Claim Missing Document
Check
Articles

PELAYANAN HOME CARE : PERAWATAN LUKA TERHADAP PENERIMAAN DIRI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Dyah Restuning Prihati; Heny Prasetyorini
Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikk.v7i1.2619

Abstract

Background: Home care is a health service that is carried out by professionals in the patient's residence with the aim of helping to fulfil the patient's needs in overcoming health problems. Patients with type 2 diabetes mellitus will experience changes in themselves. Each individual responds and has different perceptions of these changes. The purpose of this study was to analyse the self-acceptance of type II Diabetes Mellitus patients after being given home care services: wound care. This research method is a quasi-experimental one-group pre-post test with home care service intervention: wound care. The instrument to measure foot care behaviour used the acceptance of illness scale (AIS) questionnaire. The results showed that before being given home care services: wound care the majority experienced low self-acceptance of 19 respondents (63.3%). While after being given home care services: wound care the majority experienced moderate self-acceptance of 12 respondents (40%). Data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test obtained a p-value of 0.002 so that the p-value <0.05 there is a difference in foot care behaviour before and after family support-based foot care education is given to respondents. Conclusion: The results showed that there were differences in self-acceptance before and after home care services: wound care.
Promosi Koping terhadap Penurunan Stres pada Pasien Tuberkulosis Paru Zakiyatul; Dyah Restuning Prihati; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2026
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/fx5qxd80

Abstract

Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Pengobatan TB membutuhkan waktu yang cukup panjang serta penggunaan obat-obatan yang dapat menimbulkan efek samping. Kondisi ini sering kali menyebabkan timbulnya stres pada pasien. Selain itu, tekanan psikologis yang dirasakan akibat depresi dan stigma sosial dari lingkungan sekitar dapat memperburuk kondisi mental pasien dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi koping terhadap penurunan tingkat stres pada pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Slawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dan metode ex post facto. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 15 orang yang menjalani pengobatan TB di poli penyakit dalam serta pelaksanaan penelitian selama dua bulan. Alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat stres adalah Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi promosi koping, sebagian besar responden mengalami tingkat stres sangat berat (60%). Namun, setelah intervensi diberikan, sebanyak 93,3% responden menunjukkan tingkat stres dalam kategori normal. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi koping terhadap penurunan tingkat stres pada pasien TB paru. Temuan ini menunjukkan bahwa promosi koping dapat menjadi strategi intervensi efektif untuk mengelola stres pada pasien TB. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman emosional pasien, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam atau studi fenomenologi, guna menggali makna koping dan stres dari perspektif pasien itu sendiri.