Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

DAMPAK PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA SELAMA PANDEMIC COVID 19 Rahma Rahma; Nanda Safarati
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12, No 1 (2021): Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran secara daring adalah salah satu alternatif yang dapat mengatasi permasalahan gangguan proses pembelajaran secara konvensional selama pademi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara detail bagaimana kondisi objektif motivasi yang dialami mahasiswa dalam pembelajaran daring pada masa pandemic Covid-19. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan melibatkan 20 mahasiswa pada program studi Pendidikan Fisika Universitas Almuslim. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik survey dibuat dalam google form agar mudah diakses oleh mahasiswa dengan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa sangat baik, hal itu didapatkan dari skor presentase motivasi tersebut yang berjumlah 83.22 %. Dapat disimpulakan pembelajaran daring mampu meningkatkan motivasi dan minat, kemandirian belajar, keberanian mengemukakan gagasan dan pertanyaan.Kata-kata kunci: pembelajaran daring, motivasi, dampak covid
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN GURU FISIKA SMA DI LINGKUNGAN KABUPATEN BIREUEN DALAM MELAKUKAN PRAKTIKUM FISIKA Nanda Safarati; Fatma Zuhra; Fatimah Fatimah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4756

Abstract

Mata pelajaran fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang tidak disenangi oleh siswa, dengan alasan fisika itu susah, sulit dimengerti, membosankan dan berbagai macam asumsi yang muncul tentang mata pelajaran fisika. Untuk dapat mengatasi hal ini, maka seorang guru harus bisa menggunakan model maupun metode pembelajaran yang dapat menarik minat para siswa untuk belajar Fisika. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah melaksanakan praktikum untuk materi-materi yang mengharuskan praktikum. Namun, dalam melakukan praktikum, masih banyak guru yang kurang berpengalaman. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi Pendidikan Fisika mencoba melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan praktikum bagi guru fisika SMA di Kabupaten Bireuen dalam melakukan praktikum terkait materi fisika. Kegiatan ini dilakukan agar guru fisika lebih kreatif dalam menjelaskan materi fisika melalui praktikum. Dalam kegiatan ini, tim juga menjelaskan banyak hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan praktikum. Seperti menentukan tujuan praktikum, mempersiapkan alat yang akan digunakan menyusun langkah-langkah yang akan dilaksanakan dalam praktikum, menyediakan LKPD, membimbing siswa bagaimana melakukan praktikum yang baik, menyajikan data dan membuat kesimpulan hasil praktikum. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini menggunakan guru SMA di lingkungan Kabupaten Bireuen sebagai subjek pengabdian. Dalam mengikuti kegiatan ini, guru terlihat antusias dan bersemangat dalam melakukan kegiatan praktikum. Selain itu, guru sudah lebih terampil dalam menyusun dan mengembangkan LKPD yang nantinya bisa digunakan dalam pembelajaran fisika
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCIENTIFIC INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MAN PEUSANGAN PADA POKOK BAHASAN GERAK VERTIKAL Nanda Safarati
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 5 (2017)
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MAN Peusangan  pada pokok bahasan gerak vertikal. Jenis Penelitian ini adalah quasi eksperimen. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian adalah cluster random sampling sehinga terpilih dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan adalah instrument hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh  bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan, dibuktikan dengan hasil postes kelas eksperimen 84 sedangkan kelas kontrol 78 dan  berdasarkan hasil uji hipotesis yang menunjukkan bahwa  thitung > ttabel  dengan nilai  3,03 > 1,67, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis kerja (Ha) diterima. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran Scientific Inquiry terhadap peningkatan hasil belajar siswa lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan model Konvensional  sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Scientific Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: Model Scientific Inquiry, Hasil Belajar, Gerak Vertikal
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD MENGGUNAKAN MEDIA SIMULASI PhET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA Nanda Safarati
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya prestasi belajar siswa dan aktivitas guru yang jarang menerapkan media pembelajaran dan kurang tepatnya strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran merupakan salah satu masalah yang mendasar di SMA Negeri 2 Peusangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) peningkatan prestasi belajar siswa; 2) aktivitas guru dan siswa; 3) respon siswa melalui penerapan model kooperatif learning menggunakan media PhET pada materi fluida statis di SMA Negeri 2 Peusangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA4 SMA Negeri 2 Peusangan yaitu 29 siswa pada semester genap tahun ajaran 2018/2019. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, angket. Teknik analisis data menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) penerapan model kooperatif tipe dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada setiap siklusnya. Siklus I 45%, siklus II 77%, dan siklus III 95%; 2) aktivitas guru pada siklus I 78%, siklus II 81% dan siklus III 90%, sedangkan aktivitas siswa pada siklus I 73%, siklus II 76%, dan siklus III 88%; dan 3) respon siswa melalui media animasi. Kata kunci: Model kooperatif tipe STAD, kemampuan kognitif, media PhET
Analysis of Students' Understanding of Concepts on Momentum and Impulse Material Using Research-Based Learning (RBL) Models Nanda Safarati; Rahma Rahma
Indonesian Review of Physics (IRiP) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/irip.v3i1.1944

Abstract

This study aims to analyze students' understanding of concepts in the material of momentum and impulses using research-based learning (RBL) models. This type of research is quantitative research with a descriptive approach. The population in this study were students of class XI of SMA 3 Bireuen, the subjects in this study were students of class XI2 of SMA 3 Bireuen as many as 30 students. The results of this study indicate that 30 students in class XI2. 53.3% of students in the category understood the concept, 20% students in the guessing category and 26.7% students in the don't understand the category. This shows students will better understand the concepts of momentum and impulses by using research-based learning models.
Peningkatan Kemampuan Berhitung Permulaan Melalui Metode Jaritmatika Pada Kelompok A Di TK Tunas Harapan Dewantara Suryany Suryany; Rudy Juli Saputra; Nanda Safarati
Jurnal Pendidikan Guru Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Guru Anak Usia Dini (JUPEGU-AUD)
Publisher : Pendidikan PG-PAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berhitung permulaan anak pada kelompok A di TK Tunas Harapan masih rendah. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak adalah dengan menggunakan metode jaritmatika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan melalui metode jaritmatika pada kelompok A di TK Tunas Harapan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa unjuk kerja yang dikaitkan dengan penjelasan rubrik penilaian dan obeservasi selanjutnya dianalisis dengan metode kualitatif. Adapun keberhasilan unjuk kerja anak siklus I diperoleh data anak yang tuntas sebanyak 4 anak, kemudian pada siklus II diperoleh data bahwa anak yang tuntas meningkat yaitu sebanyak 9 anak dengan persentase 90%. Hasil analisis observasi aktivitas guru siklus I diperoleh skor persentase guru yaitu 70% dan aktivitas anak 55%. Pada siklus II observasi guru meningkat dengan skor persentase 88% dan observasi anak juga meningkat menjadi 84%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode jaritmatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak pada kelompok A di TK Tunas Harapan
Upaya Peningkatan Kemampuan Kreativitas Melalui Kegiatan Mencap Dengan Menggunakan Bahan Alam Pada Kelompok B2 (5-6 Tahun) Anita; Nanda Safarati; Dwi Adhinda Junaidi Putri
Jurnal Pendidikan Guru Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Guru Anak Usia Dini (JUPEGU-AUD)
Publisher : Pendidikan PG-PAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas anak dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas anak adalah dengan kegiatan mencap dengan menggunakan bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak kelompok B2 (5-6 Tahun) di TK Negeri Ruhul Fata. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa unjuk kerja yang dikaitkan dengan penjelasan rubrik penilaian dan obeservasi. Selanjutnya dianalisis dengan metode kualitatif. Keberhasilan hasil tes akhir unjuk kerja anak yang tuntas di siklus I yaitu 7 anak dengan persentase 50% dan meningkat di siklus ke II anak yang tuntas mencapai 12 anak dengan persentase 86%. Setelah dihitung persentase maka keberhasilan tes akhir unjuk kerja anak siklus II dinyatakan tuntas sesuai dengan kriteria ketuntasan dikatakan berhasil apabila mencapai ≥80%. Hasil analisis observasi aktivitas guru siklus I diperoleh skor persentase yaitu 70% taraf keberhasilan kriteria ”Baik”, dan meningkat di siklus ke II dengan skor 93% taraf keberhasilan kriteria ”Sangat Baik”. Pada hasil observasi aktivitas anak siklus I mencapai 55%, hasil tersebut menunjukkan taraf keberhasilan kriteria ”Cukup”, dan meningkat di siklus ke II menjadi 87% taraf keberhasilan kriteria “Sangat Baik”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan mencap dengan menggunakan bahan alam dapat meningkatkan kemampuan kreatifitas anak pada kelompok B2 (5-6 Tahun) di TK Negeri Ruhul Fata Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen.
LITERATURE REVIEW: PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH MENENGAH Nanda Safarati; Fatma Zuhra
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji artikel-artikel ilmiah yang relevan dan berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah menengah, yaitu pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan pada jenjang sekolah menengah atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review (tinjauan pustaka). literature review diperoleh dari artikel terbitan 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2018 hingga 2022. Pencarian literatur difokuskan pada kata kunci “Pembelajaran berdiferensiasi” sehingga total artikel yang diperoleh sebanyak 1610 artikel, untuk penelitian pada jenjang SD, SMP dan SMA, yang diakses menggunakan google scolar. Namun, karena literature review artikel ini untuk mengetahui penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah menengah pada tingkat SMP dan SMA, maka dari jumlah total artikel yang didapatkan, penulis melakukan identifikasi dan pemilihan data yang sesuai. Sehingga hasil screening diperoleh sebanyak 16 artikel yang sesuai dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil analisis literature review, maka disimpulkan a) pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan pada jenjang sekolah menengah; (b) pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa; (c) pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan dalam semua pembelajaran dengan mengakomodir kebutuhan belajar siswa, (d) Instrumen yang digunakan dalam penelitian pembelajaran berdiferensiasi lebih dominan untuk mengukur hasil belajar siswa Kata-kata kunci: Pembelajaran, Berdiferensiasi, Sekolah Menengah.
Model Pembelajaran STEAM Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Peusangan Rosdiana Rosdiana; Marnita Marnita; Nanda Safarati
JEMAS : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 3 No. 2 (2022): September| Jurnal Edukasi Matematika dan Sains |
Publisher : Program studi Pendidikan Fiska

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa dengan menggunakan metode STEAM pada materi Gerak Lurus Berubah Beraturan kelas X SMA Negeri 2 Peusangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA5 berjumlah 25 orang siswa, semester ganjil tahun 2022/2023. Dari hasil tes siklus 1 diperoleh data siswa yang mendapatkan skor ≥ 65 adalah 64%, sedangkan pada siklus II diperoleh 92 %. Dari hasil tersebut terjadi peningkatan sebesar 28%. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I adalah 82,25% meningkat menjadi 95,3% pada siklus II. Sedangkan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I adalah 77,65% meningkat menjadi 93,8% pada siklus II termasuk ke dalam kategori sangat baik. Dengan demikian kriteria keberhasilan belajar dan proses pembelajaran siklus II sudah berhasil menggunakan model pembelajaran STEAM. Hal ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STEAM yang telah dilaksanakan dapat meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa pada materi Gerak Lurus Berubah Beraturan kelas X IPA5 SMA Negeri 2 Peusangan.
LITERATURE REVIEW: PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH MENENGAH Nanda Safarati; Fatma Zuhra
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji artikel-artikel ilmiah yang relevan dan berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah menengah, yaitu pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan pada jenjang sekolah menengah atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review (tinjauan pustaka). literature review diperoleh dari artikel terbitan 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2018 hingga 2022. Pencarian literatur difokuskan pada kata kunci “Pembelajaran berdiferensiasi” sehingga total artikel yang diperoleh sebanyak 1610 artikel, untuk penelitian pada jenjang SD, SMP dan SMA, yang diakses menggunakan google scolar. Namun, karena literature review artikel ini untuk mengetahui penerapanpembelajaran berdiferensiasi di sekolah menengah pada tingkat SMP dan SMA, maka dari jumlah total artikel yang didapatkan, penulis melakukan identifikasi dan pemilihan data yang sesuai. Sehingga hasil screening diperoleh sebanyak 16 artikel yang sesuai dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil analisis literature review, maka disimpulkan a) pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan pada jenjang sekolah menengah; (b) pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa; (c) pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan dalam semua pembelajaran dengan mengakomodir kebutuhan belajar siswa, (d) Instrumen yang digunakan dalam penelitian pembelajaran berdiferensiasi lebih dominan untuk mengukur hasil belajar siswa