Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pendampingan Penguatan Literasi Digital di Lingkup Yayasan Rumah Komunitas Kreatif Kota Bekasi Wa Ode Sitti Nurhaliza; Wichitra Yasya
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4 No 1: JANUARI 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/7jxxv494

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini memiliki tujuan untuk membantu permasalahan komunitas mengenai program literasi di Yayasan Rumah Komunitas Kreatif kota Bekasi. Yayasan Rumah Komunitas Kreatif (YRKK) merupakan organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan dan penguatan pembelajaran literasi, numerasi dan budaya; keterampilan dan kreativitas; Science-Technology-Engineering-Art-Mathematics (STEAM), bengkel alam dan toy library; serta pendidikan anak usia dini, parenting dan pendidikan karakter. Hasil menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah kurang memiliki literasi digital dan keterampilan mengelola pembelajaran berbasis digital. Anak didik mengalami kesulitan belajar literasi karena adanya hambatan pandemi Covid-19. Program ini menemukan beberapa permasalah di antaranya adalah (1) guru-guru di sekolah mitra binaan kurang memiliki literasi digital dan keterampilan mengelola pembelajaran berbasis digital. (2) Anak didik mengalami kesulitan belajar literasi dengan adanya pandemi Covid-19. Kegiatan pemeberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam merancang program pengembangan literasi yang inovatif dan berkelanjutan bagi mitra. Metode pelaksanaannya yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Manfaat literasi digital bagi anak didik PAUD/TK adalah mampu mengaplikasikan penggunaan pembelajaran berbasis teknologi melalui aplikasi Sekolah ENUMA. Selain itu, pengembangan pendidikan berbasis teknologi tersebut memerlukan literasi digital sebagai pemenuhan dasar pendidikan anak sehingga guru jadi lebih mudah mengatur skema pembelajaran mandiri (berbasis digital) untuk meningkatkan perkembangan anak.
Peningkatan Kapasitas Negosiasi Sponsor Karang Taruna AYC sebagai Katalisator Pemberdayaan UMKM di Kabupaten Bekasi Rr. Dinar Soelistyowati; Wa Ode Sitti Nurhaliza; Syahrul Hidayanto; Muhammad Irfan
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i06.3614

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas negosiasi sponsor anggota Karang Taruna Alfatih Young Community (AYC) guna memperkuat peran pemuda dalam pemberdayaan UMKM di Desa Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatoris-kualitatif melalui sosialisasi, pelatihan interaktif, diskusi reflektif, dan simulasi negosiasi sponsor. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 13 Juni 2026. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya komunikasi, public speaking, lobi, dan negosiasi dalam membangun kemitraan dengan sponsor. Peserta juga memahami prinsip negosiasi berbasis win-win solution, pemanfaatan media sosial untuk memperluas relasi, serta pentingnya dukungan terhadap UMKM lokal. Refleksi peserta menunjukkan tumbuhnya kesadaran bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan sosial, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesiapan peserta dalam menerapkan strategi negosiasi sponsor secara lebih profesional.
From Sacred to Shared: A Quantitative Study of Wedding Hashtag Use and the Transformation of Marriage Meaning Syahrul Hidayanto; Wa Ode Sitti Nurhaliza; Wichitra Yasya; Dinah Hernandez
Palakka : Media and Islamic Communication Vol. 7 No. 1 (2026): Media and Islamic Communication
Publisher : State Islamic Institute of Bone, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/palakka.v7i1.11527

Abstract

The rise of social media has transformed how individuals represent significant life moments, including marriage. One emerging practice in the digital era is the use of personalized wedding hashtags, which serve not only as tools for digital archiving but also as symbols of identity, image, and social engagement. This transformation reflects a cultural shift in which marriage has evolved from a sacred and private ritual into a public and performative event shared in digital spaces. This study examines the relationship between the intensity of wedding hashtag usage and the shifting meaning of marriage in the social media era among married social media users in Indonesia. Using a quantitative approach, data were collected through an online survey involving 422 respondents who had experience using personalized wedding hashtags. The Pearson correlation test revealed a strong and significant relationship between the two variables (r = 0.656, p < 0.001), with a determination coefficient of 43.1%. These findings indicate that nearly half of the variance in the shifting meaning of marriage can be explained by hashtag usage intensity. Within the framework of Media System Dependency Theory (MSDT), the study concludes that individuals who depend on social media for orientation and social validation are more likely to reinterpret institutional values such as marriage.
RESEPSI AUDIENS DIGITAL TERHADAP LOGO HUT KE-80 RI: STUDI PADA GRUP FACEBOOK KKN Wa Ode Sitti Nurhaliza; Muhammad Reji AlFarisi
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI JULI
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2080

Abstract

Logo HUT ke-80 Republik Indonesia memicu perdebatan di ruang digital, termasuk di grup Facebook Keluh Kesah Ngampus (KKN), yang menunjukkan bahwa simbol negara dimaknai secara beragam oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji resepsi anggota grup KKN terhadap logo tersebut serta faktor-faktor yang memengaruhi pemaknaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis resepsi berdasarkan teori Encoding–Decoding Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan tiga posisi resepsi, yaitu dominan, negosiasi, dan oposisi, dengan posisi oposisi sebagai yang paling dominan. Posisi dominan menerima logo sesuai makna pemerintah sebagai simbol kedaulatan dan persatuan, sedangkan posisi negosiasi mengapresiasi kualitas desain tetapi menganggap tampilannya terlalu modern. Posisi oposisi menolak logo melalui humor, meme, dan pemaknaan negatif. Perbedaan resepsi dipengaruhi oleh tingkat pemahaman visual, kondisi sosial-ekonomi anggota, serta interaksi dan budaya partisipatif dalam grup
PENGUATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN SEKOLAH BEBAS BULLYING Syahrul Hidayanto; Wa Ode Sitti Nurhaliza; Siti Zulfah; Fajar Ramadhan
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adimas.v10i1.13005

Abstract

Bullying in school environments has shown a significant increasing trend, particularly at the secondary education level. Bullying, especially in its verbal form, not only affects students’ psychological well-being but also influences the quality of interpersonal communication and social relationships within schools. This issue requires preventive efforts that are not merely regulatory, but also educational and participatory in nature. This Community Service program aimed to strengthen students’ interpersonal communication skills as a strategy to prevent bullying and to promote a safe and bullying-free school environment. The activity was conducted at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bekasi and involved senior high school students as participants. A participatory-educational approach was employed through interactive lectures, group discussions, and educational games. The results indicate an improvement in students’ understanding of bullying concepts and forms, particularly verbal bullying, which had previously been perceived as harmless joking. Furthermore, students demonstrated increased awareness of the importance of healthy interpersonal communication skills, such as empathy, assertive communication, and active listening, in building positive social relationships. Experiential learning through educational games enabled students to reflect on the emotional impacts of bullying and the significance of adopting respectful communication practices. This community service activity demonstrates that strengthening interpersonal communication skills can serve as an effective strategy for bullying prevention in school settings. Through this program, communication studies contribute practically to fostering positive communication cultures and supporting the creation of a more humane and equitable educational environment.
Menavigasi Komunikasi Bajo Mola di Dua Ruang Wa Ode Sitti Nurhaliza; Syahrul Hidayanto; Wichitra Yasya; Aan Widodo; Harnina Ridwan
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i1.10009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami perubahan pola komunikasi masyarakat Bajo Mola setelah mengenal teknologi digital; (2) mengidentifikasi dan menganalisis bentuk interkasi sosial masyatakat Bajo dalam platform digital seperti WhatsApp. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa Penggunaan WhatsApp telah mengubah pola komunikasi masyarakat Bajo Mola dari yang sebelumnya berbasis tatap muka menjadi komunikasi digital yang lebih cepat, praktis, dan luas. Melalui WhatsApp, masyarakat dapat menyampaikan informasi, mengatur kegiatan sosial, serta memperkuat hubungan dengan warga desa maupun pihak luar seperti masyarakat darat. Interaksi melalui WhatsApp menunjukkan bahwa masyarakat Bajo kini hidup dalam dua ruang sekaligus yaitu ruang fisik dan ruang digital. Informasi sering dibagikan melalui grup WhatsApp dan kemudian ditindaklanjuti secara langsung dalam bentuk pertemuan atau kegiatan nyata. Ini mencerminkan terjadinya integrasi antara ruang tradisional dan digital dalam kehidupan sosial mereka. Namun, tidak semua warga memiliki akses atau keterampilan digital yang sama, sehingga muncul kesenjangan partisipasi. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian anggota komunitas tidak terjangkau oleh arus informasi yang beredar cepat di WhatsApp. Dampaknya terhadap integrasi ruang fisik dan digital tervalidasi yakni integrasi tetap berjalan, tetapi bergantung pada mekanisme kompensasi.
Virtual Court Communication Implementation: Studies on the Implementation of Online Criminal Trials in Courts Aan Widodo; Slamet Pribadi; Wa Ode Sitti Nurhaliza; Moh. Rifaldi Akbar
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.3516

Abstract

Communication in law enforcement that was previously conducted face-to-face is now transformed into electronic-based trials through the support of technology and the internet. Various problems arose during this trial process, specifically regarding infrastructure support, digital literacy, and user technology which are still unequal. This study aims to describe Virtual Trials in Courts from a communication perspective through queries on: (1) how virtual trials are carried out in court, and (2) what are the law enforcement’s challenges in implementing online trials in the Bekasi regency. Researchers conducted interviews with 6 informants, carried out online data searches, and made observations. The results of this study show that the implementation of virtual trials at the Bekasi Regency District Court is a form of supporting an affordable, fast, and simple justice system for the community through media conferences. For the law enforcers, virtual trials have advantages and disadvantages in implementation. The advantages of virtual trials are a form of innovation in the justice system that allows the parties involved in trials without having to be physically present in the courtroom, so there is no need for additional costs. While the weaknesses of virtual trials are related to (1) the validity of examining material or evidence in court, which could not be conducted directly, and(2) the inability of thorough information interpretation due to network constraints. Trial implementation has several limitations as challenges to effective trial implementation, including technology and infrastructure limitations, accessibility limitations, limited interaction between the parties involved, data security limitations, and limited supervision.