p-Index From 2021 - 2026
4.896
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi MediaTor: Jurnal Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Journal of Urban Society´s Arts Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Channel : Jurnal Komunikasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Sosioteknologi Jurnal Kesehatan Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal The Messenger Nomosleca ProTVF KOMUNIKA Panggung Jurnal Studi Komunikasi Jurnal Berkala Kesehatan Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Nyimak: Journal of Communication Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MetaCommunication; Journal Of Communication Studies Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Semiotika: Jurnal Komunikasi Jurnal Profetik Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Jurnal Trias Politika Atrat: Jurnal Seni Rupa Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Signal Mamangan Social Science Journal Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi West Science Social and Humanities Studies Comdent: Communication Student Journal Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal Panggung Jurnal Ragam Pengabdian
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Praktik Sosial terhadap Literasi Digital Mahasiswa Unpas dalam Menghadapi Hoaks AI di TikTok tentang Bencana Sumatra Hasan Abdul Rohman; Sri Seti Indriani; Gema Nusantara Bakry
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bfw4g871

Abstract

Penyebaran informasi tentang bencana alam Sumatra di media sosial tidak hanya memuat konten akurat, tetapi juga menjadi media persebaran hoaks, termasuk konten rekayasa kecerdasan buatan (AI). TikTok kini menjadi platform digital paling berpengaruh bagi mahasiswa Indonesia, sekaligus arena yang rentan terhadap manipulasi informasi berbasis algoritma. Kasus viral video harimau saat banjir Sumatra pada Desember 2025, yang terbukti sebagai rekayasa AI, menjadi konteks empiris sekaligus titik berangkat penelitian ini dalam mengkaji fenomena misinformasi digital yang kian kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana literasi digital mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terbentuk melalui praktik sosial mereka di TikTok. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam dan observasi digital terhadap tiga mahasiswa aktif pengguna TikTok yang dipilih secara purposif berdasarkan intensitas penggunaan dan keterlibatan mereka dengan konten bencana. Analisis dilakukan dengan pendekatan Social Practice Theory (SPT) menggunakan tiga elemen utama: material (algoritma dan teknologi AI), kompetensi (keterampilan verifikasi informasi), dan makna (nilai etis dan emosional dalam konsumsi konten). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) algoritma TikTok menjadi penentu utama paparan informasi dan pembentuk persepsi kebenaran di kalangan pengguna muda; (2) kemampuan literasi digital mahasiswa terbagi dalam tiga tingkatan—pasif, adaptif, dan reflektif—yang mencerminkan perbedaan kesadaran kritis terhadap konten AI; (3) dimensi etis dan empatik merupakan bagian integral dari praktik literasi digital di era kecerdasan buatan. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kerangka literasi digital berbasis praktik yang responsif terhadap ekosistem algoritmik dan tantangan misinformasi berbasis AI.