Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

EFEKTIFITAS KULIT BUAH KOLANG KALING (Arenga Pinnata) SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM BERAT (Cr6+) DALAM LIMBAH ARTIFISIAL Dalimunthe, Khanisya Ratu Asva; Hasfita, Fikri -; -, Meriatna -; Sylvia, Novi -; Dewi, Rozanna -; Safriwardy, Ferri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.20680

Abstract

Logam berat, seperti Cr6º, merupakan unsur kimia dengan massa jenis >5 g/cm³ yang bersifat racun bagi manusia. Limbah Cr6º yang dihasilkan industri berpotensi mencemari perairan. Salah satu metode untuk mengurangi kandungan logam berat hingga batas aman adalah biosorpsi, yang efektif, murah, dan cocok untuk konsentrasi kecil. Kulit buah kolang kaling (Arenga pinnata) digunakan sebagai biosorben karena mengandung gugus fungsi karboksil, amida, dan hidroksil, serta komponen kimia seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang mampu menyerap ion logam berat. Yaitu tahap persiapan serta perlakuan biosorben dan uji aktifitas terhadap logam Cr6º. Proses berlangsung menggunakan biosrben non-aktivasi dan biosorben teraktivasi NaOH 0,04 M. Analisa meliputi uji karakteristik fisik dan kimia biosorben serta analisis pengaruh jumlah biosorben dan konsentrasi limbah terhadap efisiensi dan kapasitas penyerapan. Biosorpsi logam Cr6+ dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil penelitian menunjukkan kapasitas penyerapan terendah (0,191 mg/g) dicatat pada biosorben non-aktivasi dengan konsentrasi 20 ppm dan massa 10 gram, sedangkan efisiensi tertinggi (96,91%) dicapai pada konsentrasi 40 ppm. Untuk biosorben teraktivasi, efisiensi mencapai 97,81% pada konsentrasi 40 ppm. Hasil uji karakteristik menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) menunjukkan kandungan mineral CaO sebesar 79,2% setelah aktivasi. Uji Proksimate diperoleh kadar air 3,34%, kadar abu 6,265%, kadar volatile matter 13,905%, dan fixed carbon 76,49% kondisi ini menunjukkan biosorben limbah kulit buah aren memenuhi standar SNI sebagai media penyerap.
Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kualitas Eco-Enzyme dari Sampah Kulit Buah dan Sayuran dengan Penambahan Em-4 (Effective Microorganisme – 4) Fatiha Lubis, Rabitha Canny; Masrullita; Hasfita, Fikri; Suryati; Ginting, Zainuddin; Feri Safriwardy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.22332

Abstract

Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik seperti kulit buah dan sayuran yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk cair, hingga pengurai limbah. Sampah kulit buah dan sayuran yang melimpah, terutama dari aktivitas rumah tangga dan usaha kuliner, berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Padahal, limbah-limbah ini mengandung senyawa organik seperti asam sitrat, bromelain, serta vitamin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan eco-enzyme. Berdasarkan potensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi dan penambahan EM-4 (Effective Microorganism-4) terhadap kualitas eco-enzyme yang dihasilkan dari kulit buah dan sayuran. Penelitian dilakukan dengan metode fermentasi selama 7, 14, 21, dan 28 hari, menggunakan molase, EM-4 dan sampah organik. Parameter yang dianalisis meliputi pH, warna, kadar asam asetat, yield, serta TSS (Total Suspended Solid). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan jenis sampah berpengaruh terhadap karakteristik produk. Yield tertinggi diperoleh dari sayuran sebesar 99,83% pada hari ke-7 dan dari kulit buah sebesar 99,78% pada hari ke-21. pH terbaik tercatat sebesar 3,21 pada hari ke-28, sementara kadar asam asetat tertinggi ditemukan pada sayuran sebesar 0,60% pada hari ke-7. Penurunan TSS pada air sungai menunjukkan kemampuan eco-enzyme dalam memperbaiki kualitas air. Penambahan EM-4 terbukti mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan efektivitas produk.
Pengaruh Jenis Pelarut dan Waktu Ekstraksi Minyak dari Biji Ketapang (Terminalia Catappa Linn) sebagai Bahan Baku Biodiesel Rahma Yanti; Masrullita; Meriatna; Zainuddin Ginting; Jalaluddin; Ferri Safriwardy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23689

Abstract

Ekstraksi minyak dari biji ketapang (Terminalia catappa Linn) merupakan alternatif pemanfaatan sumber daya alam terbarukan sebagai bahan baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi waktu dan jenis pelarut terhadap karakteristik fisikokimia minyak biji ketapang yang diekstraksi menggunakan pelarut n-heksana dan metanol (80%) pada suhu 70°C dengan waktu ekstraksi 3–5 jam. Hasil ekstraksi yang didistilasi kemudian dianalisis meliputi yield, densitas, viskositas, kadar air, kadar asam lemak bebas (FFA), serta komposisi trigliserida menggunakan GC-MS. Hasil menunjukkan bahwa yield meningkat seiring lamanya waktu ekstraksi hingga mencapai titik optimum, kemudian menurun akibat kejenuhan pelarut. Pelarut n-heksana menghasilkan yield tertinggi sebesar 51% pada waktu 4,5 jam dengan densitas 0,8430 g/mL, viskositas 0,8447 cP, kadar air 0,239%, dan FFA 0,987%, sementara metanol menghasilkan yield dan viskositas lebih rendah. Analisis GC-MS mengidentifikasi asam palmitat (38,31%) dan asam linoleat (9,93%) sebagai komponen utama, sehingga n-heksana dinilai lebih efektif untuk mengekstrak minyak biji ketapang sebagai bahan baku biodiesel. Kata Kunci : Biji Ketapang, Ekstraksi, N-Heksana, Metanol, Viskositas.
KARAKTERISASI PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN FILLER KALSIUM SILIKAT DAN KAOLIN Salsabil, Safyra Qathrunnada; Masrullita, Masrullita; Suryati, Suryati; Kamar, Iqbal; Meriatna, Meriatna; Maulinda, Leni; Safriwardy, Ferri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14965

Abstract

Bioplastik adalah jenis plastik yang terbuat dari bahan-bahan alam yang fungsinya sama seperti plastik konvensional, tetapi dapat terurai secara alami dan lebih cepat dengan bantuan mikroorganisme. Karena memiliki sifat yang dapat terurai dengan cepat dialam, bioplastik termasuk bahan plastik yang ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan bahan baku pati sagu dengan penambahan sorbitol 30% sebagai plasticizer dan filler kalsium silikat dan kaolin dengan variasi konsentrasi 3%, 6%, 9%, 12% dari berat pati. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dari bioplastik dengan penambahan filler kalsium silikat dan kaolin serta kualitas bioplastik manakah yang terbaik antara penambahan kedua filler tersebut. Penambahan filler pada bioplastik berguna untuk menyempurnakan sifat mekanik yaitu meningkatkan kuat tarik dan menurunkan sifat penyerapan bioplastik terhadap air. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental, bioplastik dari pati sagu dengan penambahan sorbitol serta  filler kalsium silikat dan kaolin diharapkan menjadi suatu material yang dapat diperbaharui sehingga dapat mengurangi dan mencegah kerusakan lingkungan. Pada penelitian ini diperoleh hasil biodegradasi terbaik yaitu pada variasi bioplastik dengan  filler kaolin dengan konsentrasi 3% dan 6%, kemudian uji swelling terbaik diperoleh pada  variasi bioplastik dengan filler kaolin 12% dimana nilai swellingnya sebesar 11,10 % , dan hasil uji kuat tarik terbaik diperoleh pada variasi bioplastik dengan filler kalsium silikat 6% dimana nilai kuat tarik diperoleh sebesar 1.49 MPa.