Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS DIMENSI SETTLING POND PADA AREA KATHRYN BLOK SOROWAKO PT VALE INDONESIA TBK: DIMENSIONAL ANALYSIS OF SETTLING POND IN KATHRYN AREA SOROWAKO BLOCK PT VALE INDONESIA TBK BR Bagariang, Marsella; Sukmawatie, Neny; Fidayanti, Neny; Indrajaya, Fahrul; Saptawartono
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 25 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v25i1.19408

Abstract

PT Vale Tbk Indonesia terletak dikecamatan Nuha kabupaten Luwu Timur provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel. Sistem penambangannya menggunakan metode open cast. Aktivitas penambangan tersebut mengakibatkan banyaknya bukaan lahan, sehingga ketika hujan volume air yang masuk ke dalam tambang cukup besar, dengan demikian akan menghambat dan menjadi kendala dalam proses penambangan maka untuk mengatisipasinya dibuatlah settling pond. Debit air limpasan pada area ini yaitu sebesar atau 4.001.431,68 m3/hari dihitung menggunakan metode rasional dengan memperhitungkan intensitas curah hujan sebesar 43,70 mm/jam dan luas daerah tangkapan hujan seluas 655,948 Ha dan koefisien limpasan 0,58. Berdasarkan perhitungan debit limpasan, diketahui bahwa settling pond aktual dengan total volume 60.045,26 m³ tidak mampu menampung debit air yang masuk, terutama saat curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan meluapnya air dan tidak optimalnya proses pengendapan lumpur. Maka dari itu, dibuatlah rekomendasi settling pond yang sesuai dengan debit air yang masuk dengan paramater debit limpasan sebesar atau 4.001.431,68 m3/hari dan kecepatan pengendapan 0,93 m/jam didapatkan luas settling pond sebesar 17,9 Ha. Kata kunci: Intensitas Curah Hujan, Koefisien Limpasan, Catchment Area, Settling Pond
ANALISIS DEBIT PEMOMPAAN DI SUMP CENDANA SELATAN PT. BHUMI RANTAU ENERGI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Simanjuntak, Eppi Marina; Indrajaya , Fahrul; Novalisae, Novalisae
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, Oktober 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jt.v8i1.10916

Abstract

PT Bhumi Rantau Energi is one of the mining companies engaged in coal with a surface mining method, which forms a basin on the surface so that it has the potential to cause water ingress into the mining pit area. The mining direction of PT Bhumi Rantau Energi is towards seam G precisely in the south sandalwood sump, for this reason it is necessary to maintain the water elevation in the sump so as not to overflow, reduce and drain the water in the sump because there will be coal mining activities in the south sandalwood sump area. For this reason, it is necessary to know the pumping discharge needed to cope with the water entering the south sandalwood sump. Measurement of pumping discharge is carried out by the discharge method, namely using an L-shaped measuring instrument at the pumping outlet so that the discharge of the DND 200-MHX pump is 397.90 m3 / hour with an efficiency of 76% while the MF 420-EXH pump is 493.69 m3 / hour with an efficiency of 70%.  Based on the results of the pumping analysis, to maximize the pumping discharge, it is necessary to operate the pump simultaneously which aims to produce a maximum pumping discharge in dealing with water in the south sandal sump, and it is necessary to carry out pumping maintenance so that the resulting pumping discharge is greater.  
Analisis Kebutuhan Pompa di Sump Pit Cendana Selatan PT. Bhumi Rantau Energi Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan Eppi Marina Simanjuntak; Fahrul Indrajaya; Novalisae Novalisae
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 2 No. 1 (2023): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v2i1.55

Abstract

PT. Bhumi Rantau Energi menerapkan salah satu penambangan batubara dengan metode                           penambangan surface mining yang menyebabkan terbentuknya cekungan pada permukaan sehingga berpotensi masuknya air ke dalam pit penambangan. Arah penambangan PT. Bhumi Rantau Energi mengarah pada seam G tepatnya di sump cendana selatan, sehingga perlu untuk menjaga elevasi air pada sump dan mengeringkan sump cendana selatan karena akan adanya kegiatan penambangan batubara pada area sump cendana selatan. Untuk mengetahui debit air pada sump cendana selatan,  terlebih dahulu menganalisis data curah hujan 10 tahun dengan menggunakan metode gumbel dengan periode ulang hujan 5 tahun sehingga diperoleh curah hujan maksimum sebesar 104.24 mm  dengan intensitas hujan sebesar 12.94 mm/jam. Kebutuhan pompa pada sump cendana Selatan berdasarkan debit limpasan sebesar 96.823,75 m³/hari dengan debit pemompaan DND 200-MHX sebesar 398 m³/jam dengan efisiensi 76% dan debit pemompaan MF 420-EXH sebesar 494 m³/jam dengan efisiensi 70 % adalah menggunakan 2 pompa untuk dapat mengatasi debit limpasan pada sump cendana selatan dengan durasi pemompaan yaitu 4 hari.
Perbedaan Hasil Perolehan Emas Berdasarkan Pengolahan Pada Dua Jenis Ukuran Material Yos David Inso; Fahrul Indrajaya
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i2.43240

Abstract

Emas merupakan bahan galian logam yang memiliki nilai yang tinggi. Untuk memperoleh logam emas dari batuan yang mengandung emas harus melalui tahapan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan emas umumnya dapat dilakukan dengan banyak metode, salah satunya adalah amalgamasi. Kominusi bertujuan untuk mengecilkan ukuran sehingga didapat ukuran material yang dinginkan, material alpha adalah material yang memiliki ukuran antara 2 cm sampai dengan 4 cm, sedangkan material betha adalah material yang memiliki ukuran kurang dari 2 cm. Proses amalgamasi dilakukan pada material alpha dan betha selama kurang lebih 3 jam baik untuk pengolahan primer maupun sekunder. Proses pemanasan bertujuan untuk memisahkan paduan amalgam sehingga menjadi Hg (gas) dan Au (padatan). Pengolahan emas dilakukan sebanyak sepuluh kali pada masing-masing material alpha dan betha. Perolehan emas pengolahan primer material alpha berada pada range 0,10 gram sampai dengan 0,14 gram dan perolehan emas pengolahan sekunder berada pada range 0,68 sampai dengan 1,60 gram. Perolehan emas pengolahan primer material betha berada pada range 0,15 gram sampai dengan 0,18 gram dan perolehan emas pengolahan sekunder pada range 0,42 sampai dengan 0,53 gram. Berdasarkan proses amalgamasi maka dapat diketahui bahwa ukuran material betha lebih baik daripada material alpha pada pengolahan primer dan ukuran material alpha lebih baik daripada material betha pada pengolahan sekunder. Hal ini dikarenakan proses liberasi dan pemerasan (squeezing) pada saat kegiatan pengolahan emas.
Pengaruh Pertambangan Emas Rakyat Skala Kecil (Pesk) Terhadap Kualitas Air Permukaan Sungai Kahayan di Desa Pahawan Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah Situmorang, David Benedictus; Virgiyanti, Lisa; Putrawiyanta, I Putu; Indrajaya, Fahrul; Sukmawatie, Neny
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertambangan emas rakyat terhadap kualitas air Sungai Kahayan di Desa Pahawan, Kabupaten Pulang Pisau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air di beberapa titik, terutama di area pertambangan, tidak memenuhi baku mutu air yang ditetapkan oleh pemerintah. Parameter seperti BOD, COD, Fe, dan pH menunjukkan penurunan kualitas air yang signifikan. Aktivitas pertambangan emas rakyat meningkatkan kadar logam berat, khususnya merkuri, yang berpotensi merusak ekosistem dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya langkah mitigasi untuk mengurangi dampak negatif pencemaran air.
Identifikasi Potensi dan Karakterisasi Kandungan Mineral dan Unsur Penyusun pada Pasir di Kelurahan Sei Gohong Virgiyanti, Lisa; Sukmawatie, Neny; Indrajaya, Fahrul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16169

Abstract

The purpose of this research was aims to find out minerals percentage in the sand sample at Sei Gohong villages and to identify the potential and characterization of mineral content and its elements, which validated by laboratory analysis. The sample tested was the sand from the research location at Sei Gohong Village, Central Kalimantan. Based on these objectives, it is necessary to develop an identification of the characterisation and potential of sand deposits based on differences in the types of mineral deposits. The identification process was carried out using X-Ray Diffraction (XRD) analysis and X-Ray Flourescence (XRF) analysis. The results of research on 4 (four) sand samples in Sei Gohong Village show that the percentage of dominant mineral content in sand in Sei Gohong Village is Quartz (SiO2) with an average of 97,72% followed by other mineral constituents such as Calcium Oxide (CaO), Rutile (TiO2), Shcherbinaite (V2O5), Eskolaite (Cr2O3), Hematite (Fe2O3), Manganosite (MnO), Bunsenite (NiO), Tenorite (CuO), Zinc (ZnO) and Rhenium (Re2O7). The results of XRD analysis show that the dominant compound found in sand samples in Sei Gohong Village is Quartz (SiO2) Keywords: SiO2,; X-Ray Difraction (XRD); X-Ray Flourescence (XRF)
Analisis Pengaruh Kapur Tohor dan Kaustik Soda Terhadap Kenaikan pH Air Limbah Tambang di Settling Pond 1 Pada Stockpile PT Nantoy Bara Lestari Desa Pandreh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah Malau, Andri Antonius; Fidayanti, Neny; Putrawiyanta, I Putu; Sukmawatie, Neny; Indrajaya, Fahrul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19759

Abstract

Coal mine wastewater typically has acidic characteristics that can pose environmental hazards if not properly treated. This study aims to evaluate the effectiveness of quicklime (CaO) and caustic soda (NaOH) in increasing the pH level of mining wastewater at Settling Pond 1, PT Nantoy Bara Lestari, located in Pandreh Village, Teweh Tengah District, Central Kalimantan. The research employed a jar test method using various dosages applied to 1 liter of water samples. The results indicated that the initial pH of the wastewater was 2.85, significantly below the regulatory standard (6–9). After treatment, both reagents successfully increased the pH of the wastewater, with optimal doses at 0.7 g/L for quicklime and 0.2 g/L for caustic soda. However, caustic soda demonstrated greater effectiveness at lower doses compared to quicklime. These findings suggest that caustic soda may serve as a more efficient alternative for active treatment of mining wastewater. This study is expected to contribute as a reference for pH-based wastewater management in mining operations. Keywords: mining wastewater, pH, quicklime, caustic soda, settling pond
Pengaruh Kapur Tohor dan Zeolite Pada Air Tambang di PT. Marunda Grahamineral Sista Dewi, Iqramina; Indrajaya, Fahrul; Noveriady, Noveriady; Sukmawatie, Neny; Iashania, Yunida
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i4.784

Abstract

Air limbah tambang adalah udara yang berasal dari kegiatan penambangan batubara yang meliputi pengangkutan, pengangkutan dan penimbunan baik pada tambang terbuka maupun tambang bawah tanah yang dapat menyebabkan terbentuknya lumpur atau lumpur pengolahan udara dan udara asam tambang. Di PT. PT. Marunda Grahamineral air limbah tambang berasal dari area tambang termasuk dari ROM dan dialirkan ke kolam pengendapan yang kemudian dialirkan ke sungai yang berada di sekitar area penambangan. Air limbah tambang yang berada di settling pool SP 14 SE pit CTM memiliki pH 5 dan nilai TSS yang tinggi yaitu 9.460 mg/l. Pada penelitian ini dilakukan penambahan kapur tohor dan zeolit dengan dosis 0,1 gr/l, 0,5 gr/l dan 0,8 gr/l yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas air limbah tambang. Setelah dilakukan percobaan dengan menambahkan kapur tohor dan zeolit ??kualitas air limbah tambang telah memenuhi standar baku mutu lingkungan. Namun, reaktivitas kapur tohor lebih besar dibandingkan dengan zeolit ??dalam meningkatkan kualitas air limbah tambang. Hal ini dapat dilihat dari peningkatah pH dan penurunan kadar kandungan Mn. Dimana dengan dosis efektif 0,1gr/l kapur tohor nilai pH yang awalnya 5 meningkat menjadi 7,7 dan kandungan Mn yang awalnya 0,03 mg/l menurun menjadi 0,00 mg/l.
PERHITUNGAN DEBIT AIR TOTAL SUMP DI PIT 23 CV BUNDA KANDUNG: CALCULATION OF TOTAL SUMP WATER DISCHARGE AT PIT 23 CV BUNDA KANDUNG Novalisae; Lisa Virgiyanti; Erlangga Eka Wijaya; Indrajaya, Fahrul; Noveriady
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 24 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v24i1.12374

Abstract

Pada kondisi dengan curah hujan tinggi atau ekstrem, pit 23 tergenang akibat meluapnya sump dan tidak dapat menahan air akibat pemompaan yang kurang optimal, sehingga mengganggu kegiatan produksi di pit 23 CV. Bunda Kandung. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui debit air total yang direncanakan, dan mengetahui dimensi dan volume sump yang direncanakan di pit 23 CV. Bunda Kandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Tahapan analisis data yang dilakukan adalah menghitung debit air total yang masuk, menentukan volume dan dimensi sump. Curah hujan maksimal terjadi pada tahun 2021, tepatnya pada bulan Oktober, yaitu sebesar 187 mm/hari. Daerah tangkapan air hujan pit 23 adalah 8,33 Ha. Curah hujan yang direncanakan sebesar 168,667 mm. Intensitas curah hujan 58,473 mm/jam. Debit air limpasan sebesar 4.037,920 m³/jam dan debit air hujan sebesar 17.471,975 m³/jam. Total debit air sebesar 21.509,896 m³/jam. Desain dimensi sump yang direkomendasikan dengan luas 2.339,60 m² dan volume 24.458,06 m3. Kata kunci: Curah hujan rencana, catchment area, debit air total
Evaluasi Keberhasilan Reklamasi Lahan Bekas Tambang Batubara Berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 (Studi Kasus: Pit Barat PT Wahyu Garuda Kencana, Kalimantan Tengah) Yosafat Hazezon Sitompul; Neny Sukmawatie; Fahrul Indrajaya; Saptawartono Saptawartono; Asri Fridtriyanda
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i4.1321

Abstract

Reklamasi lahan pasca-penambangan batubara merupakan upaya strategis untuk mengembalikan fungsi ekosistem yang terdampak kegiatan tambang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keberhasilan reklamasi pada Pit Barat PT Wahyu Murti Garuda Kencana, Kalimantan Tengah, dengan mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2025 menggunakan pendekatan survei lapangan serta analisis data primer dan sekunder. Parameter yang dinilai mencakup penataan lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, revegetasi, serta pemeliharaan tanaman. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat keberhasilan reklamasi sebesar 80,83% dengan kategori Baik. Kontribusi terbesar berasal dari penataan lahan (56,42%), diikuti revegetasi (14,1%) dan penyelesaian akhir (10,31%). Meskipun demikian, belum adanya pembangunan struktur pengendali erosi berpotensi menurunkan efektivitas jangka panjang. Secara keseluruhan, reklamasi di Pit Barat dapat dinyatakan memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku