Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Karakteristik Perawat dan Perilaku Keselamatan Kerja Perawat di RSUD Depok : Nurse Characteristics and Occupational Safety Behavior of Nurses at Depok Regional Hospital Zifriyanthi Minanda Putri; Hanny Handiyani; Efy Afifah
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2016): NJK Volume 12, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v12i1.257

Abstract

Hospital as a health care facility can be a dangerous place and a high risk to safety. Nursing personel who work continuously provide nursing care in hospital continuously for 24 hours every day at risk of illness and accidents. This study aims to identify the characteristics of the relationship of nurses with nurses work safety behavior. This study was a descriptive cross sectional approach. The results showed no association between nurse characteristics include age, gender, education, employment, and training with the nurses work safety behavior. The hospital is expected to provide wider opportunities for nurses to continue their education to a higher level, and organizes regular socialization and training related to safety of nurses in improving the safety behavior of nurses.
Karakteristik Perawat dan Perilaku Keselamatan Kerja Perawat di RSUD Depok: Nurse Characteristics and Occupational Safety Behavior of Nurses at Depok Regional Hospital Zifriyanthi Minanda Putri; Hanny Handiyani; Efy Afifah
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2015): NJK Volume 11, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v11i2.292

Abstract

Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi tempat yang berbahaya dan berisiko tinggi untuk keselamatan kerja. Tenaga keperawatan yang bekerja secara berkesinambungan memberikan pelayanan keperawatan di rumah sakit secara terus menerus selama 24 jam setiap hari berisiko mengalami penyakit dan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan karakteristik perawat dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan pelatihan dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Rumah sakit diharapkan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan secara berkala terkait keselamatan kerja perawat dalam upaya meningkatkan perilaku keselamatan kerja perawat.
Gambaran Faktor Perilaku Perawat Terhadap Pelaksanaan Komunikasi Sbar pada Saat Timbang Terima Jogi Anggara; Yulastri Arif; Zifriyanthi Minanda Putri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51166

Abstract

Komunikasi dalam timbang terima antar petugas kesehatan merupakan kegiatan penting dalam menjaga keselamatan pasien. Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) merupakan metode komunikasi terstruktur yang penting dalam proses timbang terima untuk meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan predisposing factors, reinforcing factor, dan enabling factor terhadap pelaksanaan komunikasi SBAR pada saat timbang terima di ruangan rawat inap salah satu RSUD tipe c Sumatera Barat. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 91 perawat yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat berada pada kategori dewasa akhir (78%), berjenis kelamin perempuan (94,5%), dengan lama kerja >15 tahun (37,4%), dan berpendidikan D3 Keperawatan (53,8%). Sebagian besar responden memiliki sikap positif (71,4%), keyakinan tinggi (79,1%), nilai-nilai tinggi (74,7%), dukungan pimpinan baik (65,9%), serta lingkungan kerja baik (63,7%). Dapat disimpulkan bahwa predisposing factors, reinforcing, dan enabling pada perawat di ruang rawat inap RSUD tipe c berada dalam kategori baik, yang mencerminkan kesiapan individu dan lingkungan dalam mendukung pelaksanaan komunikasi SBAR secara efektif. Kata Kunci : Timbang Terima; Komunikasi SBAR
Perception of Nursing Managers Regarding the Implementation of Nurse Napping During Night Shifts Zifriyanthi Minanda Putri; Lusi Andani; Esthika Ariany Maisa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13601

Abstract

Napping is a short, intentional sleep that may reduce fatigue and improve alertness among night shift nurses. Sleep deprivation during 8- or 12-hour night shifts increases the risk of medical errors, health problems, and safety incidents. This study aimed to determine the perceptions of nursing managers regarding the implementation of nurse napping during night shifts at Hospital X in Padang City, West Sumatra. A quantitative descriptive design was used, involving 42 nursing managers selected through total sampling. Data were collected using a 15-item questionnaire assessing perceptions related to nurse napping and analyzed using univariate frequency distributions. The results showed that 57.1% of nursing managers had a positive perception of nurse napping. Most respondents strongly agreed that napping is an important need for nurses (59.5%) and that it can reduce medical errors and patient safety incidents (52.4%). These findings indicate general managerial support for nurse napping during night shifts. In conclusion, positive perceptions among nursing managers suggest that nurse napping may be considered as a strategy to enhance patient safety and promote occupational health and safety, and may serve as a basis for developing formal napping policies for night shift nurses.