Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Model of Religious Character Development in Islamic Boarding School Ratu Bai Rohimah; Lulu Tunjung Biru; Siti Muhibah; Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research understand and describe the character of religious moderation developed and implemented by Pondok Pesantren Ar Rahmah Pandeglang Banten. The rise of government programs related to moderation has touched various fields of education, one of which is pesantren as a prototype or model of anti-radical education integrated into learning materials. This research is descriptive qualitative with research targets are clerics and students. Data were collected by interview and observation techniques, analyzed by data analysis techniques, data reduction, displayed for later conclusions and verification so that valid findings were obtained. It can be concluded from this research that pesantren has no doubt its role as a basis for inculcating moderate understanding to fulfill the characteristics of Muslims that have been mentioned in the Qur'an, namely ummatan wasathan. Moderation material is delivered through intensive teaching based on the turats book with the kyai as a role model. The attitude of knowing the history of the struggle of the kiai and santri to seize and fight for Indonesian independence, is able to foster a sense of patriotism and love for the homeland and inflame the spirit of jihad among the santri.
Mengenal Karakteristik Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar Siti Muhibah; Rt. Bai Rohimah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banten dihuni oleh salahsatu suku yang cukup unik yaitu suku Baduy. Mereka merupakan suku yang terisolir dan mengasingkan diri dengan pola kehidupannya yang patuh terhadap hukum adat. Namun seiring berjalannya waktu, banyak wisatawan yang datang ke wilayah suku Baduy dan tanpa disadari Budaya luar telah masuk mempengaruhi kehidupan mereka sehingga suku baduy telah terpecah dan memunculkan suku Baduy dalam dan suku baduy luar. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui profil suku Baduy dalam dan baduy luar, (2) untuk mengetahui karakteristik suku baduy dalam dan baduy luar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif (qualitative research) dengan pendekatan yang bersifat deskriptif dan eksplanatoris. Pendekatan deskriptif berupaya menjawab “apa” yang terjadi, sedangkan eksplanatoris menjawab “Mengapa” dan “Bagaimana”, yang kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik suku Baduy Dalam adalah: (1) suku yang taat mengikuti adat kepu’unan dan fanatik terhadap kepercayaannya,  (2) tinggal di dalam hutan dan belum terpengaruh budaya luar, (3) Menolak teknologi dan modernisasi, (4)  selalu mengenakan pakaian berwarna putih serta mengenakan ikat kepala putih yang ditenun sendiri. Sedangkan karakteristi suku baduy luar adalah: (1) suku baduy yang keluar dari adat istitiadat kepu’unan, (2) Sudah terkontaminasi budaya luar sehingga sudah menggunakan alat-alat modern, (3) Mereka sering melakukan perjalanan panjang ke luar daerah berhari-hari berjalan kaki pulang pergi, (4) selalu mengenakan baju  hitam lengkap dengan ikat kepala, telanjang kaki, serta menyangklek koja dipundaknya.
PEREMPUAN KORBAN KDRT DALAM PERSPEKTIF ISLAM (STUDI TERHADAP PEREMPUAN YANG MENGALAMI KDRT DI PANTI ASUHAN NURUL ISLAM, SERANG) Meilla Dwi Nurmala; Septi Kuntari; Evi Afiati; Arga Satrio Prabowo; Siti Muhibah; Deasy Yunika Khairun; Rahmawati Rahmawati; Raudah Zaimah Dalimunthe; Alfiandy Warih Handoyo; Putri Dian Dia Conia; Rochanie Rochanie; Bangun Yoga Wibowo; Lenny Wahyuningsih; Ibrahim Al-Hakim
Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpbk.v8i1.24302

Abstract

Secara umum, permasalahan KDRT terkait erat dengan minimnya akses perempuan untuk mengakses sumber daya ekonomi (modal finansial dan aset tetap, misalnya tanah, dan dari pendapatan untuk kesejahteraan lainnya), usia, tingkat pendidikan, keyakinan agama, dan lain-lain. etnis. Melakukan perbuatan fisik diperbolehkan dalam Islam yang dikatakan ta'dib (perbuatan mendidik) terhadap anak. Upaya penanganan yang diberikan kepada korban kekerasan adalah dengan memberikan layanan bimbingan dan konseling, agar mereka yang menjadi korban dapat memahami masalah dan penyebabnya, dapat mengetahui potensi dan kelebihannya serta dapat menentukan sendiri jalan keluar yang akan ditempuh oleh pihak korban. korban untuk menuntut keadilan dan tanggung jawab dari negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga dalam kehidupannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Studi kasus hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat tindak kekerasan dalam rumah tangga, terutama yang dialami oleh Perempuan.
GAMBARAN PERKEMBANGAN MORAL ANAK USIA DINI Ikrimatul Auza; Siti Muhibah; Arga Satrio Prabowo
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini adalah sekolompok individu yang mempunyai peran sebagai pewaris suatu bangsa. Mereka adalah masyarakat masa depan yang akan membentuk suatu kebudayaan untuk mengangkat harkat dan martabat suatu bangsa. Dalam masa usia dini, anak dapat menyerap hingga 80 % setiap rangsangan yang diperoleh dari lingkungan dan orang-orang terdekatnya Urgensi perkembangan moral adalah bahwa turunnya suatu peradaban terjadi akibat adanya penurunan moral atau disebut demoralisasi pada masyarakatnya. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran perkembangan moral anak usia dini. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai sumber informasi bagi guru serta orangtua untuk dapat memberikan pendampingan pada masa perkembangannya khususnya dalam aspek moralnya agar moral anak dapat berkembang baik sesuai dengan perkembangannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian ini maka gambaran perkembangan moral anak usia dini di TKIT Al-Hikmah paling banyak cenderung pada kategori cukup baik yaitu sebesar 68 % atau sebanyak 19 siswa dari 28 sampel siswa. Sebesar 21 % atau 6 siswa berada pada kategori baik. Dan sebesar 11 % atau 3 siswa berada pada kategori perkembangan moral yang kurang baik.
Persepsi Keluarga tentang Motivasi Kaum Perempuan Menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Luar Negeri dan Pengaruhnya Terhadap Tingkat Kemiskinan: Sebuah Studi Kasus di Kecamatan Pontang Kabupaten Serang, Indonesia Siti Muhibah
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v1i1.254

Abstract

Memperoleh penghasilan merupakan tanggung jawab suami sebagai kepala  rumah tangga. Namun demikian ada kalanya pendapatan dari suami kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga ditambah dengan kondisi ekonomi yang kian tidak menentu dan berubahnya pola pikir perempuan menjadikan perempuan berani mengambil keputusan untuk keluar rumah dan bahkan sampai dengan bekerja menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) guna membantu memenuhi kebutuhan keluarga yang kurang tercukupi tersebut. Tujuan penulisan naskah ini adalah untuk mendekripsikan; (1) Bagaimana persepsi keluarga tentang Motivasi kaum perempuan menjadi TKW ke luar negeri (2) Bagaimana pengaruh kaum perempuan menjadi TKW ke luar negeri  terhadap tingkat kemiskinan dalam keluarganya. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Hasil yang diperoleh ialah (1) Motivasi kaum perempuan di Kecamatan Pontang menjadi TKW ke luar negeri terbagi menjadi 2, yaitu: motivasi ekonomi dan motivasi pribadi. Dalam hal ini, kebanyakan berlatar belakang ekonomi atau kemiskinan (2) Karakteristik TKW yang berangkat dengan motivasi ekonomi mendapat dukungan yang cukup dari keluarga, berasal dari keluarga yang merasa miskin, dan memiliki keyakinan yang tinggi untuk berhasil serta mampu mengirimkan uang dengan jelas (3) Karakteristik TKW yang berangkat dengan motivasi pribadi belum mendapat dukungan yang cukup dari keluarga dan keyakinan untuk menjadi TKW berhasil memiliki taraf sedang serta belum  jelas dalam pengiriman uang ke keluarganya (4) Bagi keluarga yang ditinggalkan TKW masih merasa miskin dan belum merasa bahagia, bahkan kurang mendapatkan kasih sayang dalam keluarga dari TKW yang bersangkutan. Dengan demikian, motivasi kaum perempuan di Kecamatan Pontang menjadi TKW ke luar negeri terbagi menjadi 2, yaitu: motivasi ekonomi dan motivasi pribadi.
Pengaruh Kegiatan Mentoring Keagamaan Program LSP Untirta terhadap Pengembangan Karakter Jawara Mahasiswa Vika Utami; Siti Muhibah; Alfiandy Warih Handoyo
Guidance : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 19 No 02 (2022): Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/guidance.v19i02.2242

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui bagaimana pengaruh kegiatan mentoring keagamaan dalam program Lingkar Studi Pekanan (LSP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa terhadap perkembangan karakter jawara pada mahasiswa. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan analisis kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa semester 2 tahun ajaran 2021-2022 yang mengampu mata kuliah agama Islam, dengan purposive sampel sebanyak 98 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen angket. Berdasarkan uji regresi linier sederhana diperoleh hasil sig = 0,000 < 0,05, yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Selanjutnya nilai R Square = 0,619 yang berarti pengaruh yang dihasilkan sebesar 61,9%. Hasil dalam penelitian ini membuktikan bahwa nilai religius memiliki pengaruh dalam pengembangan karakter, sehingga perwujudan layanan bimbingan dan konseling berbasis religius dapat menjadi salah satu strategi yang mampu mencapai tujuan pengembangan karakter.
Pengaruh Konseling Kelompok Teknik Reframing Dalam Mengurangi Kecemasan Berbicara Di Depan Umum Siti Muhibah; Arga Satrio Prabowo; Husnul Kotimah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6766

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok teknik reframing dalam mengurangi kecemasan berbicara di depan umum pada siswa kelas X SMK Nurul Huda Baros. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperiment pre-test post-test nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini merupakan siswa kelas X sebanyak 108 siswa, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mendapatkan 14 siswa yang memiliki skor tinggi dari hasil angket kecemasan berbicara di depan umum. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan masing-masing sebanyak 7 siswa yang diambil dari hasil pre-test dengan skor tertinggi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket kecemasan berbicara di depan umum yang dikembangkan oleh peneliti, terdiri dari tiga aspek yaitu aspek fisik, proses mental dan emosional. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah diberikan treatment berupa layanan konseling kelompok teknik reframing pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 100,6 (kategori tinggi) dan rata-rata nilai posttest sebesar 53,0 (kategori rendah). Selain itu, dilakukan uji hipotesis dengan analisis uji Mann-Whitney, diketahui nilai signifikansi Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,002 < 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, konseling kelompok teknik reframing berpengaruh dalam mengurangi kecemasan berbicara di depan umum pada siswa kelas X SMK Nurul Huda Baros.
Pengaruh Konseling Kelompok Teknik Reframing Dalam Mengurangi Kecemasan Berbicara Di Depan Umum Siti Muhibah; Arga Satrio Prabowo; Husnul Kotimah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6983

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok teknik reframing dalam mengurangi kecemasan berbicara di depan umum pada siswa kelas X SMK Nurul Huda Baros. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperiment pre-test post-test nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini merupakan siswa kelas X sebanyak 108 siswa, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mendapatkan 14 siswa yang memiliki skor tinggi dari hasil angket kecemasan berbicara di depan umum. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan masing-masing sebanyak 7 siswa yang diambil dari hasil pre-test dengan skor tertinggi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket kecemasan berbicara di depan umum yang dikembangkan oleh peneliti, terdiri dari tiga aspek yaitu aspek fisik, proses mental dan emosional. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah diberikan treatment berupa layanan konseling kelompok teknik reframing pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 103,7 (kategori tinggi) dan rata-rata nilai posttest sebesar 53,0 (kategori rendah). Selain itu, dilakukan uji hipotesis dengan analisis uji Mann-Whitney, diketahui nilai signifikansi Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,002 < 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, konseling kelompok teknik reframing berpengaruh dalam mengurangi kecemasan berbicara di depan umum pada siswa kelas X SMK Nurul Huda Baros
MOTIVASI BELAJAR SISWA Al Kautsar Azhari; Siti Muhibah; Deasy Yunika Khairun
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10977

Abstract

Learning motivation plays a crucial role in determining students’ engagement and academic persistence, particularly at the junior secondary level where adolescents experience significant cognitive, emotional, and social transitions. This study aims to describe and analyze the learning motivation of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Ciruas in the 2025/2026 academic year, along with the factors influencing it. A descriptive qualitative approach was employed to capture students’ subjective experiences and contextual learning dynamics. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving three eighth-grade students, a guidance and counseling teacher, and the vice principal for curriculum affairs. Data analysis followed Miles and Huberman’s interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source triangulation to ensure credibility. The findings indicate that students’ learning motivation ranges from moderate to high and is shaped by both internal and external factors. Internally, motivation is driven by students’ desire to succeed, self-confidence, learning awareness, and future aspirations. Externally, supportive teacher–student relationships, positive peer interactions, recognition through verbal appreciation, engaging learning activities, and a safe, well-facilitated school environment contribute significantly to sustaining motivation. The role of guidance and counseling services is pivotal in strengthening intrinsic motivation and helping students connect present learning with future goals. Overall, students’ learning motivation emerges as a dynamic interaction between individual agency and the school environment, highlighting the importance of a holistic and human-centered educational approach.
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN KARTU KUARTET UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Nurmalasari; Siti Muhibah; Alfiandy Warih Handoyo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11914

Abstract

This study was motivated by the problem of rampant acts of bullying in elementary schools, which can have a negative impact on students' social and emotional development. One preventive measure that can be taken is to educate students about bullying. This study aims to develop a quartet card game to improve elementary school students' understanding of bullying. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which includes the stages of analyze, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects are upper grade students (grades IV-VI) at SDN Cilaja 3. The data collection techniques used included interviews and questionnaires.The results of the study show that media and material expert validation scored 95% (highly feasible), language expert validation scored 89% (highly feasible), and practitioner expert validation scored 100% (highly feasible). Thus, the average score of all assessments was 95%, which is highly feasible for use and implementation. In addition, a limited trial of the media was conducted on 6 upper grade students (representatives of grades V-VI) and produced an average score of 90% with a very feasible category. Furthermore, the pre-test and post-test results showed an increase in understanding of bullying from the low category to the high category, with an average N-Gain score of 81%, which is included in the effective category. Based on these results, the quartet card game media is considered highly feasible and can be used as an alternative media to improve students' understanding of bullying in elementary schools.