Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MANFAAT AKTIVASI FLY ASH BATU BARA DENGAN VARIASI KONSENTRASI NAOH SEBAGAI ADSORBEN Khuzaimah, Siti
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 3 No. 1 (2024): JID : Jurnal Inovasi Daerah, Juni 2024
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56655/jid.v3i1.146

Abstract

Water is one of the most important natural resources for human life. However, there are some problems that cause water to get polluted and not be used properly, one of which is the liquid waste of the hydrocarbon industry. Fly ash is a residue from coal combustion. Fly ash can be used as an adsorbent to reduce the content of hazardous fluid waste that could threaten human life. The study aims to find out the best NaOH concentration ratio between 1 M and 3 M added to activate fly ash against COD decrease, BOD, TSS, pH, and color change in Kutawaru Cilacap battery waste. The study passes through several stages, namely the first phase of activation of fly ash with NaOH at concentration ratios of 1M and 3M with a ratio of 1:5 for 3 hours. Then, in the adsorption process, the activated fly ash is mixed with battery liquid waste. The final phase is the testing of batik waste at the DLH Cilacap. The results obtained are at the concentration of 1M NaOH because it can reduce COD, BOD, and TSS up to 76%. With the result of COD of 3286 mg/L, BOD of 4921 mg/L, and TSS of 115 mg/L, whereas the results of concentration 3M, with COD of 3615 mg/L, COD 5397 mg/L, and TSS of 36 mg/L, PH for both these concentrations of 8 and the change in color of waste batik that remains black concentrated.  
Pengaruh Variasi dan Konsentrasi Pelarut Terhadap Yield Antosianin Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Sebagai Pewarna Alami : Effect of Solution Variation and Concentration on Yield Anthocyanins Extract from Butterfly pea (Clitoria ternatea L.) as Natural Dye Siti Khuzaimah; Rokhmah, Dini Novi; Setianingsih, Andika Adhi
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2023.007.02.03

Abstract

 Bunga telang memiliki kandungan pigmen antosianin yang memeberikan warna biru sehingga dapat digunakan sebagai pewarna alami yang dapat diaplikasikan pada makanan atau minuman. Pewarna alami memiliki banyak manfaat bagi kesehatan salah satunya  kandungan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan kadar antosianin pada ekstrak bunga telang menggunakan variasi jenis pelarut dan konsentrasi pelarut. Variabel variasi solvent yang digunakan menggunakan pelarut asam berupa asam asetat, asam sitrat dan asam tartat dengan konsentrasi pelarut 0,5, 1, 1,5 dan 2 % (b/v). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan lama waktu maserasi 25, 50, 75 dan 100 menit. Hasil yang diperoleh Jenis pelarut asam yaitu asam asetat, asam sitrat dan asam asetat mempengaruhi yield antosianin yang dihasilkan, dengan nilai berturut-turut yaitu 0,4729, 0,758 dan 0,785 pada  rasio pelarut 1 : 6. Variasi konsentrasi pelarut dari 0,5 %, 1%, 1,5 % dan 2% (v) Pelarut asam asetat 2% (v) dapat menghasilkan yield antosianin maksimum sebesar 0,254 g/5 gr , asam sitrat sebesar 0,317 mg/5 gram, dan asam tartat 0,343 pada konsentrasi 2 % (b/v). Antosianin pada bunga telang dapat sebagai pewarna alami pada makanan dan minuman. 
Pemanfaatan Limbah Faba (Fly Ash Bottom Ash) Pltu Karangkandri Sebagai Adsorben Pengolahan Limbah Batik Di Desa Kutawaru Cilacap: Utilization of FABA Waste (Fly ash Bottom ash) of PLTU Karangkandri as an Adsorbent for Batik Waste Process in Kutawaru Village, Cilacap. Ramadhani, Arnesya; Siti Khuzaimah
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2023.007.02.04

Abstract

Di era yang modern ini banyak teknologi yang semakin maju dan perkembangan industri semakin meningkat sehingga menghasilkan limbah yang dapat mencemari air. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adsorben terbaik dari fly ash dan bottom ash serta untuk mengetahui pengaruh waktu filtrasi terhadap penurunan kadar, warna, BOD5, COD, TSS, dan pH pada proses pengolahan air limbah industri kain batik Cilacap. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu mencari waktu filtrasi terbaik dari variasi waktu 60, 120, 180 menit pada adsorben fly ash dan bottom ash serta menentukan adsorben terbaik antara fly ash dan bottom ash. Hasil uji warna, BOD5, COD, TSS dan pH menunjukkan adsorben yang paling optimum adalah fly ash, dimana menghasilkan persen penurunan kadar warna tertinggi pada waktu filtrasi 60 menit sebesar 34,1%, persen penurunan kadar BOD5 tertinggi pada waktu 180 menit sebesar 69,5%, persen penurunan kadar COD tertinggi pada waktu 120 menit sebesar 71,5%, persen penurunan kadar TSS tertinggi pada waktu 180 menit sebesar 69,1% dan dihasilkan pH yang netral. Analisa hasil waktu yang paling optimum adalah waktu filtrasi 180 menit dimana hasil filtrasi menggunakan adsorben bottom ash menunjukkan persen penurunan kadar BOD5, COD, TSS tertinggi sebesar 55,4%, 55,3%, 20,4%.
Study of Coal Combustion Waste Utilization: Coal Fly Ash for Adsorption of Pb(II), Cd(II), BOD and COD in Donan River Water Samples: Studi Pemanfaatan Limbah Pembakaran Batubara: Abu terbang Batubara untuk Adsorpsi Pb(II), Cd(II), BOD dan COD pada Sampel Air Sungai Donan Rohmah, Dini; Khuzaimah, Siti; Alimah, Gustin Nur
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.02.01

Abstract

The Donan River is the largest source of fresh water in Cilacap Regency. The existence of industrial areas and densely populated residential areas in river basins makes river water polluted. On the other hand, the Karangkandri PLTU industry in Cilacap has coal burning waste in the form of fly ash which can be used for heavy metal adsorption and water pollutant adsorption. The aim of this research is to determine the effectiveness of fly ash for the adsorption of metal ions Pb(II), Cd(II), BOD and COD in Donan River water. Water from the Donan River were taken at 3 points, from the three sampling points it was proven that the water quality of the River was above the class III water threshold. The next step was to tested the fly ash adsorbent which has been activated with H2SO4. The effectiveness test of the fly ash adsorbent included testing the ability to absorb Pb(II) and Cd(II) metal ions and reduce BOD and COD levels in 500ml sample water with an adsorbent mass of 100g, three of water sample as independent variable. Research showed that fly ash adsorbents were able to reduce water pollutant levels with a maximum capacity of 80%.
PENGARUH AKTIVATOR NAOH PADA ARANG TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI MEDIA ADSORBEN PADA LIMBAH CAIR TAHU Nur Alimah, Gustin; Khuzaimah, Siti; Ramadhani, Arnesya
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 3 No. 2 (2024): JID : Jurnal Inovasi Daerah, Desember 2024
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56655/jid.v3i2.248

Abstract

Activated charcoal is becoming more important as Indonesia's industrial sector expands. To meet this growing need, researchers and entrepreneurs in the activated charcoal industry must strike a balance between producing enough high-quality charcoal and meeting the growing demand for it. In order to find out how well activated coconut shell charcoal adsorbs tofu liquid waste, this research set out to do just that. Carbonation, activation, and data analysis were the procedures employed. Tofu liquid waste was effectively adsorbed using activated coconut shell charcoal with NaOH activator, according to the findings. An rise in the pH of the tofu liquid waste which was 4 before treatment and 6 after indicates this. The use of adsorbents when activated charcoal is mixed in an acid group solution is able to release H+ causing a decrease in pH. There was a difference in the color and scent markers both before and after the therapy. With 25% NaOH, the COD level is 643 mg/L, with 75% NaOH bringing it down to 365 mg/L. Similarly, with 25% NaOH, the BOD level is 300 mg/L, with 75% NaOH bringing it down to 250 mg/L. Lastly, with 25% NaOH, the TSS level is 116 mg/L, with 75% NaOH bringing it down to 102 mg/L. This demonstrates that the activated carbon may remove contaminants from the tofu liquid byproducts.
Pelatihan Teknik Pewarnaan Pada Daun Pandan Kering Sebagai Bahan Baku Anyaman di Desa Cijati Kabupaten Cilacap Siti Khuzaimah; Very Very; Al Dina Khoerunisa Nur Masudah; Happy Ayu Puspa Sari
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1125

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat dalam teknik pewarnaan daun pandan sebagai bahan dasar anyaman. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Cijati dengan melibatkan kelompok masyarakat, seperti pengrajin atau ibu rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi pemberian materi teori, demonstrasi dan praktik langsung teknik pewarnaan alami dan sintetis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap proses pewarnaan daun pandan, mulai dari persiapan bahan, pemilihan warna, teknik pewarnaan yang menghasilkan warna tahan lama dan estetis. Peserta mampu menerapkan teknik pewarnaan yang diajarkan untuk menghasilkan produk anyaman bernilai jual tinggi. Dampak program ini diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi kreatif lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia secara optimal.
Pelatihan Pembuatan Sabun Padat dari Minyak Jelantah untuk Ibu PKK Desa Glempang Sebagai Inovasi Ramah Lingkungan dan Peluang Usaha Siti Khuzaimah; Nani Kurniasih; Arnesya Ramadhani; Dini Novi Rokhmah; Frida Amriyati Azzizzah; Happy Ayu Puspa Sari
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1260

Abstract

Manusia sebagai salah satu makhluk hidup di mana untuk mempertahankan hidup dan pemenuhan nutrisi dalam tubuh pasti membutuhkan makanan. Makanan memiliki berbagai macam jenis dan pengolahannya, apalagi dimasa sekarang makanan sangat bervarian baik makanan dikukus maupun digoreng. Makanan yang digoreng sangat diminati oleh masyarakat pada umumnya karena terasa gurih. Minyak goreng memiliki manfaat dalam pengolahan makanan, tetapi memiliki masalah besar bagi lingkungan untuk minyak hasil sisa penggorengan atau minyak jelantah. Minyak jelantah sebagai limbah apabila tidak dipergunakan dengan baik akan menjadi sumber penyebab masalah bagi lingkungan. Minyak jelantah memiliki banyak manfaat salah satunya adalah sebagai bahan sabun padat. Sehingga masyarakat perlu diberikan informasi dan pelatihan terkait pemanfaatan limbah sebagai bentuk inovasi dalam rangka meminimalisir limbah rumah tangga ataupun limbah sisa penggorengan pada usaha rumah tangga. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan informasi sehingga akan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah dan peduli lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan meliputi beberapa tahapan di antaranya persiapan dan pelaksanaan. Manfaat dari pengabdian ini supaya masyarakat peduli terhadap limbah minyak jelantah dan memiliki ketrampilan dalam membuat sabun padat dari minyak jelantah. Serta mendapat ilmu ketrampilan peluang usaha baru sehingga menambah pendapatan keluarga.
EVALUASI DANA BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) PUSKESMAS DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Khuzaimah, Siti; Pramudho, Kodrat; Zaharudin, Zaharudin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45509

Abstract

Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) adalah dana pemerintah yang bertujuan untuk mendukung program kesehatan di Puskesmas dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, pengelolaan BOK masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya kebijakan dari Dinas Kesehatan yang mendukung percepatan realisasi dana, terbatasnya anggaran untuk kegiatan di luar menu BOK, serta minimnya tim yang bertanggung jawab atas evaluasi dan pengawasan penggunaan dana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan pemanfaatan BOK di Puskesmas Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tahun 2024 dengan pendekatan evaluasi kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Puskesmas, Bendahara BOK, Kepala Bidang, petugas perencanaan Dinas Kesehatan, dan Pengelola Program, serta analisis dokumen terkait. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan analisis input, proses, dan output untuk mengidentifikasi kendala dan merumuskan strategi perbaikan. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etika dari Universitas Indonesia Maju Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan adanya kendala pada tahap input berupa keterbatasan anggaran, SDM, dan akses wilayah; pada tahap proses terdapat masalah keterlambatan pencairan dana dan kurangnya koordinasi antar instansi; serta pada tahap output, pencapaian indikator kesehatan belum optimal akibat rendahnya kesadaran masyarakat. Beberapa strategi perbaikan yang direkomendasikan meliputi perbaikan perencanaan anggaran, pelatihan peningkatan kapasitas SDM, percepatan pencairan dana, dan edukasi masyarakat untuk meningkatkan efektivitas program kesehatan di Puskesmas.
PENERAPAN KONSEP EKOEDUWISATA BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL SEBAGAI INOVASI PENDIDIKAN LINGKUNGAN DI TAMAN WISATA ALAM (TWA) GUNUNG KELAM SINTANG KALIMANTAN BARAT Khuzaimah, Siti; Istiqomah, Tri; Hafizhah, Melisa; Elliza, Sri; Fitriyati
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 9 No 1 (2025): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v9i1.1540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penerapan konsep ekoeduwisata berbasis sumber daya lokal sebagai inovasi pendidikan lingkungan yang terdapat di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2024 di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (in depth interview) dan wawancara kelompok (group depth interview). Data dikumpulkan secara langsung di lokasi penelitian menggunakan pedoman wawancara semi-terstruktur. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dimana responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif, yakni analisis menggunakan model interaktif (interactive model analysis) yang teridri dari tiga komponen yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan sebagai hasil penelitian yang menjawab fokus penelitian berdasarkan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ekoeduwisata berbasis sumber daya lokal sebagai inovasi pendidikan lingkungan dapat diterapkan di TWA Gunung Kelam Sintang Kalimantan Barat.
N-Doped and Chemically Activated Carbons Derived from Shrimp Shells Waste as Potential Electrode Materials for Electrochemical Supercapacitors Khuzaimah, Siti; Mujiburohman, Muhammad; Sugiharto, Agung; Widayatno, Tri; Fuadi, Ahmad M.
Molekul Vol 20 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.2.11050

Abstract

ABSTRACT. Supercapacitors are widely recognized as energy storage solutions due to their high-power densities and long cycle life. Furthermore, there is growing scientific and technological interest in converting biomass waste into carbon materials for manufacturing supercapacitor electrodes. In addition to their abundance and cost-effectiveness, the appeal of carbons derived from biomass lies in their tuneable porosity, which enables the rational design of carbon materials to achieve the desired performance of supercapacitors. This work presents the synthesis of activated carbons from shrimp shells waste and its application for supercapacitor electrodes, with an activation treatment using phosphoric acid (H3PO4) and nitrogen doping (N-doped). The activator concentration was varied at 3, 6, and 9 M; while the N-doped ratios were 1:3, 1:5, and 1:7. The characteristics of activated carbon and supercapacitor electrodes was analysed with BET, SEM, CV, and GCD. The resulting materials exhibited amorphous and predominant microporous structures. Increasing the activation concentration gave smaller specific surface area, from 17.522 to 9.509 m2 g−1. The electrochemical properties of these activated carbons for supercapacitor applications were investigated by cyclic voltammetry, galvanostatic charge–discharge, with KOH electrolyte. The best activated carbon produced was mesoporous with the highest specific surface of 17.522 m2/g, obtained at 3 M H3PO4 and a nitrogen doping ratio of 1:3. At the same activator concentration and nitrogen doping ratio (3 M; 1:3), the highest capacitance was obtained 16.320 Farad, with current charging and discharging stop at 475 seconds and 1235 seconds, respectively. This work showcases the efficient and sustainable utilization of shrimp shells waste as a carbon source for supercapacitor applications and highlights their value in a circular economy. Keywords: Activated carbon, Activator H3PO4, Nitrogen doping, Shrimp shell, Supercapacitor