Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : VALENSI

Karakterisasi Produk Biosolubilisasi Batubara Oleh Kapang T4 Hasil Isolasi dari Tanah Pertambangan Tanjung Enim Sumatera Selatan Irawan Sugoro; Sandra Hermanto; D Indriani; P Aditiawati; D Sasongko
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.1, November 2010
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.29 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i1.231

Abstract

Biosolubilisasi batubara adalah teknologi yang memiliki potensi untuk mengubah batubara padatmenjadi bahan bakar cair/senyawa kimia dengan bantuan mikroorganisme. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengkarakterisasi produk biosolubilisasi batubara oleh kapang T4 hasil isolasidari tanah di area pertambangan batubara Tanjung Enim Sumatera Selatan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terjadi interaksi antara kapang T4 dengan batubara yang dilihat dari adanyakolonisasi miselia di permukaan batubara. Kadar asam humat mengalami peningkatan hingga harike-7, sedangkan kadar asam fulvat terus meningkat hingga hari ke-28. Analisa gugus fungsibatubara hasil biosolubilisasi dengan FTIR memperlihatkan terjadinya perubahan strukturbatubara yang didominasi oleh penurunan serapan C=C aromatic dan C-O fenolik.. Karakterisasiproduk biosolubilisasi batubara oleh kapang T4 dengan GC-MS menunjukkan terbentuknyasenyawa-senyawa baru dan senyawa yang mengalami peningkatan antara lain naftalena dansenyawa alkana rantai pendek.
Profil dan Karakteristik Lemak Hewani (Ayam, Sapi dan Babi) Hasil Analisa FTIR dan GCMS Sandra Hermanto; Anna Muawanah; Rizkina Harahap
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3137.171 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.219

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisa profil dan karakteristik beberapa lemak hewani sebagaistudi pendahuluan dalam rangka pengembangan metode analisa kehalalan pangan. Samplingdilakukan terhadap tiga jenis sampel jaringan lemak hewani yang meliputi lemak ayam, lemak sapidan lemak babi. Sampel jaringan lemak ayam dan sapi diperoleh dari pasar tradisional sedangkansampel jaringan lemak babi diperoleh dari Rumah Pemotongan Hewan di daerah Jakarta Timur.Masing-masing sampel jaringan lemak diekstrak dengan pemanasan langsung dan selanjutnyadianalisa sifat fisikokimianya meliputi bobot jenis, indeks bias, titik leleh, bilangan asam, bilanganiod dan bilangan penyabunan. Analisa lebih lanjut dilakukan dengan metode FTIR (FourierTransform Infra red) dan GCMS (Gas Chromatography Mass Spectromtery) untukmengidentifikasi spesifitas masing-masing lemak berdasarkan pola serapan gugus fungsi dankomposisi asam lemaknya. Hasil analisa sifat fisikokimia yang diperoleh menunjukkan bahwa tidakterdapat perbedaan yang cukup signifikan untuk masing-masing sampel lemak kecuali untuk titikleleh, bilangan iod dan bilangan penyabunannya. Hasil analisa FTIR menunjukkan adanyaperbedaan pola serapan yang khas pada daerah 3010, 1110-1095 dan 975-965 cm-1 yangmerepresentasikan tingkat perbedaan komposisi asam lemak pada masing-masing sampel. Hal inidiperkuat dengan hasil analisa GCMS yang membuktikan adanya perbedaan kandungan SFA(saturated fatty acid), MUFA (monounsaturated fatty acid) dan PUFA (polyunsaturated fattyacid) pada ketiga sampel.
Profil Protein Escherichia coli Hasil Inaktivasi Iradiasi Gamma Sebagai Bahan Vaksin Mastitis Sandra Hermanto; I Sugoro; Ikmalia Ikmalia
Jurnal Kimia Valensi Jurnal valensi Volume 1, No.2, Mei 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2021.146 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i2.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil protein Escherichia coli hasil iradiasi gammasebagai bahan vaksin mastitis inaktif. Kultur sel (108 sel/ml) diinaktivasi dengan dosis radiasisebesar 600, 700, 800, 900 dan 1000 Gy. Kultur sel dianalisis kandungan protein intraselulardan ekstraselular dengan metode Lowry. Profil protein dianalisis dengan menggunakan SDSPAGEdengan konsentrasi gel 10% dan standar berat molekul kisaran 10 – 220 kDa. Hasilpercobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan kadar protein intraselular danekstraselular secara signifikan dengan semakin tingginya dosis iradiasi, demikian pula denganjumlah pita protein, tetapi intensitas setiap pita menunjukkan adanya perbedaan. Perbedaanintensitas protein tertinggi terjadi pada dosis 900 dan 1000 Gy. Hal ini menunjukkan bahwairadiasi gamma mampu menginaktivasi sel bakteri tetapi tidak merusak protein secara totalsebagai salah satu bahan antigen vaksin.
Pengaruh Kosubstrat Tapioka terhadap Serapan Mineral Jamur Tiram Putih Sandra Hermanto; Irawan Sugoro
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.5, November 2009
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2757.509 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i5.305

Abstract

Aplikasi Metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis) untuk Mengidentifikasi Sumber Asal Gelatin pada Kapsul Keras Sandra Hermanto; Fahrur Rahman Saputra; Zilhadia .
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.816 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3150

Abstract

Gelatin as the main ingredient of capsules is still a problem for a moslem. Most of gelatin production remains largely derived from non-halal materials. One of gelatin source is came from collagen of the skin and bones of bovine or pork. The main of study is determine the source of gelatin used in hard capsules by using SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Gel electrophoresis Poly Acrylamide) method. In the early stages, optimization of standards bovine and pork gelatin were hydrolyzed by pepsin at pH 4.5 and 60°C for 1 hour, 2 hours, and 3 hours. Gelatin hydrolyzateswere analyzed by SDS-PAGE to determine the optimal hydrolysis time. Identification of gelatin hydrolyzate fragments were carried by molecular weight. Hydrolysis time optimization throught applied to identify the source of hard gelatin capsules in the samples obtained from market and compared with the simulation of hard gelatin capsules. The results showed there were of specific bands of bovine gelatin with a molecular weight of 11,4 kDa; 34 kDa; 47kDa and specific bands of pork gelatin with a molecular weight of 24.7 kDa; 28 kDa; and 60 kDa. Similar results were obtained on a sample of hard capsules with bands of protein fragments that were identical to bovine gelatinstandard. Based on the results,each of the samples were tested contain of bovine gelatin respectively. DOI :http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3150
Analisis Tingkat Kerusakan Lemak Nabati dan Lemak Hewani Akibat Proses Pemanasan Sandra Hermanto; Anna Muawanah; Prita Wardhani
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.776 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i6.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan tingkat kerusakan lemak nabati dan lemakhewani akibat proses pemanasan pada suhu tinggi. Beberapa lemak nabati dan lemak hewani yangdijadikan sampel dalam penelitian ini meliputi minyak goreng curah, minyak goreng kemasan, minyakikan, margarine, lemak babi, lemak sapi, lemak ayam dan minyak zaitun. Masing-masing sampeldipanaskan pada suhu 110oC selama 30 menit, selanjutnya stabilitas dan tingkat kerusakannnyadianalisis dengan mengukur kadar radikal bebas melalui analisis malondialdehid dengan metodekolorimetri dan komposisi asam lemak jenuh (saturated fatty acid), asam lemak tak jenuh tunggal(mono unsaturated fatty acid) serta asam lemak tak jenuh ganda (poly unsaturated fatty acid) denganmenggunakan Gas Chromatography Mass Spectrofotometry (GCMS). Hasil penelitian menunjukkanbahwa kandungan radikal bebas sebagai parameter kerusakan lemak pada masing-masing sampelrelatif berbeda dimana pada minyak ikan dihasilkan radikal bebas sebesar 40 μmol/L, sedangkan padaminyak goreng curah sebesar 25 μmol/L, minyak goreng kemasan 20 μmol/L, margarine 16 μmol/L,minyak zaitun 30 μmol/L, lemak ayam 37 μmol/L, lemak sapi 18 μmol/L dan lemak babi 31 μmol/L.Hasil analisa GCMS menunjukkan bahwa kandungan asam lemak jenuh terbesar diperoleh padasampel lemak sapi (65.53%), sedangkan asam lemak tidak jenuh ganda terbesar diperoleh pada minyakikan sebesar 30.24%. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kerusakan lemak pada masing-masingsampel sangat dipengaruhi oleh kandungan awal asam lemak tak jenuh ganda yang terdapat padamasing-masing sampel seperti pada minyak ikan dimana komposisi asam lemak tidak jenuh gandarelatif lebih besar dibandingkan dengan yang lain.
Analisa Biomassa dan Kandungan Logam Berat Pada Beras Merah Hasil Pemupukan Kompos Sludge dari Pabrik Kertas dan Pulp Thamzil Las; Hilman Affandi; Sandra Hermanto; Farhat Etriya
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.4, Mei 2009
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.706 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i4.251

Abstract

Pabrik kertas dan pulp menghasilkan limbah cair dan limbah padat (sludge). Limbah cair dikelolamelalui instalansi pengelolaan air limbah (IPAL), sedangkan sludge hanya di timbun dalam tanah.Upaya yang dilakukan untuk mengelola sludge adalah diubah menjadi pupuk melaluipengomposan, karena sludge mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian inibertujuan menguji kandungan logam berat yang terdapat pada sampel padi merah hasil pemupukankompos sludge yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Dari tanaman padi merah terlebihdahulu dilakukan uji biomassa, selanjutnya dilakukan pengujian kadar protein dan kadar logam,terhadap beras merah. Analisis kandungan protein dengan metode Kjedahl dan pengukurankonsentrasi logam dan logam berat dengan metode spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa padi merah hasil pemupukan kompos sludge memiliki biomassa yang lebihtinggi dari pada kontrol (yang tidak dilakukan pemupukan kompos sludge). Peningkatan optimalbiomassa dan kadar protein pada pemupukan kompos sludge 3 kg/m2 yaitu 78 gram dan 11,1%.Biomassa tanaman padi meningkat sebanyak 20 gram (dari 58 gram menjadi 78 gram) ketika padapemupukan kompos sludge 0 kg/m2 menjadi 3 kg/m2. Kandungan protein beras merah meningkatsebanyak 2,8% (dari 8,3% menjadi 11%) ketika pada pemupukan kompos sludge 0 kg/m2 menjadi3 kg/m2. Hasil analisis logam pada beras merah menunjukkan penambahan dosis kompos sludgetidak menaikkan kandungan logam (α = 0,05). Kandungan logam Cu, Zn, Mn dan Fe berturut-turut2,41 ppm; 7,77 ppm; 32,7 ppm dan 37,71 ppm. Kandungan logam Cu dan Zn yang teranalisismasih aman untuk beras. Logam berat seperti Pb, Cd dan Cr tidak terdeteksi walaupun pada sampelyang pemupukannya 4,5 kg/m2.
Karakterisasi Senyawa Aktif Pengendali Hama Kutu Beras (Sitophilus Oryzae L) Dari Distilat Minyak Atsiri Pandan Wangi (P.Amaryllifolius Roxb.) Dede Sukandar; Sandra Hermanto; Septyani Nurichawati
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.222

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji penolakan distilat minyak atsiri pandan wangi (P.amaryllifolisRoxb.) terhadap hama kutu beras (Sitophilus oryzae L). Penelitian ini menggunakan rancanganacak lengkap sebagai rancangan penelitian. Uji penolakan menunjukkan fraksi A (41 – 500C)signifikan menolak hama kutu beras. Fraksi ini memberikan persen penolakan sebesar 32,22;29,44; dan 13,30 % untuk tiap konsentrasinya (10, 15, dan 20%). Hari pertama hingga hari ketigamerupakan hari efektif fraksi ini menolak hama kutu beras, sedangkan pada hari berikutnyapersen penolakan berkurang tajam. Analisa GC-MS, UV-Vis, dan FTIR menunjukkan bahwasenyawa fraksi ini muncul pada waktu retensi 1,39 dan 1,44; memiliki puncak spektra uv padapanjang gelombang 205 nm (A=0,1268), dan bilangan gelombang. 3129, 1400, 1108, 617 cm-1.
Karakterisasi Senyawa Hasil Isolasi dari Ekstrak Etil Asetat Daun Namnam (Cynometra Cauliflora L.) yang Memiliki Aktivitas Antibakteri Tiah Maharani; Dede Sukandar; Sandra Hermanto
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 1, Mei 2016
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v2i1.3084

Abstract

Namnam is known as a plant family of fabacea that contains phenolic compounds with diverse biological activities including antibacterial. The aim of this study was to isolate and characterize the antibacterial activity of compounds isolated from ethyl acetate extract of the leaves namanam (Cynometra cauliflora L.). Extraction was done by maceration, fractionation by column chromatography, antibacterial essay by disc diffusion method, and characterization of compounds with UV-Vis, FTIR spectroscopy and LCMS. Ethyl acetate extracts have antibacterial activity with inhibition zone respectively 12.25 and 6.00 mm to Escherecia coli and Stapilococcus aureus at a concentration of 100,000 ppm. The results of column chromatography fractions 23-30 yielded three isolates with Rf 0.20 cm; 0.33 cm and 0.87 cm. Characteristics of antibacterial active compounds in isolates 2 (Rf 0.33 cm) is based on the analysis results are UV-Vis absorption at λmaks 206.93 nm, 268.40 nm, 328.58 nm, 383.98 nm and 386.98 nm , FTIR (KBr) showed -OH group 3415.68 cm-1, CH 2958.10 cm-1, C = C aromatic 1651.18 cm-1, C-OH cyclic 1019.88 cm-1 and CH aromatic 694.56 cm-1 and LCMS produce three main peak at a retention time of 4.82; 6.87 and 7.64 which is thought to be the compound 2-isopropyl-5-metilsikloheksil 2-hidroksipropanoat, Cuelure, and 2-[(2-Hydroxycyclohexyl) oxy] cyclohexanecarboxylate.   Key word: antibacterial, disc diffusion, Namnam (Cynometracauliflora L.). DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v2i1.3084
Karakterisasi Fraksi Aktif Antioksidan dari Ekstrak Etanol Biji Kemangi (Ocimum Basilicum L.) Dede Sukandar; Sandra Hermanto; Eka Rizki Amelia; Chitta Putri Novianti
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3598

Abstract

Characterization of antioxidant compounds from the seeds of basil (Ocimum basilicum L.) has been done. Extraction is done by maceration method using ethanol solvent, fractionation by TLC and column chromatography, antioxidants test using DPPH method, and characterization of antioxidant compound using GCMS. Ethanol extract and results of fractionation ethanol extract of basil seeds using n-hexane, ethyl acetate, n-butanol and methanol-water extracts show that n-butanol extract has the highest antioxidant activity with IC50 values ​​of 41.90 ppm. Results of column chromatography n-butanol extract using n-hexane : ethyl acetate (1:9) as mobile phase yielded 5 fractions with fraction 4 (F4 isolate) has dominant stain of active antioxidants after being sprayed DPPH reagent, it had IC50 values ​​of 39,70 ppm and total phenolic content of 0,003 mg/g. Isolate F4 suspected contains two active compounds as antioxidant which is terpenoid and phenolic compound group, namely squalene and 1,4-di-tert-buthyl-phenol identified by GCMS.DOI :http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3598