Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

BERFIKIR KESISTEMAN DALAM SOCIAL SUPPORT: TA’AWUN UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MAS AL- IHSANIYAH SARANG BURUNG MUARO JAMBI Eva Iryani; Hapzi Ali; Kemas Imron Rosyadi
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2020 - Mei 2021)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v2i1.559

Abstract

Pendidikan yang bermutu dapat terwujud dengan melibatkan seluruh komponen pendidikan, karena pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Pemahaman dan komitmen yang sama antara guru, orangtua dan masyarakat dalam pendidikan sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan serta harus disederhanakan dalam bentuk pola berpikir kesisteman (Sistematic Thinking). Social Support merupakan bentuk wujud kepedulian dari lingkungan sekitar baik berupa dukungan dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan yang komplek. Tujuan Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana konsep berpikir kesisteman dalam Social Support di MAS al-Ikhsaniyah dan untuk mengetahui bagaimana dampak berpikir kesisteman Social Support terhadap peningkatan mutu pendidikan Agama Islam di MAS Al-Ihsaniyah Muaro Jambi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif hasil penelitian menunjukkan bahwa adanaya Konsep berpikir sistem Social Support dalam Pendidikan Agama Islam di dasarkan pada ajaran Al-Qur’an yang dikenal dengan konsep Ta’awun dan dampak Social Support terhadap mutu dihasilkan menjadi tiga dampak yakni: Penghargaan dan Kepercayaan sebagai Dampak emosional, dampak dukungan instrumentasl sumberdaya teroganisir dan Feedback berbasis masdalah sebagai dampak informasi.
URGENSI LITERASI UU ITE BAGI MAHASISWA Laudya Bunga Zhafira; Syakira Zahra Ananda; Rati Desmarani; Imelda Aprillia; Eva Iryani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6516

Abstract

The development of digital technology has significantly transformed how university students interact, access information, and express themselves in digital public spaces. However, this transformation also brings an increased risk of digital media misuse, which may lead to legal consequences, particularly in relation to violations of the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE). This article aims to examine the urgency of UU ITE literacy among students as a preventive effort to enhance legal awareness and protect digital rights. This study employs a descriptive qualitative method based on literature review, analyzing academic references, scholarly journals, and relevant regulations. The findings indicate that although students are active users of social media and digital technology, their understanding of the substance of UU ITE remains limited. This lack of comprehension makes them vulnerable to digital law violations, especially regarding ambiguous articles that can potentially restrict freedom of expression. Digital legal literacy encompasses not only knowledge of the UU ITE’s content but also critical skills in evaluating information, understanding legal boundaries, and maintaining ethical communication in cyberspace. Therefore, strengthening digital legal literacy is essential for students not only to avoid violations but also to serve as agents of change who promote ethical, inclusive, and responsible legal awareness.
ANALISIS KRITIS VALIDASI DAN EVALUASI INFORMASI DIGITAL Salwa Az-Zahra Salwa; M. Tamrin Junaidi; Nadia Zakiatul Mutiah; Jamal Jabarpaj; Eva Iryani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6566

Abstract

Di era digital yang ditandai dengan arus informasi yang cepat dan berlimpah, kemampuan untuk memvalidasi dan menyebarkan informasi menjadi sangat penting. Validasi informasi digital adalah proses yang bertujuan untuk keaslian dan kebenaran data yang diperoleh dari berbagai sumber online. Hal ini melibatkan verifikasi informasi untuk mencegah penyebaran berita palsu dan informasi yang berkeliaran. Di sisi lain, evaluasi informasi melibatkan penilaian kualitas, objektivitas, dan tujuan informasi, yang sangat penting untuk mengambil keputusan yang tepat. Artikel ini membahas pentingnya kedua proses tersebut dalam konteks pengambilan keputusan yang akurat, tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menyaring informasi, dan strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam memilih yang akurat dan dapat dipercaya. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjadi pengguna digital yang bertanggung jawab, mampu menyaring informasi dengan bijak, dan berkontribusi pada lingkungan informasi yang lebih sehat dan informatif.
ANALISIS KRITIS VALIDASI DAN EVALUASI INFORMASI DIGITAL M. Tamrin Junaidi, Nadia Zakiatul Mutiah; Jamal Jabarpaj, Salwa Az- Zahra, Eva Iryani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.7547

Abstract

In the digital age characterized by the rapid and abundant flow of information, the ability to validate and evaluate information has become very important. Digital information validation is a process that aims to ensure the authenticity and veracity of data obtained from various online sources. It involves verifying information to prevent the spread of fake news and misleading information. On the other hand, information evaluation involves assessing the quality, objectivity and purpose of information, which is crucial for informed decision-making. This article discusses the importance of both processes in the context of accurate decision-making, the challenges people face in filtering information, and strategies that can be implemented to improve individuals' ability to select accurate and trustworthy information. By doing so, it is hoped that people can become responsible users of digital information, able to filter information wisely, and contribute to a healthier and more informative information environment.
Model Pembelajaran Inkuiri dan Discovery Learning dalam Administrasi Pendidikan Khoirunisa; Adelia Yuliani; Siti Alfiah; Eva Iryani
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 17 No 01 (2026): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v17i01.429

Abstract

The shift in the educational paradigm toward a student-centered approach demands innovation in instructional strategies, including in educational administration. This article examines two innovative learning models—Inquiry and Discovery Learning—and their relevance for application in the context of educational administration. Grounded in constructivist theory, both models focus on developing critical, analytical, creative, and problem-solving skills that are essential for prospective educational administrators. Through a literature review, this article outlines the principles, characteristics, as well as the strengths and limitations of each model. In addition, examples of their application in learning are presented, such as analyzing cases of school conflict and designing data-based budgeting. The article also discusses supporting and inhibiting factors in implementation, emphasizing the strategic role of administrators in creating a collaborative and adaptive learning environment. It is concluded that the implementation of Inquiry and Discovery Learning models contributes to improving the quality of educational administration and prepares graduates who are competent, reflective, and responsive to the challenges of 21st-century education.