Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Strategi Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Mulia Generasi Alpha (Studi pada Sekolah Dasar Kota Sabang) Ardiansyah, Ardiansyah; Saiful, Saiful; Fikri, Mumtazul
FITRAH: International Islamic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Fitrah: International Islamic Education Journal
Publisher : Published by Center for Research and Community Service (LP2M) in cooperation with the Postgraduate Program of UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/fitrah.v6i2.6472

Abstract

The Alpha Generation, born in the digital era, presents significant challenges in shaping noble character, especially amidst the influence of technology and social media. This study aims to explore the strategies, challenges, and solutions in fostering noble character in the Alpha Generation by Islamic Religious Education (PAI) teachers at elementary schools in Sabang City. Using a descriptive qualitative method, data were collected through interviews, observations, and documentation. The study found that PAI teachers implement an integrative strategy, combining religious and moral values into the learning process. Methods employed include role modeling, lectures, discussions, and religious activities such as congregational prayers and Quranic studies. Teachers also encourage student participation in extracurricular activities focused on character development, aiming to internalize noble character in students’ daily lives. The primary challenges faced include the negative influence of technology and social media, which often expose students to content that conflicts with moral values. Additionally, a lack of active student involvement in character-building activities and differences in parenting styles at home further hinder consistent application of moral values. To address these challenges, PAI teachers enhance collaboration with parents to ensure that character development aligns between school and home. Technology is also leveraged to provide positive content through educational platforms. Teachers regularly evaluate students' character development through reflective activities. This holistic approach effectively reduces obstacles and strengthens students’ character amidst the wave of digitalization.   Abstrak Generasi Alpha yang lahir di era digital menghadirkan tantangan besar dalam pembentukan akhlak mulia, terutama di tengah pengaruh teknologi dan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi, tantangan, dan cara mengatasi kendala dalam pembinaan akhlak mulia generasi Alpha oleh guru PAI di Sekolah Dasar Kota Sabang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara dan Observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi integratif, menggabungkan nilai-nilai agama dan moral dalam pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi keteladanan, ceramah, diskusi, serta kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah dan pengajian. Guru juga mendorong partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler berbasis pengembangan karakter, bertujuan menginternalisasi akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan utama yang dihadapi adalah pengaruh negatif teknologi dan media sosial, yang sering kali menyajikan konten bertentangan dengan nilai-nilai moral. Selain itu, kurangnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembinaan akhlak serta perbedaan pola asuh di rumah turut menjadi penghambat. Hal ini menyulitkan penerapan nilai-nilai akhlak secara konsisten.  Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru PAI meningkatkan kolaborasi dengan orang tua agar pembinaan akhlak dapat berjalan selaras antara sekolah dan rumah. Teknologi juga dimanfaatkan untuk menyediakan konten positif melalui platform edukatif. Guru secara berkala mengevaluasi perkembangan akhlak siswa melalui kegiatan refleksi bersama. Pendekatan holistik ini efektif dalam mengurangi kendala dan memperkuat karakter siswa di tengah arus digitalisasi.
LEGAL ANALYSIS OF THE SUPREME COURT DECISION NUMBER 2319 K/PID, SUS/2024 CONCERNING FIDUCIARY GUARANTEES IN MUAMALAH FIQH Mumtazul Fikri; Shabarullah
JURISTA: Jurnal Hukum dan Keadilan Vol. 9 No. 1 (2025): JURISTA: Jurnal Hukum dan Keadilan
Publisher : Centre for Adat and Legal Studies of Aceh Province (CeFALSAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyses Supreme Court Decision No. 2319 K/Pid.Sus/2024, which imposes a penalty for breach of the fiduciary guarantee agreement in the case of unauthorised transfer of collateral objects. This research aims to examine aspects of positive law and Islamic law related to the practice of fiduciary guarantees in Indonesia and assess the suitability of the verdict with the principles of justice in Islam. Using a descriptive-normative qualitative method and a content analysis approach, this study found that the Supreme Court not only upheld positive legal norms stipulated in Law No. 42/1999, but also considered moral and Sharia principles that emphasise trustworthiness and the prohibition of khiyanah. The decision provides legal certainty for financial institutions and protection for creditors and debtors, and on the other hand, shows the importance of harmonisation between national law and the principles of Islamic law in the Indonesian legal system.
PEMBINAAN UBUDIYAH DALAM PEMBENTUKAN RELIGIUSITAS SANTRI DI DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Furdini, Furdini; Fikri, Mumtazul
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 2 (2025): 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/axp44t05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembinaan ubudiyah dalam pembentukan religiusitas santri di Dayah Modern Darul Ulum Banda Aceh. Pokok permasalahan yang diangkat adalah bagaimana proses pembinaan ubudiyah dilakukan di dayah tersebut, serta faktor pendukung dan penghambat terhadap pembinaan ubudiyah dalam pembentukan religiusitas santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan metode pembinaan ubudiyah yang diterapkan di Dayah Modern Darul Ulum dan menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pembentukan karakter religius para santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi, dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terkait kegiatan pembinaan di dayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan ubudiyah yang dilakukan di Dayah Modern Darul Ulum meliputi kegiatan ritual seperti shalat berjamaah, Membaca AL-Qur’an, Wirid zikir dan do’a, program renungan malam atau muhasabah serta pembelajaran akhlak. Pembinaan tersebut memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk religiusitas santri, yang tercermin dari peningkatan kesadaran ibadah, pengetahuan agama, dan perilaku sehari-hari yang lebih islami. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembinaan ubudiyah di Dayah Modern Darul Ulum Banda Aceh menunjukkan hasil yang positif dalam pembentukan religiusitas santri. Namun, untuk mencapai hasil yang lebih optimal, diperlukan upaya untuk mengatasi faktor penghambat, seperti membangun kesadaran santri terhadap ibadah, adanya komunikasi dengan wali santri, dan memberikan perhatian lebih pada dampak teknologi dan lingkungan sosial di luar dayah. Dengan demikian, pembinaan ubudiyah dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan santri yang tidak hanya cakap dalam beribadah, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Pembinaan ‘Ubudiyah, Religiusitas, Santri Dayah
Network Of Islamic Education Ideology in Aceh Islamic Boarding Schools: A Systematic Literature Review Ibda, Hamidulloh; Sofanudin, Aji; Syafi’, Moh.; Fikri, Mumtazul; Marzuki, Marzuki
AT-TURATS Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v17i1.2801

Abstract

This study reviewed 53 articles on Islamic education ideological networks in Islamic boarding schools in Aceh, Indonesia. This systematic literature review used the PRISMA protocol with the steps of identification, screening, eligibility, inclusion, abstraction, and data analysis assisted by the Publish or Perish 7, Mendeley, VOSviewer, and NVIVO 12 Plus applications. The search results obtained 544 Scopus-indexed articles, then filtered and 53 articles remained. The topic finding were: Islamic education ideology network, Aceh, Islamic boarding school, concept of Islamic education ideology, impact of Islam education ideology, Islam, pesantren, Indonesia, Islamic moderation, dayah, boarding school, which are directly connected, and Indonesian pesantren, anti-Muslim racism, formal religious education, Islamic culture, ISIS, terrorism, inter-religious relationship, Islamic religious college, cyberterrorism, deradicalization, curriculum development, curriculum, and dayah scholars. The findings of the articles were analyzed according to the topics defined through NVIVO 12 Plus and the results were described based on the research questions. The research findings explain that the ideology of Islamic education in Islamic boarding schools is a system of values, ideas, beliefs, and culture that is the basis for determining curriculum, teacher management, and learning. The ideological networks of Islamic boarding schools in Aceh are reform-modernist, traditionalist-Ahlussunnah Waljamaah, and Salafi-Wahabi which are developed based on typology, affiliation, characteristics, and curriculum. The ideology of Islamic education in Islamic boarding schools affects teachers, leaders, curriculum, learning, and society.
Pendekatan Guru Dalam Mengoptimalkan Pengembangan Motorik Kasar Anak di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar Faridy, Faizatul; Fitri, Muliana; Fikri, Mumtazul
Jurnal Raudhah Vol 12, No 1 (2024): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v12i1.3353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan guru dalam mengembangkan motorik kasar anak di PAUD Bungong Seurune di Aceh Besar dan apa saja kendala yang dihadapi oleh guru dalam mengembangkan motorik kasar anak di PAUD Bungong Seurune di Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, hal ini dikarenakan guru yang akan diteliti adalah guru yang sebelumnya peneliti observasi dan wawancara ketika mengumpulkan data awal. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, pengorganisasian data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi kesimpulan. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa guru mengadopsi berbagai permainan bergerak, seperti lomba lari, merangkak di bawah renda, bermain bola, dan bermain balon, untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak-anak. Selain itu, melalui Pendekatan Seni Gerak, guru memperkenalkan gerakan dasar, cerita bergerak, senam tematik, imitasi, dan permainan gerak kelompok, menciptakan lingkungan pembelajaran yang kreatif dan merangsang. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan sumber daya, pengetahuan guru yang kurang memadai, diversitas kemampuan anak, dan tantangan dalam menarik perhatian anak-anak. Dalam menghadapi kendala-kendala ini, kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua serta pelatihan berkelanjutan untuk guru dianggap penting.
Strategi Guru PAI dalam Mengembangkan Karakter Mandiri Anak Tunagrahita di SLB YPPC Banda Aceh Khaira, Tazkirah; Jamali, Yusra; Fikri, Mumtazul; Sukino, Arief
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol. 12 No. 2 (2023): PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v12i2.19398

Abstract

Siswa tunagrahita merupakan salah satu siswa yang mengalami hambatan dalam intelektual di bawah rata-rata dan belum mampu melakukan aktivitas dengan sendirinya. SLB YPPC Banda Aceh merupakan pendidikan khusus yang bertujuan untuk membantu siswa berkebutuhan khusus dalam mengembangkan dan mengaktualisasikan potensinya, salah satunya mengembangkan karakter mandiri siswa. Dalam hal ini peran kepala sekolah dan guru sangat penting dalam mengembangkan karakter mandiri siswa. Tujuan penelitian (1) untuk mengetahui strategi guru PAI dalam mengembangkan karakter mandiri siswa tunagrahita di SLB YPPC Banda Aceh (2) untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran PAI dalam mengembangkan karakter mandiri siswa tunagrahita di SLB YPPC Banda Aceh dan (3) untuk mengetahui hasil pengembangan karakter mandiri siswa tunagrahita di SLB YPPC Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian ialah kepala sekolah, guru PAI, guru kelas dan siswa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat tiga strategi guru dalam mengembangkan karakter mandiri siswa tunagrahita di SLB YPPC Banda Aceh yaitu melalui keteladanan, melalui pembiasaan dan melalui pembelajaran bina diri. Kedua, dalam pelaksanaan pembelajaran PAI terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Ketiga, Hasil pengembangan karakter mandiri siswa tunagrahita di SLB YPPC Banda Aceh dalam pembelajaran PAI pada indikator Wudhu dan Shalat menunjukkan sudah mampu mempraktekkannya walaupun tidak maksimal, karena keterbatasan mereka yang masih memerlukan bimbingan guru.
Pembinaan Karakter Religius pada Peserta Didik di MIN 10 Kota Banda Aceh Al Mukhlisin, Muhammad Alief; Idris, Saifullah; Fikri, Mumtazul
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 4 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v4i1.41

Abstract

This study aims to analyze the forms of religious character, development strategies, and the obstacles and solutions in the internalization of religious values among students at MIN 10 Kota Banda Aceh. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The participants included the principal, teachers, and students selected through purposive sampling. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. The findings indicate that students’ religious character is reflected in habitual worship, respectful behavior, and social empathy. Character development is implemented through five main strategies: role modeling, spiritual storytelling, religious advice, habituation of religious practices, and thematic discussions, supported by QURMA programs and extended diniyah hours. Major challenges include limited human resources, time constraints, funding, and inconsistent family support. These challenges are addressed through managerial innovations, stakeholder collaboration, and strengthened communication. This study recommends a collaborative and culturally grounded model of religious character education for Islamic elementary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk karakter religius, strategi pembinaan, serta hambatan dan solusi dalam proses internalisasi nilai-nilai religius pada peserta didik di MIN 10 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter religius peserta didik terwujud melalui kebiasaan ibadah, sikap sopan santun, dan kepedulian sosial. Pembinaan dilakukan melalui lima strategi utama: keteladanan, kisah spiritual, nasihat agama, pembiasaan praktik keagamaan, dan diskusi tematik, yang diperkuat oleh program QURMA dan tambahan jam diniyah. Hambatan utama mencakup keterbatasan sumber daya manusia, waktu, dana, serta variasi dukungan keluarga. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui inovasi manajerial, sinergi antar pemangku kepentingan, dan penguatan komunikasi. Penelitian ini merekomendasikan model pembinaan karakter religius berbasis kolaboratif dan kearifan lokal untuk madrasah ibtidaiyah.
The Culture of Islamic Education in Dayah: A Holistic-Integrative Perspective Marzuki, Marzuki; Zulkhairi, Teuku; Suriana, Suriana; Fikri, Mumtazul; Hayati, Hayati
Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v11i2.49267

Abstract

Globally, there is a recognized need to develop resilient, culture-based educational models that effectively integrate traditional values with modern challenges. This study aimed to analyze the relationship between cultural elements and the educational system in Acehnese dayah (traditional Islamic boarding schools) by employing a holistic-integrative approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis at two major dayah in Aceh: Dayah Babussalam Al-Hanafiyyah and Dayah MUDI Mesra Samalanga. Findings reveal that the dayah educational system is intricately linked to seven cultural elements (e.g., knowledge, social organization, religion), forming a unique educational ecosystem. Key mechanisms, including the halaqah method, the use of classical Islamic texts (kitab kuning), and spiritual arts (zikir), facilitate the transmission of religious, social, and spiritual identity. This system both preserves classical Islamic values and demonstrates gradual adaptation to modernity. Islamic education in Acehnese dayah represents a resilient, culture-based learning model that successfully cultivates religious understanding alongside social and spiritual identity. This research offers a robust reference for contextual development of Islamic education, showing how traditional models can be strengthened by integrating local culture while effectively responding to modernization without abandoning their foundational roots.
ANALISIS VISUAL DESAIN KARAKTER SURTR PADA GAME ARKNIGHTS: VISUAL ANALYSIS OF SURTR CHARACTER DESIGN IN THE GAME ARKNIGHTS Fikri, Mumtazul
BARIK Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jdkv.v7i3.69862

Abstract

Indonesia menempati peringkat 4 sebagai negara dengan pengguna smartphone terbanyak didunia. Fakta tersebut, dapat menjadi indikasi bahwa mayoritas penduduk Indonesia menyenangi gim mobile, salah satunya Arknights. Arknights adalah gim strategi bergenre tower defense yang memiliki ratusan karakter dengan kelas yang beragam. Salah satu karakter yang menarik dari gim arknights adalah Surtr. Surtr adalah karakter yang terinspirasi dari sosok mitologi Nordik penanda kiamat bernama Surtr. Berbeda dari sosok Surtr dari mitologi Nordik, karakter Surtr dari gim Arknights digambarkan sebagai perempuan yang membuat karakter ini menarik untuk dikaji lebih dalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ciri-ciri dan pemaknaan visual karakter Surtr dari gim Arknights. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif menggunakan tahapan tinjauan desain dan semiotika Roland Barthes. Hasil yang didapat dari penelitian ini, diketahui bahwa karakter Surtr melalui proses perubahan gender yang disebut Nyotaika. Karakter Surtr didesain mengenakan pakaian gotik lolita berwarna hitam dengan atribut rambut dan pedang besar berwarna merah. Desain tersebut membuat karakter Surtr memiliki dualisme makna bahwa Surtr adalah karakter seksi dan menarik, namun juga berbahaya dan mematikan. Indonesia ranks 4th as the country with the most smartphone users in the world. This fact can be an indication that the majority of the Indonesian population enjoys mobile games, one of which is Arknights. Arknights is a tower defense strategy game that has hundreds of characters with various classes. One of the interesting characters from the Arknights game is Surtr. Surtr is a character inspired by the Nordic mythological figure of the doomsday marker named Surtr. Unlike the figure of Surtr from Nordic mythology, Surtr from Arknights is depicted as a woman, which makes this character interesting to study more deeply. The purpose of this study is to describe the characteristics and visual meaning of the character Surtr from the Arknights game. This research uses a qualitative descriptive analysis method using the stages of design review and Roland Barthes semiotics. The results obtained from this research show that Surtr's character goes through a gender change process called Nyotaika. Surtr's character is designed wearing a black gothic lolita outfit with red hair and a big sword. The design makes Surtr's character have a dualism of meaning that Surtr is a sexy and attractive character, but also dangerous and deadly.
Strategies For Independent Character Development in Children With Mental Disabilities at Uswatun Hasanah Aceh Foundation: (Case Study) Muniruddin, Muniruddin; Suyanta, Sri; Fikri, Mumtazul
Jurnal Ilmiah Teunuleh Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Teunuleh
Publisher : Teunuleh Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51612/teunuleh.v6i4.215

Abstract

This study aims to examine strategies for fostering independent character in children with intellectual disabilities at the Uswatun Hasanah Orphanage in Aceh. A qualitative descriptive approach was employed, using data collection techniques such as interviews, observation, and documentation. The research subjects included the orphanage's management, caregiving teachers, and children with special needs. The findings reveal that the character development strategies involve the application of habituation, role modeling, and positive reinforcement methods. The content of character education focuses on daily religious practices, moral behavior, and physical and social skills. The assessment of character development is conducted holistically, flexibly, and contextually, involving cross-sector collaboration with government institutions and professionals. Major challenges include the diverse conditions of the children, limited family support, the constrained capacity of educators, and financial limitations. To address these issues, the orphanage implements individualized approaches, a tiered and inclusive mentoring system, cross-sector collaboration, and partnerships with private donors. This study recommends the development of adaptive, systemic, and sustainable strategies to optimally foster independence in children with intellectual disabilities.