Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PERLINDUNGAN HUKUM KEPADA MASYARAKAT TERHADAP PENYALAH GUNA BAHAN BAKU OBAT KIMIA PADA PENGOBATAN TRADISIONAL YANG MENGANDUNG BAHAN BAKU OBAT KIMIA Puti Priyana; Mega Fadhillah Chaidir; Regita Eka Cahyani; Setiabudi Hartono; Linda Riski Sefrina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.884-888

Abstract

Dalam pembuatannya obat tradisional dilarang mengandung Bahan Kimia Obat karna dapat menimbulkan efek berbahaya. Namun kenyataannya ditemukan beberapa obat tradisional yang beredar di masyarakat yang masih menggandung Bahan Kimia Obat. Dalam rangka perlindungan hukum kepada masyarakat atas efek atau dampak yang timbul dari penggunaan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat dilaksanakannlah sosialisasi ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Diakhir kegiatan juga dilakukan program tindak lanjut monitoring door to door mengenai pemahaman swamedikasi tanaman obat yang ada dipekarangan rumah warga.
Sosialisasi Peranan Lembaga Adat dalam Menyelesaikan Pelanggaran Adat di Kaseupahan Sinar Resmi Kabupaten Sukabumi Puti Priyana; Tanumihardja Jopie Gunawan; Wienike Dinar Pratiwi
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i2.192

Abstract

Kaseuphan Sinar Official adopts the common law style, showing the usual characteristics of the common law community itself. Issues of violations and incidents affect not only modern nations, but also indigenous peoples as well as areas of social service. There is a moral system that acts as a countermeasure and as a place to settle violations. Communities that are Target Partners of Community Service should facilitate the role of traditional institutions and resolution of common cases in ​​Target Partners of Community Service so that future Target Partners of Community Service can take advantage of traditional institutions. It is expected that you will understand and be able to understand. It is suitable for the courts of the Indonesian state. And beyond that, in disputes involving children or within the framework of common law. It is hoped that eligible community service partners will be able to learn more about how to handle common cases involving children. Additionally, even after socialization and modules, the community expected that target partners of her services have knowledge of child protection law (such as rights and responsibilities) as an integral part of the target partner environment of the service. will be as a result, we found that the targeted community service partners were very enthusiastic about carrying out this activity, which was reflected in the various questions posed to the resource personnel. This community service provides an overview of the community services team working to maximize the role of traditional institutions in Karawang Regency's Sinar Official Village and reduce the number of child protection violations in the area.
Sosialisasi Peranan Lembaga Adat dalam Menyelesaikan Pelanggaran Adat di Kaseupahan Sinar Resmi Kabupaten Sukabumi Puti Priyana; Tanumihardja Jopie Gunawan; Wienike Dinar Pratiwi
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i2.192

Abstract

Kaseuphan Sinar Official adopts the common law style, showing the usual characteristics of the common law community itself. Issues of violations and incidents affect not only modern nations, but also indigenous peoples as well as areas of social service. There is a moral system that acts as a countermeasure and as a place to settle violations. Communities that are Target Partners of Community Service should facilitate the role of traditional institutions and resolution of common cases in ​​Target Partners of Community Service so that future Target Partners of Community Service can take advantage of traditional institutions. It is expected that you will understand and be able to understand. It is suitable for the courts of the Indonesian state. And beyond that, in disputes involving children or within the framework of common law. It is hoped that eligible community service partners will be able to learn more about how to handle common cases involving children. Additionally, even after socialization and modules, the community expected that target partners of her services have knowledge of child protection law (such as rights and responsibilities) as an integral part of the target partner environment of the service. will be as a result, we found that the targeted community service partners were very enthusiastic about carrying out this activity, which was reflected in the various questions posed to the resource personnel. This community service provides an overview of the community services team working to maximize the role of traditional institutions in Karawang Regency's Sinar Official Village and reduce the number of child protection violations in the area.
KEDUDUKAN HUKUM HAK ASUH DAN HAK WARIS ANAK YATIM PIATU YANG MASIH DI BAWAH UMUR Dedi Pahroji; Puti Priyana; Puspita Farahdillah
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol 8, No 2 (2022): Published 30 Desember 2022
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v8i2.2554

Abstract

An orphan needs special handling because there is a need for a guardian to protect and take care of their interests, including managing the inheritance of their parents. This often causes many problems regarding the distribution of inheritance rights for the child because the child is not yet capable of carrying out legal actions. The writing aims to find out and examine the position of custody of orphans who are underage, the inheritance of orphans who are underage and the judge's consideration of the custody of orphans who are underage based on the case decision Number 3315/Pdt.G/2021 /PA.JB. The research method used in this paper uses normative juridical which is carried out by examining secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection technique is done by means of literature study. Based on the research and the results obtained are that the custody of a child who is underage under Islamic law falls to the mother or the mother's family. The inheritance part of an orphan who has a kinship relationship with his parents is included in the ashabah group which is obtained after the inheritance is calculated from the remaining inheritance of the other heirs. The decision of the case Number 3315/Pdt.G/2021/PA.JB that the judge granted the entire claim of the plaintiffs.Keywords: Orphans, Custody, Inheritance Rights.
SOSIALISASI PERLINDUNGAN HUKUM KEPADA MASYARAKAT TERHADAP PENYALAH GUNA BAHAN BAKU OBAT KIMIA PADA PENGOBATAN TRADISIONAL YANG MENGANDUNG BAHAN BAKU OBAT KIMIA Puti Priyana; Mega Fadhillah Chaidir; Regita Eka Cahyani; Setiabudi Hartono; Linda Riski Sefrina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.884-888

Abstract

Dalam pembuatannya obat tradisional dilarang mengandung Bahan Kimia Obat karna dapat menimbulkan efek berbahaya. Namun kenyataannya ditemukan beberapa obat tradisional yang beredar di masyarakat yang masih menggandung Bahan Kimia Obat. Dalam rangka perlindungan hukum kepada masyarakat atas efek atau dampak yang timbul dari penggunaan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat dilaksanakannlah sosialisasi ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Diakhir kegiatan juga dilakukan program tindak lanjut monitoring door to door mengenai pemahaman swamedikasi tanaman obat yang ada dipekarangan rumah warga.
Analisis Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual Begal Payudara Ziyad Addaruquthni Miftah Aziz; Puti Priyana
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 8, No 1 (2025): 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v8i1.47-54

Abstract

Begal Payudara merupakan realitas yang terjadi di masyarakat dan masuk dalam Tindak pidana Kekerasan seksual hal inI merugikan korban secara fisik maupun psikis. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Yuridis-normatif berarti meletakkan UU Nomor 12 Tahun 2022 sebagai acuan dalam perlindungan dan perlakuan hukum sesuai sanksi yang diterima pelaku. Beberapa waktu lalu Undang-Undang No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) Dengan berlakunya Undang-undang ini maka para pelaku dapat dijerat pasal 6 poin a dan b yaitu hukuman 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
Penyalahgunaan Perusahaan Cangkang dalam Tindak Pidana Pencucian Uang Berbasis Kejahatan Sumber Daya Alam Audry Salsabila Pasaribu; Ahmad Hamdani; Muhamad Radjhu Khan Saputra; Muhamad Rifki Nurrasman; Margo Hadi Pura; Puti Priyana
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.498

Abstract

The abuse of shell companies in Money Laundering Crimes (TPPU) based on natural resource crimes represents an organized white-collar crime modus operandi that exploits corporate legal fiction to sever the chain of criminal evidence. This study aims to analyze the legal standing of shell companies as strategic instruments for concealing the origin of illicit assets and to examine the construction of proving criminal liability against the actors controlling them. The research method employed is normative juridical, utilizing statutory, conceptual, and case study approaches. The results indicate that shell companies serve as artificial legal shields devoid of economic substance, facilitating the layering and integration phases through capital legality engineering, nominee agreements, and import-export transaction manipulations to conceal the identity of the Beneficial Owner. Proving criminal liability against corporate controllers requires disregarding the legal fiction of separate personality through the doctrine of piercing the corporate veil and the alter ego theory. Pursuant to Law Number 8 of 2010 on the Prevention and Eradication of Money Laundering jo. Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code, criminal sanctions can be applied cumulatively to both the controlling individuals and the shell corporations.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN CHILD GROOMING TERHADA ANAK KORBAN CHILD GROOMING DI MEDIA SOSIAL DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA Eva Nurlia; Puti Priyana
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 6 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i6.3043-3050

Abstract

Peningkatan terhadap kejahatan kian berkembang dengan seiring berjalannya teknologi. Hal ini tentunya menjadi perhatian dan peringatan terhadap masyarakat maupun pemerintah. Dengan berkembangnya teknologi pula, munculnya kejahatan child grooming pada media sosial. Perilaku child grooming di media sosial disebabkan factor internal dan eksternal. Adapun upaya yang dapat dilakukan dalam perlindungan terhadap korban yaitu dengan upaya preventif dan represif. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku child grooming yang terjadi di media sosial, bentuk perlindungan hukumnya dan upaya penanggulangannya terhadap korban. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu menggunakan metode penelitian normatif dengan cara menganalisis bahan hukum yang berkaitan dengan penulisan ini kemudian disimpulkan dalam kesimpulan deskriptif.
UPAYA PENANGGULANGAN TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA DI DUSUN KAUMJAYA SERTA DAMPAK YANG TIMBUL BAGI LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT Muhammad Rafly Hargiya Putra; Puti Priyana
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 2 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i2.898-915

Abstract

Tempat Penampungan Sementara atau sering disingkat TPS adalah tempat penampungan sampah sebelum sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir. Dengan adanya TPS, memudahkan masyarakat membuang sampah. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat dan TPS yang berlokasi di Dusun Kaumjaya Desa Puseurjaya RT 16, RW 04 Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Masyarakat sekitar membuang sampah ke sebuah kali kering yang berdekatan dengan pemukiman warga, sungai citarum dan perkebunan warga. TPS dilokasi tersebut memiliki kondisi fisik kurang baik sebagai wadah pembuangan sampah dan lingkungan di sekitarnya terlihat kurang baik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Upaya Pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi adanya TPS tersebut khususnya membuang sampah yang memiliki dampak yang cukup serius bagi Masyarakat maupun Lingkungan sekitar. TPS dalam kehidupan masyarakat haruslah merupakan wadah Pembuangan sampah sementara yang ideal sesuai dengan konsep dan pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Yuridis Normatif karena dalam membahas permasalahan penelitian ini meneliti bahan pustaka atau data sekunder sebagai bahan dasar untuk diteliti dengan cara mengadakan penelusuran terhadap peraturan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Memperoleh bahan penelitian primer dari peraturan perundang-undangan yang berlaku serta memperoleh data sekunder dari lapangan penelitian.
PERTANGGUNGJAWABAN TINDAK PIDANA LINGKUNGAN ATAS KEBOCORAN PIPA MINYAK MILIK PT. PERTAMINA, TBK. DI LAUT UTARA KARAWANG Mohamad yosep ramanda; Puti Priyana
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 4 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i4.2028-2036

Abstract

Penggunaan istilah “lingkungan” sering kali digunakan secara bergantian dengan istilah (lingkungan hidup). Kedua istilah tersebut meskipun secara harpiah dapat dibedakan tetapi pada umumnya digunakan dengan makna yang sama, yaitu lingkungan dalam pengertian yang luas, yang meliputi lingkungan fisik, kimia maupun biologi (lingkungan hidup manusia, lingkungan hidup hewan, dan lingkungan hidup tumbuhan).Dalam penelitian ini mengkaji mengenai pertanggungjawaban tindak pidana lingkungan atas kebocoran pipa minyak milik PT. Pertamina di Laut Utara Karawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dan bahan hukum sekunder yang berasal dari hukum, yakni perundang-undangan dokumen hukum, putusan pengadilan, laporan hukum, dan catatan hukum. Serta yang berasal dari ilmu pengetahuan hukum, yakni ajaran atau doktrin hukum, teori hukum, pendapat hukum, dan ulasan hukum. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian hukum normatif adalah analisis kualitatif, yakni analisis data dengan cara menguraikan data secara bermutu dalam bentuk kalimat yang teratur, runtun, logis, tidak tumpang tindih, dan efektif, sehingga memudahkan interpretasi data dan pemahaman hasil analisis. Dengan kata lain bahwa analisis kualitatif adalah cara menganalisis data yang bersumber dari bahan hukum berdasarkan kepada konsep, teori, peraturan perundang-undangan doktrin, prinsip hukum, pendapat pakar atau pandangan peneliti sendiri