Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Komparatif Ketimpangan Akses Pelayanan Kesehatan Peserta JKN di Sumatera Utara Berdasarkan Data BPS Periode 2021–2025 Alya Najwa; Fazri Khoirunnisa Purba; Fitri Annisa; Nabilla Suci Ramadhani; Fitriani Pramita Gurning
USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional Vol. 4 No. 2 (2026): USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/usd.v4i2.2441

Abstract

In an era marked by the expanding coverage of the National Health Insurance (JKN), the utilization of health services remains influenced by disparities in access and the availability of health facilities across various regions. This study aims to analyze whether the expansion of JKN coverage has been accompanied by equitable access to health services in North Sumatra Province during the 2021–2025 period, based on the socioeconomic conditions of the population and the availability of health facilities. This study employs a quantitative approach with a comparative study design based on secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS) publications for the years 2021–2025. The results indicate that JKN enrollment has increased in areas with high poverty rates, yet the availability of healthcare facilities in those regions tends to remain stagnant or decline. Conversely, regions with higher per capita expenditure exhibit relatively stable or increasing availability of health facilities. This disparity is reflected in the rising unmet health care needs in North Sumatra Province, which increased from 3.83% in 2021 to 5.07% in 2025. Based on the research findings, it can be concluded that the increase in JKN coverage in North Sumatra Province has not been fully accompanied by equitable access to health services. This situation is particularly prevalent in areas with high poverty rates, such as the Nias Islands and Gunungsitoli, which still face limitations in the availability of health facilities and access to adequate healthcare services.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI EKONOMI KREATIF PADA PROGRAM INKUBATOR TENUN PAGATAN DI KABUPATEN TANAH BUMBU Anjani Anjani; Muhammad Najeri Al Syahrin; Akhsanul Rahmatullah; Sri Hidayah; Erin Erin; Charennina Marsha Diandra; Fitri Annisa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2735

Abstract

Perempuan merupakan pilar pembangunan yang krusial, namun implementasinya sering terkendala terutama dalam pemanfaatan potensi ekonomi. Program Inkubator Tenun Pagatan ini bertujuan memberdayakan komunitas perempuan penenun di Kabupaten Tanah Bumbu melalui pendekatan ekonomi kreatif. Tenun Pagatan sebagai warisan budaya dan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan, permasalahan yang terjadi pada pengelolaan tenun minimnya akses pelatihan manajemen usaha, inovasi produk, dan terbatasnya jangkauan pasar. Metode pengabdian dilakukan selama 7 bulan di Desa Manurung, Kecamatan Kusan Tengah, melalui tahapan Identifikasi Awal, Sosialisasi, Pelatihan Peningkatan Kapasitas (Analisis SWOT, Desain Inovasi, Manajemen Usaha), dan Digitalisasi Usaha. Tujuan spesifiknya meliputi pembentukan Inkubator Usaha, peningkatan kemandirian, regenerasi perajin (membentuk Kelompok Tenun Muda Majang Kaluku), dan perluasan jangkauan pasar melalui digitalisasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas penenun Kelompok SABUMI, ditandai dengan penguasaan manajemen usaha, perolehan NIB (Nomor Induk Berusaha), dan kreasi produk turunan inovatif. Program ini berhasil mengatasi tantangan pemasaran dengan mengimplementasikan pemasaran online melalui marketplace (Shopee). Dampak signifikan yang dicapai adalah penguatan posisi perempuan sebagai aktor ekonomi lokal dan peningkatan pendapatan perajin, memastikan Tenun Pagatan menjadi aset budaya sekaligus sumber ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan. Kata Kunci : Pemberdayaan Perempuan, Ekonomi Kreatif, Tenun Pagatan, Digitalisasi, Inkubator Usaha