Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi subsidi pupuk: Mengatasi inefisiensi biaya subsidi dan mekanisme distribusinya Khaq, M Zainul; Biswan, Ali Tafriji
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i1.1322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan utama dalam implementasi kebijakan subsidi pupuk di Indonesia dengan fokus pada dua hipotesis utama, yaitu ketidaktepatan regulasi dalam penentuan HPP pupuk yang dapat memberatkan anggaran pemerintah dan mekanisme distribusi subsidi yang sering kali tidak tepat sasaran melalui metode kualitatif dan analisis terhadap regulasi yang ada pada Permentan 28/2020 dan hasil pemeriksaan BPK. Data dikumpulkan dari laporan resmi, regulasi pemerintah, dan penelitian sebelumnya yang relevan dalam periode 2019–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat biaya yang tidak relevan dalam HPP subsidi pupuk, seperti gaji dan tunjangan Direksi dan Komisaris, yang seharusnya tidak dibebankan kepada anggaran subsidi. Selain itu, tiketidakvalidan data dalam e-RDKK yang menyebabkan alokasi subsidi tidak tepat sasaran, penyaluran pupuk yang sering kali melebihi kuota, serta penyalahgunaan oleh distributor dan pengecer. Selain itu, implementasi sistem digitalisasi, meskipun memiliki potensi besar untuk meningkatkan transparansi, masih menghadapi hambatan teknis dan kurangnya pelatihan di lapangan. Dampak kebijakan ini mencakup peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga menciptakan ketergantungan terhadap pupuk kimia yang berpotensi menurunkan kesuburan tanah dalam jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan peninjauan kembali komponen biaya HPP yang terdapat pada Permentan 28/2020, validasi data penerima secara berkala, diversifikasi jenis pupuk yang disubsidi, penguatan implementasi teknologi digital, dan peningkatan pengawasan distribusi untuk memastikan subsidi pupuk mencapai target yang tepat. Dengan reformasi yang terfokus, kebijakan subsidi pupuk diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi petani kecil sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian.
Paradigma Baru Balanced Scorecard : Peran Penting Perspektif Digital dan Keberlanjutan Mardiyani, Nabilah; Biswan, Ali Tafriji
Journal of Applied Accounting And Business Vol. 7 No. 2 (2025): JAAB - Desember 2025
Publisher : LP2M Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/jaab.v7i2.535

Abstract

Digital transformation is fundamentally changing the way organizations design, implement, and evaluate performance measurement systems. The Balanced Scorecard (BSC), a framework that has been in use for more than two decades, is now in a reinvented phase to address the challenges of real-time analytics, big data, AI-driven decision-making, and the needs of digital organizations. This literature review examines the evolution and reinvention of the BSC based on 20 scientific journals (10 Scopus, 10 SINTA), while also mapping how the BSC concept evolved toward the Digital Balanced Scorecard (DBSC) in the sustainability aspect. The study shows that the BSC is not extinct but has undergone significant adaptations to incorporate digital metrics, technological capabilities, and sustainability integration. The analysis also identified research gaps related to the integration of the BSC with digital aspects and ESG-based digital performance. This study identified gaps in the integration of ESG metrics, digital capabilities, data governance, and dynamic performance systems. This study provides theoretical contributions in the form of a conceptual model of the digital BSC and recommendations for future research.