Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : VALENSI

Eksplorasi Protein Toksin Bacillus thuringiensis dari Tanah di Kabupaten Tangerang M. Hero Shiddiqi; Sandra Hermanto; Eddy Jusuf
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 3, No.1, Mei 2013
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v3i1.329

Abstract

Bacillus  thuringiensis (Bt)  merupakan bakteri  gram positif berspora penghasil protein toksin  yang bersifat sebagai insektisidal dan sitosidal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi protein toksin  yang  dihasilkan  dari  isolat  lokal  B.thuringiensis hasil  sampling di  beberapa  tempat  di wilayah Kabupaten  Tangerang  dan  memprediksi karakteristik  protein  tersebut  berdasarkan bobot molekulnya.Beberapa  wilayah  yang  dijadikan  titik  sampling antara  lain  :  Ciherang,  Ciputat,  Pasar Kemis,  Kosambi,  Parung  Secab,  Puspiptek,  Pamulang, dan  Cileduk. Isolasi B.thuringiensis dari sampel tanah dilakukan dengan metode Travera et al. (1987) menggunakan medium T3.Isolat yang diperoleh dikultivasi selama 72 jam pada suhu 28oC hingga sporulasi dan dihasilkan protein kristal yang  kemudian  ditentukan  kandungan  proteinnya dengan  metode  Lowry. Analisis  profil  protein dilakukan dengan SDS-PAGE pada konsentrasi resolving gel 12 % dan stacking gel 4 %.Dari hasil penelitian  diperoleh 6  sampel  tanah  yang  positif mengandung B.thuringiensis,  yaitu  sampel Ciherang, Pasar Kemis, Kosambi, Parung Secab, Pamulang dan Cileduk. Analisis SDS-PAGE pada masing-masing sampel  menunjukkan 5 jenis protein toksin yang diduga bersifat insektisidal, yaitu Cry  15,  Cry  23,  Cry  25,  Cry  30, dan  Cry  35, dan 3 jenis  protein  yang diprediksi  bersifat  sitosidal yaitu PS-2 (Cry 46), PS-3 (Cry41), dan PS-4 (Cry 45).Kata Kunci: Bacillus thuringiensis, protein toksin, ICP, Parasporin, dan SDSPAGE
Analisis Kadar Akrilamida Dalam Sediaan Roti Kering Secara KCKT Sandra Hermanto; Robiatul Adawiyah
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.1, November 2010
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v2i1.235

Abstract

Akrilamida merupakan zat yang berbahaya dan berpotensi menyebabkan kanker pada sekitar 2% kasus tiap tahun di dunia. Akrilamida biasanya ditemukan pada makanan yang diproses menggunakan suhu tinggi (di atas 150ºC), misalnya pada roti kering. Penetapan kandungan akrilamida dalam sediaan roti kering yang beredar di wilayah Jakarta Timur telah dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Preparasi sampel dilakukan dengan teknik ekstraksi menggunakan pelarut diklorometan dan etanol (1:15). Pengukuran kadar akrilamida dilakukan dengan kolom C18 (reverse phase) dengan detektor UV-Vis pada panjang gelombang 210 nm dengan fase gerak asam fosfat 85% dalam asetonitril:air (5:95), laju alir 0.5 ml/menit. Hasil analisis menunjukkan waktu retensi yang dibutuhkan untuk mengelusi akrilamida adalah 7.1 menit, dengan koefisien variasi 0.67% dan presisi sebesar 0,38%, 0,74% dan 0,21% serta uji perolehan kembali 98,18%. Pembuatan kurva kalibrasi pada rentang konsentrasi 0,1-1,6 μg/ml menghasilkan koefisien linieritas 0.999982 dan batas deteksi 0.0126 μg/ml serta batas kuantitasi 0.0420 μg/ml. Kadar akrilamida untuk ketiga sampel produk roti kering yaitu 0.0541 ± 0.0270 (sampel 1); 0.0851 ± 0.0629 (sampel 2); and 0.3445 ± 0.2539 μg/g (sampel 3). Kadar akrilamida pada masing-masing sampel masih berada di bawah ambang batas standar yang dikeluarkan FDA.
Karakteristik Fisikokimia Gelatin Kulit Ikan Sapu-Sapu (Hyposarcus pardalis) Hasil Ekstraksi Asam Sandra Hermanto
Jurnal Kimia Valensi Jurnal VALENSI Volume 4, No. 2, November 2014
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3927.013 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3608

Abstract

Karakteristik Beberapa Jenis Antibiotik Berdasarkan Pola Difraksi Sinar-X (XRD) Dan Spektrum FTIR Mirzan T Razzak; Sandra Hermanto; Priyambodo Priyambodo
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.768 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.221

Abstract

Telah dilakukan pengukuran karakteristik difraksi sinar-x (XRD) terhadap beberapa jenisantibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik difraksi sinar-x suatuantibiotik sebagai upaya untuk identifikasi antibiotik secara cepat. Dalam penelitian ini diamatikarakteristik difraksi sinar-x dari 15 (lima belas) antibiotik yang tersedia di pasaran. SpektrumXRD diukur pada sudut 2 antara 5 – 75 untuk dibandingkan dan dievaluasi mengenai bentukkristalnya. Selanjutnya diukur pula spektrum XRD dari pencampuran antibiotik dengan tepungtapioka. Pengukuran spektrum infrared dengan FTIR juga dilakukan untuk menguji konsistensihasil evaluasi spektrum XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amoxicillin dan ampicillinmempunyai struktur kristal yang sama, yaitu orthorombic primitif. Sayangnya baik XRDmaupun FTIR, tidak memberikan nilai kuantitatif pada antibiotik. Oleh sebab itu, perbedaankonsentrasi dengan pencampuran tepung tapioka tidak dapat dideteksi. Walaupun demikian,metode ini terbukti dapat digunakan untuk membedakan komposisi zat penyusun antibiotiksecara cepat dan akurat.
Spesifitas dan Sensitifitas Antibodi Anti eRF3 Ragi Saccharomyces cerevisia Sandra Hermanto
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi VOLUME 1, NO.1, NOVEMBER 2007
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.24 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i1.211

Abstract

Protein eRF3 (eukaryotic release factor-3) merupakan salah satu protein yang berperan padaproses terminasi translasi. Protein ini bersama-sama dengan eRF1 (eukaryotic release factor-1) saling berinteraksi membentuk kompleks release factor dalam memediasi pelepasan rantaipolipeptida dari ribosom. Untuk memahami mekanisme terminasi translasi dalam sistemeukariot telah dilakukan studi struktur fungsi eRF1 yang dilanjutkan dengan studi interaksi invitro eRF1 mutan dan eRF1 wild type dengan eRF3. Namun demikian, hasil deteksi dari studiinteraksi in vitro sulit terdeteksi secara kuantitatif. Untuk dapat mengkuantisasi pita-pitaeRF3 hasil studi interaksi in vitro diperlukan antibodi anti eRF3. Konstruksi antibodi antieRF3 telah dilakukan, tetapi antibodi ini belum terkarakterisasi dengan baik. Tahapanselanjutnya dilakukan analisa Western blot dengan cara mengukur tingkat spesifitas dansensitifitas antibodi anti eRF3 terhadap protein eRF3. Spesifitas antibodi ditentukanberdasarkan kemampuan antibodi ini dalam mengenali epitop protein eRF3 dari berbagaiprotein yang terdapat pada crude extract ragi, sedangkan sensitifitasnya ditentukan melaluivariasi jumlah antigen (eRF3) yang berinteraksi dengan antibodi tersebut. Hasil analisaWestern blot menunjukkan spesifitas antibodi anti eRF3 masih relatif baik dimana antibodiini mampu mengenali epitop protein eRF3 yang ditandai dengan munculnya pita tunggal(76,6 kDa) setelah antibodi ini direaksikan dengan crude extract ragi yang mengandungprotein eRF3. Sensitifitas antibodi ini juga relatif tinggi, karena antibodi ini mampumendeteksi protein eRF3 hingga jumlah yang relatif rendah (0,77 ng). Namun demikianantibodi ini belum cukup mampu mendeteksi protein eRF3 yang secara alamiah terdapat padacrude extract ragi. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena level ekspresi eRF3 dalamsel ragi yang relatif rendah jika dibandingkan dengan protein ribosom.
Perbedaan Profil Protein Produk Olahan (Sosis) Daging Babi dan Sapi Hasil Analisa SDS-PAGE Sandra Hermanto; Cut Dhien K Meutia
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.4, Mei 2009
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.222 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i4.247

Abstract

Meningkatnya kebutuhan konsumsi protein hewani, khususnya daging tidak luput dari beragammasalah, di antaranya kekhawatiran adanya kandungan babi sebagai bahan baku dalam produk olahan(sosis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil protein daging sapi dan babi dalamkeadaan mentah dan produk olahan (sosis) berdasarkan karakteristik berat molekul (BM) sebagai dasaruntuk pengembangan metode analisa kehalalan pangan. Penelitian diawali dengan isolasi protein daridaging mentah (sapi dan babi) dan sosis (sapi dan babi) yang meliputi sosis komersil dan olahansendiri. Isolat protein yang dihasilkan dari masing-masing sampel dikarakterisasi dengan SodiumDodecyl Sulphate Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) 10%(v/v) untuk mengetahui BM(kDa) protein terlarut. Penghitungan BM dilakukan melalui regresi linear y =-0,9259x+2,2188 denganR2=0,9662, yang diperoleh dari protein standar sebagai marker. Hasil penelitian yang dilakukanmenunjukkan terdapat 3 pita spesifik pada sapi mentah yang tidak dimiliki babi mentah yaitu pada Rf0,29; 0,71; dan 0,88 dengan BM sekitar 89,2 kDa; 36,4 kDa dan 25,3 kDa. Selain itu pada sosis sapikomersil ditemukan pita tebal dengan BM sekitar 45,1 kDa dan pada sosis babi komersil ditemukanpita tebal dengan BM sekitar 69 kDa. Secara keseluruhan, pada sampel sosis, protein yang terkandungsulit untuk dikarakterisai dengan elektroforesis SDS-PAGE karena sebagian protein tersebut telahterdegradasi.
Aktivitas Senyawa Antidiabetes Ektrak Etil Asetat Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Dede Sukandar; Sandra Hermanto; Imamah Al Mabrur
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.838 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i6.238

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes dari ekstrak etil asetat daun pandanwangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) menggunakan metode α-glukosidase. Ekstrak dibuat dengancara perendaman menggunakan etil asetat. Uji antidiabetes dilakukan dengan menggunakan enzim α-glukosidase. Ekstrak etil asetat daun pandan wangi bersifat antidiabetes dengan aktivitaspenghambatan (IC50) sebesar 94,23 ppm. Hasil analisa GCMS menunjukkan ekstrak etil asetat daunpandan wangi mengandung senyawa aktif asam lemak dan turunannya, terpenoid, dan steroid.
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Dede Sukandar; Sandra Hermanto; Emi Lestari
Jurnal Kimia Valensi Jurnal valensi Volume 1, No.2, Mei 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.673 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i2.217

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui toksisitas dari ekstrak daun pandan wangimenggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak dibuat dengan cara maserasimenggunakan tiga macam pelarut, yaitu butanol, etil asetat, dan petroleum eter. Uji toksisitasdilakukan dengan menggunakan larva udang Artemia salina Leach yang berumur 48 jam. Efektoksik masing-masing ekstrak diidentifikasi dengan presentase kematian larva udangmenggunakan analisis probit (LC50). Ekstrak aktif kemudian diuji kandungan fitokimianya dansenyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya dengan menggunakan GC-MS. Hasilnyamenunjukkan ekstrak etil asetat bersifat toksik (LC50 : 288,4 ppm). Senyawa yang terkandungdalam ekstrak etil asetat adalah senyawa terpenoid dan steroid.
Anticancer Activities of Bromelain Hydrolysate of Soy Protein Against Breast Cancer Cells MCF-7 Hermanto, Sandra; Nurgraha, Auliyah Aisyah; Rudiana, Tarso
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 1, May 2024
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v10i1.37881

Abstract

Soybeans contain proteins that have the potential to produce anticancer bioactive peptides. This study aims to determine the anticancer activity of soy protein hydrolysate against MCF-7 breast cancer cells. Soybean protein hydrolyzed by bromelain enzyme 0.5% (w/v) at the optimum temperature and pH for protein hydrolysis using the Bergmeyer and Grassl method. The degree of hydrolysis value of protein hydrolysate was determined by the Alder-Niesen method and the protein profile was analyzed by SDS-PAGE. The hydrolysate with the best degree of hydrolysis value was analyzed for anticancer activity against MCF-7 breast cancer cells by the Presto Blue assay method, and fractionation of protein hydrolysates by gel filtration chromatography (Sephadex G-15). The molecular weight of the peptide was characterized by LCMS/MS. Soy protein hydrolysis using 0.5% (w/v) bromelain enzyme was optimum at 65 ºC and pH 7.0 for 4 hours, with a hydrolysis degree value of 20.57%. The SDS-PAGE analysis showed that the protein hydrolysates had quite thick protein bands in the range of <35 kDa with an IC50 value of 70.37 mg/mL. Based on the LCMS/MS results, the peptide from fractionation has a molecular weight of 5.133 kDa.
Anticancer Activities of Bromelain Hydrolysate of Soy Protein Against Breast Cancer Cells MCF-7 Hermanto, Sandra; Nurgraha, Auliyah Aisyah; Rudiana, Tarso
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 1, May 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Syarif Hidayatullah Jakarta State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v10i1.37881

Abstract

Soybeans contain proteins that have the potential to produce anticancer bioactive peptides. This study aims to determine the anticancer activity of soy protein hydrolysate against MCF-7 breast cancer cells. Soybean protein hydrolyzed by bromelain enzyme 0.5% (w/v) at the optimum temperature and pH for protein hydrolysis using the Bergmeyer and Grassl method. The degree of hydrolysis value of protein hydrolysate was determined by the Alder-Niesen method and the protein profile was analyzed by SDS-PAGE. The hydrolysate with the best degree of hydrolysis value was analyzed for anticancer activity against MCF-7 breast cancer cells by the Presto Blue assay method, and fractionation of protein hydrolysates by gel filtration chromatography (Sephadex G-15). The molecular weight of the peptide was characterized by LCMS/MS. Soy protein hydrolysis using 0.5% (w/v) bromelain enzyme was optimum at 65 ºC and pH 7.0 for 4 hours, with a hydrolysis degree value of 20.57%. The SDS-PAGE analysis showed that the protein hydrolysates had quite thick protein bands in the range of <35 kDa with an IC50 value of 70.37 mg/mL. Based on the LCMS/MS results, the peptide from fractionation has a molecular weight of 5.133 kDa.