSS version 17 for Windows.Results: A total of 121 cases were collected where most were in the age range of 50-60 years, as many as 48 cases (39.7%). In addition, Grade 2 was 98 cases (81.0%), followed by histopathological type with adenocarcinoma not otherwise specified as many as 118 cases (97.5%). Stadium 2 cases were 65 cases (53.7%), and 72 cases (59.5%) were males.Conclusion: Most cases are in the range of 50-60 years of age which is followed by Grade 2, histopathological type of adenocarcinoma not otherwise specified, stage 2 and male sex