Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas edukasi berbasis keluarga terhadap pencegahan kenakalan remaja era digital Hidayatullah, Ahmad Syauqi; Subekti, Nanang Bagus; Najib, Khotim Hanifudin
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3088

Abstract

Kenakalan remaja yang mencakup praktik judi online, pinjaman online ilegal (pinjol), dan seks bebas merupakan permasalahan sosial yang semakin mengkhawatirkan serta menjadi ancaman serius bagi perkembangan remaja dan ketahanan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian remaja serta orang tua terhadap dampak negatif dari perilaku tersebut melalui pendekatan edukasi berbasis keluarga. Kegiatan dilaksanakan di RW 08, Dukuh Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan diskusi interaktif dalam bentuk forum dialog antar generasi yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif serta komunikasi terbuka antara remaja dan orang tua. Kegiatan ini diikuti oleh 30 partisipan yang terdiri atas 14 remaja dan 16 orang tua. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman dan kepedulian peserta. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek pemahaman dan kepedulian baik pada kelompok remaja (p = 0,001) maupun kelompok orang tua (p = 0,000 untuk pemahaman dan p = 0,001 untuk kepedulian). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis keluarga dengan melibatkan interaksi lintas generasi efektif dalam membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya kenakalan remaja digital. Program ini merekomendasikan penguatan literasi keluarga sebagai strategi preventif jangka panjang dalam melindungi remaja dari pengaruh negatif lingkungan digital.
STRENGTHENING CULTURE-BASED TOURISM BASED ON LOCAL WISDOM IN PURBAYAN TOURISM VILLAGE: IMPACT OF INDONESIA-THAILAND COLLABORATION 2024 Setiawan, Ari; Hadi, Syamsul; Subekti, Nanang Bagus; Noongernchainphak, Ploypitcha; Arianti, Silvia; Muhammad Ilham, Maulana; Rosalina, Tita; Evita, Rossi; Yuni Dharta, Firdaus
EMPOWERING HUMANITY Vol. 3 No. 2 (2025): Current Issues 6
Publisher : SMARTINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58765/emhum.v3i2.274

Abstract

This community service program aims to strengthen culture-based tourism rooted in local wisdom in Purbayan Tourism Village through a collaborative partnership between Indonesia and Thailand. This service was held in the purbayan tourism village and the kings of Mataram who lived near Purbayan. This event was attended by 25 people from the management of Purbayan tourist village and representatives from Thailand. This community service activity lasted for 3 days, from May 20 to 23, 2024. Utilizing a Participatory Action Research (PAR) approach, the program was designed to empower local communities in identifying, developing, and promoting their unique cultural assets as sustainable tourism products. The activities included community capacity building workshops, development of experiential cultural tourism packages, international cultural exchange events, and digital marketing training. As a result, the community demonstrated increased awareness and participation in preserving and promoting their cultural heritage. Four thematic tourism packages were developed, integrating traditional arts, crafts, culinary experiences, and spiritual heritage. The collaboration with Thai tourism practitioners enriched local insights on sustainable tourism management and inspired innovations in storytelling and community-based governance. In addition, the program improved the digital competencies of local youth, leading to enhanced online visibility of the village.This initiative successfully illustrates how integrating local wisdom with international collaboration can foster inclusive, sustainable, and culturally rich tourism development. It also serves as a replicable model for other cultural villages seeking to build resilient tourism ecosystems grounded in community empowerment.