Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Optimalisasi Lahan Sawit Tidak Produktif Untuk Budidaya Jamur Merang Di Dusun V Merbo Kanan Kabupaten Batubara Yudha Andriansyah Putra; Hardiansyah Sinaga; Rini Susanti; Gustina Siregar; Ahmad Syafii; Lena Afrilia
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.26974

Abstract

Banyaknya lahan sawit yang mengalami penurunan produktivitas akibat usia tanaman yang sudah tua atau pengelolaan yang kurang optimal. Lahan sawit tidak produktif ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani karena berdampak pada menurunnya pendapatan mereka. Oleh karena itu, diperlukan strategi inovatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tersebut agar tetap memberikan manfaat ekonomi. Permasalahan mitra adalah kondisi atau situasi yang dihadapi oleh mitra kerja yang menghambat kemampuan mereka untuk mencapai tujuan usaha atau operasional secara efektif. Melalui program kemitraan, pengembangan Budidaya jamur  merang di Jamur merang Alesha maka dapat dilihat bahwa  ruang lingkup permasalahan yaitu peningkatan produksi berbasis standarisasi kumbung, budidaya yang lebih baik, packaging yang menjaga daya tahan produk dan jangkauan pasar melalui pemasaran secara digital.  Adapun metode dan tahapan dalam penerapan teknologi kepada petani budidaya jamur merang mulai dari, Sosialisasi ke mitra, Pelatihan kepada mitra berkaitan dengan pembuatan kumbung dan teknik budidaya dan pembuatan digital marketing dalam meningkatkan jangkauan pasar dan eplatihan packaging. Keberlanjutan kegiatan pengabdian berupa monitoring secara berkala ke lokasi mitra dan meninjau progres mitra dalam melajutkan program. Hasil pelatihan ini, mitra mampu menerapkan Teknik budidaya secara lebih baik dengan materi yang disampaikan ditandai dengan meningkat produksi dari 380 kg menjadi 600 Kg meningkat sebanyak 63% . Hal ini terlihat pada proses pemilihan media tanam, bibit dan proses fermentasi sudah sangat baik dan sesuai dengan standart yang diberikan. Pada kegiatan packing produk, tim memberikan contoh praktik proses pengemasan dengan menggunakan vacuum sealer dan mengukur daya simpan, hasil yang dicapai produk bertahaan dari sebelumnya 2 hari menjadi 4 hari. Proses digital marketing, tim melakukan edukasi betapa penting memperluan jangkauan pasar melalui digital marketing, maka dari itu tim telah mempersiapkan contoh website yang siap dipakai oleh mitra. Indikatornya, tercapai nya website yang bisa dipakai langsung oleh mitra sebagai wadah memperluas jangakauan pasar dengan nama https://merangalesha.com/dan Facebook https://www.facebook.com/jamur.merang.alesha.
Effectiveness Test of Several Bioinsecticides and Chemical Insecticides on the Mortality of Whitefly Pests (Bemisia tabaci) Iqbal Prayuda; Rini Susanti; Zulaikha Mazlan
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 January 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v8i1.5060

Abstract

Whitefly (Bemisia tabaci) is a major pest affecting various horticultural commodities and is challenging to control due to its high adaptability, rapid reproduction, and resistance to multiple chemical insecticides. This study aimed to compare the effectiveness of bioinsecticides and chemical insecticides on B. tabaci mortality. The research was conducted in the laboratory and greenhouse of the Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI) in September 2025, using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with seven treatments and three replications. The seven treatments included Wood Vinegar, Paraffin Oil, Canola Oil, Neem Oil, Metarhizium anisopliae, Abamectin 1.8 EC, Diafenthiuron 250 SC, and water as the control. Applications were performed in the laboratory using the dipping method and in the greenhouse using the spraying method, with 30 B. tabaci nymphs per treatment and replication. Mortality was recorded at 24, 48, and 72 hours post-application. Laboratory results showed mortality rates of 24.44% for Wood Vinegar, 62.22% for Paraffin Oil, 71.11% for Canola Oil, 74.44% for Neem Oil, 70.00% for M. anisopliae, 38.89% for Abamectin, and 84.44% for Diafenthiuron. In the greenhouse, mortality rates were 16.67% for Wood Vinegar, 60.00% for Paraffin Oil, 67.78% for Canola Oil, 70.00% for Neem Oil, 62.22% for M. anisopliae, 30.00% for Abamectin, and 81.11% for Diafenthiuron 250 SC. Overall, among the chemical insecticides, Diafenthiuron exhibited the highest mortality and was the most effective treatment. Among the bioinsecticides, Neem Oil achieved the highest mortality. Based on these results, Neem Oil shows potential as a more environmentally friendly alternative control agent, while Diafenthiuron is suitable for use under conditions of high pest infestation.