Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERKEMBANGAN EMOSIONAL PADA ANAK: Factors Determining Emotional Development In Children Dian Furwasyih; Yulia Arifin; Gina Muthia
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 11 No. 2 (2025): JIKeb | September 2025
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v11i2.2898

Abstract

Emotional development is a crucial aspect of child growth that determines long-term mental health, social competence, and academic achievement. Screen exposure and nutritional status are key modifiable factors that may influence children’s socio-emotional outcomes, yet limited evidence exists regarding their combined effects in urban Indonesian settings. A cross-sectional study was conducted in Padang City, Indonesia, from January to July 2025, involving 56 children aged 5–10 years. Emotional development was assessed using a validated questionnaire (Cronbach’s alpha = 0.87). Screen exposure was categorized as ?2 hours/day or >2 hours/day based on caregiver reports. Height-for-age and weight-for-age were measured using WHO Anthro software. Data were analyzed with Chi-square tests and multivariate logistic regression to identify predictors of emotional development. Among the participants, 67.9% had screen exposure >2 hours/day, 26.8% had abnormal height-for-age, and 32.1% had abnormal weight-for-age. Overall, 30.4% demonstrated poor emotional development. Multivariate analysis showed that screen exposure >2 hours/day was significantly associated with poor emotional development (AOR = 4.84; 95% CI: 1.37–17.14; p = 0.014). Abnormal height-for-age (AOR = 3.76; 95% CI: 1.04–13.53; p = 0.043) and abnormal weight-for-age (AOR = 3.42; 95% CI: 1.02–11.42; p = 0.048) were also independent predictors. Sex was not significantly associated. Excessive screen exposure and abnormal nutritional status were significant determinants of poor emotional development among children in Padang City. Interventions should prioritize parental regulation of screen use, promotion of interactive play, and nutritional improvement strategies. Collaborative efforts between families, schools, health professionals, and policymakers are essential to enhance children’s socio-emotional well-being.
SENAM DISMENORE SEBAGAI UPAYA MENGATASI NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI Dian Furwasyih; Novria Hesti; Putri Regina
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v1i2.867

Abstract

Dismenore adalah nyeri perut bagian bawah saat menstruasi akibat peningkatan hormon prostaglandin, yang menyebabkan kontraksi otot uterus. Di Pondok Pesantren Darul Falah, banyak siswi mengalami nyeri haid yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Dari 10 orang yang teridentifikasi mengalami nyeri haid, semuanya mengaku tidak mengetahui cara mengatasi nyeri haid tanpa obat, sehingga pemberian edukasi tentang senam dismenore adalah solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan mitra.
PELATIHAN KEMANDIRIAN BERKARYA PERSONAL HYGIENE MENSTRUAL KIT PADA WARGA BINAAN LAPAS PEREMPUAN Dian Furwasyih; Febriyanti Febriyanti; Gina Muthia; Siska Lusia Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37939

Abstract

Upaya promosi dan preventif tentang infeksi saluran reproduksi dan penyakit menular seksual hanya sebagian dilakukan oleh tenaga kesehatan, termasuk di lapas perempuan sama sekali tidaka ada dilakukan, dan kebutuhan personal hygiene saat menstruasi tidak tersedia di lapas untuk semua wanita subur, tapi hanya dikhususkan untuk ibu nifas saja. Narapidana WUS tidak mendapatkan edukasi rutin tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang personal hygiene. Personal hygiene yang buruk saat menstruasi dapat menyebabkan berbagai keluhan pada kesehatanreproduksi perempuan, seperti mengalami keputihan, infeksi saluran kemih, dan infeksi pada daerah reproduksi perempuan seperti vulva, vagina, maupun serviks dan HIV. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan menjaga personal hygiene daerah vagina ada menjaga kebersihan selama haid termasuk jenis pembalut yang digunakan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta lapas wanita dalam memahami pentinya kesehatan dan menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah penyakit menular seksual serta mampu berkarya meskipun dalam lapas dengan menghasilkan pembalut yang bersih dan hygine hingga mampu menggunakan Marketplace untuk kebutuhan penjualan. Tahapan kegiatan pengabdian dimulai dengan edukasi kesehata, screning HIV dan pemeriksaan IVA tes serta memberikan memberikan sosialisasi dan pelatihan, serta melakukan pendampingan dalam marketing. Adapun hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa seluruh responden merasakan kebermanfaatan program melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memelihara kesehatan sampai bisa menghasilkan dan produksi sendiri.