Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN VIDEO EDUKASI HIWAI BERBASIS CANVA TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA DAN PEMAHAMAN TEMA DI RA PERWANIDA SAMPIT Siska Hairiyanti Siska; Chandra Anugrah Putra; Fathul Zannah
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bitnet.v11i2.11788

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat menuntut adanya media pendidikan yang inovatif, khususnya di Pendidikan Anak Usia Dini (RA), untuk mengoptimalkan kemampuan berbahasa dan pemahaman tematik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis efektivitas video edukasi berbasis Canva tentang HIWAI (tayangan gambar(statis) kartun berseri yang dibuat dalam video edukasi yang berisi cerita tentang kearifan lokal masyarakat Kalimantan) dalam meningkatkan kompetensi berbahasa dan pemahaman tema anak di RA Perwanida Sampit. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, langkah-langkah yang diperlukan meliputi analisis,desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian dengan rata-rata keseluruhan 89% pada hasil validasi dari ahli materi, ahli Bahasa dan ahli media. Pada uji efisiensi,kepraktisan dan keefektivan memperoleh hasil 90,67% di uji kelompok besar dan uji kelompok kecil. Hal ini menunjukkan bahwa video edukasi HIWAI berbasis Canva yang divalidasi oleh para ahli sebagai sangat layak dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran,yang dibuktikan dengan peningkatan signifikan pada kemampuan berbahasa dan pemahaman tematik anak setelah implementasi media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa video yang dikembangkan adalah solusi yang efektif dan tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memberikan guru alat atau media pembelajaran yang menarik dan inovatif, serta secara efektif mempromosikan hasil belajar utama.
Development and Preliminary Evaluation of the Betang Transparent Card for Teaching Fraction Addition with Unlike Denominators in Elementary School Franatha, Edy; Putra, Chandra Anugrah; Misyanto, Misyanto
Reflection Journal Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rj.v6i2.5277

Abstract

This study aimed to develop the Betang Transparent Card learning medium for teaching the addition of fractions with unlike denominators to fifth-grade elementary school students and to examine its feasibility, practicality, and preliminary effectiveness. The study employed a Research and Development approach using the ADDIE model, which comprises analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research was conducted at SD Negeri 2 Karang Tunggal during the 2025/2026 academic year. The participants included six students in the limited trial and 18 students in the effectiveness assessment. Product validation involved a subject matter expert, a media expert, and a language expert. Data were collected using expert validation sheets, a student response questionnaire, classroom observations, and pretest and posttest assessments. The results showed feasibility scores of 93.33% from the subject matter expert, 96.47% from the media expert, and 100% from the language expert, all of which were classified as highly feasible. The student response score reached 90%, indicating a high level of practicality. The mean achievement score increased from 66.7 on the pretest to 87.8 on the posttest, with an N-gain score of 0.63 in the moderate category. These findings provide preliminary evidence that the Betang Transparent Card medium is feasible, practical, and potentially useful for supporting students’ understanding of equivalent fractions and the addition of fractions with unlike denominators. Further studies involving larger samples and comparison groups are required to establish its effectiveness more conclusively.
Guardian Of Gambut: Media Digital Interaktif Berbasis Etnosains Lahan Gambut untuk Meningkatkan Berpikir Kritis, Literasi Sains, dan Sikap Peduli Lingkungan Mohamad Nor Aufa; Gusti Nida Nurkhaliza; Chandra Anugrah Putra; Muqor Rama Hasanah; Muhammad Hasbie; Rahmadi; Hendra
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 9 No. 1 (2026): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/qv3bg765

Abstract

This study aimed to develop and examine the effectiveness of an ethnoscience-based interactive digital media on peatland issues entitled Guardian of Gambut for the topic of Ecosystems and Biodiversity in junior high school. The study was motivated by students’ low critical thinking skills and scientific literacy, as well as their limited environmental awareness due to science instruction that remains focused on memorization and lacks contextualization to local ecological issues. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, followed by a quasi-experimental pretest–posttest control group design. The participants were students of class VIIB as the control group and VIIC as the experimental group at SMP Muhammadiyah Palangka Raya. The findings indicate that the developed media was categorized as very valid and highly practical, and proven effective in improving students’ critical thinking skills, scientific literacy, and environmental care attitudes. The experimental group demonstrated higher improvement than the control group, with significant differences and a large effect size. In conclusion, the Guardian of Gambut interactive digital media is valid, practical, and effective in enhancing students’ cognitive and affective competencies through contextual ethnoscience-based science learning.   Keywords: Critical Thinking, Environmental Care Attitude, Interactive Digital Media, Peatland Ethnoscience, Scientific Literacy
Hubungan Intensitas Belajar dan Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di SDN 6 Menteng Palangka Raya Nopie, Nopie; Putra, Chandra Anugrah; Misyanto, Misyanto
Reflection Journal Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/xqbw8968

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan parsial dan simultan antara intensitas belajar dan disiplin belajar terhadap hasil belajar matematika siswa di SDN 6 Menteng Palangka Raya. Menggunakan pendekatan kuantitatif metode korelasional, penelitian ini melibatkan 55 siswa kelas V sebagai sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari total populasi 337 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan korelasi ganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas belajar 54,80 dan disiplin belajar 41,96 (kategori sedang), serta hasil belajar matematika 68,18 (kategori baik). Hasil uji-t menunjukkan nilai hitung untuk intensitas belajar 2,674 dan disiplin belajar 2,709, yang keduanya melebihi nilai t tabel 2,006. Secara simultan, nilai F hitung 67,317 lebih besar dari F tabel 3,175. Koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square 0,721 atau 72%. Dapat disimpulkan bahwa intensitas belajar dan disiplin belajar memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan disiplin dan pengelolaan waktu belajar yang baik sebagai strategi utama dalam meningkatkan prestasi akademik siswa. The Relationship Between Learning Intensity and Learning Discipline on Students' Mathematics Learning Outcomes at SDN 6 Menteng Palangka Raya This study aims to analyze the partial and simultaneous relationships between learning intensity and learning discipline on students' mathematics learning outcomes at SDN 6 Menteng, Palangka Raya. Using a quantitative correlational approach, the study involved 55 fifth-grade students selected through purposive sampling from a total population of 337 students. Data were collected through questionnaires and documentation, then analyzed using multiple correlations using SPSS. The results showed an average learning intensity of 54.80, learning discipline of 41.96 (moderate category), and mathematics learning outcomes of 68.18 (good category). The t-test results showed a calculated value for learning intensity of 2.674 and learning discipline of 2.709, both of which exceeded the t-table value of 2.006. Simultaneously, the calculated F-value of 67.317 was greater than the F-table value of 3.175. The coefficient of determination showed an R-square of 0.721, or 72%. It can be concluded that learning intensity and learning discipline have a positive and significant relationship on mathematics learning outcomes. This finding emphasizes the importance of implementing discipline and good study time management as the main strategy in improving students' academic achievement
Development of the KAI Model (Collaborative, Adaptive, Individual) to Improve Elementary School Students’ Literacy Supraptini, Caecillia; Putra, Chandra Anugrah; Hendri, Hendri
Reflection Journal Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sc3bwe47

Abstract

This study developed the KAI Model, an instructional innovation integrating collaborative, adaptive, and individual learning to improve literacy instruction at SD Negeri Balai Riam. The study was motivated by classroom conditions in which literacy learning remained largely teacher-centered, learning strategies were limited, and students showed varied reading abilities. Using a Research and Development design with the 4D model consisting of define, design, develop, and disseminate stages, this study produced a literacy learning model, teaching module, student worksheets, and assessment instruments for Grade IV Indonesian language learning. Data were collected through observation, interviews, expert validation, teacher and student responses, and pretest-posttest assessment. The results show that the KAI Model was highly feasible, with expert validation scores of 90% for media feasibility, 100% for material feasibility, 83.3% for language feasibility, and an overall average of 91.1%. Classroom implementation indicated that the model could be applied systematically through orientation, collaborative text discussion, adaptive task differentiation, individual literacy work, and reflection. The model also received positive responses from teachers and students because it encouraged active participation, peer discussion, motivation, and independent learning. Its effectiveness was demonstrated by an increase in students’ average literacy score from 55.7 in the pretest to 77.2 in the posttest, with a moderate N-Gain of approximately 0.49. These findings indicate that the KAI Model is valid, practical, and effective as a contextual literacy learning model for elementary schools.
Development of Barinjam Learning Media for Algebraic Expression Operations at SMP Negeri 1 Permata Kecubung Novantoro, Taufik; Putra, Chandra Anugrah; Misyanto, Misyanto; Elhawwa, Tazkiyatunnafs
Reflection Journal Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ntcatq02

Abstract

Algebra is a fundamental topic in junior secondary mathematics, yet many Grade VII students experience difficulty because algebraic operations require a transition from concrete arithmetic thinking to abstract symbolic reasoning. This study aimed to develop and validate BARINJAM, or Board Algebra Operations Joyful Activity in Mathematics, as a concrete, low-cost, offline, and culturally contextualized learning medium for algebraic operations at SMP Negeri 1 Permata Kecubung. The study employed a research and development design using the ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The participants were 33 Grade VII students from classes VII A and VII B, one mathematics teacher, and three expert validators in material, media, and language. Data were collected through expert validation sheets, teacher and student response questionnaires, observation, and documentation. The data were analyzed descriptively by converting validation and response scores into percentages. The results showed that BARINJAM met the feasibility criteria, with material expert validation reaching 100%, media expert validation reaching 80.38%, and language expert validation reaching 100%. The small-scale trial showed a teacher response of 94.73% and a student response of 88%, while the large-scale trial after revision showed an increased teacher response of 98.68% and a student response of 89.24%. These findings indicate that BARINJAM is feasible and practical for supporting Grade VII algebra learning. The media helps represent variables, constants, positive and negative terms, and algebraic operations through concrete manipulation. Further research is needed to examine its effectiveness using complete pretest-posttest data, gain analysis, and statistical testing.
Pengembangan LKPD Berbasis EtnomatematikaTalawang Kalimantan Tengah Sebagai Sarana MelatihKemampuan Pemecahan Masalah Fauzana, Ulfia; Putra, Chandra Anugrah; Hendri, Hendri
Reflection Journal Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1tvaw472

Abstract

Pendidikan matematika pada jenjang sekolah dasar memegang peranan penting sebagai dasar pembentukan daya nalar dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika perisai Talawang Kalimantan Tengah sebagai sarana melatih kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V SD yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek uji coba adalah 17 peserta didik kelas V SDIT Al-Qonita Palangka Raya. Kemampuan pemecahan masalah diukur menggunakan indikator Polya: memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan melihat kembali. Hasil menunjukkan bahwa LKPD memenuhi kriteria valid (rata-rata skor validasi ahli 4,83), praktis (skor respons peserta didik 4,54), dan efektif dengan ketuntasan klasikal 82,35% yang termasuk kriteria "Efektif" (75% ≤ p < 90%). LKPD berbasis etnomatematika Talawang terbukti efektif dalam melatih kemampuan pemecahan masalah melalui tahapan Polya pada konteks budaya lokal Kalimantan Tengah. Development of Ethnomathematics-Based Student Worksheets of Central Kalimantan Talawang as a Means to Train Problem-Solving Skills for Grade V Elementary School Students Mathematics education at the elementary school level plays a critical role as the foundation for developing students' reasoning and problem-solving skills. This study aims to develop an ethnomathematics-based Student Worksheet (LKPD) utilizing the Talawang shield of Central Kalimantan as a means to train problem-solving skills for Grade V elementary school students, meeting valid, practical, and effective criteria. This study employs the R&D method with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Trial subjects were 17 Grade V students of SDIT Al-Qonita, Palangka Raya. Problem-solving abilities were measured using Polya's four indicators: understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, and looking back. Results show the LKPD is valid (average expert validation score 4.83), practical (student response score 4.54), and effective with a classical completeness rate of 82.35%, falling within the "Effective" criterion (75% ≤ p < 90%). The Talawang ethnomathematics-based LKPD effectively trains students' problem-solving skills through Polya's stages within the local cultural context of Central Kalimantan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI DAERAH BLANK SPOT: TANTANGAN DAN STRATEGI GURU KELAS RENDAH DI SDN 5 MENTAYA SEBERANG Hindun Masitah; Chandra Anugrah Putra; Muhammad Noor Fitriyanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4655

Abstract

Kosakata Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, namun pemerataannya masih menghadapi tantangan besar, terutama di wilayah blank spot yang tidak memiliki akses internet. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis teknologi informasi (TI), mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menganalisis strategi adaptif guru dalam mengatasi keterbatasan di SDN 5 Mentaya Seberang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis TI di SDN 5 Mentaya Seberang dilaksanakan secara offline dengan memanfaatkan perangkat sederhana seperti laptop, proyektor, dan flashdisk berisi materi digital yang disiapkan sebelumnya. Guru mampu mengadaptasi pembelajaran dengan pendekatan low-tech learning melalui modifikasi bahan ajar digital menjadi bentuk cetak, integrasi media digital dengan sumber belajar lokal, serta kolaborasi antar guru dalam pengembangan media pembelajaran. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital siswa dan orang tua, serta minimnya dukungan kebijakan pendidikan. Meskipun demikian, strategi adaptif guru berhasil meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konseptual, dan membangun budaya sekolah yang inovatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kemampuan guru mengontekstualisasikan teknologi secara kreatif dan manusiawi sesuai dengan kondisi lokal. Model low-tech learning terbukti menjadi solusi efektif untuk mengembangkan pembelajaran berbasis TI di daerah tanpa jaringan internet. Temuan ini merekomendasikan pentingnya dukungan kebijakan berbasis konteks serta pelatihan guru yang menekankan pemberdayaan teknologi sederhana untuk mewujudkan transformasi digital pendidikan yang berkeadilan di wilayah rural Indonesia.
Pelatihan Tenaga Penilai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tıpe A di Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA) Tenggarong, Kalimantan Timur Dibyo Waskito Guntoro; Chandra Anugrah Putra; Muhammad Subandi; Abdussalam Abdussalam; Irmadatus Sholekhah; Irvan Mahendra
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v4i1.12906

Abstract

Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A menjadi instrumen strategis dalam perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang memiliki pengalaman kerja atau pembelajaran nonformal. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kompetensi dan profesionalitas tim penilai dalam melakukan asesmen portofolio calon mahasiswa. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Tim RPL, Tim Penilai, dan Tim Komite dari 6 program studi di UNIKARTA dalam menyelenggarakan asesmen RPL Tipe A yang akuntabel dan berstandar nasional. Metode: Pelatihan dilaksanakan selama dua hari (13–14 April 2026) dengan metode ceramah interaktif, diskusi kasus, dan praktik penilaian portofolio. Efektivitas pelatihan diukur melalui pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan perangkat lunak jamovi (versi 2.6). Hasil: Terdapat 23 peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 49,15 pada pre-test menjadi 57,86 pada post-test. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai statistik t = -2,082 dengan derajat kebebasan (df) = 22 dan nilai p = 0,050 (batas signifikansi 5%). Meskipun nilai p berada tepat pada ambang batas signifikansi, peningkatan kompetensi peserta secara deskriptif cukup bermakna. Kesimpulan: Pelatihan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman peserta tentang mekanisme asesmen RPL Tipe A, meskipun masih diperlukan penguatan lanjutan untuk mencapai hasil yang lebih optimal secara statistik.
Factor Analysis of Student Learning Difficulties Using Powerpoint Media Chandra Anugrah Putra; M. Sumardy
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2023): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v9i1.6596

Abstract

This learning media is useful for teachers because using media as a tool can help teachers explain the material being conveyed to students. Public Vocational Secondary School-2 Kasongan has sufficient facilities such as LCDs, laptops, and computers, but teachers do not utilize the existing facilities. Therefore, teachers must be able to create interesting learning using PowerPoint media so that students are interested in following the learning provided by the teacher. This research aims to determine the factors influencing students' difficulties using Microsoft PowerPoint. This research was conducted at Public Vocational Secondary School -2 Kasongan. The research object was the class data analysis process, checking data validity. The results of this research show that the factors that influence the difficulty in using Microsoft PowerPoint at Public Vocational Secondary School-2 Kasongan are: 1) several students are technologically clueless and have knowledge of the basics of PowerPoint. 2) Students do not understand the function of using PowerPoint features. 3) Lack of creative ideas and creativity in creating attractive PowerPoint designs.