Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESALAHAN KEBAHASAAN KARANGAN SISWA DALAM RANGKA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 6 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Dian Ratnasari; Mohammad Fakhrudin; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.954 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk ke­salahan kebahasaan apa sajakah yang terdapat pada karangan teks eksposisi siswa kelas X SMK Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2017/2018 dan (2) mendeskripsikan skenario pembela­jaran menulis teks eksposisi dengan bahan pembelajaran analisis ke­salahan kebahasaan pada karangan teks eksposisi siswa kelas X SMK Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2017/2018. Sumber data penelitian ini adalah karangan siswa kelas X TKRO SMK Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2017/2018 yang ber­jumlah 32 karangan. Selanjutnya, objek penelitian ini adalah kesalahan kebahasaan pada karangan teks eksposisi siswa kelas X TKRO SMK Negeri 6 Purworejo tahun pelajaran 2017/2018. Teknik sam­­pling yang penulis gu­­na­kan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Selanjutnya, teknik pe­ngumpulan data yang penulis guna­kan dalam penelitian ini ialah teknik baca catat dan teknik studi pustaka. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teknik lesap, tek­nik sisip, dan teknik ganti. Kemudian, Hasil ana­lisis data disajikan dengan teknik infor­mal. Dari hasil penelitian, dapat penulis simpulkan bahwa (1) dalam karangan teks eksposisi siswa kelas X SMK Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2017/2018 terdapat kesalahan ejaan sebanyak 122 dari 235 (51,91%), kesa­lahan morfologis sebanyak 1 dari 235 (0,42%), kesalahan leksikon sebanyak 35 dari 235 (14,89%), kesalahan sintaktis sebanyak 62 dari 235 (26,38%), dan kesalahan kewacanaan sebanyak 15 dari 235 (6,38%); (2) Skenario pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas X SLTA dengan ha­sil analisis kebahasaan pada karangan teks eksposisi siswa kelas X SMK Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2017/2018 se­b­­a­gai ba­han pembela­jaran dise­suaikan dengan Kurikulum 2013 dengan Kompe­tensi Dasar 3.4 meng­analisis struktur dan ke­ba­­­hasaan teks eksposisi yang berka­itan dengan bi­dang pekerjaan dan 4.4 mengon­s­truk­sikan teks ekspo­sisi ber­kaitan bidang pe­kerjaan dengan memper­hatikan isi (perma­salahan, argu­men, pengeta­huan, dan rekomen­dasi), struktur dan keba­ha­­­saan. Analisis dan mengon­struksi ba­hasa ter­sebut sesuai struk­tur dan kaidah kebahasaan. Langkah-langkah pem­bela­­jaran analisis kesa­lahan kebahasaan yang digu­nakan meliputi kegi­atan menga­mati, menanya, me­ngum­­pulkan informasi, menalar, dan mengomunikasi­kan. Selan­jutnya, gu­ru me­la­ku­kan penilaian atas proses dan hasil belajar. Kata Kunci           : Kesalahan Kebahasaan, Teks Eksposisi, dan Skenario Pembelajaran
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM DIALOG FILM ALIF LAM MIM SUTRADARA ANGGY UMBARA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE INKUIRI DI KELAS XI SMA Hamid Pamungkas; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.277 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara, (2) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan metode inkuiri di kelas XI SMA. Sumber penelitian ini film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara, objek penelitian ini tindak tutur direktif dalam dialog film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, studi pustaka dan teknik catat. Analisis data menggunakan analisis padan. Penyajian hasil menggunakan teknik informal. Berdasarkan data dan pembahasannya, disimpulkan bahwa (1) bentuk-bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara meliputi permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, dan nasihat. Selanjutnya, bentuk tindak tutur direktif pemberian izin tidak ditemukan dalam film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara dan (2) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah metode Inkuiri. Kompetensi Dasar 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton. Adapun langkah-langkah rencana pelaksanaan pelaksanaan pembelajaran tersebut, antara lain: (1) pendidik menjelaskan tujuan pembelajaran, (2) pendidik menyampaikan materi tindak tutur direktif, (3) peserta didik berkelompok, (4) peserta didik berdiskusi dan menganalisis mengenai tindak tutur direktif dalam film Alif Lam Mim, (5) peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok, peserta didik menanggapi, dan pendidik bersama peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran. Kata kunci: tindak tutur direktif, film, RPP, dan metode inkuiri
ANALISIS ASPEK SOSIOLOGI SASTRA NOVEL RUDY KARYA GINA S. NOER DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMA Ari Wahyuningsih; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.411 KB)

Abstract

  ABSTRAK: Penelitian ini berujuan untuk mendeskripsikan, (1) unsur intrinsik novel; (2) aspek sosiologi sastra; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Rudy karya Gina S. Noer di kelas XII SMA. Sumber data penelitian ini yaitu novel Rudy karya Gina S. Noer.Objek penelitian ini adalah aspek sosiologi sastra yang terdapat dalam novel Rudy karya Gina S. Noer.Fokus penelitian ini adalahintrinsik novel Rudy, aspek-aspek sosiologi sastra,dan rencana pelaksanaan pembelajaran di SMA.Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka.Teknik yang digunakan untuk menganalisis adalah teknik analisis isi. Teknik yang digunakan dalam penyajian hasil analisis adalah teknik penyajian  informal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan: (1) unsur intrinsik novel Rudy karya Gina S. Noer meliputi tema mayor dan minor; alur campuran; tokoh dan penokohan: tokoh utama Rudy dan beberapa tokoh lainnya yang mendukung cerita; latar meliputi latar tempat, latar waktu, latar suasana; sudut pandang orang ketiga serbatahu; dan amanat yaitu jangan pernah menilai orang lain dari sisi luarnya saja, jangan pernah mengeluh meski sedang menghadapi kesulitan, jangan mudah putus asa dalam menggapai cita-cita; (2) aspek sosiologi sastra novel Rudy karya Gina S. Noer yaitu (a) kekerabatan, yakni Rudy memiliki hubungan yang baik dengan Mami dan Papi, sangat mengasihi adik-adiknya dan mencintai Ainun istrinya; (b) cinta kasih, yaitu Rudy memiliki cinta kasih yang baik terhadap keluarga dan teman; (c) moral yakni, bersyukur kepada Allah Swt, menjalin silaturahmi kepada teman-teman,  menuruti semua perintah Mami, memiliki watak yang keras kepala dan menghormati orang yang lebih tua; (d) pendidikan yakni, pendidikan formal Rudy di sekolah Concordante HBS, Universitas Indonesia, dan RWTH Jerman; (e) ekonomi yakni tergolong ekonomi tingkat atas. Rudy bisa bersekolah hingga S-3; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Rudy karya Gina S. Noer di kelas XII SMA yang terdapat dalam kompetensi dasar 3.9 menggunakan metode Quantum Learning dengan menggunakan enam langkah pokok yang dikenal dengan istilah TANDUR.   Kata kunci: sosiologi sastra, novel Rudy, rencana pelaksanaan pembelajaran
NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL PESANTREN IMPIAN KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Mari’ah Mari’ah; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.692 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) unsur intrinsik novel Pesantren Impian karya Asma Nadia, (2) nilai religius dalam novel Pesantren Impian karya Asma Nadia, (3) skenario pembelajaran unsur intrinsik dan nilai religius dalam novel Pesantren Impian karya Asma Nadia di kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Fokus penelitiannya adalah nilai religius dalam novel Pesantren Impian dan skenario pembelajarannya di kelas XII SMA. Sumber data penelitian ini novel Pesantren Impian karya  Asma Nadia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik  novel Pesantren Impian, yaitu (a) tema mayor: bertaubat dari dosa dimasa lalu, tema minor: cinta kasih, teka teki, dan kematian, (b) tokoh utamanya adalah Gadis, sedangkan tokoh tambahannya adalah Teungku Umar, Teungku Hasan, Butet, Rini, Eni, dan Bagus, (c) alur: sorot balik, (d) latar dibagi menjadi 3, yaitu latar tempat, waktu: dan latar suasana.(e) amanat yang disampaikannya adalah bertaubat dari dosa-dosa dan kesalahan dimasa lalu dan tidak mendekati narkoba; (2) nilai religius dalam novel Pesantren Impian meliputi (a) hubungan manusia dengan Tuhan: melaksanakan salat fardu, salat jamaah, membaca Quran, menutup aurat, mengaji/menuntut ilmu, berdoa, bersyukur, bertaubat, dan jujur, (b) hubungan manusia dengan sesama manusia: tolong menolong, peduli sesama, silaturrahim, musyawarah, menikah, dan tanggung jawab, (c) hubungan manusia dengan lingkungan:  menjaga kelestarian alam dan memanfaatkannya sebagai bentuk rasa syukur; (3) skenario pembelajaran novel Pesantren Impian di kelas XII SMA disesuaikan dengan kurikulum 2013 yang terdiri dari lima langkah,yakni mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomuikasikan.   Kata kunci: nilai religius, novel, dan  skenario pembelajaran sastra
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Siti Nurrohmah; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.259 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik novel Hujan karya Tere Liye; (2) aspek sosiologi sastra; (3) hubungan antaraspek sosiologi sastra; dan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan materi sosiologi sastra novel Hujan karya Tere Liye di kelas XII SMA. Objek penelitian ini adalah novel Hujan karya Tere Liye. Penelitian ini difokuskan pada aspek-aspek sosiologi sastra yang meliputi aspek kekerabatan, perekonomian, cinta kasih, pendidikan, dan moralitas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis isi disajikan dengan metode informal. Dari hasil penelitian terbukti bahwa (1) unsur intrinsik terdiri atas: (a) tema politik negara karena perubahan iklim dunia, (b) alur mundur atau flash back, (c) tokoh dan penokohan di bagi menjadi dua, tokoh utama yaitu Lail dan tokoh tambahan, antara lain: Esok, Maryam, Ibu Lail, Ibu Esok, Ibu Suri, Wali Kota dan Istri Wali kota, Claudia dan Elijah, (d) latar terdiri atas: latar tempat melitputi: ruang terapi, jalanan kota, stasiun kereta api, kereta bawah tanah, taman kota, dan restoran. Latar waktu antara lain: pagi, siang, sore, malam, dan satu bulan; latar sosial yang digunakan adalah kehidupan perawat, paramedis, relawan, ilmuwan, dan wali kota; (e) sudut pandang orang ke tiga serba tahu, (2) aspek sosiologi sastra antara lain: aspek kekerabatan, perekonomian, cinta kasih, pendidikan dan moralitas; (3) hubungan antaraspek sosiologi sastra meliputi: (a) aspek perekonomian dengan moralitas, (b) aspek kekerabatan dengan cinta kasih, (c) aspek pendidikan dengan moralitas; (4) rencana pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan acuan kurikulum 2013, KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel. Model pembelajaran yang digunakan yaitu model pembelajaran Think, Talk, and Write (TTW). Langkah-langkah pembelajaran unsur intrinsik dan sosiologi sastra yang digunakan meliputi tahap pendahuluan, tahap inti, dan tahap penutup.   Kata Kunci: Unsur intrinsik, Sosiologi Sastra, dan Rencana   Pelaksanaan Pembelajaran.
NILAI MORAL PADA NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Akhadi Akhadi; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.252 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Hujan karya Tere Liye; (2) nilai moral novel Hujan karya Tere Liye; (3) skenario pembelajaran novel Hujan karya Tere Liye di Kelas XI SMA.  Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai moral pada novel Hujan karya Tere Liye dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini novel Hujan karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Hujan terdiri dari (a) tema: Cinta kasih antara laki-laki dan perempuan yang terpisah jarak dan waktu; (b) tokoh: Lail, Ibu Lail, Ayah Lail, Elijah, Esok, Ibu Esok, Marinir, Maryam, Istri Walikota, Walikota, Claudia; (c) alur: alur campuran; latar tempat: peron kereta api, lubang tangga darurat, taman kota, kolam air mancur, toko kue milik Ibu Esok, pengungsian 2 (stadion), panti Sosial, markas Organisasi Relawan, asrama Sekolah Keperawatan; (d) latar waktu: pagi, siang, sore dan malam hari; latar sosial: cara berfikir dan bersikap seorang anak yang harus menjadi yatim piatu akibat bencana dahsyat di lingkungan pengungsian; (e) amanat: selalu mensyukuri seperti apapun anugerah Tuhan. Sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi masalahnya, tetapi menerima. Barang siapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tetapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan. Apapun yang terjadi, peluklah erat-erat, karena itulah hidupnya; (2) nilai-nilai moral: (a) hubungan manusia dengan Tuhan terdiri dari: tawakkal dan bersyukur; (b) hubungan manusia dengan manusia: tolong-menolong, persahabatan, penyayang, pemberi motivasi, berbudi pekerti baik, pemberi nasihat, dan perhatian; (c) hubungan manusia dengan dirinya sendiri: pantang menyerah, berpendirian teguh, dan berhati tulus (d) hubungan manusia dengan alam sekitar: tumbuh rasa ingin menjaga keseimbangan alam dan memuji keindahan alam; (3) skenario pembelajaran novel Hujan di kelas XI SMA; kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur intrinsik novel Indonesia; metode yang digunakan adalah metode kuantum: tanamkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan; langkah-langkah: pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup; evaluasi pembelajaran adalah teknik tes tertulis, dengan bentuk instrumen soal uraian dan tugas proyek. Kata kunci: nilai moral, novel hujan, skenario pembelajaran sma.  
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL GERANIUM BLOSSOM KARYA WYLVERA WINDAYANA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Muhammad Febriansyah Qodri; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.923 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Geranium Blosom; (2) nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Geranium Blosom; (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di Kelas XII SMA. Sumber data penelitian ini adalah teks novel Geranium Blosom. Objek adalah nilai-nilai pendidikan karakter, penelitian difokuskan pada unsur intrinsik dan nilai-nilai pendidikan karakter dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di Kelas XII SMA. Dalam pengumpulan data ini digunakan teknik pustaka. Dalam menganalisis data digunakan teknik analisis isi, dan dalam penyajian hasil analisis ini digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan: (1) unsur intrinsik dalam novel Geranium Blosom yang meliputi (a) tema minor dan tema mayor, tema mayor perjuangan mencapai cita-cita, tema minor persaingan desainer fesyen, masalah percintaan, dan kenangan manis, (b) tokoh utama: Dian Amira berwatak sabar, dan tidak mudah menyerah, tokoh tambahan: Wily Hermawan, Rafli Kurniawan, Sita Adila, Papa, Mama, Nina, dan Kay, (c) latar tempat: Dian’s Boutique, hotel, gedung pagelaran, dapur, Medan, kamar, mobil, bandara, Switzerland, Zurch, Bern, dan Interlaken, latar waktu: pagi, siang, sore, dan malam, latar suasana: menegangkan, mengagetkan, keributan, menyedihkan,  (d) alur yang digunakan dalam novel menggunakan alur maju.(e) sudut pandang: orang pertama serba tahu, (f) amanat jika kita mempunyai cita-cita sebaiknya kita mengejarnya hingga tercapai dan kita tidak boleh menyerah dan putus asa; (2) nilai-nilai pendidikan karakter: religius, jujur,  toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, tanggung jawab; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran: (a) kompetensi inti: KI 1, menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya, KI 2, memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, koseptual, prosedural, dan metakognitif, KI 3, memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi, KI 4, menalar, mengolah, menyaji, dan mencipta terkait dengan pengembangan yang dipelajari; (b) kompetensi dasar dan indikator: 1.1, mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia, 2.1, menunjukkan perilaku jujur, responsif, dan imajinatif, 3.1, memahami struktur dan kaidah teks novel, 4.1, menginterpretasikan teks novel; (c) indikator, 1.1 mensyukuri anugerah Tuhan, 2.1 menunjukkan perilaku jujur, responsif, dan imajinatif, 3.1 memahami unsur intrinsik dan pendidikan karakter dalam novel. (c) tujuan pembelajaran, peserta didik dapat mengerti jalan cerita novel, menemukan unsur intrinsik, dan nilai pendidikan karakter; (d) materi pembelajaran: menemukan unsur intrinsik dan nilai pendidikan karakter dalam novel; (e) metode pembelajaran: jigsaw, (f) alat: LCD, laptop, dan alat tulis; sumber belajar: buku cetak bahasa Indonesia, dan buku pelengkap materi.   Kata kunci: nilai pendidikan karakter, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA BUSANA ADAT KABUPATEN KEBUMEN SERTA RELEVANSINYA TERHADAP MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONENSIA SISWA SMP KELAS VII Arina Dina Sofiyatun; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) makna yang terkandung dalambusana adat Kabupaten Kebumen; (2) relevansi kajian semiotik busana adat Kabupaten Kebumen terhadap materi pembelajaran bahasa Indonesia siswa SMP kelas VII.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah busana adat Kabupaten Kebumen. Fokus penelitian ini adalah kajian semiotika busana adat Kabupaten Kebumen dengan teori Roland Barthes. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari dokumentasi Peraturan Bupati Kebumen. Instrumen penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode padan dengan teknik dasar daya pilah sebagai referen. Dalam penyajian hasil analisis, penulis menggunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) hasil temuan semiotika busana adat Kabupaten Kebumen meliputi: busana laki-laki terdapat Ikat kepala memiliki makna hubungan yang harus dijaga manusia, Surjan memiliki makna pelita/penerang, Ikat Pinggang memiliki makna manusia menggunakan badannya untuk bekerja sungguh-sungguh, Lancingan Bebed Panjenmemiliki makna manusia harus tekun dan rajin dalam bekerja mencari rezeki, Celana Komprang memiliki makna hidup itu harus sesuai aturan, Sandal bandolanmemiliki makna manusia harus menghargai apapun dan siapapun; busana perempuan terdapat Jilbab Warna Krem memiliki makna kelembutan dan klasik, Kebaya Kartini memiliki makna perempuan dengan tipikal lemah lembut, Stagenmemiliki makna perempuan yang mampu menyesuaikan diri, Kain Jagatan Latar Putih dengan Wiron Mataraman memiliki makna jangan mudah iri terhadap orang lain, (2) relevansi materi pembelajaran bahasa Indonesia pada busana adat Kabupaten Kebumen di kelas VII SMPdapat dilaksanakan sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.1.mengidentifikasikan informasi dalam teks deskripsi tentang objek yang didengar maupun dibaca.Kata kunci:Semiotika, busana adat Kabupaten Kebumen, relevansi materi
SARANA KOHESI LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL PADA TAJUK RENCANA HARIAN SUARA MERDEKA EDISI DESEMBER 2015 DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EDITORIAL DI KELAS XII SMA Puspa Mila Karima; Moh. Fakhrudin; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.054 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk kohesi gramatikal; (2) kohesi leksikal; dan (3) relevansi analisis kohesi gramatikal dan leksikal pada kolom tajuk rencana harian Suara Merdeka edisi Desember 2015 dengan pembelajaran menulis teks editorial di kelas XII SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan metode agih. Hasil analisis disajikan secara informal. Hasil penelitian disimpulkan (1) bentuk-bentuk kohesi leksikal, antara lain (a) repetisi yang berupa repetisi penuh, perubahan bentuk, dan parsial; (b) sinonimi berupa morfem (bebas) dengan morfem (terikat), kata dengan kata, kata dengan frasa, dan frasa dengan frasa;(c) antonimi berupa oposisi mutlak, kutub, relasional, dan hierarki; (d) hiponimi; (e) kolokasi; (f) ekuivalensi; (2) bentuk-bentuk kohesi gramatikal, antara lain (a) referensi; (b) substitusi berupa frasa, verba, dan nomina; (c) elipsis; (d) konjungtor berupa koordinatif, subordinatif, korelatif, dan antarkalimat; serta penggunaan konjungtor tidak tepat; dan (3) relevansi sarana kohesi leksikal dan gramatikal dengan pembelajaran menulis teks editorial kelas XII SMA meliputi (a) di dalam silabus terdapat kompetensi dasar tentang teks editorial yang menggunakan sarana kohesi, yaitu KD 4.2; (b) di dalam menulis teks editorial perlu di-gunakan sarana kohesi leksikal dan gramatikal agar terciptanya makna, isi, dan pesan yang terkandung dalam teks dan menjadi bagian di dalam struktur bahasa. Kata Kunci: kohesi leksikal, kohesi gramatikal, dan relevansi pembelajaran
Analisis Teks Ulasan Film Sang Pemimpi Sutradara Riri Riza dan Skenario Pembelajaran Menyunting Teks Ulasan Film dengan Pendekatan Saintifik di Kelas XI SMA Hafizda Amandari Azzaki; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) analisis struktur dan unsur kebahasaan pada teks ulasan film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza dan (2) skenario pembelajaran menyunting teks ulasan film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza dengan pendekatan saintifik pada siswa kelas XI SMA. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza, sedangkan objek dalam penelitian ini berupa teks ulasan film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka, baca, dan catat. Dalam analisis data digunakan teknik analisis isi atau content analysis. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) Dalam teks ulasan film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza terdapat (a) struktur teks ulasan: identitas dengan judul film Sang Pemimpi, sutradara Riri Riza, produser Mira Lesmana, produksi Miles  Film dan Mizan Production, tanggal rilis 4 Desember 2009, dan durasi 120 menit; orientasi pada teks ulasan film tersebut berisi kisah kehidupan di Pulau Belitong yang dililit kemiskinan; tafsiran isi pada teks ulasan film tersebut menceritakan mereka yang diajarkan guru untuk berani bermimpi; evaluasi pada teks ulasan film tersebut berisi kelebihan dan kekurangan film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza; dan rangkuman pada teks ulasan film tersebut menceritakan semangat dan sifat pantang menyerah yang dapat mengalahkan ketidakmungkinan; (b) kaidah kebahasaan teks ulasan yang meliputi: kata sifat sikap (Mereka pernah mengejek Pak Mustar saat upacara bendera sehingga Pak Mustar marah); kata benda (Seorang guru bernama Balia (Nugie) yang menjadi sumber inspirasi bagi Ikal, Arai, dan Jimbron); kata kerja (Pertama merantau ke Jakarta untuk kuliah di UI); kalimat kompleks (Kelas Balia membawa mereka pada keajaiban ilmu pengetahuan dan luasnya kehidupan.); dan kata rujukan (Selain itu, banyak kejadian lucu yang menarik bagi penontonnya), dan (2) Skenario pembelajaran dalam penelitian ini disesuaikan dengan silabus kurikulum 2013 dengan Kompetensi Dasar 4.3 menyunting teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan film/drama sesuai dengan sturktur dan kaidah baik melalui lisan maupun tulisan. Skenario pembelajaran teks ulasan film dengan materi menyunting di kelas XI SMA, diantaranya (a) mengamati; (b) menanyakan; (c) mengeksplorasi; (d) mengasosiasi; (e) mengomunikasikan.Kata kunci: teks ulasan film, skenario pembelajaranAbstract: This study aims to describe: (1) analysis of the structure and linguistic elements in the text review film Sang Pemimpi director Riri Riza and (2) learning scenarios editing the text review film Sang Pemimpi director Riri Riza with a scientific approach to class XI high school students. The data source in this study is the film Sang Pemimpi directed by Riri Riza, while the object in this study is the text of the review of the film Sang Pemimpi directed by Riri Riza. In data collection, library, read, and note techniques were used. In data analysis used content analysis techniques or content analysis. From this research it is concluded that (1) In the review text of the film Sang Pemimpi director Riri Riza, there is (a) the structure of the review text: identity with the film title Sang Pemimpi, director Riri Riza, producer Mira Lesmana, production of Miles Film and Mizan Production, release date 4 December 2009, and the duration is 120 minutes; the orientation to the text of the film review contains the story of life on the poverty-ridden island of Belitong; the interpretation of the content in the text of the film review tells those who were taught by the teacher to dare to dream; evaluation on the text of the film review contains the advantages and disadvantages of the film Sang Pemimpi director Riri Riza; and the summary in the film's commentary text tells of the passion and resilience that can overcome the impossible; (b) the language rules of the commentary text which include: attitude adjectives (They once taunted Mr. Mustar during the flag ceremony so that Mr. Mustar was angry); noun (A teacher named Balia (Nugie) who is a source of inspiration for Ikal, Arai, and Jimbron); verb (First to migrate to Jakarta to study at UI); complex sentences (Class Balia takes them to the wonders of science and the breadth of life.); and reference words (In addition, many funny events that are interesting to the audience), and (2) The learning scenario in this study is adjusted to the 2013 curriculum syllabus with 4.3 Basic Competencies in editing short story texts, rhymes, retelling, complex explanations, and film / drama reviews in accordance with the structure and rules both orally and in writing. Learning scenarios for film review text with editing material in class XI SMA, including (a) observing; (b) ask; (c) explore; (d) associate; (e) communicate.Key words: film review text, learning scenario
Co-Authors Ai Nita Puspitasari Akhadi Akhadi Alfian Rizki Febriyadi Aliffah Winarti Alvian Budi Wicaksono Aminuyati Anesty Okta Fianty Anindya Yolan Priyanto Anita Rahmawati Arfian Ade Kristianto Ari Wahyuningsih Arifka Rizki Amalia Arina Dina Sofiyatun Arini Rahayu Suprapto Bagiya Bagiya Bagiya Bagiya Bagiya Bagiya Bagiya Bayu Aji Wibowo Beni Cahyo Hartono Catur Abi Nugroho Dian Rahmawati Dian Ratnasari Dwi Findy Faisal Eka Sari M Mantiq Eko Apri Wijayanti Elysa Dwi Nuari Endah Ayu Puspita Arum Endang Susilowati Evi Setianingsih Fakhri Fakhrur Rozy Farhan Rafifidananto Hafizda Amandari Azzaki Hamid Pamungkas Heny Susanti Indah Pertiwi Inggar Yossi Randra Irma, Cintya Nurika Iska Wahyu Putri Utami Isni Laelasari Joko Purwanto Kadaryati Kadaryati Khabib Sholeh Khabib Sholeh Khabib Sholeh Koko Nur Ramdan Kunti Nur Jannah Linda Yuliati Maretta Nastidanela Mari’ah Mari’ah Maulana Ardiansyah Putra Mentari Triati Moh. Fakhrudin Mohammad Fakhrudin Muh. Imaddudin Hidayatullah Muhammad Febriansyah Qodri Nanda Putriningsih Nova Cristiana Nur Khotidiyah Nurhalimah Nurhalimah Nurul Hilal Prayudi Nursodik Puspa Mila Karima Ranna Ranna Ratri Mei Adhadilla Refa Kartika Yunarning Fajar Retno Ambarwat Riskiana, Suci Rizqitaningsih Pratiwi Sahdi Tamamunni'am Salma Hanifah Sediono Dwi Rizqi Saputro Sindi Denta Ramadhani Siti Fathonah Siti Nurrohmah Suci Rizkiana Suci Rizqiana Sudi Ardi Sukirno Sukirno Suryo Budi Sriwinoto Taufan Candra Sentausa Tri Inten Pratiwi Tri Setia Utomo Tri Sugiarti Umi Faizah Umi Maemunah Ummi Khasanah Yuli Nirwanti