Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Aplikasi Metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis) untuk Mengidentifikasi Sumber Asal Gelatin pada Kapsul Keras Sandra Hermanto; Fahrur Rahman Saputra; Zilhadia .
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.816 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3150

Abstract

Gelatin as the main ingredient of capsules is still a problem for a moslem. Most of gelatin production remains largely derived from non-halal materials. One of gelatin source is came from collagen of the skin and bones of bovine or pork. The main of study is determine the source of gelatin used in hard capsules by using SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Gel electrophoresis Poly Acrylamide) method. In the early stages, optimization of standards bovine and pork gelatin were hydrolyzed by pepsin at pH 4.5 and 60°C for 1 hour, 2 hours, and 3 hours. Gelatin hydrolyzateswere analyzed by SDS-PAGE to determine the optimal hydrolysis time. Identification of gelatin hydrolyzate fragments were carried by molecular weight. Hydrolysis time optimization throught applied to identify the source of hard gelatin capsules in the samples obtained from market and compared with the simulation of hard gelatin capsules. The results showed there were of specific bands of bovine gelatin with a molecular weight of 11,4 kDa; 34 kDa; 47kDa and specific bands of pork gelatin with a molecular weight of 24.7 kDa; 28 kDa; and 60 kDa. Similar results were obtained on a sample of hard capsules with bands of protein fragments that were identical to bovine gelatinstandard. Based on the results,each of the samples were tested contain of bovine gelatin respectively. DOI :http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3150
Analisis Tingkat Kerusakan Lemak Nabati dan Lemak Hewani Akibat Proses Pemanasan Sandra Hermanto; Anna Muawanah; Prita Wardhani
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.776 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i6.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan tingkat kerusakan lemak nabati dan lemakhewani akibat proses pemanasan pada suhu tinggi. Beberapa lemak nabati dan lemak hewani yangdijadikan sampel dalam penelitian ini meliputi minyak goreng curah, minyak goreng kemasan, minyakikan, margarine, lemak babi, lemak sapi, lemak ayam dan minyak zaitun. Masing-masing sampeldipanaskan pada suhu 110oC selama 30 menit, selanjutnya stabilitas dan tingkat kerusakannnyadianalisis dengan mengukur kadar radikal bebas melalui analisis malondialdehid dengan metodekolorimetri dan komposisi asam lemak jenuh (saturated fatty acid), asam lemak tak jenuh tunggal(mono unsaturated fatty acid) serta asam lemak tak jenuh ganda (poly unsaturated fatty acid) denganmenggunakan Gas Chromatography Mass Spectrofotometry (GCMS). Hasil penelitian menunjukkanbahwa kandungan radikal bebas sebagai parameter kerusakan lemak pada masing-masing sampelrelatif berbeda dimana pada minyak ikan dihasilkan radikal bebas sebesar 40 μmol/L, sedangkan padaminyak goreng curah sebesar 25 μmol/L, minyak goreng kemasan 20 μmol/L, margarine 16 μmol/L,minyak zaitun 30 μmol/L, lemak ayam 37 μmol/L, lemak sapi 18 μmol/L dan lemak babi 31 μmol/L.Hasil analisa GCMS menunjukkan bahwa kandungan asam lemak jenuh terbesar diperoleh padasampel lemak sapi (65.53%), sedangkan asam lemak tidak jenuh ganda terbesar diperoleh pada minyakikan sebesar 30.24%. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kerusakan lemak pada masing-masingsampel sangat dipengaruhi oleh kandungan awal asam lemak tak jenuh ganda yang terdapat padamasing-masing sampel seperti pada minyak ikan dimana komposisi asam lemak tidak jenuh gandarelatif lebih besar dibandingkan dengan yang lain.
Analisa Biomassa dan Kandungan Logam Berat Pada Beras Merah Hasil Pemupukan Kompos Sludge dari Pabrik Kertas dan Pulp Thamzil Las; Hilman Affandi; Sandra Hermanto; Farhat Etriya
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.4, Mei 2009
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.706 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i4.251

Abstract

Pabrik kertas dan pulp menghasilkan limbah cair dan limbah padat (sludge). Limbah cair dikelolamelalui instalansi pengelolaan air limbah (IPAL), sedangkan sludge hanya di timbun dalam tanah.Upaya yang dilakukan untuk mengelola sludge adalah diubah menjadi pupuk melaluipengomposan, karena sludge mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian inibertujuan menguji kandungan logam berat yang terdapat pada sampel padi merah hasil pemupukankompos sludge yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Dari tanaman padi merah terlebihdahulu dilakukan uji biomassa, selanjutnya dilakukan pengujian kadar protein dan kadar logam,terhadap beras merah. Analisis kandungan protein dengan metode Kjedahl dan pengukurankonsentrasi logam dan logam berat dengan metode spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa padi merah hasil pemupukan kompos sludge memiliki biomassa yang lebihtinggi dari pada kontrol (yang tidak dilakukan pemupukan kompos sludge). Peningkatan optimalbiomassa dan kadar protein pada pemupukan kompos sludge 3 kg/m2 yaitu 78 gram dan 11,1%.Biomassa tanaman padi meningkat sebanyak 20 gram (dari 58 gram menjadi 78 gram) ketika padapemupukan kompos sludge 0 kg/m2 menjadi 3 kg/m2. Kandungan protein beras merah meningkatsebanyak 2,8% (dari 8,3% menjadi 11%) ketika pada pemupukan kompos sludge 0 kg/m2 menjadi3 kg/m2. Hasil analisis logam pada beras merah menunjukkan penambahan dosis kompos sludgetidak menaikkan kandungan logam (α = 0,05). Kandungan logam Cu, Zn, Mn dan Fe berturut-turut2,41 ppm; 7,77 ppm; 32,7 ppm dan 37,71 ppm. Kandungan logam Cu dan Zn yang teranalisismasih aman untuk beras. Logam berat seperti Pb, Cd dan Cr tidak terdeteksi walaupun pada sampelyang pemupukannya 4,5 kg/m2.
Karakterisasi Senyawa Aktif Pengendali Hama Kutu Beras (Sitophilus Oryzae L) Dari Distilat Minyak Atsiri Pandan Wangi (P.Amaryllifolius Roxb.) Dede Sukandar; Sandra Hermanto; Septyani Nurichawati
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.222

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji penolakan distilat minyak atsiri pandan wangi (P.amaryllifolisRoxb.) terhadap hama kutu beras (Sitophilus oryzae L). Penelitian ini menggunakan rancanganacak lengkap sebagai rancangan penelitian. Uji penolakan menunjukkan fraksi A (41 – 500C)signifikan menolak hama kutu beras. Fraksi ini memberikan persen penolakan sebesar 32,22;29,44; dan 13,30 % untuk tiap konsentrasinya (10, 15, dan 20%). Hari pertama hingga hari ketigamerupakan hari efektif fraksi ini menolak hama kutu beras, sedangkan pada hari berikutnyapersen penolakan berkurang tajam. Analisa GC-MS, UV-Vis, dan FTIR menunjukkan bahwasenyawa fraksi ini muncul pada waktu retensi 1,39 dan 1,44; memiliki puncak spektra uv padapanjang gelombang 205 nm (A=0,1268), dan bilangan gelombang. 3129, 1400, 1108, 617 cm-1.
Karakterisasi Senyawa Hasil Isolasi dari Ekstrak Etil Asetat Daun Namnam (Cynometra Cauliflora L.) yang Memiliki Aktivitas Antibakteri Tiah Maharani; Dede Sukandar; Sandra Hermanto
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 1, Mei 2016
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v2i1.3084

Abstract

Namnam is known as a plant family of fabacea that contains phenolic compounds with diverse biological activities including antibacterial. The aim of this study was to isolate and characterize the antibacterial activity of compounds isolated from ethyl acetate extract of the leaves namanam (Cynometra cauliflora L.). Extraction was done by maceration, fractionation by column chromatography, antibacterial essay by disc diffusion method, and characterization of compounds with UV-Vis, FTIR spectroscopy and LCMS. Ethyl acetate extracts have antibacterial activity with inhibition zone respectively 12.25 and 6.00 mm to Escherecia coli and Stapilococcus aureus at a concentration of 100,000 ppm. The results of column chromatography fractions 23-30 yielded three isolates with Rf 0.20 cm; 0.33 cm and 0.87 cm. Characteristics of antibacterial active compounds in isolates 2 (Rf 0.33 cm) is based on the analysis results are UV-Vis absorption at λmaks 206.93 nm, 268.40 nm, 328.58 nm, 383.98 nm and 386.98 nm , FTIR (KBr) showed -OH group 3415.68 cm-1, CH 2958.10 cm-1, C = C aromatic 1651.18 cm-1, C-OH cyclic 1019.88 cm-1 and CH aromatic 694.56 cm-1 and LCMS produce three main peak at a retention time of 4.82; 6.87 and 7.64 which is thought to be the compound 2-isopropyl-5-metilsikloheksil 2-hidroksipropanoat, Cuelure, and 2-[(2-Hydroxycyclohexyl) oxy] cyclohexanecarboxylate.   Key word: antibacterial, disc diffusion, Namnam (Cynometracauliflora L.). DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v2i1.3084
Karakterisasi Fraksi Aktif Antioksidan dari Ekstrak Etanol Biji Kemangi (Ocimum Basilicum L.) Dede Sukandar; Sandra Hermanto; Eka Rizki Amelia; Chitta Putri Novianti
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3598

Abstract

Characterization of antioxidant compounds from the seeds of basil (Ocimum basilicum L.) has been done. Extraction is done by maceration method using ethanol solvent, fractionation by TLC and column chromatography, antioxidants test using DPPH method, and characterization of antioxidant compound using GCMS. Ethanol extract and results of fractionation ethanol extract of basil seeds using n-hexane, ethyl acetate, n-butanol and methanol-water extracts show that n-butanol extract has the highest antioxidant activity with IC50 values ​​of 41.90 ppm. Results of column chromatography n-butanol extract using n-hexane : ethyl acetate (1:9) as mobile phase yielded 5 fractions with fraction 4 (F4 isolate) has dominant stain of active antioxidants after being sprayed DPPH reagent, it had IC50 values ​​of 39,70 ppm and total phenolic content of 0,003 mg/g. Isolate F4 suspected contains two active compounds as antioxidant which is terpenoid and phenolic compound group, namely squalene and 1,4-di-tert-buthyl-phenol identified by GCMS.DOI :http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3598
Eksplorasi Protein Toksin Bacillus thuringiensis dari Tanah di Kabupaten Tangerang M. Hero Shiddiqi; Sandra Hermanto; Eddy Jusuf
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 3, No.1, Mei 2013
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v3i1.329

Abstract

Bacillus  thuringiensis (Bt)  merupakan bakteri  gram positif berspora penghasil protein toksin  yang bersifat sebagai insektisidal dan sitosidal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi protein toksin  yang  dihasilkan  dari  isolat  lokal  B.thuringiensis hasil  sampling di  beberapa  tempat  di wilayah Kabupaten  Tangerang  dan  memprediksi karakteristik  protein  tersebut  berdasarkan bobot molekulnya.Beberapa  wilayah  yang  dijadikan  titik  sampling antara  lain  :  Ciherang,  Ciputat,  Pasar Kemis,  Kosambi,  Parung  Secab,  Puspiptek,  Pamulang, dan  Cileduk. Isolasi B.thuringiensis dari sampel tanah dilakukan dengan metode Travera et al. (1987) menggunakan medium T3.Isolat yang diperoleh dikultivasi selama 72 jam pada suhu 28oC hingga sporulasi dan dihasilkan protein kristal yang  kemudian  ditentukan  kandungan  proteinnya dengan  metode  Lowry. Analisis  profil  protein dilakukan dengan SDS-PAGE pada konsentrasi resolving gel 12 % dan stacking gel 4 %.Dari hasil penelitian  diperoleh 6  sampel  tanah  yang  positif mengandung B.thuringiensis,  yaitu  sampel Ciherang, Pasar Kemis, Kosambi, Parung Secab, Pamulang dan Cileduk. Analisis SDS-PAGE pada masing-masing sampel  menunjukkan 5 jenis protein toksin yang diduga bersifat insektisidal, yaitu Cry  15,  Cry  23,  Cry  25,  Cry  30, dan  Cry  35, dan 3 jenis  protein  yang diprediksi  bersifat  sitosidal yaitu PS-2 (Cry 46), PS-3 (Cry41), dan PS-4 (Cry 45).Kata Kunci: Bacillus thuringiensis, protein toksin, ICP, Parasporin, dan SDSPAGE
Analisis Kadar Akrilamida Dalam Sediaan Roti Kering Secara KCKT Sandra Hermanto; Robiatul Adawiyah
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.1, November 2010
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v2i1.235

Abstract

Akrilamida merupakan zat yang berbahaya dan berpotensi menyebabkan kanker pada sekitar 2% kasus tiap tahun di dunia. Akrilamida biasanya ditemukan pada makanan yang diproses menggunakan suhu tinggi (di atas 150ºC), misalnya pada roti kering. Penetapan kandungan akrilamida dalam sediaan roti kering yang beredar di wilayah Jakarta Timur telah dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Preparasi sampel dilakukan dengan teknik ekstraksi menggunakan pelarut diklorometan dan etanol (1:15). Pengukuran kadar akrilamida dilakukan dengan kolom C18 (reverse phase) dengan detektor UV-Vis pada panjang gelombang 210 nm dengan fase gerak asam fosfat 85% dalam asetonitril:air (5:95), laju alir 0.5 ml/menit. Hasil analisis menunjukkan waktu retensi yang dibutuhkan untuk mengelusi akrilamida adalah 7.1 menit, dengan koefisien variasi 0.67% dan presisi sebesar 0,38%, 0,74% dan 0,21% serta uji perolehan kembali 98,18%. Pembuatan kurva kalibrasi pada rentang konsentrasi 0,1-1,6 μg/ml menghasilkan koefisien linieritas 0.999982 dan batas deteksi 0.0126 μg/ml serta batas kuantitasi 0.0420 μg/ml. Kadar akrilamida untuk ketiga sampel produk roti kering yaitu 0.0541 ± 0.0270 (sampel 1); 0.0851 ± 0.0629 (sampel 2); and 0.3445 ± 0.2539 μg/g (sampel 3). Kadar akrilamida pada masing-masing sampel masih berada di bawah ambang batas standar yang dikeluarkan FDA.
Karakteristik Fisikokimia Gelatin Kulit Ikan Sapu-Sapu (Hyposarcus pardalis) Hasil Ekstraksi Asam Sandra Hermanto
Jurnal Kimia Valensi Jurnal VALENSI Volume 4, No. 2, November 2014
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3927.013 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3608

Abstract

Efektifitas Kapang Trichoderma viride dalam Menghidrolisis Substrat Jerami Padi dan Batang Rumput Gajah dengan Variasi Perlakuan NaOH dan Sinar Gamma Tri Retno Diah Larasati; Nana Mulyana; Dadang Sudrajat; Sandra Hermanto; Syifa Rya Haryati; Arief Adhari
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.2.4479

Abstract

Efisiensi delignifikasi substrat dapat ditingkatkan dengan perlakuan awal secara fisik yaitu dengan iradiasi gamma tinggi. Radiasi gamma akan memutuskan rantai molekul lignoselulosa  menyebabkan pembentukan gugus karbonil selulosa yang membantu pemecahan selulosa. Perlakuan iradiasi gamma terhadap kapang dapat menstimulasi aktivitas enzim ekstraseluler.Tujuan  penelitian untuk meningkatkan aktivitas enzim selulase dari kapang Trichoderma viride yang diiradiasi sinar gamma dari sumber radiasi  Co-60 dan meningkatkan produksi glukosa pada substrat yang diberi perlakuan NaOH dan diiradiasi sinar gamma melalui hidrolisis enzimatik dan fermentasi padat. Substrat yang digunakan ialah jerami padi dan batang rumput gajah. Iradiasi terhadap kapang T. viride dilakukan pada dosis 0, 250, 500, 750 dan 1000 Gy. Penambahan NaOH dengan konsentrasi 0, 1, 2, 3 dan 4%, kapang T. viride yang diiradiasi dengan dosis 500 Gy memiliki aktivitas enzim tertinggi sebesar 3,74 U/mL dibandingkan T. viride 0 Gy sebesar 1,46 U/mL. Enzim kasar yang dihasilkan digunakan untuk menghidrolisis jerami padi dan batang rumput gajah yang diiradiasi gamma dengan dosis 0, 100 dan 200 kGy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NaOH 3% dapat menghasilkan hidrolisis selulosa yang terbaik sebesar 7,91%. Kadar glukosa meningkat dengan meningkatnya dosis iradiasi substrat. Hidrolisis enzimatik substrat batang rumput gajah menghasilkan glukosa yang lebih banyak sebesar 2,96 mg/mL, sedangkan hidrolisis enzimatik dari jerami padi menghasilkan glukosa sebesar. 2,72 mg/mL, dan juga pada fermentasi padat dihasilkan glukosa 3,12 mg/mL pada batang rumput gajah dan   2,17 mg/mL pada jerami padi. Perlakuan sinar Gamma dengan dosis 500 Gy pada kapang T. viride   mampu meningkatkan aktivitas enzim selulase sebesar 2,5 kali lebih besar dari kontrol.  Penambahan NaOH sebesar 3% dan  dosis iradiasi yang semakin tinggi  pada  jerami padi dan batang rumput gajah menghasilkan kadar glukosa yang semakin tinggi  juga.