Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Financing Growth Analysis in BMT Al-Furqan Padang Sibusuk Arwin Arwin; Faisal Affandi
AL-FALAH : Journal of Islamic Economics Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alfalah.v7i1.4312

Abstract

Purpose: This study aims to find out about the growth of financing for customers or members of BMT Al Furqan Padang Sibusuk in its role as a sharia microfinance institution to be a solution for small communities to get business capital and also to see the enthusiasm of the community in accessing financing for BMT Al Furqan Padang Sibusuk.Design/Method/Approach: This research is a semi-quantitative research, a combination of analysis carried out qualitatively and quantitatively, in which the nature of the categories is analyzed qualitatively, while the characteristic values to be used are numerical values that resemble quantitative analysis.Findings: After doing the research, it was found that the public's interest in getting access to financing at this microfinance institution was quite good, there was an increase in the amount of financing disbursed, and the amount of financing growth at BMT Al-Furqan Padang Sibusuk from the 2019 period and the 2020 period on financing products. Mudharabah and murabahah financing products experienced growth, namely the provision of mudharabah product financing in 2019 amounted to Rp.483.687.000 and grew in 2020 to Rp.529.228.000 (8,6 percent). Meanwhile, murabahah product financing in 2019 was Rp.892.839.000 rupiah and experienced growth in 2020 of Rp.1.537.940.000, - (41,1 percent). This microfinance institution has also provided many benefits, such as making it easier for members to get financing for business capital, especially micro and small businesses.Originality/Values: To obtain information about the development of financing carried out by BMT Al Furqan Padang Sibusuk, Sijunjung Regency, where this Islamic microfinance institution or BMT is not yet well known to the people of Sijunjung Regency.
A Analisis Potensi Pengembangan Ekonomi Syariah di Pondok Pesantren : Analisis Potensi Pengembangan Ekonomi Syariah di Pondok Pesantren arwin arwin
JIBF MADINA : Journal Islamic Banking and Finance Madina Vol. 3 No. 2 (2022): JIBF MADINA TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pengembangan dan pemberdayaan ekonomi syariah di Pondok pesantren Darul Istiqomah Padangsidimpuan. Berbagai sumber daya yang ada di pesantren bisa diberdayakan sebagai fasilitas dalam penerapan dan pengembangan pemahaman dan praktik ekonomi syariah dalam kegiatan ekonomi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomologi yang bersifat deskriptif analitis dan induktif. Objek penelitian ini menggunakan beberapa pondok pesantren yang ada di Padangsidimpuan Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan dan Pemberdayaan ekonomi Islam ini bisa dalam bentuk penerapan di pondok pesantren yang bisa dirincikan menjadi beberapa hal, di antaranya pendidikan prinsip ekonomi syariah, akad dan kerjasama ekonomi syariah, akuntansi pesantren serta penginapan syariah, kuliner dan wisata halal. Sementara dalam bentuk pengembangan ekonomi syariah, pesantren sebagai lembaga yang dikenal dengan kemandiriannya bisa menjadikan pesantren sebagai laboratorium pengkajian ekonomi syariah, membentuk forum bisnis syariah, menjadi islamic ekonomy centre dan inspirator pengembangan ekonomi berbasis syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi yang bersifat deskriptif analitis dan induktif dengan menggali data untuk menemukan hal-hal mendasar dari fenomena, realitas maupun pengalaman.
Upaya Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Bagi Santri Pondok Pesantren Darul Istiqomah Padangsidimpuan arwin arwin
JIBF MADINA : Journal Islamic Banking and Finance Madina Vol. 4 No. 1 (2023): JIBF MADINA TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya yang dilakukan oleh pihak Yayasan Pondok Pesantren Darul istiqomah dalam menumbuhkan jiwa berwirausaha adalah melalui pemberian pelatihan di Balai Latihan Kerja komunitas yang dimiliki Yayasan pondok Pesantren Darul Istiqomah. Pelatihan Montir sepeda motor yang dilaksanakan sesuai pendanaan yang disediakan oleh pihak Kementerian ketenagakerjaan RI. Pelatihan dilaksanakan pada bulan juni dan bulan oktober. Peserta pada pelatihan ini khusus untuk santri Madrasah Aliyah, karena mereka yang akan menamatkan pendidikannya di Pondok Pesantren. Pelatihan di BLK komunitas di Pesantren dilaksanakan selama 240 jam Pelatihan (JP) untuk satu paket pelatihan. Sedangkan sebagai objek pelatihannya adalah memperbaiki sepeda motor yang disediakan sebanyak empat unit sepeda motor di BLK komunitas pondok Pesantren Darul Istiqomah sebagai objek pelatihan. Pemberian pelatihan-pelatihan kepada santri Pesantren Darul Istiqomah melalui BLK komunitas berdampak santri dalam memperoleh skill yang mumpuni untuk menciptakan usaha sendiri setelah santri keluar dari Pesantren, tentunya membuka bengkel sepeda motor. Banyaknya jumlah sepeda motor di Indonesia khususnya di kota Padangsidimpuan tentu merupakan suatu peluang usaha yang mempunyai prospek usaha yang sangat bagus. Sehingga melalui pelatihan di BLK komunitas ini dapat disimpulkan bahwa mampu menumbuhkan jiwa berwirausaha bagi santri-santrinya.
Analisis Pemikiran Ibn Taimiyyah Keadilan Ekonomi dan Relevansinya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Arwin
Sharef: Journal of Sharia Economics and Finance Vol 4 No 1 (2026): Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsef.v4i1.1935

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemikiran Ibn Taimiyah mengenai keadilan ekonomi dan relevansinya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Ibn Taimiyyah merupakan seorang cendekiawan Muslim abad ke-14, dikenal dengan gagasannya yang relevan dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi. Konsep keadilan ekonomi yang dia ajukan menekankan distribusi sumber daya yang adil, perlindungan hak individu, dan tanggung jawab kolektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Studi ini mengkaji prinsip-prinsip dasar keadilan ekonomi dalam pemikiran Ibn Taimiyyah melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur klasik dan modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep keadilan ekonomi menurut Ibn Taimiyyah memiliki keselarasan dengan beberapa tujuan SDGs, seperti pengentasan kemiskinan (SDG 1), pengurangan kesenjangan (SDG 10), serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan (SDG 8), seperti zakat dan wakaf. Pemikiran Ibn Taimiyyah tentang pentingnya moralitas dalam transaksi ekonomi, penolakan terhadap monopoli, serta penguatan peran negara dalam mengatur pasar untuk mencegah eksploitasi sejalan dengan visi SDGs dalam mewujudkan keadilan sosial dan keberlanjutan. Oleh karena itu, pandangan Ibn Taimiyyah dapat memberikan kontribusi signifikan sebagai landasan etis dan filosofis dalam pengembangan kebijakan ekonomi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Lopo culture, Islamic social capital, and the sustainable development of the Mandailing coffee micro, small, and medium enterprise ecosystem Arwin, Arwin; Iska, Syukri; Siregar, Erpiana; Hader, Antik Estika
Journal of Islamic Economics Lariba Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jielariba.vol12.iss2.art35

Abstract

IntroductionMandailing Coffee is internationally recognized, yet the sustainability of its local micro, small, and medium enterprise ecosystem remains constrained by limited access to finance, weak managerial and technological capabilities, fragmented market relationships, and uneven institutional support. This study examines lopo, a traditional Mandailing communal institution, as a culturally embedded source of social capital within this business ecosystem.ObjectivesThis study analyzes how lopo culture generates social capital, how Islamic economic values reinforce that social capital, and how their interaction supports collaboration, resource mobilization, and the resilience of the Mandailing Coffee micro, small, and medium enterprise ecosystem.MethodThe study employed a qualitative case study design in Panyabungan District, Mandailing Natal Regency, North Sumatra, Indonesia. Data were collected from 25 participants, including coffee farmers, business owners, traditional and religious leaders, Islamic microfinance representatives, local government officials, and academics or business facilitators. Data collection used semi-structured interviews, participant observation, and document analysis. The data were analyzed through data condensation, thematic organization, and conclusion drawing and verification.ResultsThe findings show that lopo functions as an informal socio-economic institution for market information exchange, deliberation, trust formation, reciprocal assistance, and business networking. Repeated interactions support verbal agreements, labor and equipment sharing, informal financing, collective marketing, and access to institutional support. Islamic economic values—amanah, ta'awun, ukhuwah, shura, and al-'adl—reinforce these relationships by promoting trustworthiness, mutual assistance, solidarity, participatory decision-making, and fairness. Together, these mechanisms strengthen stakeholder connectivity, collective problem-solving, and adaptive capacity within the Mandailing Coffee business ecosystem.ImplicationsThe findings suggest that micro, small, and medium enterprise development should strengthen locally legitimate institutions and connect them with financial institutions, government programs, markets, and knowledge networks without undermining their informal trust-based character.Originality/NoveltyThis study develops an integrated explanation linking lopo culture, social capital, Islamic economic values, and business ecosystem strengthening. It extends conventional social capital perspectives by showing how culturally embedded institutions and Islamic ethical values jointly shape collaborative economic practices in a rural Muslim coffee economy.